[{"data":1,"prerenderedAt":15189},["ShallowReactive",2],{"chapter-page-novels-list":3,"chapter-tensei-dragon-vol-5-bab-5-3":92,"chapter-page-volume-tensei-dragon-vol-5":1484,"chapter-page-chapters-tensei-dragon-vol-5":1492},[4,25,52,72],{"id":5,"title":6,"author":7,"cover":8,"description":9,"extension":10,"featured":11,"genre":12,"hidden":11,"meta":13,"publishedAt":14,"publisher":15,"rating":16,"source":17,"status":18,"stem":19,"tags":20,"__hash__":24},"novels/novels/01.mizuzokusei-mahoutsukai/novel.yml","Mizuzokusei no Mahoutsukai","Tadashi Kubou","https://cdn.novelupdates.com/images/2024/12/Water-Magician.jpg","Kisah seorang pria bernama Ryou yang bereinkarnasi ke dunia yang memiliki pedang dan sihir. Sebuah kisah petualangan untuk dapat bertahan hidup hanya dengan sihir Air saja.","yml",true,"Fantasy",{},"2025-10-05","TO Books",4.6,"https://www.novelupdates.com/series/water-magician/","ongoing","novels/01.mizuzokusei-mahoutsukai/novel",[12,21,22,23],"Romance","Comedy","Isekai","IxzwBZ_nMmx3vLPzMfgTMIhh4wYA9TuZNWOGXXBlEmA",{"id":26,"title":27,"author":28,"cover":29,"description":30,"extension":10,"featured":31,"genre":12,"hidden":31,"meta":32,"publishedAt":33,"publisher":34,"rating":35,"source":36,"status":18,"stem":37,"tags":38,"__hash__":51},"novels/novels/02.degarashi-ouji/novel.yml","The Strongest Dull Prince's Secret Battle for the Throne","Tamba (タンバ)","https://cdn.novelupdates.com/images/2020/10/321911000113.jpg","Kekaisaran Adrasia di Benua Vogel. Terjadi pertarungan untuk merebut takhta kekaisaran yang memiliki kekuatan militer yang besar dan wilayah yang luas. Dengan pewaris yang belum ditentukan, anak-anak kaisar berlomba-lomba memperluas kekuasaan mereka. Namun, ada satu pangeran yang semua orang bilang tidak mungkin menjadi kaisar. Pangeran ketujuh, Arnold Lakes Adler. Pemuda yang kalah dalam segala hal dari adik kembarnya, Pangeran Ampas. Tidak kompeten dan malas, Arnold menghabiskan setiap hari hanya dengan bermain-main. Namun, di balik layar, dia adalah salah satu dari hanya lima petualang kelas SS yang disebut 'Silver'. Melihat pertempuran untuk takhta yang semakin intensif, dia memutuskan 'Aku tidak ingin mati, jadi biar saja adikku yang jadi kaisar...' Ini adalah kisah manuver rahsia yang absurd dari pangeran yang tidak tertarik dengan gelar kaisar.",false,{},"2019-01-01","Syosetu",3.8,"https://www.novelupdates.com/series/the-strongest-dull-princes-secret-battle-for-the-throne/","novels/02.degarashi-ouji/novel",[39,40,41,12,42,43,44,45,46,47,48,49,50],"Action","Adventure","Drama","Harem","Seinen","Hiding True Abilities","Secret Identity","Overpowered Protagonist","Politics","Royalty","Sibling Rivalry","Twins","_XEmTsqic3lABP5-8BoQUz9DMMxQumJx42SQFcedxX4",{"id":53,"title":54,"author":55,"cover":56,"description":57,"extension":10,"featured":11,"genre":12,"hidden":31,"meta":58,"publishedAt":59,"publisher":60,"rating":61,"source":62,"status":18,"stem":63,"tags":64,"__hash__":71},"novels/novels/03.mynoghra/novel.yml","Isekai Apocalypse Mynoghra","Kazuno Fehu","https://cdn.novelupdates.com/images/2020/08/Isekai-Mynoghra-novel.jpg","Takuto, seorang pemain legendaris game strategi 'Eternal Nations', terjebak di dunia fantasi bersama unit favoritnya, Atou. Mereka memulai perjalanan membangun kerajaan Mynoghra dari nol, menghadapi berbagai ancaman dari negara lain dan pemain yang dipindahkan dari berbagai game lainnya. Sebuah kisah kingdom-building yang gelap dengan pertempuran strategis dan unsur game yang kental.",{},"2017-01-01","Micro Magazine",3.9,"https://www.novelupdates.com/series/isekai-apocalypse-mynoghra/","novels/03.mynoghra/novel",[65,66,67,23,68,69,70],"Kingdom Building","Game Elements","Strategic Battles","Dark","Army Building","Antihero Protagonist","tsULxknqk-PrMG0vPmO2X3u5SXI_x4s1g7ha2Sw8cik",{"id":73,"title":74,"author":75,"cover":76,"description":77,"extension":10,"featured":11,"genre":12,"hidden":31,"meta":78,"publishedAt":79,"publisher":80,"rating":81,"source":82,"status":18,"stem":83,"tags":84,"__hash__":91},"novels/novels/04.tensei-dragon/novel.yml","Tensei Shitara Dragon no Tamago Datta ~ Saikyou Igai Mezasenee","Nekoko","https://cdn.novelupdates.com/images/2017/01/7s74l47uc3w3g4g7eqswbsqnkq1_y9h_au_fe_9k8j.png","Aku bangun di hutan yang tidak dikenal. Tampaknya tempat ini adalah dunia fantasi di mana binatang-binatang aneh berkeliaran. Dan seperti dalam game, aku sepertinya bisa memeriksa kemampuan musuh dan diriku. Mari berburu monster dan mengumpulkan gelar untuk naik level dan berevolusi menjadi Naga Agung! Dan aku mendengar suara misterius di kepalaku, 'Mari kita bertujuan menjadi yang terkuat!'",{},"2026-02-04","Square Enix",3.3,"https://www.novelupdates.com/series/reincarnated-as-a-dragons-egg-lets-aim-to-be-the-strongest/","novels/04.tensei-dragon/novel",[39,40,41,12,43,85,86,23,87,88,66,89,90],"Slice of Life","Supernatural","Reincarnation","Dragons","Evolution","Weak to Strong","euNHmkuApM9-LygTrtuiwhd2p7Fofrx7ambWUU9o7AE",{"id":93,"title":94,"body":95,"chapterNumber":1474,"description":1469,"excerpt":1475,"extension":1476,"hidden":31,"meta":1477,"mtl":11,"navigation":11,"path":1478,"publishedAt":1479,"seo":1480,"stem":1481,"volumeNumber":1482,"__hash__":1483},"chapters/novels/04.tensei-dragon/05.vol-5/10.bab-5-3.md","Bab 5: Serangan Abyss - Bagian 3",{"type":96,"value":97,"toc":1468},"minimark",[98,103,107,123,134,142,145,152,155,158,161,164,167,175,191,194,197,200,203,206,213,216,219,222,236,239,242,249,256,259,266,269,274,277,280,291,302,309,316,331,334,337,340,346,349,352,355,362,365,371,374,377,380,383,386,389,392,398,401,426,432,435,438,458,461,470,473,476,479,484,499,502,505,510,513,516,523,542,551,556,559,562,565,584,587,590,593,600,603,606,608,611,614,617,620,623,626,629,651,661,668,671,674,677,690,693,698,701,706,709,714,717,722,731,734,739,742,745,749,752,755,758,765,771,774,781,784,787,790,793,798,801,804,810,813,819,822,829,836,839,842,845,848,851,857,868,871,874,877,880,883,886,889,892,899,902,905,908,911,914,917,920,922,925,928,931,934,937,940,947,950,957,960,967,978,1001,1008,1011,1014,1028,1031,1045,1048,1062,1065,1094,1103,1111,1130,1133,1136,1139,1142,1155,1188,1195,1202,1209,1212,1215,1238,1241,1244,1252,1259,1272,1275,1278,1280,1288,1291,1294,1297,1307,1319,1327,1330,1333,1338,1352,1355,1363,1365,1368,1371,1374,1380,1383,1386,1389,1396,1399,1402,1405,1408,1417,1420,1431,1434,1437,1440,1450,1453,1456,1459,1462,1465],[99,100,102],"h2",{"id":101},"_5","5",[104,105,106],"p",{},"Setelah selesai makan, aku meninggalkan sisa gunungan daging Graphant dan mengawasi dari jauh. Abyss susah dicari dari pihak kita, tapi kalau dipancing makanan pasti gampang muncul.",[104,108,109,110,114,115,122],{},"Untuk menemukan sarang Abyss, pertama harus tangkap Abyss dan suruh dia memandu. Karena itu pancing pakai daging, lalu beri ",[111,112,113],"em",{},"damage"," besar dari jauh pakai skill ",[116,117,118],"strong",{},[119,120,121],"span",{},"Kamaitachi"," buat melemahkan, itu rencananya.",[104,124,125,126,129,130,133],{},"Tiba-tiba lihat ke samping, terlihat anak-anak laba-laba perutnya buncit banget guling-guling (",[111,127,128],{},"goro-goro","). ...Mereka kelihatan puas, syukurlah. Selagi memandangi anak-anak laba-laba yang main-main, dua ekor Abyss muncul dengan suara ",[111,131,132],{},"gasa-gasa"," yang tidak enak.",[104,135,136,137,141],{},"Mengincar momen saat Abyss-abyss itu menyentuh sisa daging Graphant, aku menggerakkan sayap melepaskan dua ",[116,138,139],{},[119,140,121],{},". Pisau angin mengenai ujung tubuh dua Abyss. Kalau kena telak bakal mati, jadi sengaja incar setengah badan. Abyss terpental dengan mudah sambil menyemburkan cairan tubuh, berguling di tanah lalu menabrak pohon.",[104,143,144],{},"\"Ve, ve...\"",[104,146,147,148,151],{},"Dua Abyss berdiri sempoyongan. Keduanya kehilangan sebagian besar kaki di satu sisi tubuhnya. Nah, mulai sekarang antarkan kami ke sarang kalian. Saat aku berpikir begitu dan hendak mendekat dengan semangat, anak-anak laba-laba serentak menyerbu (",[111,149,150],{},"saaa",") ke arah Abyss.",[104,153,154],{},"...Eh, mereka ngapain? Selagi aku bengong, delapan ekor itu mengepung Abyss yang jatuh dan mulai menggigitnya. Gigitan menyerang dari segala arah ke tubuh Abyss yang berusaha kabur.",[104,156,157],{},"Kalau aku ikut campur sembarangan, bisa-bisa salah bunuh anak laba-laba. Tapi, Abyss juga belum sepenuhnya kehilangan kemampuan tempur. Kalau kena serangan balik telak, anak-anak laba-laba malah bisa mati.",[104,159,160],{},"\"Veeeeeee!\"",[104,162,163],{},"Abyss mengibaskan tubuh, anak-anak laba-laba terpental ke sekeliling. Untungnya cuma berusaha menepis dan tidak pakai tenaga berlebih, sepertinya tidak ada anak laba-laba yang luka parah.",[104,165,166],{},"...Tapi, anak-anak laba-laba pantang menyerah menyemprotkan jaring laba-laba ke Abyss, mencoba mengikat gerakannya. Abyss merobek jaring dengan mudah, membuka mulut besar menyerang anak laba-laba.",[104,168,169,170,174],{},"Aku memenggal kepala Abyss yang sedang melawan anak-anak laba-laba dengan ",[116,171,172],{},[119,173,121],{},".",[104,176,177,182],{},[116,178,179],{},[119,180,181],{},"Mendapatkan 88 poin pengalaman.",[116,183,184],{},[119,185,186,187,190],{},"Berkat Skill Gelar ",[119,188,189],{},"Walking Egg: Lv--",", mendapatkan tambahan 88 poin pengalaman.",[104,192,193],{},"...Y, yah, masih ada satu lagi kan?",[104,195,196],{},"Begitu Abyss kehabisan tenaga, anak-anak laba-laba mengerumuni bangkai Abyss lagi. Nafsu makan mereka gimana sih, nggak meledak apa badannya.",[104,198,199],{},"Selagi aku menghela napas memikirkan itu, anak-anak laba-laba mulai menyerang Abyss satunya. Berhenti dua langkah dari jangkauan serangan, membidik kaki tipis Abyss dan menembakkan jaring. Mereka ingat tadi dipentalin, jadi belajar rupanya.",[104,201,202],{},"Abyss yang setengah badannya hancur meronta mencoba menghindar, tapi dikepung delapan ekor nggak ada obatnya. Terus-terusan dijerat benang yang terbang, sampai nggak bisa gerak. Terhadap Abyss yang lumpuh total, delapan anak laba-laba menyerang hati-hati dari titik buta.",[104,204,205],{},"Kalian masih kurang makan!?",[104,207,208,209,212],{},"Tanpa sempat aku hentikan, Abyss kedua dalam sekejap berubah jadi bola benang putih, berguling (",[111,210,211],{},"gorori",") di tanah. Karena Abyss masih meronta sedikit, bola putih itu bergoyang kiri kanan. ...Apa ini, makanan darurat?",[104,214,215],{},"Di dekat bagian mulut Abyss, bergerak naik turun lemah. Melihat itu anak-anak laba-laba saling pandang, satu ekor memuntahkan benang memperkuat bola itu. Beneran nggak ada ampun ya... lagian, kalau dibunuh aku yang repot...",[104,217,218],{},"Yah, anak laba-laba cuma monster Peringkat E. Dengan perbedaan status ini, susah memberi luka fatal ke Abyss yang peringkatnya di atas. Kalau anak laba-laba sudah tenang, pisahkan saja, lalu selamatkan Abyss-nya...",[104,220,221],{},"Beneran deh, nggak nyangka bakal ada saatnya aku harus nyelametin Abyss.",[104,223,224,229],{},[116,225,226],{},[119,227,228],{},"Mendapatkan 63 poin pengalaman.",[116,230,231],{},[119,232,186,233,235],{},[119,234,189],{},", mendapatkan tambahan 63 poin pengalaman.",[104,237,238],{},"ABYSSSSS!! Dia mati lemas! Wajar sih!",[104,240,241],{},"Oi, anak-anak laba-laba, tolong dong! Aku mau tangkap Abyss hidup-hidup! Harus nyari lagi kan jadinya! Kalau nggak dididik dikit, beneran nggak bakal bisa dikontrol nih mereka.",[104,243,244,245,248],{},"Anak-anak laba-laba tidak mempedulikan Abyss yang sudah jadi bola, mereka berkeliaran ke sana ke mari dengan gelisah (",[111,246,247],{},"fura fura","). ...Hm, ini... kok, firasatku nggak enak ya...",[104,250,251],{},[252,253],"img",{"alt":254,"src":255,"title":254},"image_00039","/images/n04/05/00039.jpeg",[104,257,258],{},"Evolusi sudah bisa... semuanya kah? Semuanya ya, soalnya mereka dasarnya ngelakuin hal yang sama terus. Di saat begini... Yah, karena E Rank, berburu Abyss yang sekarat juga pasti udah cukup buat evolusi, tapi kenapa sekarang...",[104,260,261,262,265],{},"Anak-anak laba-laba gelisah, mondar-mandir di tempat yang sama (",[111,263,264],{},"kasa kasa","), berkeliaran dengan mencurigakan. Salah satu dari mereka mendekatiku dengan sempoyongan. Sobatku menurunkan wajah perlahan, dan anak laba-laba itu mendekat ke Sobatku. Bukan aku, tapi Sobatku ya tujuannya.",[104,267,268],{},"Yang mutusin buat mungut kan Sobatku, yang pertama kali dilihat pas lahir juga Sobatku, apa mereka ngerti ya. Tapi, anak laba-laba itu tidak melakukan apa-apa, cuma berkeliaran di sekitar wajah Sobatku seolah menempel.",[104,270,271],{},[111,272,273],{},"'Kenapa nih mereka?'",[104,275,276],{},"Sobatku menatapku cemas.",[104,278,279],{},"Nggak apa-apa kok. Mungkin cuma evolusi biasa. Di saat begini, cuma itu kemungkinannya.",[104,281,282,283,286,287,290],{},"Saat aku mengamati dengan seksama, anak-anak laba-laba serentak berhenti bergerak. Kepala, perut, dan kaki mereka mulai gemetar (",[111,284,285],{},"puru puru","). Sambil merasa cemas aku melihat, salah satu getarannya berhenti. Otomatis pandanganku tertuju ke sana. Tubuh anak laba-laba itu mulai mengembang (",[111,288,289],{},"guuu","). Anak laba-laba yang tadinya hanya sebesar dua telapak tangan manusia, berubah menjadi seukuran anjing sedang.",[104,292,293,294,297,298,301],{},"Kulitnya yang tidak kuat menahan pengembangan meregang kencang, kulit di bagian leher robek. Kulit yang menutupi kepala anak laba-laba terkelupas (",[111,295,296],{},"perori","), memperlihatkan isinya. Kepala yang muncul dari kulit terlihat lembut seperti kulit bayi. Terpapar udara, kepala itu berdenyut gugup (",[111,299,300],{},"hyuku hyuku","). Kalau dilihat dengan mata menyipit, terlihat sedikit bulu halus.",[104,303,304,305,308],{},"I, ini, ganti kulit ya. Kupikir ada apa. ",[111,306,307],{},"Gu, gu",", dia meregangkan tubuh, melepaskan diri dari kulit yang menutupi perutnya seolah melepas kostum badut.",[104,310,311,312,315],{},"Terakhir dia memiringkan tubuh dan meliukkan kakinya, sepenuhnya lepas dari kulit lama. Bangkit berdiri, lalu menggoyangkan tubuh sekali lagi (",[111,313,314],{},"buru buru","). Kulit yang terpapar udara perlahan mengeras.",[104,317,318,319,322,323,326,327,330],{},"Dimulai dari satu yang lepas dari kulitnya, tujuh sisanya juga menyusul melepas kulit. Jatuh ke samping (",[111,320,321],{},"bitan bitan","), menggeliat melepas kulit lama (",[111,324,325],{},"kune kune","). Setelah lepas sepenuhnya, mereka menggoyangkan tubuh untuk membiasakan diri dengan udara luar, lalu, astaga, mereka mulai melahap kulit yang baru saja mereka lepas (",[111,328,329],{},"mosha mosha",").",[104,332,333],{},"...Ra, rasanya aku baru saja melihat sesuatu yang langka.",[104,335,336],{},"Coraknya tidak berubah, semuanya punya kulit hijau cerah. Sepertinya mereka berevolusi di jalur Aranea. Aranea sih, harusnya sifatnya tenang...",[104,338,339],{},"Induk Aranea lebih besar dari manusia. Laba-laba sekarang paling cuma seukuran anjing sedang. Mungkin butuh satu evolusi lagi untuk mencapai bentuk induknya. Kalau sudah evolusi sempurna mungkin sifatnya bakal lebih tenang, mari berharap begitu. Coba cek status salah satunya.",[104,341,342],{},[252,343],{"alt":344,"src":345,"title":344},"image_00040","/images/n04/05/00040.jpeg",[104,347,348],{},"Hmm hmm, Kids Aranea ya. Kalau dipikir-pikir, dulu aku juga punya jalur evolusi tipe Kids.",[104,350,351],{},"Sobat, tolong pulihkan HP laba-laba itu dulu. Aku mengirim pikiran begitu, tapi entah kenapa tidak ada respon dari Sobatku. Aku heran, memiringkan kepala melihat ke arah Sobatku. Ada apa Sobat, ada masalah?",[104,353,354],{},"Sobatku menempelkan dagu ke tanah, berhadapan dengan monster hitam yang entah sejak kapan muncul.",[104,356,357,358,361],{},"Monster hitam itu menggerakkan banyak kakinya (",[111,359,360],{},"gasa gasa","), mendekat ke Sobatku. Sobatku kaget dan mendongak, tapi benang hitam yang ditembakkan monster itu menempel di sisik Sobatku. Monster itu menelusuri benang itu dan melompat ke wajah Sobatku, lalu menempel di dahinya.",[104,363,364],{},"\"Gaa! Gaa!\"",[104,366,367,368,174],{},"Sobatku kaget, mengibaskan leher ",[111,369,370],{},"bun bun",[104,372,373],{},"A, apa itu... laba-laba, kan?",[104,375,376],{},"Saat aku menghitung Kids Aranea, cuma ada tujuh. Awalnya ada delapan. Kurang satu.",[104,378,379],{},"Sepertinya satu ekor berevolusi bukan jadi Kids Aranea, tapi jadi wujud hitam lain. Mungkin itu anak laba-laba yang ada di dekat Sobatku sebelum evolusi. Apa karena pengaruh Ouroboros dia jadi berevolusi aneh...?",[104,381,382],{},"Saat aku menatap curiga laba-laba hitam itu, wajah manusia putih bersih memelototiku.",[104,384,385],{},"\"Guo!?\"",[104,387,388],{},"Aku kaget dan bersuara. Kalau dilihat baik-baik, cuma ada semacam topeng putih yang menempel di laba-laba hitam. Di bawah topeng itu ada mulut lain yang hampir tersembunyi, dan di sekitar topeng ada delapan mata merah berjejer. Wajah manusia ini... bukan wajah, tapi semacam cangkang...?",[104,390,391],{},"Topeng putih itu digambari mata sipit seperti bulan sabit dan mulut, terlihat seperti senyum menyeramkan. A, apa laba-laba ini...",[104,393,394],{},[252,395],{"alt":396,"src":397,"title":396},"image_00041","/images/n04/05/00041.jpeg",[104,399,400],{},"Eh... apa, ini... Be, beda banget statusnya. Kenapa skill-nya banyak banget. To, tolong detailnya, God Voice.",[104,402,403,406,411,416,421],{},[116,404,405],{},"[[Petit Nightmare]: Monster Peringkat D+]",[116,407,408],{},[119,409,410],{},"Bentuk evolusi langka yang dicapai individu yang tumbuh di lingkungan keras dan menerima intervensi sihir yang kuat.",[116,412,413],{},[119,414,415],{},"Selain punya banyak skill dan status tinggi, dia lebih ditakuti karena kecerdasan dan sifat pendendamnya.",[116,417,418],{},[119,419,420],{},"Karena akan semakin sulit ditangani jika dibiarkan, di kalangan petualang disarankan untuk mengejar dan membunuhnya.",[116,422,423],{},[119,424,425],{},"Tapi, entah tahu atau tidak tentang hal itu, seringkali justru dia yang memasang perangkap dan menunggu dengan santai mereka yang mengejarnya.",[104,427,428],{},[252,429],{"alt":430,"src":431,"title":430},"image_00042","/images/n04/05/00042.jpeg",[104,433,434],{},"...Waduh, beneran nggak beres nih. Lagian, sama sekali nggak disebutin soal topeng yang nempel di mukanya itu. Apaan itu, kalau dilepas jadi gimana?",[104,436,437],{},"Laba-laba topeng itu masih menempel di Sobatku. ...Kalau begini sih kelihatan polos-polos aja, tapi deskripsi sama skill-nya nyeremin banget.",[104,439,440,441,446,447,451,452,457],{},"Lingkungan keras... intervensi sihir kuat... Keras... kah? Rasanya dia sendiri yang seneng nyemplung ke masalah deh. Intervensi sihir kuat... yah, sembilan dari sepuluh pasti gara-gara aku. Entah karena sering pakai ",[116,442,443],{},[119,444,445],{},"High Rest",", atau karena Sobatku nembakin ",[116,448,449],{},[119,450,445],{}," pas sebelum evolusi, atau pengaruh kutukan ",[116,453,454],{},[119,455,456],{},"Dragon Scale Powder",", terlalu banyak kemungkinan jadi nggak bisa dipastiin.",[104,459,460],{},"Tadinya kalau udah gede mau kulepas karena udah nepatin janji sama induk Aranea, tapi kalau Aranea yang harusnya tenang sih nggak apa-apa, tapi Petit Nightmare yang seneng ngejebak petualang ini kayaknya nggak bisa dilepas sembarangan.",[104,462,463,464,469],{},"...Untungnya aku punya ",[116,465,466],{},[119,467,468],{},"Curse Resistance",", jadi bisa aja sih dipelihara terus. Dia kayaknya nempel sama Sobatku. Tertulis pendendam, kalau dendamnya dalem berarti cintanya juga dalem kali ya, mungkin. Kalau ngambek bakal serem, tapi dia nggak deket-deket aku sama sekali, jadi Sobat berjuanglah ngadepinnya. Lagian yang mau melihara kan Sobatku, waktu lihat Ball Rabbit nempel sama aku dia iri kan! Keinginanmu terkabul tuh, bagus kan.",[104,471,472],{},"Aku melihat ke arah Sobatku. Di atas kepalanya, laba-laba topeng itu duduk.",[104,474,475],{},"\"Kiki, kikiki!\"",[104,477,478],{},"Suara seperti logam bergesekan terdengar dari laba-laba topeng. Suara... kah? Karena agak aneh, aku coba perhatikan baik-baik, ternyata di wajah Sobatku muncul sedikit bintik-bintik merah ungu.",[104,480,481],{},[111,482,483],{},"'Kepala, gatel...'",[104,485,486,487,492,493,498],{},"O, oke... semangat ya, aku dukung kok. Eto, dia beracun jadi hati-hati ya. Berkat ",[116,488,489],{},[119,490,491],{},"Poison Resistance"," bintiknya nggak terlalu kelihatan, dan berkat ",[116,494,495],{},[119,496,497],{},"Auto HP Recovery"," sepertinya sembuh sendiri.",[104,500,501],{},"...Kecemasan tak berujung, tapi cari sarang Abyss lagi yuk.",[104,503,504],{},"Petunjuk cari sarang sama kayak tadi, ngandelin insting pulang Abyss sesuai cerita Pahlawan Gazaza... tapi karena dua-duanya udah mati, harus cari Abyss baru lagi.",[104,506,507],{},[111,508,509],{},"'Gampang kan kalau gitu?'",[104,511,512],{},"Pikiran Sobatku masuk ke kepalaku. Hah? Apa?",[104,514,515],{},"\"Gaa\"",[104,517,518,519,522],{},"Bersamaan dengan suara Sobatku, gumpalan benang laba-laba yang membunuh Abyss dengan mencekiknya itu bersinar hitam samar. ",[111,520,521],{},"Gunyo gunyo",", gumpalan benang itu mulai bergerak. I, ini jangan-jangan...",[104,524,525,534],{},[116,526,527],{},[119,528,529,530,533],{},"Level Skill Gelar ",[119,531,532],{},"Path of The Evil"," naik dari 7 menjadi 8.",[116,535,536],{},[119,537,529,538,541],{},[119,539,540],{},"King of Despicableness"," naik dari 8 menjadi 9.",[104,543,544,545,550],{},"Jelas banget itu ",[116,546,547],{},[119,548,549],{},"Soul Append: Fake Life",". Tu, tunggu bentar Sobat!?",[104,552,553],{},[111,554,555],{},"'...Salah ya?'",[104,557,558],{},"Sobatku bertanya dengan nada bersalah.",[104,560,561],{},"...Y, ya, gitu deh. Aku yang ngomong gini emang nggak pantes sih, tapi itu skill yang nggak terlalu pengen kupakai, jadi gimana ya... susah dijelasin.",[104,563,564],{},"Yah sudah dibangkitkan mau gimana lagi. Kalau dicekik mati lagi juga kejam, jadi kucabik aja benangnya pakai kuku. Dari dalam, Abyss merangkak keluar sempoyongan.",[104,566,567,570,579],{},[116,568,569],{},"[[Abyss Zombie]: Monster Peringkat E]",[116,571,572],{},[119,573,574,575,578],{},"Monster mayat ",[119,576,577],{},"Abyss"," yang dirasuki roh jahat.",[116,580,581],{},[119,582,583],{},"Meski lemah, dia bisa menyebarkan racun yang membusukkan daging dan tulang.",[104,585,586],{},"...Ya, ya, namanya gampang dimengerti, bagus. Lagian, bukan F Rank ya. Apa karena peringkat aslinya berpengaruh?",[104,588,589],{},"\"Ve, ea...\"",[104,591,592],{},"Dia melotot ke sini, lalu mulai berjalan tertatih dengan kaki yang pincang. ...Aku beneran nggak bisa biasa sama skill ini.",[104,594,595,596,599],{},"Para laba-laba mendekati Abyss Zombie lagi. Jangan-jangan mereka mikir mau jadiin bola benang atau dimakan lagi. Aku mengusir mereka dengan tangan ",[111,597,598],{},"shoo shoo",", tapi ada tujuh jadi nggak ada habisnya.",[104,601,602],{},"\"Kiki! Ki!\"",[104,604,605],{},"Laba-laba topeng di kepala Sobatku mengeluarkan suara aneh. Laba-laba lain tersentak kaget, lalu menjauh dari Abyss Zombie dengan lesu. Me, mereka nurut sama laba-laba topeng ya. Sesama laba-laba mungkin ada komunikasi. Dia lihat aku kesusahan ngusir, jadi bantuin. Beneran sesuai deskripsi, di antara laba-laba dia paling pinter ya.",[104,607,475],{},[104,609,610],{},"Walau dilihat, laba-laba topeng cuma mengeluarkan suara tinggi seperti tangisan. Wajah topengnya juga nggak berubah dari senyum sipit itu. ...Serem juga. Nanti dia nggak bakal bawa pasukan Aranea buat kudeta kan?",[104,612,613],{},"\"Vee, ea, aa!\"",[104,615,616],{},"Saat itu, Abyss Zombie membuka mulut lebar ke arah laba-laba yang mundur. Bagian ujung mulutnya robek, cairan tubuh menetes deras. Aku buru-buru menepisnya dengan kaki depan, menggulingkan Abyss Zombie.",[104,618,619],{},"\"Vea, aa!\"",[104,621,622],{},"Abyss Zombie bangkit, menatapku dengan mata penuh permusuhan. G, gak bisa nih. Aro juga punya ingatan masa lalu, mungkin Abyss juga punya insting atau ingatan dibunuh.",[104,624,625],{},"Susah bikin dia nuntun sukarela. Coba ancam sekali deh.",[104,627,628],{},"\"Guoooooooooooooooooo!\"",[104,630,631,632,637,638,641,642,646,647,650],{},"Aku mengumpulkan mana di tenggorokan, melepaskan ",[116,633,634],{},[119,635,636],{},"Roar"," yang dahsyat. ",[111,639,640],{},"Zaaaaa",", sekitar berisik sesaat, lalu detik berikutnya sunyi senyap. Abyss Zombie yang menerima ",[116,643,644],{},[119,645,636],{}," langsung dari depan, tubuhnya gemetar ",[111,648,649],{},"biku-biku"," dan berhenti bergerak.",[104,652,653],{},[116,654,655],{},[119,656,657,658,660],{},"Level Skill Normal ",[119,659,636],{}," naik dari 2 menjadi 3.",[104,662,663,667],{},[116,664,665],{},[119,666,636],{}," barusan bagus juga. Kalau latihan lagi, rasanya masih bisa ditingkatin kekuatannya. Pas banget buat ngusir monster level rendah, mungkin nanti latihan lagi kalau ada kesempatan.",[104,669,670],{},"\"Ve, ee...\"",[104,672,673],{},"Abyss Zombie membalikkan badan, mulai kabur tertatih-tatih. ...Agak males sih, tapi ayo kita ikutin dia. Abyss Zombie kakinya copot beberapa dan jalannya nggak stabil, statusnya juga rendah jadi lambat, ngejarnya gampang. Malah bikin gemes.",[104,675,676],{},"Sobatku menatap Abyss Zombie dengan agak kesal. Laba-laba lain juga tadi nyebar seenaknya, tapi begitu Petit Nightmare melotot langsung ngumpul. ...Syukurlah ada pemimpinnya.",[104,678,679,680,684,685,689],{},"Mengejar Abyss Zombie tidak susah. Tapi, monster lain yang muncul di jalan lumayan bikin repot. Kupotong pakai ",[116,681,682],{},[119,683,121],{}," jadi EXP, atau kudesak pakai ",[116,686,687],{},[119,688,636],{}," sambil melindungi Abyss Zombie dan mengikutinya.",[104,691,692],{},"Lama-kelamaan, entah kenapa aku merasa Abyss Zombie yang lari mati-matian itu agak... imut? Mungkin karena dilindungi jadi muncul rasa ingin melindungi, atau karena sudah terbiasa sama tampang jijiknya, atau karena sudah dibangkitkan jadi merasa bertanggung jawab...",[104,694,695],{},[111,696,697],{},"'...Mikir aneh-aneh ya?'",[104,699,700],{},"Sobatku menyipitkan mata menatapku. Ti, tidak, cuma mikir kalau Abyss evolusi bakal jadi gimana...",[104,702,703],{},[111,704,705],{},"'Gue, nggak mau lho.'",[104,707,708],{},"Tapi kan, udah dibangkitkan, jadi tanggung jawab...",[104,710,711],{},[111,712,713],{},"'Gue, nggak mau lho!'",[104,715,716],{},"Sobatku mengirim pikiran dengan kuat. ...Yah, bener juga sih.",[104,718,719],{},[111,720,721],{},"'Lagian, tadi dia nyerang kan.'",[104,723,724,725,730],{},"Iya sih, tapi pas dicek dia juga punya ",[116,726,727],{},[119,728,729],{},"Servant of the Evil Dragon"," lho... Treant juga nurut perintah, harusnya ada efeknya dikit. Mungkin di jalan ini dia ngerasa \"dilindungi\" sedikit, mungkin di sana ada perubahan...",[104,732,733],{},"Sesekali Abyss Zombie menoleh ke sini, berhenti bergerak. Ekspresi Abyss Zombie nggak kelihatan, tapi mungkin ada perubahan di dalam dirinya...",[104,735,736],{},[111,737,738],{},"'Nggak mau lho.'",[104,740,741],{},"Ah, iya...",[104,743,744],{},"Semakin maju, jalan semakin terjal. Pohon-pohon keras yang bengkok makin banyak, tanah juga makin keras. Sering terlihat bangkai monster yang sepertinya baru dimakan dan masih berdarah. Akhirnya, kami sampai di tebing besar. Tebing, atau lebih tepatnya retakan tanah besar. Abyss Zombie melirik ke sini sebentar, lalu turun ke dasar tebing itu.",[99,746,748],{"id":747},"_6","6",[104,750,751],{},"Setelah memastikan Abyss Zombie turun ke dasar tebing, aku menoleh ke Aro dan yang lain. Setelah konfirmasi lewat kontak mata, aku juga ikut turun ke dasar tebing.",[104,753,754],{},"Dinding tebing hampir tegak lurus, jadi aku turun hati-hati dengan menancapkan kuku. Para laba-laba sepertinya ahli di medan begini, merayap lincah di dinding tebing sesuka hati. Lesser Treant juga turun hati-hati sambil menancapkan akar.",[104,756,757],{},"Tiba-tiba aku sadar Aro tidak ada. Apa dia tidak bisa turun? Aku berhenti. Abyss Zombie tidak akan menunggu, tapi kalau sudah sampai sini tidak perlu penunjuk jalan lagi. Kemungkinan besar, turun di sini langsung ketemu sarang Abyss.",[104,759,760,761,764],{},"Terdengar suara ",[111,762,763],{},"gatsun gatsun"," dari titik buta. Saat menoleh, dari punggung Aro tumbuh lengan ketiga. Lengan ketiga itu diameternya sama dengan leher Aro, dan di ujung jarinya ada cakar kait yang mengerikan. Mungkin supaya bajunya tidak rusak, dia menurunkannya sampai bahu terbuka. Bajunya memang bekas dan sudah melar, jadi gampang ditarik.",[104,766,767,768,174],{},"Dan dari celah yang terbuka itu, dia menjulurkan lengan ketiga. Pemandangan yang lumayan ",[111,769,770],{},"grotesque",[104,772,773],{},"\"............Ah.\"",[104,775,776,777,780],{},"Saat mata kami bertemu, bahu Aro tersentak ",[111,778,779],{},"pikuri",", dia mengeluarkan suara dan berhenti bergerak. Mungkin dia malu bajunya, atau lebih tepatnya lengan besar di punggungnya dilihat. Dia sepertinya tidak mau tubuhnya yang tidak berbentuk manusia dilihat. Aku kembali menghadap depan seolah tidak terjadi apa-apa.",[104,782,783],{},"\"Ve, ee, veee...\"",[104,785,786],{},"\"Vee?\" \"Vea!\" \"Veee?\"",[104,788,789],{},"Dan, jauh di bawah kami, Abyss Zombie dan Abyss saling berhadapan.",[104,791,792],{},"Ada tiga Abyss. Kaget dari mana mereka muncul, aku melihat sekeliling. Pohon bengkok keras yang cocok buat sembunyi Abyss tumbuh banyak di dinding tebing. Mengingat ini sarang Abyss, aku mengubah suasana hati.",[104,794,795],{},[111,796,797],{},"Gatsun gatsun gatsun gatsun, zugagagagagagagagaga!",[104,799,800],{},"Suara dahsyat terdengar, aku spontan menoleh. Bertatapan lagi dengan Aro. Sepertinya Aro hampir jatuh dan berusaha menancapkan kuku untuk berpegangan.",[104,802,803],{},"\"----!!\"",[104,805,806,807,809],{},"Karena aku tiba-tiba menoleh pasca kejadian tadi, dia kaget. Tubuh Aro tersentak ",[111,808,779],{},", ujung kukunya lepas dari dinding tebing. Tubuh Aro terlempar ke udara. Aku buru-buru merentangkan sayap mau menangkap Aro. Tapi sebelum itu, perut Aro menghantam punggung Lesser Treant, dan jatuhnya berhenti.",[104,811,812],{},"\"......\"",[104,814,815,816,174],{},"Aro menatapku dengan mata ",[111,817,818],{},"jito",[104,820,821],{},"\"Guoo...\"",[104,823,824,825,828],{},"Aku mengaum minta maaf, menundukkan kepala. Aro dalam posisi menimpa punggung Lesser Treant menggelengkan kepala dengan panik, menggerakkan tangan dan kaki ",[111,826,827],{},"pata pata",". Dia tidak berniat menyalahkanku rupanya.",[104,830,831,832,835],{},"Lalu Aro sepertinya memutuskan turun sambil naik di punggung Lesser Treant. Lengan besar di punggungnya masuk kembali ke tubuh Aro ",[111,833,834],{},"zuru zuru",". Dia menarik bajunya yang agak kendor, membenahinya.",[104,837,838],{},"Setelah tenang, aku kembali menghadap depan.",[104,840,841],{},"Oh ya, Abyss...! Gara-gara Aro, aku jadi lengah.",[104,843,844],{},"\"Guo?\"",[104,846,847],{},"Abyss Zombie menghadap ke arahku, menonjolkan taringnya yang patah.",[104,849,850],{},"\"Veha! Ve, veve!\"",[104,852,853,856],{},[111,854,855],{},"Puih",", dia memuntahkan cairan tubuh. Dari sikapnya, aku cukup sadar kalau dia tidak bersahabat. Bersamaan dengan itu aku merasakan hawa dingin, aku menoleh. Di pinggir tebing tempatku turun tadi, Abyss berjejer. Abyss berbaris dengan jarak yang sama membentuk barisan.",[104,858,859,860,863,864,867],{},"Firasat buruk, aku memutar leher ",[111,861,862],{},"gururi",". Dari empat penjuru, Abyss bermunculan ",[111,865,866],{},"wara wara"," dan membentuk barisan. Celahnya besar, tapi kami terkepung.",[104,869,870],{},"Sekilas lihat, ada sekitar lima puluh Abyss. Ratusan kaki menggeliat, mengeluarkan suara tidak enak.",[104,872,873],{},"Terkepung. Padahal niatnya aku yang nyerang, kalau nggak sempet ya kabur, tahu-tahu udah dikepung. Mana di tempat pijakan jelek begini lagi.",[104,875,876],{},"Waktu Abyss Zombie pertama kali menunjukkan permusuhan, harusnya aku lebih hati-hati.",[104,878,879],{},"\"Veee!\" \"Ve!\" \"Vea, ve!\" \"Veee!\"",[104,881,882],{},"\"Vee!\" \"Vea!\" \"Veee!\" \"Vee, veeeeeeee!\"",[104,884,885],{},"Suara jeritan yang tidak enak tumpang tindih, menjadi nada sumbang yang mengacaukan pikiran.",[104,887,888],{},"Aku benar-benar lengah. Karena Abyss selama ini selalu menyerangku yang lebih kuat, aku meremehkan mereka tidak terlalu pintar. Kena deh. Lagipula, alasan mereka menyerang yang lebih kuat kan karena kebiasaan Abyss bertelur. Dari perilaku mereka selama ini, Abyss tidak menganggap berat kematian satu per satu individu. Mereka monster tipe Semut Merah yang penting spesiesnya berkembang biak. Karena pertarungan Abyss selama ini gampang, aku jadi terlalu santai.",[104,890,891],{},"\"Ve, veeeee, veeeeeeeee!\"",[104,893,894,895,898],{},"Yang memprovokasi dengan membenturkan gigi patah ",[111,896,897],{},"gatsu gatsu"," adalah Abyss Zombie. Dia pasti yang memberitahu kalau aku menuju ke sini. Di jalan, aku berkali-kali mengusir Abyss. Mungkin saat itu dia memberitahu. Sial, aku benci diriku yang sempat berpikir mau membesarkannya.",[104,900,901],{},"Abyss Zombie membalikkan badan membokongiku, merayap ke arah teman-temannya. ...Tapi, langkahnya tiba-tiba berhenti. Aku yang melihat dari jauh pun bisa merasakan. Mata para Abyss tertuju pada Abyss Zombie dengan aneh.",[104,903,904],{},"\"Ve...?\"",[104,906,907],{},"Saat Abyss Zombie mundur, sekitar lima Abyss melompat serentak.",[104,909,910],{},"\"Veeeeeeeeee!\"",[104,912,913],{},"Jeritan kematian bergema. Sisa-sisa Abyss Zombie jatuh ke dasar jurang. Abyss memakan bangkai temannya, ternyata zombie temannya juga dimakan. Tapi, bukan waktunya mengasihani Abyss Zombie. Kalau lengah, kami bakal senasib sama Abyss Zombie itu.",[104,915,916],{},"\"Gaa!\"",[104,918,919],{},"Aku menendang dinding, mengepakkan sayap, dan melayang. Di pijakan seburuk itu, aku tidak bisa melawan jumlah segini sambil melindungi Aro dan yang lain. Maaf buat musuh dan teman, tapi aku mau tarung dari zona aman.",[104,921,916],{},[104,923,924],{},"Aku menurunkan ketinggian sedikit, mengaum ke arah Aro. Aro melompat turun.",[104,926,927],{},"Aku mendekat ke dinding, menangkap Aro dengan punggung.",[104,929,930],{},"\"...Tsu!\"",[104,932,933],{},"Sip, dengan ini aku bisa menembak Abyss yang menempel di dinding dengan bantuan Aro. Sebenarnya pengen ambil semua terus kabur dulu, tapi susah ngambil semua laba-laba yang lagi panik sambil terus kabur. Bagaimanapun juga, harus mengurangi jumlah gerombolan Abyss.",[104,935,936],{},"Saat berpikir begitu, ada sesuatu yang terbang ke arahku.",[104,938,939],{},"\"Kiki!\"",[104,941,942,943,946],{},"Num pang pada Aro, ada yang aneh jatuh. Petit Nightmare. Pakai benang kayaknya, dia melompat dengan gerakan ala ",[111,944,945],{},"wire action",". ...Bukan, harusnya kau pimpin laba-laba lain dong.",[104,948,949],{},"\"Veeee!\"",[104,951,952,953,956],{},"Tiga Abyss yang melompat ",[111,954,955],{},"gaba"," dengan kaki terbuka, kupukul dengan ekor sampai terlempar ke dinding seberang.",[104,958,959],{},"Gimanapun juga, kalian nggak bakal gue kasih tumpangan woy!?",[104,961,962,963,966],{},"Melihat Abyss yang terlempar, walau sekarat mereka masih gerak-gerak ",[111,964,965],{},"piku piku",". ...Lumayan alot juga ya mereka.",[104,968,969,970,974,975,977],{},"Gerombolan Abyss merayap serentak mengincar Lesser Treant dan laba-laba yang tertinggal di dinding. Sambil melayang, aku melepaskan ",[116,971,972],{},[119,973,121],{}," seiring kepakan sayap, menahan Abyss yang mau menyerang laba-laba dan Lesser Treant, sekaligus memberi ",[111,976,113],{},". Abyss yang dihantam pisau angin menyemburkan cairan tubuh, gepeng, dan menempel di dinding.",[104,979,980,985,992],{},[116,981,982],{},[119,983,984],{},"Mendapatkan 456 poin pengalaman.",[116,986,987],{},[119,988,186,989,991],{},[119,990,189],{},", mendapatkan tambahan 456 poin pengalaman.",[116,993,994],{},[119,995,996,997,1000],{},"Level ",[119,998,999],{},"Ouroboros"," naik dari 72 menjadi 73.",[104,1002,1003,1004,1007],{},"Langsung dapat EXP tiga ekor. I, ini jangan-jangan tempat ",[111,1005,1006],{},"hunting"," yang sempurna...?",[104,1009,1010],{},"Serangan Abyss nggak nyampe ke aku, dan mereka jelas nggak bisa terbang. Yah, walau Abyss ngumpul karena Lesser Treant dan laba-laba dalam bahaya sih.",[104,1012,1013],{},"Hiaaa!",[104,1015,1016,1021],{},[116,1017,1018],{},[119,1019,1020],{},"Mendapatkan 156 poin pengalaman.",[116,1022,1023],{},[119,1024,186,1025,1027],{},[119,1026,189],{},", mendapatkan tambahan 156 poin pengalaman.",[104,1029,1030],{},"Oraaa!",[104,1032,1033,1038],{},[116,1034,1035],{},[119,1036,1037],{},"Mendapatkan 192 poin pengalaman.",[116,1039,1040],{},[119,1041,186,1042,1044],{},[119,1043,189],{},", mendapatkan tambahan 192 poin pengalaman.",[104,1046,1047],{},"Soryaa!",[104,1049,1050,1055],{},[116,1051,1052],{},[119,1053,1054],{},"Mendapatkan 138 poin pengalaman.",[116,1056,1057],{},[119,1058,186,1059,1061],{},[119,1060,189],{},", mendapatkan tambahan 138 poin pengalaman.",[104,1063,1064],{},"Uryaaa!",[104,1066,1067,1072,1079,1086],{},[116,1068,1069],{},[119,1070,1071],{},"Mendapatkan 204 poin pengalaman.",[116,1073,1074],{},[119,1075,186,1076,1078],{},[119,1077,189],{},", mendapatkan tambahan 204 poin pengalaman.",[116,1080,1081],{},[119,1082,996,1083,1085],{},[119,1084,999],{}," naik dari 73 menjadi 74.",[116,1087,1088],{},[119,1089,529,1090,1093],{},[119,1091,1092],{},"Pest Killer"," naik dari 6 menjadi 7.",[104,1095,1096,1097,1102],{},"Perlahan tapi pasti, mengurangi sekitar lima puluh Abyss. Abyss baru melangkahi bangkai temannya yang sudah dikalahkan, mendekati Lesser Treant. Di punggungku, Aro melepaskan ",[116,1098,1099],{},[119,1100,1101],{},"Gale"," dengan mana maksimal menjatuhkan Abyss beserta dindingnya, Petit Nightmare memuntahkan benang menempel di punggung Abyss dan menariknya jatuh ke dasar tebing. Lesser Treant juga mati-matian mengayunkan dahan mengamuk agar tidak ditarik Abyss.",[104,1104,1105,1106,1110],{},"Laba-laba... Kids Aranea, meski bergerak sesuka hati, mereka menyebarkan jaring di dinding membuat sarang darurat, menghambat gerakan Abyss. Saat Abyss masuk ke sarang dan kecepatannya turun, aku tembak pakai ",[116,1107,1108],{},[119,1109,121],{},". Khawatir sih laba-laba pada nyebar, tapi berkat ada tiga (termasuk aku) yang bisa nembak dari jauh, entah gimana bisa dijaga tanpa lepas pengawasan.",[104,1112,1113,1114,1118,1119,1124,1125,1129],{},"Terutama aku yang pukul pakai ",[116,1115,1116],{},[119,1117,121],{},", Abyss yang lolos diurus Aro dan Petit Nightmare. Kalau masih nggak keburu, Sobatku nutupin pakai ",[116,1120,1121],{},[119,1122,1123],{},"Death"," dan ",[116,1126,1127],{},[119,1128,445],{},". Satu per satu Abyss jatuh ke dasar tebing.",[104,1131,1132],{},"Levelku juga naik dari 74 ke 75, 75 ke 76, terus naik. Sadar-sadar sudah Lv 78.",[104,1134,1135],{},"Walau bisa bertahan, Lesser Treant dan laba-laba makin terdesak ke tengah. Tapi kalau jangkauannya menyempit, makin gampang bidik Abyss. Lagipula, Abyss yang ikut mengepung juga tinggal bisa dihitung jari. Aku habisi sekaligus.",[104,1137,1138],{},"\"Guoooooooooo!\"",[104,1140,1141],{},"Aku menggeram, memberi peringatan pada Aro dan Petit Nightmare. Aro dan Petit Nightmare berhenti bergerak, berpegangan erat di punggungku.",[104,1143,1144,1145,1149,1150,1154],{},"Aku mengisi kedua sayap dengan mana maksimal, mendorongnya ke depan sekaligus. Karena menggunakan kedua sayap untuk ",[116,1146,1147],{},[119,1148,121],{}," bersamaan, melayang jadi sulit, ditambah lagi dorongan balik ",[116,1151,1152],{},[119,1153,121],{}," menyerangku. Aku memutar ekor ke depan, berputar ke belakang untuk mematikan momentum dan kembali ke posisi melayang. Dua pisau angin besar menghancurkan empat Abyss beserta dinding tebing.",[104,1156,1157,1162,1169,1176,1182],{},[116,1158,1159],{},[119,1160,1161],{},"Mendapatkan 450 poin pengalaman.",[116,1163,1164],{},[119,1165,186,1166,1168],{},[119,1167,189],{},", mendapatkan tambahan 450 poin pengalaman.",[116,1170,1171],{},[119,1172,996,1173,1175],{},[119,1174,999],{}," naik dari 78 menjadi 79.",[116,1177,1178],{},[119,1179,529,1180,533],{},[119,1181,1092],{},[116,1183,1184],{},[119,1185,657,1186,1093],{},[119,1187,121],{},[104,1189,1190,1191,1194],{},"Tempat Abyss berada terkikis membentuk lubang besar, kaki dan pecahan bercampur pasir berjatuhan ",[111,1192,1193],{},"para para",". Abyss yang tersisa tinggal sekitar sepuluh ekor. Saat kupikir pertarungan di dinding sudah hampir selesai, dari lubang di dinding, Abyss besar merangkak keluar.",[104,1196,1197,1198,1201],{},"Lebarnya hampir dua kali lipat Abyss lain. Kecepatannya jauh lebih lambat dari Abyss biasa, tapi sosoknya yang maju ",[111,1199,1200],{},"zun zun"," selangkah demi selangkah memiliki kewibawaan misterius.",[104,1203,1204,1205,1208],{},"Apaan tuh, pikirku, lalu dari lubang lain muncul satu lagi. Pas banget, dari lubang atas dan bawah, mengepung Lesser Treant dan laba-laba. ",[111,1206,1207],{},"Gaccha gaccha",", menggerakkan banyak kaki, menuju ke arah Lesser Treant dengan santai.",[104,1210,1211],{},"\"\"\"Veeeeeeeeeeeeee!\"\"\"",[104,1213,1214],{},"Suara teriakannya yang berat terdengar seperti teriakan om-om. A, apa itu. Ada spesies tingkat tinggi rupanya.",[104,1216,1217,1220,1228,1233],{},[116,1218,1219],{},"[[Heavy Abyss]: Monster Peringkat C+]",[116,1221,1222],{},[119,1223,1224,1225,1227],{},"Evolusi yang dicapai oleh individu ",[119,1226,577],{}," yang rakus dan bertubuh besar.",[116,1229,1230],{},[119,1231,1232],{},"Permukaan tubuhnya sangat keras, tidak bisa ditembus dengan mudah.",[116,1234,1235],{},[119,1236,1237],{},"Sering diproses menjadi perisai.",[104,1239,1240],{},"He, Heavy Abyss... Abyss tipe pertahanan ya. Ternyata jenisnya banyak ya. Rasanya udah kenyang nih.",[104,1242,1243],{},"Mendengar teriakan Abyss besar, Abyss lain makin ganas mendesak Lesser Treant dkk. Satu Abyss yang mencoba kabur merayap turun dinding, kuinjak gepeng sambil lewat.",[104,1245,1246,1247,1251],{},"\"",[116,1248,1249],{},[119,1250,1101],{},"!\"",[104,1253,1254,1255,1258],{},"Tornado mana yang dilepaskan Aro menggunakan manaku menyerang Heavy Abyss yang di bawah. ",[111,1256,1257],{},"Gouu",", bunyi terdengar, permukaan tebing runtuh berterbangan. Tapi Heavy Abyss cuma berhenti sebentar, lalu maju tanpa ragu. Padahal Lv Aro sudah naik banyak, kekuatan sihirnya juga harusnya naik, tapi tidak ada luka sedikit pun.",[104,1260,1261,1262,1266,1267,1271],{},"Aku juga buru-buru melepaskan ",[116,1263,1264],{},[119,1265,121],{},". Pisau angin menembus punggung Heavy Abyss. Retakan besar muncul, cairan tubuh mengalir keluar. Tapi, Heavy Abyss tetap tidak berhenti maju. Mengisi mana ke sayap lebih banyak dari tadi, aku bersiap untuk ",[116,1268,1269],{},[119,1270,121],{}," baru.",[104,1273,1274],{},"Heavy Abyss saat sampai di sarang laba-laba, dia menginjak bangkai temannya untuk menghindar, tapi karena sudah sampai di dalam dan bangkainya sedikit, akhirnya dia menyerah dan menginjak dinding yang penuh jaring laba-laba.",[104,1276,1277],{},"Untuk melepaskan lengketnya benang, Heavy Abyss mengangkat kaki tinggi-tinggi. Saat itu, seutas benang menempel di punggung Heavy Abyss yang di atas.",[104,1279,904],{},[104,1281,1282,1283,1287],{},"Benang Petit Nightmare. Petit Nightmare menempel kuat di tubuhku, jadi aku melepaskan ",[116,1284,1285],{},[119,1286,121],{}," yang sudah terkumpul ke Heavy Abyss yang di bawah, lalu menggunakan dampaknya untuk terbang ke belakang. Ditarik benang, tubuh raksasa Heavy Abyss yang di atas lepas dari tebing.",[104,1289,1290],{},"\"Veeeeeeeeeeeeee!\"",[104,1292,1293],{},"Heavy Abyss yang di atas menjerit berat saat sekarat, melaju ke dinding seberang dengan lintasan seperti pendulum.",[104,1295,1296],{},"\"Kiki, ki!\"",[104,1298,1299,1300,1303,1304,174],{},"Di tengah jalan, benang diputus ",[111,1301,1302],{},"putsuri",". Tubuh raksasa Heavy Abyss jatuh begitu saja, tak lama terdengar suara tumpul ",[111,1305,1306],{},"gosha",[104,1308,1309,1313],{},[116,1310,1311],{},[119,1312,1020],{},[116,1314,1315],{},[119,1316,186,1317,1027],{},[119,1318,189],{},[104,1320,1321,1322,1326],{},"...Sadis juga ya laba-laba ini. Mungkin karena aku yang narik, aku juga dapat EXP. Sementara itu, Heavy Abyss yang di bawah juga tidak tahan menerima ",[116,1323,1324],{},[119,1325,121],{}," kedua, sambil menyemburkan cairan tubuh dia merosot jatuh ke dasar tebing.",[104,1328,1329],{},"\"Veveveveveveveve!\"",[104,1331,1332],{},"Gerakannya makin cepat, beberapa kaki terlempar, lalu sosoknya hilang seketika.",[104,1334,1335,1336,174],{},"Terakhir sama seperti Heavy Abyss tadi, berakhir dengan suara ",[111,1337,1306],{},[104,1339,1340,1345],{},[116,1341,1342],{},[119,1343,1344],{},"Mendapatkan 250 poin pengalaman.",[116,1346,1347],{},[119,1348,186,1349,1351],{},[119,1350,189],{},", mendapatkan tambahan 250 poin pengalaman.",[104,1353,1354],{},"...Kalian, kayaknya nggak cocok deh di sarang ini.",[104,1356,1357,1358,1362],{},"Melihat Heavy Abyss yang datang membantu jatuh dengan memalukan, Abyss-abyss akhirnya mulai mundur. Aku juga capek, jadi kembali ke atas tebing untuk istirahat sebentar. ",[116,1359,1360],{},[119,1361,121],{}," entah sudah berapa puluh kali kutembakkan. Mana juga banyak disedot Aro. Mau memulihkan MP.",[104,1364,821],{},[104,1366,1367],{},"Saat aku memanjangkan leher dan menempelkan dagu ke tanah, Aro yang turun dari punggung menyentuh pipiku dengan cemas. Mengikuti di belakang, Lesser Treant dan laba-laba merayap naik.",[104,1369,1370],{},"Ups, benar juga. Harus cek berapa level Aro dan yang lain naik. Kali ini, semuanya berjuang keras. Pasti dapat EXP yang sepadan.",[104,1372,1373],{},"Aku segera mengecek level Aro dan yang lain.",[104,1375,1376],{},[252,1377],{"alt":1378,"src":1379,"title":1378},"image_00043","/images/n04/05/00043.jpeg",[104,1381,1382],{},"...Aro tinggal 2 lagi. Belum sampai evolusi, tapi sudah hampir.",[104,1384,1385],{},"Lesser Treant mungkin melihat ekspresiku, memiringkan batangnya ke depan dengan rasa bersalah, melengkungkan lubang matanya. Aku juga ikut menunduk.",[104,1387,1388],{},"Ti, tidak, kau selalu membantu di saat penting kok. Mohon bantuannya ya ke depan.",[104,1390,1391,1392,1395],{},"Di antara para laba-laba, kenaikan Lv Petit Nightmare paling tinggi. Dia cerdik sih. Jatuhin musuh ",[111,1393,1394],{},"poi-poi",", dari zona aman ganggu pakai benang, ngacak-ngacak medan perang. Tuan Treant, harusnya mencontoh dia tuh... Senior Treant, malah udah disalip Petit Nightmare baik Peringkat maupun Level-nya tuh.",[104,1397,1398],{},"...Karena sudah sampai sini, aku ingin segera membawa Aro sampai evolusi.",[104,1400,1401],{},"Abyss-abyss itu, pasukan lima puluh itu pasti bukan semuanya. Itu cuma pasukan depan. Abyss yang sudah berkembang biak sebanyak ini di hutan, nggak mungkin cuma lima puluh ekor. Kemungkinan besar di ujung jurang tempat turun tebing ini, ada lebih banyak Abyss menunggu. Kalau lawan mereka, Aro pasti bisa mencapai level maksimal dengan aman.",[104,1403,1404],{},"Akhirnya, saat ini tiba. Aku menatap wajah Aro lekat-lekat. Aro, awalnya cuma tulang. Lalu berevolusi jadi tulang yang bisa sihir, sekarang walau kulitnya jelek dan rambutnya kering, sudah berbentuk manusia. Mungkin, selanjutnya sudah hampir tidak bisa dibedakan dengan manusia biasa.",[104,1406,1407],{},"Berjalan sedikit, mengintip dasar tebing. Dasarnya gelap dan jauh jadi tidak terlihat jelas, tapi sepertinya ada tanah datar. Akar pohon hitam keras menonjol dari dinding tumbuh di sana-sini, di dinding juga terlihat banyak lubang. Terlihat juga beberapa benda seperti bangkai monster. Dan, sunyi senyap yang menyeramkan.",[104,1409,1410,1411,1416],{},"Tapi kalau dilacak dengan ",[116,1412,1413],{},[119,1414,1415],{},"Presence Sense",", terasa ada kekosongan yang aneh di dasar sana. Abyss punya skill menghilangkan hawa keberadaan, mungkin karena mereka berkumpul dan menggunakan skill itu, jadi terasa seolah tempat itu terpotong dari dunia.",[104,1418,1419],{},"...Entah kenapa aku jadi paham kenapa dinamakan Abyss (Jurang). Selain Aro, sebaiknya yang lain ditinggal saja.",[104,1421,1422,1423,1426,1427,174],{},"Kalaupun diserang saat menunggu, kalau Petit Nightmare jadi petarung utama dan yang lain ",[111,1424,1425],{},"support",", harusnya bisa mengatasi Abyss satu lawan satu. Walau belum tentu satu lawan satu, kalau aku merasakan hawa di atas dan buru-buru kembali, harusnya aman. Untuk sementara minta Sobatku memulihkan HP semua orang sampai penuh dengan ",[116,1428,1429],{},[119,1430,445],{},[104,1432,1433],{},"Selanjutnya, biarkan Aro menghisap MP. Aku berhenti saat cahaya hitam mulai merembes dari tubuh Aro.",[104,1435,1436],{},"\"Guo!\"",[104,1438,1439],{},"Aku menggonggong pada Petit Nightmare. Petit Nightmare sedang merayap di dekat Sobatku, mendengar suaraku dia menoleh. Aku menoleh ke samping. Petit Nightmare ikut menoleh ke arah yang sama.",[104,1441,1442,1443,1445,1446,1449],{},"Di arah pandanganku, ada laba-laba lain yang mengerumuni sisa-sisa Abyss yang dibawa pulang (",[111,1444,866],{},"). Petit Nightmare sepertinya mengerti disuruh jaga anak, tapi dia membuang muka dariku (",[111,1447,1448],{},"pui","), memuntahkan benang, pindah ke atas kepala Sobatku dan menekuk kakinya.",[104,1451,1452],{},"...Sobat, bisa minta tolong kau yang minta? Sobatku diam sebentar lalu mengangguk, melihat ke atas kepala.",[104,1454,1455],{},"\"...Gaa\"",[104,1457,1458],{},"Mendengar suara Sobatku, Petit Nightmare melompat turun dari Sobatku, saling berhadapan.",[104,1460,1461],{},"\"Kiki! Kiki!\"",[104,1463,1464],{},"Setelah bersuara, dia pindah ke tempat laba-laba lain. ...O, oke deh bisa diminta tolong.",[104,1466,1467],{},"Menoleh ke Aro. Saat mata kami bertemu, Aro melirik ke arah tebing, lalu mengangguk kecil seolah membulatkan tekad. Entah itu tekad untuk melompat ke dasar tebing, atau tekad untuk mendapatkan kembali wujud manusianya, aku tidak tahu.",{"title":1469,"searchDepth":1470,"depth":1470,"links":1471},"",2,[1472,1473],{"id":101,"depth":1470,"text":102},{"id":747,"depth":1470,"text":748},10,null,"md",{},"/novels/tensei-dragon/vol-5/bab-5-3","2026-02-06",{"title":94,"description":1469},"novels/04.tensei-dragon/05.vol-5/10.bab-5-3",5,"uIyHSJuTohv4pIqGgvdKttJnW1_cC19q4K-F0W-Vj_0",{"id":1485,"title":1486,"coverImage":1475,"description":1487,"extension":10,"hidden":31,"meta":1488,"publishedAt":1489,"stem":1490,"volumeNumber":1482,"__hash__":1491},"volumes/novels/04.tensei-dragon/05.vol-5/volume.yml","Volume 5","Volume ke-5 dari novel Tensei-shitara Dragon no Tamago Datta",{},"2026-02-05","novels/04.tensei-dragon/05.vol-5/volume","o57N6XiVtcrBt-3WNaLJO5pbysbsgupaKPLbsXMLnhI",[1493,3109,4388,5544,6892,8073,9057,9242,10676,12177,13136,14169,14454,14858,15109],{"id":1494,"title":1495,"body":1496,"chapterNumber":3103,"description":1469,"excerpt":1475,"extension":1476,"hidden":31,"meta":3104,"mtl":11,"navigation":11,"path":3105,"publishedAt":1479,"seo":3106,"stem":3107,"volumeNumber":1482,"__hash__":3108},"chapters/novels/04.tensei-dragon/05.vol-5/01.bab-1.md","Bab 1: Wilayah Baru",{"type":96,"value":1497,"toc":3093},[1498,1502,1508,1511,1514,1523,1526,1529,1532,1535,1538,1541,1544,1552,1555,1558,1567,1570,1576,1584,1587,1590,1602,1606,1609,1616,1628,1631,1634,1637,1649,1657,1659,1662,1665,1668,1671,1674,1677,1686,1689,1692,1700,1703,1706,1709,1712,1715,1718,1721,1727,1730,1733,1742,1745,1748,1751,1753,1761,1764,1766,1769,1777,1780,1783,1786,1789,1792,1795,1798,1801,1809,1811,1814,1817,1820,1829,1832,1835,1838,1846,1849,1852,1855,1858,1861,1864,1867,1870,1879,1882,1886,1889,1891,1894,1904,1907,1910,1916,1919,1922,1925,1928,1933,1940,1943,1946,1949,1952,1955,1958,1961,1964,1967,1975,1978,1981,1984,1987,1990,2004,2007,2010,2012,2015,2019,2022,2025,2028,2031,2034,2037,2040,2048,2051,2054,2057,2060,2063,2066,2069,2072,2075,2095,2098,2101,2109,2116,2124,2127,2129,2136,2144,2147,2155,2158,2164,2167,2169,2177,2180,2186,2200,2213,2216,2222,2237,2244,2247,2250,2258,2263,2266,2269,2272,2275,2278,2280,2283,2286,2288,2291,2294,2297,2300,2306,2309,2312,2315,2318,2321,2323,2331,2334,2337,2340,2347,2355,2358,2361,2364,2367,2370,2373,2376,2379,2382,2385,2388,2391,2394,2397,2400,2403,2406,2408,2411,2414,2421,2424,2427,2430,2433,2435,2438,2441,2444,2451,2454,2462,2470,2473,2476,2479,2482,2485,2488,2491,2498,2501,2509,2512,2520,2523,2526,2529,2532,2535,2538,2541,2544,2556,2573,2594,2597,2600,2623,2626,2630,2632,2640,2643,2646,2648,2651,2654,2657,2660,2663,2666,2669,2672,2685,2688,2691,2694,2697,2699,2702,2704,2712,2720,2728,2731,2734,2741,2747,2750,2753,2756,2759,2762,2765,2768,2771,2774,2777,2783,2790,2796,2806,2814,2817,2820,2823,2826,2829,2832,2835,2844,2847,2850,2857,2860,2868,2871,2874,2882,2890,2892,2895,2903,2906,2909,2911,2914,2917,2920,2923,2926,2929,2932,2936,2945,2948,2951,2954,2963,2966,2974,2977,2980,2983,2986,2989,2995,2998,3000,3006,3009,3017,3030,3033,3035,3038,3041,3044,3050,3058,3061,3064,3070,3078,3081,3084,3087,3090],[99,1499,1501],{"id":1500},"_1","1",[104,1503,1504],{},[252,1505],{"alt":1506,"src":1507,"title":1506},"image_00007","/images/n04/05/00007.jpeg",[104,1509,1510],{},"Aku menyipitkan mata menantang angin yang menerpa wajah. Kalau sekadar angin yang membelai sisik dan sayap sih masih terasa nyaman, tapi sensasi permukaan mata yang dikeringkan angin ini rasanya sulit untuk kubiasakan.",[104,1512,1513],{},"Meski begitu, terbang bebas di angkasa begini bukan perasaan yang buruk. Entah bagaimana, rasanya isi kepalaku jadi benar-benar segar. Ini pasti sensasi yang takkan pernah bisa kurasakan di kehidupanku yang sebelumnya.",[104,1515,1516,1517,1522],{},"Skill ",[116,1518,1519],{},[119,1520,1521],{},"Flight"," juga terasa jauh lebih mulus, mungkin berkat kenaikan level setelah berevolusi menjadi Ouroboros. Ditambah lagi dengan stamina bawaanku yang tinggi, rasanya aku bisa terbang ke mana saja.",[104,1524,1525],{},"Penghuni lain di tubuhku, kepala kedua dari naga berkepala dua Ouroboros—si Partner—sepertinya sependapat denganku. Dia memandang dunia bawah dengan suasana hati yang riang. Kalau dia senang begini, aku juga jadi merasa lega.",[104,1527,1528],{},"Setelah mengalahkan Sang Pahlawan di negeri Harenae dan mengantar Nina serta Ball Rabbit ke negeri Ardesia atas saran Adoff, aku terus terbang ke arah timur. Menurut perkataan Adoff, jika aku terus lurus ke timur, ada hutan luas yang cocok untuk ditinggali olehku.",[104,1530,1531],{},"Mengikuti arah pandangan Partner ke daratan di bawah, aku mulai melihat vegetasi yang tumbuh jarang-jarang dengan sebuah sungai besar sebagai pembatasnya. Bagian hilirnya mengarah ke laut. Saat aku melihat ke arah hulu, tampaklah sebuah hutan besar.",[104,1533,1534],{},"Itu pasti hutan yang dimaksud Adoff, tempat di mana banyak pahlawan gugur. Katanya ada suku barbar berbahaya bernama suku Lithoviar yang tinggal di sana. Mungkin tempatnya mengerikan, tapi aku tidak tahu tempat lain lagi...",[104,1536,1537],{},"...Yah, Ouroboros itu tangguh, jadi aku tidak akan mati semudah itu. Kalau keadaan mendesak, aku bisa terbang dan kabur. Karena Adoff yang merekomendasikannya, aku ingin percaya kalau hutan itu tidak sebrutal itu.",[104,1539,1540],{},"Tapi, sungai yang mengarah ke laut ini... jangan-jangan ini sungai di dasar tebing tempat aku hanyut saat bertarung melawan Slime dulu? Kalau benar begitu, alasan kenapa aku terdampar di pantai waktu itu jadi masuk akal.",[104,1542,1543],{},"Hanya saja, waktu itu tidak ada suku Lithoviar, dan monster yang hidup di sana juga seingatku tidak ada yang terlalu berbahaya. Kemungkinan besar tempat ini terhubung dengan hutan tempatku dulu tinggal... itu teori yang paling masuk akal. Kalau aku menyusuri hulu sungai, apakah suatu saat aku akan sampai di hutan tempat Black Lizard dan Shoujou berada?",[104,1545,1546,1547,1551],{},"Biarpun begitu, karena aku belum bisa mengendalikan ",[116,1548,1549],{},[119,1550,456],{},", aku belum bisa menemui mereka... Desa itu juga pasti bakal gempar kalau tahu ada naga berkepala dua raksasa muncul di dekat sana.",[104,1553,1554],{},"...Yah, walaupun benar-benar terhubung, hutan ini pasti sangat luas. Asalkan aku tidak menyusuri sungai sembarangan, kemungkinan bertemu mereka kecil. Suatu hari nanti, kalau aku sudah berevolusi ke wujud yang lebih layak, saat itulah aku akan menyusuri sungai ini.",[104,1556,1557],{},"Masalahnya, apa aku bisa memperbaiki jalur evolusiku dari sini...?",[104,1559,1560,1561,1566],{},"Melihat pilihan evolusi sebelumnya, termasuk Ouroboros, semuanya sudah seperti monster bos terakhir. Kuharap skill aneh bernama ",[116,1562,1563],{},[119,1564,1565],{},"Path of Humanity"," yang berpindah dari Pahlawan itu bisa memberi pengaruh pada pilihan evolusiku nanti. Mengingat itu skill milik orang itu, aku cuma punya firasat buruk, tapi setidaknya dia itu Pahlawan, jadi semoga... ada rute naga yang lebih \"kepahlawanan\" yang terbuka.",[104,1568,1569],{},"Sebentar, coba aku cek lagi.",[104,1571,1572],{},[252,1573],{"alt":1574,"src":1575,"title":1574},"image_00008","/images/n04/05/00008.jpeg",[104,1577,1578,1579,1583],{},"Hmm... ",[116,1580,1581],{},[119,1582,1565],{}," itu salah satu dari Enam Jalan (Rokudo), kan? Bukannya itu konsep reinkarnasi dalam agama Buddha?",[104,1585,1586],{},"Kenapa nama seperti itu ada di sini... ah, dipikirkan pun aku takkan paham. Aku tidak tahu apa artinya, tapi kalau benar ini merujuk pada Enam Jalan, apa berarti ada lima skill lain yang serupa? Jujur saja, kalau boleh memilih, aku tidak mau terlibat dengan hal-hal begituan lagi...",[104,1588,1589],{},"Tapi, statusku benar-benar naik gila-gilaan ya. Batas level maks yang tinggi berarti statusku akan terus naik sebanyak itu. Apa jangan-jangan sudah tidak ada lagi yang bisa mengalahkanku?",[104,1591,1592,1593,1124,1597,1601],{},"Untuk saat ini, setelah sampai di hutan dan tenang sedikit, aku harus mengecek ",[116,1594,1595],{},[119,1596,549],{},[116,1598,1599],{},[119,1600,1565],{},". Setelah itu, baru mencari tempat tidur dan makanan. Kuharap ada monster yang enak dimakan.",[99,1603,1605],{"id":1604},"_2","2",[104,1607,1608],{},"Setelah mendarat dengan selamat di hutan, aku memutuskan untuk menyusuri sungai. Posisi sumber air harus diketahui dengan pasti, kalau tidak bakal repot. Sebaliknya, asalkan air aman, biarpun mangsa agak susah dicari, aku masih bisa bertahan.",[104,1610,1611,1612,174],{},"Sambil berjalan, aku akan memeriksa skill baru yang kudapatkan. Aku sebenarnya tidak terlalu ingin mengandalkannya, tapi... Wahai God Voice, tolong dicek. Pertama, yang paling mencurigakan... ",[116,1613,1614],{},[119,1615,549],{},[104,1617,1618,1623],{},[116,1619,1620],{},[119,1621,1622],{},"Skill Normal: Soul Append: Fake Life",[116,1624,1625],{},[119,1626,1627],{},"Memberikan kehidupan palsu pada benda mati.",[104,1629,1630],{},"...Eeh, skill sihir pembangkit mayat? Tapi bagian \"palsu\" itu terdengar menyeramkan... Mungkin bukan menghidupkan kembali secara normal. Pasti jadinya kayak zombie gitu, kan.",[104,1632,1633],{},"...Hmm, nanti kucoba pada monster atau apa. Kalau bisa dikuasai, mungkin bakal berguna. Walaupun aku belum terbayang kegunaan spesifiknya.",[104,1635,1636],{},"Lalu... berikutnya, yang lebih mencurigakan lagi. Serius deh, nggak ada skill yang bener. Tapi aku agak ragu apakah yang ini bisa dicek infonya atau tidak...",[104,1638,1639,1644],{},[116,1640,1641],{},[119,1642,1643],{},"Skill Suci: Path of Humanity",[116,1645,1646],{},[119,1647,1648],{},"Mendapatkan otoritas untuk menguasai dunia manusia. Kekuatan aslinya telah hilang, namun memberikan pengaruh besar pada evolusi selanjutnya.",[104,1650,1651,1652,1656],{},"...K, keluar sih infonya, tapi deskripsinya abstrak banget. Ini skill tanpa level... jadi anggap saja kayak Skill Gelar kali ya. Bagus sih kalau bisa mempengaruhi evolusi, tapi aku tidak bisa merasa senang sepenuhnya. Namanya saja ",[116,1653,1654],{},[119,1655,1565],{}," alias Jalan Manusia, jadi rasanya takkan jadi sesuatu yang mengerikan, tapi justru karena terdengar terlalu suci malah jadi mencurigakan...",[104,1658,364],{},[104,1660,1661],{},"Kepala kiriku, si Partner, memanjangkan lehernya ke arah sungai. Sepertinya dia haus. Aku mensejajarkan diri dengan Partner dan minum dari sungai. Sambil minum, aku melirik ke kiri. Partner minum dengan heboh sampai air berkecipak ke mana-mana. Ada kotoran gigi atau semacamnya yang ikut hanyut. ...Untung aku ada di sisi hulu.",[104,1663,1664],{},"Saat mengangkat kepala, aku melihat bangunan batu sederhana di seberang sungai. Pintu masuknya sepertinya ada di sisi sebaliknya. Tingginya sekitar empat meter lebih sedikit. Lebarnya juga hampir empat meter, dan kedalamannya hampir sepuluh meter. Lumayan besar. Tanpa perlu menunduk pun, tubuh raksasaku bisa masuk sepenuhnya. Dekat dengan sungai juga, sepertinya pas untuk tempat tinggal. Mungkin tidak buruk menjadikan tempat itu markas untuk sementara waktu.",[104,1666,1667],{},"Aku merentangkan sayap dan melompati sungai. Tanah bergetar akibat dampak pendaratanku. Ups, harus bergerak lebih hati-hati. Suara barusan mungkin memancing monster di sekitar. Katanya ada makhluk berbahaya di sini. Apa ya namanya... ah iya, suku Lithoviar. Katanya mereka disebut suku iblis yang berbahaya.",[104,1669,1670],{},"Aku mendekati bangunan batu itu sambil meredam suara langkah kaki. Saat berjalan memutar, aku melihat patung naga berjejer di kedua sisi pintu masuk. Tidak, itu bukan naga biasa. Kepalanya ada dua. Naga berkepala dua sepertiku. Hooh, detailnya cukup bagus. Coba kulihat lebih dekat.",[104,1672,1673],{},"Saat jarak menipis, hawa keberadaan monster tercium dari dalam bangunan. Hawanya cukup besar. Wah, rupanya sudah ada penghuninya. Mendekat tanpa rencana mungkin berbahaya. Saat aku berpikir untuk membiarkannya saja dan hendak berbalik, Partner bersuara.",[104,1675,1676],{},"\"Gaa?\"",[104,1678,1679,1680,1685],{},"Dia seolah bertanya padaku, apa boleh kabur begitu saja? Melihat wajah dan suara Partner, entah kenapa aku bisa menangkap apa yang ingin dia katakan. Apa ini berkat skill ",[116,1681,1682],{},[119,1683,1684],{},"Mutual Understanding","?",[104,1687,1688],{},"\"A... ti, tidak... Kyaaaaaa!\"",[104,1690,1691],{},"Sedang aku berpikir apa ada yang mengganjal... tiba-tiba terdengar jeritan dari arah bangunan.",[104,1693,1694,1695,1699],{},"Jangan-jangan, ada manusia di dekat monster itu!? Setelah melacak dengan teliti menggunakan ",[116,1696,1697],{},[119,1698,1415],{},", aku tahu ada sekitar dua orang manusia. Aku buru-buru memutar ke arah pintu masuk bangunan.",[104,1701,1702],{},"\"Guooooooo!\"",[104,1704,1705],{},"Aku mengaum untuk menarik perhatian monster itu. Menunjukkan permusuhan secara terang-terangan memang menghilangkan kesempatan serangan dadakan, tapi mau bagaimana lagi. Menghindari pohon-pohon yang menghalangi pun terasa membuang waktu, jadi aku menabrak dan mematahkannya begitu saja.",[104,1707,1708],{},"Dari dalam bangunan, terdengar suara sesuatu bangkit berdiri. Detik berikutnya, sesosok monster kuning melompat keluar dari pintu masuk.",[104,1710,1711],{},"\"Geba geba gebaa!\"",[104,1713,1714],{},"Sambil mengeluarkan suara yang luar biasa keras, makhluk itu menoleh ke arahku. Panjang tubuhnya mungkin hampir tujuh meter. Ukuran tubuhnya hampir sama denganku.",[104,1716,1717],{},"Wujudnya seperti singa raksasa. Bulunya berwarna kuning, dengan surai cokelat kemerahan menutupi sekitar wajahnya. Ujung ekornya yang panjang berbentuk seperti bola berduri, dan wajahnya memiliki struktur mengerikan yang merupakan campuran antara wanita manusia dan macan tutul. Ujung kanan mulutnya basah oleh darah, dan tubuh bagian atas seorang anak manusia terlihat menyembul dari sana. Perut anak itu tertembus taringnya. Benar-benar kejam.",[104,1719,1720],{},"Aku membeku, saling berhadapan dengan monster itu. Kalau aku melakukan gerakan yang memprovokasi, monster itu bisa saja langsung menggigit mati anak yang ada di mulutnya. Tapi kalau aku bergerak, dia juga akan bergerak. Sambil menjaga kondisi saling menahan diri ini, aku mengecek statusnya.",[104,1722,1723],{},[252,1724],{"alt":1725,"src":1726,"title":1725},"image_00009","/images/n04/05/00009.jpeg",[104,1728,1729],{},"Manticore... ya. Mungkin ini pertama kalinya aku melihat monster yang benar-benar meneriakkan kata \"Monster\" dari penampilannya. Singa berwajah manusia, yang benar saja.",[104,1731,1732],{},"Status ini... tipe spesialis fisik murni ya... Peringkatnya di bawahku, dan secara keseluruhan statusku lebih unggul, tapi kekalahanku dalam hal kecepatan itu yang bikin repot. Soalnya kecepatan lebih tinggi atau rendah itu berpengaruh besar.",[104,1734,1735,1736,1741],{},"...Hm? D, dia punya ",[116,1737,1738],{},[119,1739,1740],{},"Art of Humanification"," juga ternyata. Mana level skill-nya satu tingkat di atasku lagi. Cemburuku meledak nih. Kau pasti nggak butuh itu kan.",[104,1743,1744],{},"...Y, yah, itu tidak penting sekarang. Skill itu tidak ada hubungannya dalam pertarungan.",[104,1746,1747],{},"Partner. Tolong sembuhkan anak yang digigit itu. Kalau dibiarkan dia bisa mati.",[104,1749,1750],{},"Aku memanggil dalam hati, dan Partner mengangguk kecil.",[104,1752,916],{},[104,1754,1755,1756,1760],{},"Cahaya ",[116,1757,1758],{},[119,1759,445],{}," menyelimuti mulut Manticore.",[104,1762,1763],{},"Tangan anak itu bergerak sedikit. Dia masih hidup. Aku harus memisahkannya entah bagaimana caranya.",[104,1765,1711],{},[104,1767,1768],{},"Saat Manticore menggerakkan mulutnya, taringnya makin menancap di punggung anak itu. Satu gerakan saja dari makhluk itu bisa membunuh si anak.",[104,1770,1771,1772,1776],{},"Manticore sepertinya menganggap ",[116,1773,1774],{},[119,1775,445],{},"-ku sebagai provokasi, dan langsung melompat menerjang.",[104,1778,1779],{},"Selain kecepatan, statusku jauh lebih tinggi. Aku tidak akan memikirkan untuk menghindar dari awal, tapi menahan serangan dengan pasti, lalu mencari celah untuk menghantamkan serangan balasan sekuat tenaga. Dengan status itu, dua kali pukul saja harusnya cukup untuk mengalahkannya. Tumben untuk monster tingkat tinggi, dia sama sekali tidak punya skill penyembuhan.",[104,1781,1782],{},"\"Gebahaa!\"",[104,1784,1785],{},"Manticore melompat tepat di depanku, mengangkat kaki depannya tinggi-tinggi. Serangan cakar. Aku memutar sayap ke depan tubuhku untuk mengganggu serangannya. Manticore mengaitkan cakarnya di sayapku, berputar di udara, lalu melwati atasku. Saat itu punggungku tergores, rasa sakit yang tajam menjalar.",[104,1787,1788],{},"Aku mencoba mengincar Manticore dengan ekorku berdasarkan perkiraan posisi, tapi seranganku meleset.",[104,1790,1791],{},"Waspada akan serangan susulan, aku melompat jauh ke depan sambil membalikkan badan, kembali berhadapan dengan Manticore.",[104,1793,1794],{},"Sial, daripada bertahan setengah-setengah, harusnya aku terima saja serangannya dari depan sekalian. Toh HP-ku ada banyak sampai busuk.",[104,1796,1797],{},"\"Gebahahahaa!\"",[104,1799,1800],{},"Mungkin karena merasa di atas angin setelah serangannya berhasil, Manticore kembali menyerbu. Oke, kali ini bakal kutebas sungguhan. Tapi kalau aku terlalu santai, dia bakal waspada.",[104,1802,1803,1804,1808],{},"Aku menembakkan tiga ",[116,1805,1806],{},[119,1807,121],{}," ke arah Manticore yang berlari.",[104,1810,1711],{},[104,1812,1813],{},"Manticore bergerak ke kiri dan kanan untuk menghindar. Seolah mengejek serangan macam itu takkan mengenainya.",[104,1815,1816],{},"Manticore menendang tanah dan melompat. Posisinya persis sama dengan yang tadi. Terlihat jelas kesombongan dan arogansi yang berkata 'coba hindari kalau bisa'.",[104,1818,1819],{},"Kalau begini aku bisa menyambutnya... tidak, jangan melakukan hal yang tidak perlu. Main aman, main aman. Kalau aku bergerak sembarangan, kemungkinan besar dia akan melakukan gerakan tak terduga lagi seperti tadi.",[104,1821,1822,1823,1828],{},"Aku mundur setengah langkah, lalu menjatuhkan leherku ke depan. Cakar Manticore menancap di bahuku. Mengincar momen itu, aku menggigit perut Manticore. Skill ",[116,1824,1825],{},[119,1826,1827],{},"Poison Fang",". Akan kualirkan racun sebanyak-banyaknya.",[104,1830,1831],{},"\"Geba!?\"",[104,1833,1834],{},"Setelah itu, aku menendang Manticore yang meronta dengan kaki depanku. Tubuh Manticore terpental menggelinding sambil menghantam pohon. Manticore jatuh dengan mudah, perutnya menghadap ke atas. Dari perut yang kugigit tadi, darah mengucur deras.",[104,1836,1837],{},"Padahal tadi sombong sekali, ternyata kalahnya gampang ya. Yah, wajar sih. HP dan pertahanannya tidak terlalu tinggi. Ditambah lagi tidak punya skill penyembuhan. Kurang alot, kurang alot.",[104,1839,1840,1841,1845],{},"Aku melepaskan ",[116,1842,1843],{},[119,1844,121],{}," ringan ke arah mulut Manticore yang setengah terbuka.",[104,1847,1848],{},"\"Geba...\"",[104,1850,1851],{},"Wajah manusia itu menoleh ke arah berlawanan seperti ditampar. Anak berlumuran darah yang digigitnya jatuh dari mulutnya. Bagus, target utama tercapai. Selanjutnya tinggal memanggang Manticore ini untuk makan malam sambil menjaga agar dia tidak fokus ke anak itu lagi.",[104,1853,1854],{},"Manticore bangkit berdiri dengan napas kasar.",[104,1856,1857],{},"\"Geba geba... Geba...\"",[104,1859,1860],{},"Satu serangan lagi, aku menang. Ayo sini maju. Mau lompat dengan lintasan yang sama lagi? Ooh? ...Ups, jangan lengah. Ada istilah hewan terluka lebih berbahaya, justru karena sudah terpojok aku harus menyelesaikannya dengan pasti.",[104,1862,1863],{},"\".......Geba.\"",[104,1865,1866],{},"Nah, skill apa yang akan dia pakai... saat aku bersiaga, Manticore mengangkat kaki depannya, bertumpu pada kaki belakang, dan dengan cepat memutar balik badannya. Debu sedikit berterbangan. Begitu memunggungiku, dia menurunkan kaki depan dan lari tunggang langgang secepat kilat. Gerakan yang sangat mulus.",[104,1868,1869],{},"Woi, kabur ya... Y, yah, kalau dipikir secara logis siapa pun bakal begitu sih. Serangannya nggak mempan, kalau kena pukul sakit banget. Aku juga kalau di posisi dia pasti kabur sekuat tenaga.",[104,1871,1872,1873,1878],{},"Cuma dalam hal kecepatan aku kalah, jadi kalau dia kabur dengan tekad bulat begitu, aku tidak bisa apa-apa. Mungkin aku bisa mengejarnya dengan ",[116,1874,1875],{},[119,1876,1877],{},"Roll",", tapi sekarang anak yang terluka itu prioritas.",[104,1880,1881],{},"Manticore sudah kena status racun, dan pendarahannya juga parah. HP-nya juga tidak terlalu tinggi. Mungkin nanti mayatnya bisa ditemukan, jadi coba kucari saja nanti.",[99,1883,1885],{"id":1884},"_3","3",[104,1887,1888],{},"Aku berlari ke tempat Manticore tadi berada. Ada seorang anak yang masih berdarah dari bagian perutnya.",[104,1890,916],{},[104,1892,1893],{},"Saat Partner bersuara, lukanya mulai menutup. Wajahnya masih pucat, tapi sepertinya dia masih hidup. Syukurlah masih sempat.",[104,1895,1896],{},[116,1897,1898],{},[119,1899,529,1900,1903],{},[119,1901,1902],{},"Hero"," naik dari 1 menjadi 2.",[104,1905,1906],{},"Oh, naik. Ini... boleh dinaikkan kan? Mengingat itu punya si Pahlawan menyebalkan, imejnya jadi jelek banget...",[104,1908,1909],{},"Yah, sekarang anak ini lebih penting. Umurnya mungkin sekitar sepuluh tahun. Kulitnya putih, dan ada garis-garis yang digambar di bawah matanya. Dia mengenakan gaun hitam berlengan panjang yang agak unik. Terlihat seperti pakaian adat. Coba kucek apa ada status abnormal aneh.",[104,1911,1912],{},[252,1913],{"alt":1914,"src":1915,"title":1914},"image_00010","/images/n04/05/00010.jpeg",[104,1917,1918],{},"Kalau cuma pingsan sih sepertinya aman. Cuma sebentar, dia pasti segera sadar.",[104,1920,1921],{},"Wah, syukurlah. Dengan perbedaan status segitu, kalau digigit Manticore dengan telak dia pasti mati seketika, hebat juga bisa selamat. Apa Manticore itu punya hobi menyiksa?",[104,1923,1924],{},"Wajahnya kelihatan licik, dan Skill Gelarnya juga tidak ada yang benar, jadi kemungkinan itu ada. Bukan hal yang menyenangkan, tapi kalau berkat itu aku jadi sempat menolongnya, ya untunglah.",[104,1926,1927],{},"...Hm? Eh, ras anak ini... rasanya pernah lihat di mana gitu...",[104,1929,1930],{},[111,1931,1932],{},"'Hanya manusia biasa sepertinya tak mungkin ada... tapi kudengar ada Suku Lithoviar, suku berbahaya yang diklasifikasikan sebagai ras iblis yang tinggal di sana.'",[104,1934,1935,1936,1939],{},"...Ini kan yang dibilang Adoff. Katanya hutannya luas jadi kecil kemungkinan bertemu, tapi ini baru sampai sudah ",[111,1937,1938],{},"encounter"," aja. Eh, aman kan? Pas sadar nanti dia nggak bakal buka mulut lebar-lebar terus menggigitku kan?",[104,1941,1942],{},"Statusnya juga tidak tinggi-tinggi amat, tidak ada skill aneh juga. Benar-benar cuma manusia biasa. Kalau dilihat wajah tidurnya, cuma kelihatan seperti gadis manis biasa. Katanya ras iblis, tapi tidak ada peringkatnya, ini mah masuk klasifikasi manusia kan.",[104,1944,1945],{},"Tiba-tiba, aku merasakan hawa keberadaan dari belakang. Omong-omong, tadi hawa manusianya ada dua ya. Saat menoleh, aku melihat seorang gadis sedang menatapku dari dalam bangunan batu. Pakaiannya pada dasarnya sama, tapi dia memakai syal panjang di kepalanya yang menjuntai sampai ke lengan. Wajahnya memakai topeng. Topeng bulat dengan sesuatu yang mirip tanduk.",[104,1947,1948],{},"Syal... atau lebih tepatnya dia memakai kain yang dijahitkan pada topeng sebagai penutup kepala. Di tangannya, dia memegang satu lagi kain yang dijahitkan pada topeng. Mungkin itu milik gadis yang terbaring di sini.",[104,1950,1951],{},"Kupikir dia akan takut mendekat kalau ada aku, jadi aku mundur selangkah. Gadis itu berlari ke arah sini, lalu memakaikan kain itu ke kepala anak yang pingsan. Setelah itu, dia menatapku dengan takut-takut.",[104,1953,1954],{},"\"T, teri, makasih, Dewa Naga.\"",[104,1956,1957],{},"Dia menundukkan kepala. Lalu dia memanggul gadis yang pingsan itu dan berlari pergi entah ke mana.",[104,1959,1960],{},"...Diberi ucapan terima kasih itu rasanya menyenangkan ya. Kupikir dia bakal melempar batu ke mukaku atau apa. Tapi Dewa Naga itu apa? Apa ada legenda tentang naga yang mirip denganku? Naga berkepala dua rasanya jarang ada sih...",[104,1962,1963],{},"Sambil memikirkan hal itu, aku menoleh ke bangunan batu. Patung naga berkepala dua di pintu masuk langsung menarik perhatianku. Jelas banget itu patungku.",[104,1965,1966],{},"Eh, apa, jangan-jangan itu kuil Dewa Naga atau semacamnya? Kalau dilihat dari kejadian barusan, yang membangun suku Lithoviar kan? Wah, apa ini masaku telah tiba? Masa populerku datang? Apa-apaan nih, hidup suku Lithoviar!",[104,1968,1969,1970,1974],{},"Ta, tapi aku punya ",[116,1971,1972],{},[119,1973,456],{},"... Y, yah, jangan menghitung ayam sebelum menetas, memikirkannya sekarang pun percuma. Tenang, tenang, diriku. Bisa saja nanti rombongan orang dewasa datang menyerbu dan menghancurkan kuil ini. Kalau senang duluan nanti sakitnya parah kalau dikhianati. Aku tidak akan geer semudah itu. Aku menggelengkan kepala, mengusir khayalan itu.",[104,1976,1977],{},"Sekarang, cek kuil dulu. Ini akan jadi rumahku mulai sekarang. Aku memasukkan kepala ke dalam kuil. Tulang belulang monster dan bekas darah berserakan di sekitar. Agak kotor, tapi mau bagaimana lagi...",[104,1979,1980],{},"Siapa tahu ada makanan... saat aku memiringkan kepala, aku melihat makhluk aneh. Penampilannya seperti dango (bola) berbulu, ukurannya sedikit lebih besar dari manusia. Satu tentakel panjang bergerak-gerak... gehh, itu laba-laba kan... Sepertinya dia dalam posisi terbalik, dan semua kakinya kecuali satu sudah dicabuti. Dasar Manticore, kejam sekali.",[104,1982,1983],{},"...Hmm, kupikir itu tiga bola dango, ternyata ada gumpalan kepompong yang menempel di perutnya. Apa ini telur? Kupikir laba-laba meninggalkan telurnya di sarang. Ternyata dia membungkusnya dengan benang dan menempelkannya di tubuh untuk melindunginya ya.",[104,1985,1986],{},"Rasanya laba-laba itu melirikku sekilas. Lalu gerakan kakinya berhenti. Kupikir dia mencoba agar tidak ketahuan, tapi kemudian laba-laba itu menggerakkan kakinya dengan lembut dan tenang. Tidak terlihat menderita seperti tadi.",[104,1988,1989],{},"Aku mengangguk kecil, lalu menancapkan cakar ke laba-laba itu untuk membunuhnya. Membiarkannya begitu saja rasanya justru tidak tega.",[104,1991,1992,1997],{},[116,1993,1994],{},[119,1995,1996],{},"Mendapatkan 40 poin pengalaman.",[116,1998,1999],{},[119,2000,186,2001,2003],{},[119,2002,189],{},", mendapatkan tambahan 40 poin pengalaman.",[104,2005,2006],{},"Mungkin karena sudah sekarat, poin pengalamannya sedikit. Nah, tubuh laba-laba ini... aku tidak nafsu memakannya. Kubur saja di suatu tempat. Aku menancapkan cakar ke bagian perutnya, dan memisahkan kantung telur itu dari si laba-laba dengan hati-hati.",[104,2008,2009],{},"Nah, ini diapakan ya... eh, ke mana perginya?",[104,2011,364],{},[104,2013,2014],{},"Partner menempelkan kantung telur itu di dahinya dan meliuk-liukkan lehernya dengan senang. ...Kau ngapain?",[99,2016,2018],{"id":2017},"_4","4",[104,2020,2021],{},"Pertama-tama, aku mencari sesuatu yang bisa dimakan di seluruh sudut kuil. Selain laba-laba tanpa kaki (sudah dieksekusi) dan kantung telur laba-laba (sedang dipakai di kepala Partner), ada daging busuk yang dikerubungi lalat... dan tulang manusia. Tulangnya masih kecil, sepertinya anak-anak. Kelihatannya sudah mati cukup lama. Mungkin anak suku Lithoviar yang dibawa oleh Manticore. Jangan-jangan Manticore itu memang cuma mengincar anak-anak.",[104,2023,2024],{},"\"Guo...\"",[104,2026,2027],{},"Aku masih menyesal tidak bisa menghabisi monster itu. Dia terlalu cepat. Harusnya aku habisi sekaligus saat dia lengah. Manticore itu mungkin sedang memangsa anak-anak atau induk monster yang membawa telur di tempat yang tidak kuketahui. Memikirkan itu membuatku kesal.",[104,2029,2030],{},"\"Gaa gaa!\"",[104,2032,2033],{},"...Tanpa mempedulikan perasaanku, Partner yang menempelkan kantung telur di dahinya tampak kegirangan. Yah, aku tidak berniat memaksanya ikut sedih sih. Namanya juga monster. Melihat tulang manusia pun pasti tidak merasakan apa-apa.",[104,2035,2036],{},"...Tapi, apa dia benar-benar senang? Jangan-jangan dia cuma mau makan, terus pas mendekatkan wajah malah menempel di dahi?",[104,2038,2039],{},"\"Gaa! Gua!\"",[104,2041,2042,2043,2047],{},"Sekalinya terpikir begitu, aku jadi yakin itu yang terjadi. Padahal punya skill ",[116,2044,2045],{},[119,2046,1684],{},", tapi susah juga dipahami. Kadang-kadang sih terasa koneksinya.",[104,2049,2050],{},"Saat aku mengangkat kaki depan untuk mengambilnya, Partner menarik lehernya dengan cepat dan memelototiku.",[104,2052,2053],{},"\"Gua!\"",[104,2055,2056],{},"Suara yang lebih tajam dari tadi. Terdengar seperti mengancam.",[104,2058,2059],{},"Ada apa? Kau beneran mau memeliharanya?",[104,2061,2062],{},"\"Gaa.\"",[104,2064,2065],{},"Partner mengangguk. Oh, nyambung.",[104,2067,2068],{},"Bukan itu woy! Buat apa melihara laba-laba! Memelihara makhluk hidup itu bukan mainan tahu! Lagian itu jelas-jelas monster!",[104,2070,2071],{},"Partner menarik lehernya jauh ke belakang, menolak menyerahkannya. D, dasar keras kepala...",[104,2073,2074],{},"Hmh... coba kucek dulu jenis spesies mayat laba-laba tadi.",[104,2076,2077,2080,2085,2090],{},[116,2078,2079],{},"[[Aranea]: Monster Peringkat C]",[116,2081,2082],{},[119,2083,2084],{},"Laba-laba besar berbulu.",[116,2086,2087],{},[119,2088,2089],{},"Sifatnya tenang, tapi menjadi ganas saat membawa kantung telur di tubuhnya.",[116,2091,2092],{},[119,2093,2094],{},"Ahli menggunakan benang bahkan di antara jenis laba-laba lainnya.",[104,2096,2097],{},"...Tenang ya. Yah, kalau cuma Peringkat C sih masih bisa diatasi. Ya sudahlah, biarkan dia pelihara sampai puas. Setelah lahir mungkin bakal susah diurus, tapi sampai menetas biarlah kulindungi. Induk laba-laba tadi juga rasanya seperti menitipkannya padaku di saat terakhir.",[104,2099,2100],{},"Sekarang, kubur daging busuk dan tulang ini di luar... Tidak, tulang ini apa sebaiknya kubawa pulang ke mereka? Rasanya kok malah bakal menimbulkan salah paham ya... Aku juga bakal ngamuk kalau ada naga datang bawa tulang temanku. Tulang ini kubur di luar kuil saja deh.",[104,2102,2103,2104,2108],{},"...Eh, sebentar, jangan-jangan bisa pakai ",[116,2105,2106],{},[119,2107,549],{},"? Seingatku efeknya memberi kehidupan palsu... dan semacamnya. Belum dicoba jadi belum tahu, tapi harusnya termasuk jenis pembangkitan. Layak dicoba.",[104,2110,2111,2115],{},[116,2112,2113],{},[119,2114,549],{},"! ...Lho, kok nggak keluar apa-apa. Jangan-jangan ini diambil Partner? Kasih aku satu kek... Baru saja dapat skill baru, ternyata hampir semuanya punya Partner. Maksudku, jangan-jangan semua skill yang didapat sebagai Ouroboros mengalir ke dia semua.",[104,2117,2118,2119,2123],{},"Partner, tolong pakai ",[116,2120,2121],{},[119,2122,549],{},". Aku nggak bakal nyoba ngelepasin kantung telur itu lagi kok.",[104,2125,2126],{},"Partner mengangguk, lalu mendekatkan wajahnya ke tulang manusia itu.",[104,2128,2062],{},[104,2130,2131,2132,2135],{},"Saat Partner bersuara, cahaya hitam membungkus tulang manusia itu. Tulang-tulang itu memancarkan cahaya hitam remang-remang, lalu melayang perlahan di udara, dan bagian-bagiannya mulai menyatu satu per satu. Saat semua tulang tersusun di posisi yang benar, cahaya hitam yang menyelimutinya memudar dan menghilang. Lalu, kerangka itu bergetar ",[111,2133,2134],{},"klatak-klatak",", memiringkan tengkoraknya seolah menatapku, mengarahkan rongga matanya yang kosong padaku. Kerangka itu mencoba mendekatiku dengan gerakan sempoyongan, tapi karena goyah ke kiri dan kanan, bahunya menabrak dinding kuil, dan tulang lengan kirinya copot dari bahu lalu jatuh ke tanah. Saat dia mencoba memungutnya, kakinya yang ditekuk malah lepas, dan dia pun roboh di tempat.",[104,2137,2138],{},[116,2139,2140],{},[119,2141,657,2142,1903],{},[119,2143,549],{},[104,2145,2146],{},"Tu, tubuhnya nggak balik ternyata... Aku juga ragu apakah dia punya ingatan atau akal sehat semasa hidup. Gimana ini, sepertinya aku melakukan hal yang terlarang. Apa sebaiknya dihancurkan saja? Ta, tapi...",[104,2148,2149],{},[116,2150,2151],{},[119,2152,529,2153,533],{},[119,2154,540],{},[104,2156,2157],{},"Uwah, Skill Gelar yang menyebalkan malah naik. Apa ini, rasanya jijik dan menyesal, atau lebih tepatnya merasa menistakan. Memang seharusnya aku tidak mempermainkan hidup dan mati walau aku bisa melakukannya...",[104,2159,2160,2161,2163],{},"Kerangka itu duduk bersandar di dinding kuil, memeluk bagian kakinya yang terlepas. Rahangnya berbunyi ",[111,2162,2134],{}," dengan sedih. Jangan-jangan, dia punya kesadaran manusia...",[104,2165,2166],{},"Kalau begitu aku tidak bisa sembarangan menghancurkannya... ah, memang harusnya aku tidak melakukan hal aneh-aneh.",[104,2168,916],{},[104,2170,2171,2172,2176],{},"Saat Partner bersuara, cahaya hitam kembali membungkus kerangka itu. Kaki dan lengan yang terlepas kembali menempel ke bagian asalnya. O, oh begitu, jadi kalau tidak pakai ",[116,2173,2174],{},[119,2175,549],{}," tidak bisa nempel ya.",[104,2178,2179],{},"Cek status... bisa nggak ya ini.",[104,2181,2182],{},[252,2183],{"alt":2184,"src":2185,"title":2184},"image_00013","/images/n04/05/00013.jpeg",[104,2187,2188,2189,2194,2195,2199],{},"W, Wight... Tuh kan, ini nggak bener... Dari luar sih sudah agak ketebak, tapi ini sudah benar-benar bukan manusia lagi. ",[116,2190,2191],{},[119,2192,2193],{},"Status Ailment Nullification"," ya... kayaknya kalau berevolusi bakal jadi kuat, sih... Terus apa itu ",[116,2196,2197],{},[119,2198,729],{},", aku nggak minta begituan woy.",[104,2201,2202,2203,2207,2208,2212],{},"Hancurkan? Apa sebaiknya dihancurkan saja? Membiarkannya begini jelas-jelas mempermainkan orang mati. Dia sendiri mungkin menderita. Meski ",[116,2204,2205],{},[119,2206,2193],{},", tapi ada kutukannya. ",[116,2209,2210],{},[119,2211,549],{}," ini pasti semacam kutukan.",[104,2214,2215],{},"Tapi dibangkitkan terus langsung dibunuh lagi rasanya gimana gitu... Coba kulihat dulu apa itu Wight.",[104,2217,2218],{},[252,2219],{"alt":2220,"src":2221,"title":2220},"image_00014","/images/n04/05/00014.jpeg",[104,2223,2224,2227,2232],{},[116,2225,2226],{},"[[Wight]: Monster Peringkat F]",[116,2228,2229],{},[119,2230,2231],{},"Monster mayat yang dirasuki roh jahat.",[116,2233,2234],{},[119,2235,2236],{},"Tidak terlalu kuat, tapi berbahaya karena sering berpura-pura menjadi tulang biasa lalu menyerang manusia.",[104,2238,2239,2240,174],{},"Roh jahat, atau lebih tepatnya mana milikku ya. Namanya saja ",[116,2241,2242],{},[119,2243,549],{},[104,2245,2246],{},"Dengan ini aku bisa menghancurkannya tanpa beban. Kalau sampai jiwa manusianya kembali setengah-setengah, itu baru repot. Syukurlah. Pokoknya intinya, aku jadi paham kalau skill ini tidak boleh dipakai ke mayat. Maaf ya Wight, aku hancurkan kau.",[104,2248,2249],{},"Saat aku mengarahkan lengan, Wight berlutut perlahan dan menundukkan kepala.",[104,2251,2252,2253,2257],{},"Ada gelar ",[116,2254,2255],{},[119,2256,729],{},", mungkin dia patuh mutlak padaku. Bagaimanapun dia monster ciptaanku.",[104,2259,2260,2261,174],{},"Aku perlahan menancapkan cakar ke bagian tengkuk Wight. Meski begitu, Wight tidak melawan. Sebagai gantinya, Wight membunyikan rahangnya ",[111,2262,2134],{},[104,2264,2265],{},"Tertawa? Tidak, gemetar? Sepertinya dia memang punya kehendak.",[104,2267,2268],{},"...............",[104,2270,2271],{},"Aku perlahan menurunkan kaki depan yang sudah kuangkat, lalu mengamati Wight. Wight membunyikan tulangnya sambil menatapku dengan heran, memiringkan kepalanya. Gerakan itu entah kenapa terlihat kekanak-kanakan dan memilukan.",[104,2273,2274],{},"Seperti seorang anak yang ketahuan nakal dan menatap orang tuanya dengan takut-takut. Melalui sosok Wight, aku merasa melihat bayangan anak kecil pemilik tulang-tulang itu.",[104,2276,2277],{},"...T, tidak bisa kuhancurkan. Tuh kan, ini pasti sisa keinginan semasa hidupnya masih ada. Gi, gimana ini... Yang pasti tidak boleh diperlihatkan ke suku Lithoviar.",[104,2279,821],{},[104,2281,2282],{},"Saat aku mengarahkan leher ke bagian dalam kuil, Wight berdiri dan berjalan tertatih-tatih ke arah yang kutunjukkan.",[104,2284,2285],{},"Gimana nih, gimana nih. Ini beda kasus sama membesarkan anak laba-laba. Tengkorak jelas nggak bakal tumbuh besar. Masa pertumbuhannya sudah lewat. Me, memang benar ini penistaan terhadap orang mati. Tapi, bayang-bayang masa hidupnya itu...",[99,2287,102],{"id":101},[104,2289,2290],{},"Aku terbangun oleh sinar matahari pagi yang masuk ke kuil, lalu meregangkan leherku. Kemarin Partner memakan gumpalan daging busuk itu, aku yang kehilangan nafsu makan akhirnya memutuskan untuk langsung tidur.",[104,2292,2293],{},"Memang punya rumah itu rasanya mantap. Di gurun aku tidur di alam terbuka terus. Karena ingatan masa laluku masih ada, rasanya jadi tidak tenang. Akhirnya bisa tidur nyenyak juga.",[104,2295,2296],{},"\"Gaa.... Gaa....\"",[104,2298,2299],{},"...Yah, kalah sih sama si Partner yang masih tidur nyenyak walau separuh badannya sudah bangun.",[104,2301,2302,2305],{},[111,2303,2304],{},"Klatak klatak",", terdengar suara dari dalam kuil. Tengkorak... si Wight, sepertinya sadar aku sudah bangun. Dari kegelapan, tengkorak berkaki satu muncul perlahan.",[104,2307,2308],{},"Kan, kalau dilihat pagi-pagi buta begini kaget juga... ah, kakinya lepas lagi ya.",[104,2310,2311],{},"\"Guu... Guo!\"",[104,2313,2314],{},"Oi Partner, pasangin lagi dong.",[104,2316,2317],{},"\"Gaa...\"",[104,2319,2320],{},"Jawaban malas dan asal-asalan. Matanya sedikit terbuka, tapi sepertinya setengah mengigau. Aku membuka mulut, pura-pura mengincar kantung telur yang menempel di dahinya. Partner langsung membuka mata lebar-lebar dan menarik tubuhnya.",[104,2322,364],{},[104,2324,2325,2326,2330],{},"Partner berteriak seolah menyalahkanku. ...Nggak lah, masa aku makan telur laba-laba. Akhirnya Partner menggunakan ",[116,2327,2328],{},[119,2329,549],{}," dan kaki Wight terpasang kembali.",[104,2332,2333],{},"Gampang copot begini bisa diakali nggak ya... MP-ku banyak sih, jadi nggak masalah.",[104,2335,2336],{},"Apa kalau level Wight dinaikkan kondisinya bakal membaik? Karena batas levelnya rendah, kurasa dia bisa cepat berevolusi, tapi kalau salah langkah sedikit dan Wight terbunuh...",[104,2338,2339],{},"Hm? Kalau Wight mati jadinya bagaimana?",[104,2341,2342,2343,2346],{},"Aku melihat Wight. Wight memiringkan tulang lehernya dengan bunyi ",[111,2344,2345],{},"kotak",". Y, yah, jangan dipikirkan deh... bukan sesuatu yang bisa dicek dengan santai juga.",[104,2348,2349,2350,2354],{},"Aku melongokkan kepala keluar kuil. Saat melacak sekitar dengan ",[116,2351,2352],{},[119,2353,1415],{},", aku merasakan ada sesuatu yang mendekat. Spontan aku menarik wajah, lalu menggerakkan mata mencari sumber hawa keberadaan itu.",[104,2356,2357],{},"Yang datang adalah manusia-manusia bertopeng. Suku Lithoviar. Lima pria bertubuh kekar, dan satu wanita yang agak pendek. Si wanita memakai hiasan bulu di kepala, melilitkan kain warna-warni di tubuhnya, dan memegang tongkat. Apa dia penyihir suku Lithoviar? Bukan... tidak terasa seperti itu. Miko (pendeta wanita) mungkin?",[104,2359,2360],{},"Para pria masing-masing memanggul hewan di punggung mereka. Babi hutan gemuk, burung berleher panjang, keranjang anyaman kayu berisi ikan, guci besar... guci besar itu dibawa oleh dua orang. Mereka menjejerkan barang-barang itu dalam satu baris horizontal.",[104,2362,2363],{},"Aku diam di dalam kuil mengamati kejadian itu.",[104,2365,2366],{},"Eh, itu, buat aku? Boleh kan? Maksudnya begitu kan?",[104,2368,2369],{},"Saat aku bersembunyi, wanita itu maju ke depan barisan makanan.",[104,2371,2372],{},"\"Wahai Dewa suku Lithoviar kami, Dewa Naga! Saya sebagai perwakilan suku, orang yang memanjatkan doa dan rasa syukur kepada Dewa Naga yang telah turun kembali! Kami memohon, lindungilah kami selamanya, dan berilah berkat kemakmuran!\"",[104,2374,2375],{},"...Ma, maaf, salah naga. Saya belum pernah datang sebelumnya. Bukannya berkat, saya cuma bisa menyebarkan kutukan. Rencana menetap selamanya juga agak... sejauh ini belum ada rencana sih...",[104,2377,2378],{},"Wanita itu terus memanjatkan doa panjang lebar setelahnya.",[104,2380,2381],{},"Eh, i, ini, apa sebaiknya aku keluar? Tapi apa ada momen yang pas? Apa lebih baik tunggu sebentar lagi sampai ada jeda?",[104,2383,2384],{},"\"Gaa...?\"",[104,2386,2387],{},"Partner mendorongku, mencoba mengeluarkan lehernya ke luar kuil. Aku menahan tubuhku kuat-kuat, kembali masuk ke dalam kuil.",[104,2389,2390],{},"Tenang, diriku... ini kesempatan bagus untuk berbaur dengan pemukiman manusia sambil menjaga jarak yang pas. Tidak boleh disia-siakan.",[104,2392,2393],{},"Oke, mulai hari ini aku adalah Dewa Naga suku Lithoviar. Berhenti jadi Ouroboros. Aku menepuk kepalaku sendiri dengan kaki depan, menyemangati diri.",[104,2395,2396],{},"Aku tidak tahu kapan waktu yang tepat, tapi mereka pasti bisa menyesuaikan diri. Biarlah terjadi apa adanya.",[104,2398,2399],{},"Dewa Naga yang asli juga pasti tidak keluar di momen yang pas karena bisa baca situasi. Tiba-tiba didoakan begitu mana paham. Kalau keluar sambil takut-takut malah kalah. Kalau keluar dengan gagah pasti bakal terlihat meyakinkan.",[104,2401,2402],{},"Aku mengibaskan leher, memutus keraguanku.",[104,2404,2405],{},"\"Demi kejayaan suku kami, kekuatan, segalanya demi Dewa Naga...\"",[104,2407,1702],{},[104,2409,2410],{},"Aku menampakkan diri sekaligus di depan sang Miko. Kata-kata Miko itu terputus, dia menatapku dengan bengong. Tidak, para pria di belakangnya juga sama. Aku perlahan mundur, lalu masuk kembali ke dalam kuil.",[104,2412,2413],{},"Lalu membenamkan wajahku ke lantai kuil.",[104,2415,2416,2417,2420],{},"...Salah ",[111,2418,2419],{},"timing"," banget. Apa ini, malu banget. Ternyata memang harusnya keluar setelah semuanya selesai ya. Yah, kalau dipikir pakai logika sih begitu. Tapi karena doanya panjang banget sampai aku mikir jangan-jangan nggak bakal selesai kalau aku nggak keluar... Mengaum buat pamer eksistensi juga mungkin kesalahan.",[104,2422,2423],{},"Wight menatapku yang gemetaran sambil membenamkan kepala di lantai dengan tatapan khawatir.",[104,2425,2426],{},"Sekitar sepuluh menit kemudian, aku mencoba mengeluarkan kepala pelan-pelan dari kuil. Cuma persembahannya yang tertinggal berjejer, sosok suku Lithoviar sudah tidak ada. Sempat terpikir jangan-jangan ketahuan kalau aku bukan Dewa Naga gara-gara tadi, tapi karena persembahannya ditinggal, berarti setidaknya aku masih dianggap sebagai dewa.",[104,2428,2429],{},"...Entah apa yang dipikirkan suku Lithoviar tentang dewa yang memotong doa, muncul sambil mengaum, lalu langsung masuk lagi seolah-olah kabur.",[104,2431,2432],{},"S, setidaknya satu orang tinggal kek... aku kan sudah mengumpulkan segenap tekad buat keluar, masa begitu...",[99,2434,748],{"id":747},[104,2436,2437],{},"Untuk saat ini, mari jalan-jalan di hutan ini lagi. Karena tidak ada poin pengalaman yang masuk, kemungkinan besar Manticore itu masih hidup. Selain itu, aku perlu tahu monster apa yang mudah diburu. Karena ada persembahan, masalah makanan rasanya aman, tapi... aku agak ragu apa itu boleh dimakan atau tidak.",[104,2439,2440],{},"Aku juga ingin mengintip pemukiman suku Lithoviar sedikit, tapi kalau aku yang ke sana mungkin bakal gawat, jadi selama situasi belum jelas lebih baik jangan bertindak gegabah.",[104,2442,2443],{},"Kali ini kalau ada kesempatan aku akan berburu monster yang bisa dimakan, sekadar itu saja. Aku ingin memastikan area perburuan.",[104,2445,2446,2447,2450],{},"Setelah memantapkan rencana, aku keluar dari kuil. Terdengar suara ",[111,2448,2449],{},"klatak klatak"," dari belakang, saat menoleh ternyata Wight mengikutiku. Duh, kalau ikut bahaya... tapi, ditinggal juga bahaya ya.",[104,2452,2453],{},"Aku ingin menaikkan levelnya supaya tidak gampang berantakan... ya sudah, bawa saja deh.",[104,2455,2456,2457,2461],{},"Kalau lihat monster berbahaya tinggal langsung balik kanan. Kalau kepepet, aku bisa memasukkan Wight ke dalam mulut lalu kabur pakai ",[116,2458,2459],{},[119,2460,1877],{},". Rasanya sih tidak ada yang lebih kuat dariku di sini.",[104,2463,2464,2465,2469],{},"Aku berjalan di hutan sambil memfokuskan ",[116,2466,2467],{},[119,2468,1415],{},". Menemukan musuh lebih dulu adalah kunci dalam berburu. Mau menyerang atau kabur, yang menemukan duluan jauh lebih diuntungkan.",[104,2471,2472],{},"Wight, ikut yang bener ya... saat aku berpikir begitu, tiba-tiba Wight menubruk tubuhku. Tentu saja dia bukan tandinganku, tubuh bagian atasnya lepas dari bahu dan jatuh ke tanah. O, oi, ngapain kau. Wight tidak mempedulikan tubuhnya yang runtuh dan terus menubrukku. Tubuhnya makin lama makin berantakan.",[104,2474,2475],{},"Kenapa? Bingung?",[104,2477,2478],{},"\"Gaaaaa! Gaaaaa!\"",[104,2480,2481],{},"Partner juga tiba-tiba berubah ekspresi dan mulai meraung. Dia kelihatan sangat panik dan tidak menanggapi pikiranku sama sekali. A, ada apa? Status abnormal?",[104,2483,2484],{},"Tidak ada hawa monster, mungkin ulah tanaman atau apa. Aku masih aman sekarang, tapi tidak tahu kapan bakal kena efek bingung. Pokoknya harus menjauh dari sini, saat aku membalikkan badan, aku melihat serangga seukuran semut merah menggigit ekorku.",[104,2486,2487],{},"Pola belang hitam yang memancing rasa jijik. Delapan kaki yang bengkok menekankan persendiannya yang anehnya panjang. Di sekitar mulutnya ada gigi bergerigi. Tapi, kelihatannya bukan gigi. Jumlahnya terlalu banyak untuk disebut gigi. Penampilannya mirip kalajengking cambuk (Udemushi). Karena sepertinya dia sedang menghisap darahku dari ekor, sifatnya pasti beda jauh. Pokoknya, kalau diringkas dalam satu kata, ya itu. Menjijikkan.",[104,2489,2490],{},"\"Guooooooo!!\" \"Gaaaaaaa!!\"",[104,2492,2493,2494,2497],{},"Aku dan Partner meraung bersamaan, mengibaskan ekor dan menghantamkannya ke pohon. ",[111,2495,2496],{},"Bwerc",", cairan biru muncrat dari bagian mulut makhluk mirip Udemushi itu. Mungkin itu darahku. Merinding rasanya membayangkan digigit makhluk begituan. Rasanya mau muntah. Serius jijik banget. Nanti aku mau cuci ekor. Rasanya mau nangis. Aku mau keluar dari hutan ini sekarang juga. Kenapa aku nggak bisa mendeteksi monster sekuat itu.",[104,2499,2500],{},"\"Guoooo!\"",[104,2502,2503,2504,2508],{},"Aku mengayunkan lengan, menembakkan ",[116,2505,2506],{},[119,2507,121],{}," membabi buta. Pisau angin menyayat pohon dan menumbangkannya. Si Udemushi palsu meliukkan kakinya yang panjang, menghindari seranganku dengan indah dan kabur. Gerakan itu, asli bikin mual. Kalau mau kabur mending jangan datang dari awal, seriusan.",[104,2510,2511],{},"\"Gaa! Gaa! Gaaaa!\"",[104,2513,2514,2515,2519],{},"Saat Partner meraung, cahaya hitam menyelimuti jejak si Udemushi palsu. Dia mencoba membidiknya dengan ",[116,2516,2517],{},[119,2518,1123],{},", tapi sepertinya tidak kena. Sebenarnya tidak terlalu cepat, tapi Partner dan aku sama-sama panik. Ditambah lagi, rasanya tidak ingin melihatnya langsung.",[104,2521,2522],{},"Diusir saja sebenarnya cukup, tapi ada perasaan tidak tenang kalau tidak dibunuh. Jadi saat sosoknya menghilang aku merasa lega, tapi sekaligus diserang perasaan tidak nyaman yang mengerikan.",[104,2524,2525],{},"Hah, hah, hah... sudah pergi ya. Sial, ekorku terasa baal. Apa dia mematikan rasa sakitku? Menghilangkan hawa keberadaan, mendekat diam-diam, mematikan rasa sakit lalu menghisap darah... Sembunyi, hisap darah, lalu kabur, persis kayak nyamuk.",[104,2527,2528],{},"Yah, setidaknya sekarang aman. Makasih ya, Wight. Kau menubrukku sampai hancur begitu karena tahu makhluk itu datang ya. Kau sangat membantu.",[104,2530,2531],{},"Aku menunduk melihat Wight yang berserakan. Tengkoraknya bergoyang ke kiri dan kanan.",[104,2533,2534],{},"Hm? Ada apa? Bukan, itu karena angin kan?",[104,2536,2537],{},"Tulang lengan Wight menekuk persendiannya, lalu jarinya menunjuk ke belakangku. Terpancing oleh itu, aku menoleh. Si Udemushi palsu sedang merayap ke arahku dengan kecepatan luar biasa.",[104,2539,2540],{},"Tidak, tepatnya tidak secepat itu. Tidak cepat, tapi karena kakinya panjang dan bergerak cepat, tercipta ilusi seolah tubuh utamanya berlari dengan kecepatan tinggi. Fakta bahwa tidak ada suara langkah juga memperparah sensasi itu.",[104,2542,2543],{},"\"Guo! Guo! Guoo!!\" \"Gaa! Gaa! Gaaa!!\"",[104,2545,2546,2547,1124,2551,2555],{},"Aku dan Partner menembakkan ",[116,2548,2549],{},[119,2550,121],{},[116,2552,2553],{},[119,2554,1123],{},". Tapi, karena terlalu menjijikkan sampai tidak sanggup melihatnya, sulit untuk mengikuti gerakannya dengan mata, jadi serangan kami selalu meleset tipis.",[104,2557,2558,2559,2563,2564,2567,2568,2572],{},"Tapi, kalau tidak bisa melihat langsung, incar saja yang lain dari awal. Pohon yang kutebang dengan ",[116,2560,2561],{},[119,2562,121],{}," menghantam tubuh Udemushi palsu itu. ",[111,2565,2566],{},"Krak",", punggungnya retak dan cairan tubuh berwarna krem merembes keluar. Delapan kakinya yang panjang menggeliat gila. Sekarang dia tidak bakal lolos. Aku mengarahkan ",[116,2569,2570],{},[119,2571,121],{}," ukuran besar ke kepalanya. Kepalanya terbelah vertikal, dan gerakan Udemushi palsu itu pun berhenti.",[104,2574,2575,2580,2587],{},[116,2576,2577],{},[119,2578,2579],{},"Mendapatkan 186 poin pengalaman.",[116,2581,2582],{},[119,2583,186,2584,2586],{},[119,2585,189],{},", mendapatkan tambahan 186 poin pengalaman.",[116,2588,2589],{},[119,2590,996,2591,2593],{},[119,2592,999],{}," naik dari 60 menjadi 61.",[104,2595,2596],{},"Hah... syukurlah. Penghapusan hawa keberadaan, hisap darah, dan skill kelumpuhan.",[104,2598,2599],{},"Monster yang menyebalkan. Aku tidak nafsu memakan yang itu. Cek detailnya saja deh.",[104,2601,2602,2605,2610,2618],{},[116,2603,2604],{},"[[Abyss]: Monster Peringkat C]",[116,2606,2607],{},[119,2608,2609],{},"Menempel pada monster besar dari titik buta, menghisap darah dan menyuntikkan cairan tubuh dalam jumlah yang sama.",[116,2611,2612],{},[119,2613,2614,2615,2617],{},"Cairan tubuh ",[119,2616,577],{}," mengandung racun, dan saat mangsanya mati, ia akan bertelur di sana dan menjadikannya sarang untuk membesarkan anak.",[116,2619,2620],{},[119,2621,2622],{},"Saat berburu biasa, ia sering mencari hewan yang lebih kecil dari dirinya. Sering melakukan kanibalisme.",[104,2624,2625],{},"...G, gila. Untung aku menang. Kalau mati aku bakal dijadikan sarang anak Abyss. ...Serius aku mulai mual. Ekor baal ini gara-gara cairan tubuhnya ya...",[99,2627,2629],{"id":2628},"_7","7",[104,2631,364],{},[104,2633,2634,2635,2639],{},"Setelah membangkitkan Wight yang berantakan dengan ",[116,2636,2637],{},[119,2638,549],{},", Partner mulai tertarik pada Abyss. Aku mencoba menghentikannya, tapi Partner bersikeras ingin mencoba apakah Abyss bisa dimakan atau tidak. Pasti dia lapar sekali.",[104,2641,2642],{},"Kalau dia melawan aku jadi susah jalan, akhirnya aku mengalah dan mendekati Abyss. Partner mendekatkan kepalanya ke bangkai Abyss dengan takut-takut, lalu mengendus-endus. Dia memanjangkan lidah sambil menyipitkan mata, perlahan mendekatkan mulut ke Abyss.",[104,2644,2645],{},"Lalu sebelum lidahnya menyentuh, dia membuka mata. Mata Partner bertemu dengan mata bangkai Abyss.",[104,2647,2317],{},[104,2649,2650],{},"Partner menghentikan lidahnya, lalu menarik kepala sambil merengek sedih.",[104,2652,2653],{},"...Tuh kan, bagaimanapun juga ini nggak bakal bisa dimakan. Jelas lah. Aku justru ngeri kalau Partner beneran menggigit Abyss itu.",[104,2655,2656],{},"Partner menggelengkan kepala kuat-kuat, lalu menatapku dengan mata berkaca-kaca. Aku tahu kau lapar tapi... makan yang lebih layak lah. Di kuil ada persembahan juga kan.",[104,2658,2659],{},"Aku meninggalkan bangkai Abyss dan melanjutkan penjelajahan hutan. Di persembahan itu ada daging juga, jadi tidak mungkin isinya makhluk menjijikkan semua. Kalau ada monster peringkat E atau F, aku ingin menaikkan level Wight juga. Kalau berevolusi, harusnya kebiasaan Wight yang gampang hancur itu bisa hilang.",[104,2661,2662],{},"Aku menoleh ke Wight di belakang. Wight menatapku dengan dua rongga matanya yang kosong.",[104,2664,2665],{},"Selama penjelajahan aku menemukan tikus tanah biru ungu dan monster mirip burung hantu, tapi dua-duanya larinya cepat. Si tikus tanah langsung menggali tanah begitu aku mendeteksinya, dan burung hantu itu menghilang menyatu dengan pemandangan entah pakai skill apa. Kalau begini terus, sepertinya susah cari monster yang aman buat dilawan Wight. Kalau cuma buat diburu jadi makanan sih sepertinya bisa, tapi kalau harus ditangkap hidup-hidup, dilemahkan, lalu diadu sama Wight... hmmm.",[104,2667,2668],{},"Aku berhenti melangkah dan menoleh ke Wight. Wight juga ikut berhenti.",[104,2670,2671],{},"Hutan ini levelnya agak terlalu tinggi buat Wight. Adakah cara cepat buat menaikkan level Wight? Saat aku menatap Wight lekat-lekat, tiba-tiba aku dapat ide.",[104,2673,2674,2675,2679,2680,2684],{},"Ah, ada kok. Bikin saja monster selevel Wight pakai ",[116,2676,2677],{},[119,2678,549],{},". Tapi, memakai ",[116,2681,2682],{},[119,2683,549],{}," untuk memanipulasi hidup dan mati itu agak... tapi gumpalan daging saja bisa gerak, jadi benda yang jelas-jelas benda mati juga harusnya bisa kan.",[104,2686,2687],{},"Kalau mengubah sesuatu yang dari awal tidak kelihatan kayak makhluk hidup jadi monster, rasanya tidak terlalu menistakan hidup mati, jadi aman lah ya. Dengan begini aku bisa bikin monster selevel Wight dengan mudah, dan kalau dia terdesak aku bisa bantu dari samping.",[104,2689,2690],{},"Berarti, harus cari yang gampang. Yang kalau diubah jadi monster pun kelihatannya tidak terlalu kuat...",[104,2692,2693],{},"Saat aku menoleh, aku melihat pohon kecil yang sepertinya baru tumbuh beberapa tahun dari kejauhan. Kulit kayunya belum tebal, warnanya masih muda dan segar. Kelihatannya pas. Aku berlari ke pohon muda itu, lalu menunduk ke arah Wight dan menunjuk pohon itu dengan dagu.",[104,2695,2696],{},"Maksudku bertanya pada Wight 'bisa lawan ini nggak'. Wight sepertinya menangkap maksudku dan mengangguk berulang kali. Lalu aku menoleh ke Partner dan bersuara \"Guo\".",[104,2698,2317],{},[104,2700,2701],{},"Partner mengatupkan giginya seolah mulutnya terasa sepi. N, nanti kalau ini selesai kita mulai berburu beneran kok... Jatah makan berikutnya boleh kau yang makan duluan, tolonglah. Kasihan kan kalau Wight hancur melulu, kau juga repot kan?",[104,2703,2062],{},[104,2705,2706,2707,2711],{},"Pikiranku sepertinya tersampaikan, Partner berbalik ke arah pohon muda dan menggunakan ",[116,2708,2709],{},[119,2710,549],{},". Cahaya hitam menyelimuti pohon muda itu.",[104,2713,2714],{},[116,2715,2716],{},[119,2717,657,2718,660],{},[119,2719,549],{},[104,2721,2722,2723,2727],{},"Saat cahaya hitam ",[116,2724,2725],{},[119,2726,549],{}," menghilang, terbentuklah lubang-lubang kecil yang menyerupai dua mata dan mulut di pohon muda itu. Seluruh batangnya bergetar, lalu tiba-tiba akarnya terangkat, mencabut dirinya dari tanah. Tanah berhamburan di sekitar. Ujung akar pohon muda itu menyusut dan menggulung, berubah bentuk menjadi dua kaki yang rapi.",[104,2729,2730],{},"\"Gi, higiii!\"",[104,2732,2733],{},"Lubang di bagian mulut pohon muda itu terbuka lebar seperti robek, mengeluarkan jeritan melengking.",[104,2735,2736,2737,2740],{},"Lalu seolah memastikan pergerakan tubuhnya sendiri, dia mengetuk-ngetuk tanah dengan ujung akarnya yang kecil, lalu menggerakkan kakinya ",[111,2738,2739],{},"tap tap tap"," untuk berputar arah. Tiba-tiba dia menghentikan gerakannya, dan dengan wajah tanpa ekspresi yang hanya berupa lubang di kayu, dia menatap aku dan Wight bergantian.",[104,2742,2743],{},[252,2744],{"alt":2745,"src":2746,"title":2745},"image_00015","/images/n04/05/00015.jpeg",[104,2748,2749],{},"B, berhasil. Apa ini, aku bisa bikin pasukan sepuasnya dong.",[104,2751,2752],{},"Serangan dan kecepatannya rendah, tapi HP dan kekuatan sihirnya tinggi. Sepertinya cocok untuk tipe pendukung. Tapi kalau dilihat begini, rasanya jadi sayang. Aku jadi penasaran dia bakal tumbuh seperti apa.",[104,2754,2755],{},"Lagipula karena Skill Gelar itu ada lagi kali ini, dia pasti tidak akan memusuhiku. Mungkin aku harus ubah rencana sebentar.",[104,2757,2758],{},"\"Gao...\"",[104,2760,2761],{},"Saat aku hendak memanggil Wight, dia sudah mulai bergerak. Wight mendekati Treant, menghindari ranting yang diayunkan, memutar ke belakang, dan langsung memeluk punggung Treant.",[104,2763,2764],{},"Kabut hitam bocor dari tubuh Wight. Treant memutar tubuh mencoba menjatuhkan Wight, tapi Wight berpegangan erat agar tidak jatuh. Bagian-bagian tulangnya terlepas dan jatuh ke tanah satu per satu.",[104,2766,2767],{},"\"Gii! Gii! Higii!\"",[104,2769,2770],{},"Lama-kelamaan gerakan Treant melambat, dan warna tubuhnya menjadi kusam. Akhirnya dia berhenti bergerak. Saat Treant berhenti bergerak, kabut hitam dari Wight pun berhenti. Sepertinya itu skill penyerap HP. Treant itu layu seolah sudah lama tidak mendapat air.",[104,2772,2773],{},"Daun-daun di Treant berubah warna sepenuhnya, dan saat angin bertiup, mereka jatuh ke tanah bersama ranting-rantingnya. Karena aku yang memerintah, aku tidak tahu apakah harus menghentikannya atau tidak, jadi aku hanya bisa menonton semuanya dengan bengong. Saat akhirnya aku sadar, Wight sedang menyeret tubuhnya yang tidak lengkap mendekatiku dengan senang. Y, ya... t, tidak, harusnya aku memujinya karena sudah berjuang. Tapi entah kenapa, perasaanku campur aduk...",[104,2775,2776],{},"Aku melirik Little Treant yang sudah membusuk, lalu mengecek status Wight yang mendekat.",[104,2778,2779],{},[252,2780],{"alt":2781,"src":2782,"title":2781},"image_00016","/images/n04/05/00016.jpeg",[104,2784,2785,2786,2789],{},"T, ternyata levelnya nggak naik banyak... Waktu sama Ball Rabbit kan ",[111,2787,2788],{},"power leveling"," (GB), dan aku juga punya skill pengganda EXP. Yah, wajar sih segini. Maaf ya Little Treant, pengorbananmu sepertinya tidak terlalu berguna.",[104,2791,2792,2793,2795],{},"Apa sebaiknya ",[111,2794,2788],{}," saja... tapi di hutan ini nggak banyak musuh yang kelihatannya kuat sih.",[104,2797,2798,2799,2803,2804,1685],{},"Untuk sekarang minta Partner pakai ",[116,2800,2801],{},[119,2802,549],{}," dulu buat balikin badannya yang berantakan. Apa HP-nya bakal pulih dengan itu? Jangan-jangan kalau dikasih sihir penyembuhan malah kena ",[111,2805,113],{},[104,2807,2808,2809,2813],{},"Setelah tubuhnya kembali utuh berkat ",[116,2810,2811],{},[119,2812,549],{}," Partner, aku cek status Wight dan ternyata sudah pulih. Aku menghela napas lega. Sebaiknya jangan pakai sihir penyembuhan. Nggak tahu efeknya bakal gimana ke Undead.",[104,2815,2816],{},"Tapi, gimana cara naikin levelnya ya. Saat aku sedang bingung, Wight menusuk-nusuk kaki depanku dengan tangan tulangnya, lalu menunjuk sebuah pohon kecil.",[104,2818,2819],{},"Y, yah, itu agak... bagaimana ya, secara pribadi agak mengganjal di hati.",[104,2821,2822],{},"Wight menundukkan kepalanya dengan kecewa. Kenapa sih, anak ini ngebet banget mau naik level.",[104,2824,2825],{},"Memang sih kalau begini terus dia gampang hancur, dan kalau lengah bisa dimakan Abyss, jadi memang harus dinaikkan levelnya... hmmm...",[104,2827,2828],{},"\"Gaa, Gaa.\"",[104,2830,2831],{},"Hm? Kenapa Partner?",[104,2833,2834],{},"Di dalam kepala, rasanya ada panggilan 'Air, mau minum'. Jangan-jangan, yang barusan itu...",[104,2836,2837],{},[116,2838,2839],{},[119,2840,2841,2842,1903],{},"Level Skill Karakteristik ",[119,2843,1684],{},[104,2845,2846],{},"Ah, ternyata suara Partner. Partner menjulurkan lidahnya, sengaja membesar-besarkan napasnya sambil melirikku. Nggak usah segitunya juga aku paham kok...",[104,2848,2849],{},"\"Guo.\"",[104,2851,2852,2853,2856],{},"Aku memanggil lalu berjalan, dan Wight mengikuti di belakang. Sesampainya di sungai, Partner menempelkan mulut dan minum air dengan heboh ",[111,2854,2855],{},"globa globa",". Karena mulutku juga agak kering, aku memasukkan seluruh kepala ke sungai untuk minum. Setelah puas minum aku mengangkat wajah. Tetesan air dari surai yang menempel di kepala memantul di permukaan air. Aku membuka mulut sedikit, melihat taringku yang mengerikan. Aku sudah benar-benar terbiasa jadi naga ya. Yah, awalnya kan aku tidak seganas ini wujudnya.",[104,2858,2859],{},"Sambil memikirkan hal itu aku menoleh ke samping, Wight sedang jongkok di pinggir sungai, mengintip ke permukaan air. Dia tidak panik, hanya melakukannya dengan tenang, tapi terlihat seolah sedang sedih melihat wujudnya sendiri.",[104,2861,2862,2863,2867],{},"Kalau takut dia gemetar, kalau ingin menarik perhatian dia menusuk-nusuk tubuhku. Tidak jelas apakah dia punya ingatan semasa hidup, tapi gerak-geriknya jelas milik anak manusia. Sama sekali tidak terlihat seperti monster ciptaan ",[116,2864,2865],{},[119,2866,549],{}," bagiku.",[104,2869,2870],{},"\"Guuo...\"",[104,2872,2873],{},"Saat aku memanggil, Wight menoleh ke arahku sambil berdiri.",[104,2875,2876,2877,2881],{},"Mungkin Wight secara naluri mengerti kalau dia menaikkan level, dia bisa mendapatkan kembali tubuhnya. Kalau begitu, alasan kenapa Wight ingin sekali naik level jadi masuk akal. Karena aku terus-terusan menderita gara-gara ",[116,2878,2879],{},[119,2880,1740],{},", aku sangat paham perasaan itu. Kalau sadar-sadar sudah jadi monster, wajar saja ingin kembali ke wujud manusia.",[104,2883,2884,2885,2889],{},"Aku membulatkan tekad, dan menunjuk pohon muda di dekat situ dengan leherku. Partner, tolong ",[116,2886,2887],{},[119,2888,549],{}," ke situ. Pokoknya hari ini kita evolusikan Wight.",[104,2891,1676],{},[104,2893,2894],{},"Partner bertanya padaku 'Serius?'. Ya iyalah, tentu saja.",[104,2896,2897,2898,2902],{},"Saat Partner menggunakan ",[116,2899,2900],{},[119,2901,549],{},", kulit pohon muda itu berubah seperti tadi, dan wajah pun muncul. Berubah menjadi Little Treant.",[104,2904,2905],{},"\"Higiii!\"",[104,2907,2908],{},"Little Treant mencabut akarnya dan mulai bergerak. Wight menatapku dengan senang.",[104,2910,2062],{},[104,2912,2913],{},"Bersamaan dengan aumanku, Wight berlari, memutar ke belakang Little Treant, dan memeluknya. Little Treant meronta, tulang Wight patah. Sebelum tulang yang patah itu jatuh ke tanah, Wight menangkapnya dan menancapkan bagian yang tajam ke punggung Little Treant.",[104,2915,2916],{},"\"Higi, higii!\"",[104,2918,2919],{},"Menggigit, mengunci dengan sendi, mencincang dengan tulang patah, pertarungan yang lebih kotor dari sebelumnya. Mungkin karena kurang MP, dia tidak bisa pakai skill. Tapi, yang menang adalah Wight.",[104,2921,2922],{},"Wight dan Little Treant selisih levelnya 1. Kalau dilihat dari status murni, rata-ratanya Wight lebih unggul.",[104,2924,2925],{},"Little Treant yang penuh luka sayatan roboh, dan Wight yang menempel padanya juga ikut jatuh menggelinding ke tanah. Wight menyeret tubuhnya yang patah dan retak, merayap mendekatiku.",[104,2927,2928],{},"Aku menepuk kepala Wight pelan dengan kaki depan. Lalu aku memejamkan mata dan menunduk sedikit ke arah Little Treant yang penuh luka sayatan.",[104,2930,2931],{},"Masih, masih kurang. Untuk mengevolusikan Wight, mungkin butuh lima Little Treant lagi.",[99,2933,2935],{"id":2934},"_8","8",[104,2937,2938,2939,2944],{},"Di luar dugaan, kenaikan level Wight lambat sekali. Karena aku punya Skill Gelar ",[116,2940,2941],{},[119,2942,2943],{},"Walking Egg",", rasanya memang beda. Tidak kusangka menaikkan tiga level saja susahnya minta ampun.",[104,2946,2947],{},"Wight harus mengalahkan enam Little Treant baru akhirnya jadi Lv 4. Statusnya memang naik, jadi dia bisa mengalahkan Little Treant dengan mudah, tapi...",[104,2949,2950],{},"Ditambah tiga ekor lagi, tapi levelnya belum maksimal juga. Mungkin sebentar lagi harusnya naik...",[104,2952,2953],{},"Aku mencari pohon muda bersama Wight, dan meminta Partner mengubahnya jadi Little Treant.",[104,2955,2956],{},[116,2957,2958],{},[119,2959,657,2960,2962],{},[119,2961,549],{}," naik dari 3 menjadi 4.",[104,2964,2965],{},"...Karena dipakai terus, level yang ini naiknya cepat banget.",[104,2967,2968,2969,2973],{},"Omong-omong, Little Treant yang sudah habis HP-nya tidak bangkit lagi walau dikasih ",[116,2970,2971],{},[119,2972,549],{},". Padahal Wight itu murni tulang, harusnya mayat tidak masalah kan. Mungkin artinya tidak ada efek untuk menghidupkan kembali target yang sudah pernah dikasih Fake Life.",[104,2975,2976],{},"\"Higi, higiiiii!\"",[104,2978,2979],{},"Little Treant yang mencabut akarnya melompat ke arah Wight. Wight menghindari gerakan Little Treant dengan mudah, memeluk punggungnya, mematahkan dahan, dan menggigit tubuh utamanya.",[104,2981,2982],{},"\"Higii...\"",[104,2984,2985],{},"Little Treant berhenti bergerak, lalu terkulai lemas di tempat.",[104,2987,2988],{},"...Dengan ini, level Wight harusnya sudah naik. Semoga dia bisa berevolusi ke wujud yang lebih mirip manusia.",[104,2990,2991],{},[252,2992],{"alt":2993,"src":2994,"title":2993},"image_00017","/images/n04/05/00017.jpeg",[104,2996,2997],{},"Oke, sudah naik. Harusnya sekarang bisa evolusi.",[104,2999,2870],{},[104,3001,3002,3003,174],{},"Saat aku memanggil, Wight menatapku, lalu mengangguk dengan bunyi ",[111,3004,3005],{},"karan",[104,3007,3008],{},"Kupikir dia bakal berevolusi... tapi wujudnya tidak berubah-ubah. Dia cuma menatapku dengan rongga matanya, seolah mengharapkan sesuatu. Eh...? A, apa? Kenapa? Jangan-jangan aku harus melakukan sesuatu?",[104,3010,3011,3012,3016],{},"Satu-satunya yang bisa kulakukan pada Undead cuma ",[116,3013,3014],{},[119,3015,549],{},". Cuma itu yang terpikir.",[104,3018,3019,3020,3024,3025,3029],{},"Jangan-jangan, setiap evolusi butuh ",[116,3021,3022],{},[119,3023,549],{},"? Beda denganku yang bisa cek dari status, monster lain mungkin butuh pemicu tertentu untuk evolusi dalam beberapa kasus. Bagi Wight, cara tercepat untuk itu mungkin ",[116,3026,3027],{},[119,3028,549],{},"... begitu?",[104,3031,3032],{},"Partner, tolong satu kali lagi ke Wight. Usahakan sihirnya agak kuat.",[104,3034,2053],{},[104,3036,3037],{},"Saat Partner bersuara, cahaya hitam menyelimuti Wight. Saat cahaya menghilang, dari dalamnya... muncullah Wight. Warna tulangnya jadi agak biru, dan ada tanda salib muncul di dahinya.",[104,3039,3040],{},"Lalu ada pola di sekitar mata dan tulang tubuhnya... selain itu, tidak ada yang berubah. Bukannya mendekati manusia, rasanya malah makin jadi monster.",[104,3042,3043],{},"...Ternyata memang mustahil mengembalikan tubuh fisiknya ya. Pokoknya, aku ingin tahu dia berevolusi jadi apa. Coba cek statusnya.",[104,3045,3046],{},[252,3047],{"alt":3048,"src":3049,"title":3048},"image_00018","/images/n04/05/00018.jpeg",[104,3051,3052,3057],{},[116,3053,3054],{},[119,3055,3056],{},"Skull Low Mage","... intinya penyihir tulang tingkat rendah gitu?",[104,3059,3060],{},"Berarti selanjutnya Skull Mage? I, ini bakal dapat tubuh fisik nggak ya...",[104,3062,3063],{},"T, tapi setidaknya karena MP-nya naik, berarti jumlah serangan jarak jauh yang aman jadi bertambah.",[104,3065,3066,3067,3069],{},"Dengan bantuan Skull Low Mage... ah, namanya sudah ganti ya. Dengan bantuan Skull Low Mage, kalau aku bertarung di depan, mungkin bisa ",[111,3068,2788],{}," dengan mudah. Meski risikonya kecil mungkin EXP-nya juga kecil, tapi harusnya jauh lebih efisien daripada berburu monster selevel satu per satu. Ball Rabbit juga berevolusi ke Peringkat D sekaligus dengan cara itu.",[104,3071,3072,3073,3077],{},"Lagi pula menggunakan ",[116,3074,3075],{},[119,3076,549],{}," untuk menaikkan level... aku tidak terlalu ingin melakukannya. Membuat makhluk hidup cuma untuk dibunuh itu rasanya tidak enak.",[104,3079,3080],{},"Sambil berpikir bagaimana kalau dia jadi tulang selamanya, aku melihat wajah Skull Low Mage. Skull Low Mage juga sepertinya memikirkan wujudnya sendiri, dia berdiri diam sambil menatap tangannya.",[104,3082,3083],{},"Kelihatan tidak senang ya... wajar sih. Aku ingin tanya seberapa banyak ingatannya, tapi dia tidak punya lidah jadi tidak mungkin bisa bicara. Tulang doang.",[104,3085,3086],{},"Omong-omong nama semasa hidupnya tidak ditampilkan ya. Rasanya aneh kalau ganti panggilan setiap kali ganti spesies, coba kupikirkan nama buat dia. Tapi aku juga tidak tahu dia laki-laki atau perempuan.",[104,3088,3089],{},"Untuk sementara sampai namanya diputuskan, aku akan tetap memanggilnya Wight. Toh aku tidak memanggilnya dengan suara mulut.",[104,3091,3092],{},"Hari ini biarkan Wight istirahat dan memulihkan MP... mulai besok kita coba berburu lagi. Makanannya ambil dari persembahan saja. Aku juga penasaran apakah suku Lithoviar bakal datang lagi atau tidak.",{"title":1469,"searchDepth":1470,"depth":1470,"links":3094},[3095,3096,3097,3098,3099,3100,3101,3102],{"id":1500,"depth":1470,"text":1501},{"id":1604,"depth":1470,"text":1605},{"id":1884,"depth":1470,"text":1885},{"id":2017,"depth":1470,"text":2018},{"id":101,"depth":1470,"text":102},{"id":747,"depth":1470,"text":748},{"id":2628,"depth":1470,"text":2629},{"id":2934,"depth":1470,"text":2935},1,{},"/novels/tensei-dragon/vol-5/bab-1",{"title":1495,"description":1469},"novels/04.tensei-dragon/05.vol-5/01.bab-1","JqHfg9J4epEG-enR6VNdZ9Fevy5hezf7TYGGzqyeNK0",{"id":3110,"title":3111,"body":3112,"chapterNumber":1470,"description":1469,"excerpt":1475,"extension":1476,"hidden":31,"meta":4383,"mtl":11,"navigation":11,"path":4384,"publishedAt":1479,"seo":4385,"stem":4386,"volumeNumber":1482,"__hash__":4387},"chapters/novels/04.tensei-dragon/05.vol-5/02.bab-2.md","Bab 2: Pemukiman Suku Lithoviar",{"type":96,"value":3113,"toc":4376},[3114,3116,3120,3123,3126,3129,3132,3135,3138,3141,3144,3147,3150,3153,3156,3163,3168,3171,3174,3181,3184,3191,3194,3197,3200,3203,3206,3209,3217,3220,3223,3226,3229,3236,3241,3244,3246,3249,3252,3255,3258,3261,3264,3267,3269,3272,3275,3280,3283,3286,3289,3309,3312,3316,3319,3326,3328,3331,3339,3342,3345,3348,3355,3358,3360,3363,3366,3369,3371,3382,3385,3398,3401,3403,3406,3409,3412,3418,3425,3428,3430,3433,3435,3438,3441,3444,3447,3450,3453,3455,3458,3461,3464,3467,3470,3473,3476,3482,3485,3488,3491,3502,3516,3519,3522,3529,3532,3535,3538,3541,3544,3547,3550,3555,3564,3567,3575,3578,3581,3584,3587,3590,3593,3598,3605,3612,3618,3621,3624,3627,3630,3633,3636,3639,3642,3645,3648,3651,3654,3657,3660,3663,3666,3669,3672,3675,3678,3681,3686,3694,3697,3700,3705,3717,3720,3723,3726,3729,3736,3739,3742,3745,3748,3751,3754,3757,3760,3768,3771,3773,3776,3785,3788,3791,3794,3797,3800,3803,3805,3812,3814,3822,3827,3830,3833,3836,3841,3844,3849,3856,3865,3868,3873,3876,3884,3887,3890,3893,3896,3899,3907,3910,3913,3918,3926,3929,3932,3935,3937,3940,3943,3946,3949,3957,3960,3963,3966,3968,3971,3976,3987,3990,3993,3996,3999,4002,4005,4008,4011,4014,4017,4020,4023,4026,4029,4032,4035,4038,4041,4047,4050,4053,4056,4059,4067,4070,4073,4076,4079,4087,4090,4093,4096,4099,4102,4110,4117,4120,4123,4126,4129,4135,4138,4141,4144,4147,4150,4153,4161,4164,4171,4174,4176,4179,4182,4185,4188,4191,4194,4196,4199,4202,4205,4208,4211,4214,4217,4220,4227,4232,4235,4240,4243,4248,4251,4254,4257,4263,4266,4269,4272,4274,4277,4280,4283,4288,4301,4304,4309,4312,4319,4324,4327,4330,4333,4336,4339,4342,4345,4350,4353,4358,4361,4366,4373],[99,3115,1501],{"id":1500},[104,3117,3118],{},[252,3119],{"alt":1506,"src":1507,"title":1506},[104,3121,3122],{},"Membuka mata karena silau oleh sinar matahari yang masuk, aku merangkak keluar dari kuil kecil itu. Sudah pagi, ya? Seingatku saat tidur aku berada di bagian dalam yang hampir tidak terjangkau cahaya, tapi sepertinya aku tidur sambil berjalan sampai ke bagian dangkal kuil.",[104,3124,3125],{},"\"Guuoooaaaaa......\"",[104,3127,3128],{},"Aku mengarahkan mulut ke langit dan menguap lebar. Tertular olehku, Sobatku ikut membuka mata. Seperti biasa, kantung telur itu masih menempel di dahinya. Sobat, kurasa laba-laba tidak akan sejinak Ball Rabbit, lho.",[104,3130,3131],{},"\"Guaaa......\"",[104,3133,3134],{},"Padahal harusnya sudah tidur cukup lama, tapi tampaknya dia masih mengantuk. Dia menatapku dengan mata menyipit, seolah merasa terganggu. Namun, begitu melihat sisa persembahan yang tidak habis dimakan semalam, warna mata Sobatku langsung berubah.",[104,3136,3137],{},"\"Gaa! Gaa! Gaa!\"",[104,3139,3140],{},"Dengan semangat dia memanjangkan lehernya ke arah persembahan itu. Semalam sudah makan sebanyak itu, dia masih belum puas juga?",[104,3142,3143],{},"Padahal kalau dimakan pelan-pelan bisa untuk persediaan beberapa kali makan, tapi Sobatku menghabiskan setengah dari persembahan itu hanya dalam satu malam. Setengah sisanya sepertinya bakal ludes buat sarapan. Yah, karena dia sudah bekerja keras, aku tidak bisa protes, tapi rasanya aku ingin dia sedikit menahan diri.",[104,3145,3146],{},"Kalau orang-orang suku Lithoviar membawakan persembahan lagi sih aku bersyukur, tapi hari ini tidak terlihat ada orang ataupun tanda-tanda kehadiran mereka. Apa mereka takut gara-gara sikapku kemarin, atau ketahuan kalau aku bukan Dewa Naga yang asli? Mungkin juga mereka memang tidak datang setiap hari...",[104,3148,3149],{},"Selagi aku merenung, Sobatku sudah membenamkan moncongnya ke dalam keranjang dan melahap isinya. Daging burung maupun babi hutan, semuanya tinggal tulang sekarang. Sudah habis saja.",[104,3151,3152],{},"Kalau Sobatku makan, perutku juga ikut kenyang, dan karena aku ingin menjaga suasana hatinya, lebih baik membiarkan dia makan... tapi rasanya mulutku sepi.",[104,3154,3155],{},"\"Hyuuhuu!\"",[104,3157,3158,3159,3162],{},"...Di samping Sobatku yang mendengus puas, aku menggerogoti tulang babi hutan yang dimuntahkannya (",[111,3160,3161],{},"krek, krek","), lalu memuntahkannya setelah merasa cukup menikmati rasanya. Sobatku menatapku dengan pandangan iba.",[104,3164,3165],{},[111,3166,3167],{},"'...Kalau. Kau. Bilang. Aku. Sisakan. Sedikit. Kok.'",[104,3169,3170],{},"Ah, ada sesuatu yang masuk ke kepalaku. Rasanya kemampuan komunikasi kami semakin mantap.",[104,3172,3173],{},"Aku mengalihkan pandangan ke guci besar yang ada di samping sisa-sisa makanan yang diberantakkan Sobatku. Sepertinya dia belum menyentuh yang ini.",[104,3175,3176,3177,3180],{},"Aku mencoba mengendusnya (",[111,3178,3179],{},"sniff sniff","), tapi tidak tercium bau makanan. Kalau isinya daging, tidak mungkin Sobatku membiarkannya. Aku menyentuhnya pelan dengan kaki depan, terdengar suara air beriak. Minuman?",[104,3182,3183],{},"Aku menggigit tutupnya dan membukanya. Isinya air bening tak berwarna. Tidak, tapi bau yang menusuk hidung ini... alkohol? Berarti ini arak. Saat aku mengintip ke dalam guci, Sobatku memanjangkan lehernya pelan-pelan, menggigit pinggiran guci, lalu menengadahkan wajahnya ke langit.",[104,3185,3186,3187,3190],{},"Isinya langsung mengalir deras ke dalam mulut Sobatku. Dia memutar lehernya dan membanting guci itu ke tanah. ",[111,3188,3189],{},"Prang!"," Guci itu pecah. Sobatku menjilati bibirnya, menikmati sisa arak di sekitar mulutnya.",[104,3192,3193],{},"\"Gaaa-!\"",[104,3195,3196],{},"Sobatku berteriak puas sambil memuncratkan air liur.",[104,3198,3199],{},"K-Kau ini! Katanya tadi mau bagi-bagi kalau aku bilang! Lagian jangan pecahkan gucinya dong, sayang banget!",[104,3201,3202],{},"\"Gaaaaa\"",[104,3204,3205],{},"Sobatku dengan senang hati menjilati bagian dalam pecahan guci itu. Sepertinya dia sangat menyukai arak itu.",[104,3207,3208],{},"Yah, karena persembahannya sudah habis, mulai hari ini kami harus mandiri. Harus berburu mangsa.",[104,3210,3211,3212,3216],{},"Biarkan Wight melakukan serangan bantuan untuk mengumpulkan EXP... hm, omong-omong, mana Wight? Seharusnya dia tidak ada di dalam kuil. Saat aku mencari di sekitar dengan ",[116,3213,3214],{},[119,3215,1415],{},", ada reaksi lemah dari arah belakang kuil. Rasa ini sepertinya hawa keberadaan Wight. Aku memutar ke belakang kuil mengikuti hawa keberadannya.",[104,3218,3219],{},"Sesuai dugaan, Wight ada di belakang. Dia berjongkok, mengulurkan tangan ke tanah, dan menggali. Dia menarik sesuatu dari lapisan tanah dangkal, gumpalan tanah... bukan, itu terlalu padat untuk disebut tanah. Itu kain yang berlumuran tanah. Saat Wight menepis kain itu dengan tangannya, warna hitam terlihat dari balik tanah. Ada sulaman tanaman merambat. Itu pakaian suku Lithoviar. Apakah itu pakaian yang dikenakan Wight semasa hidup? Wight membersihkan tanahnya sampai batas tertentu, lalu membunyikan tulang rahang bawahnya dengan puas. Kemudian, saat dia menekuk kakinya hendak mengenakan pakaian itu, tubuhnya tersentak dan berhenti bergerak, lalu menoleh ke arahku.",[104,3221,3222],{},"Rongga mata Wight bertemu dengan mataku. Wight membuang muka dengan malu-malu dan kembali berjongkok. Entah kenapa, aku merasa seperti melihat sesuatu yang tidak boleh dilihat, jadi aku segera menundukkan wajah.",[104,3224,3225],{},"...Padahal selama ini kau telanjang bulat, kan. Kenapa baru sekarang malu dilihat pas ganti baju?",[104,3227,3228],{},"Setelah menunggu suara gesekan kain berhenti, aku mengangkat wajah dan melihat Wight sudah mengenakan pakaian itu dengan rapi. Meski kotor oleh tanah dan sobek-sobek, itu adalah gaun terusan hitam. Mirip dengan yang dipakai gadis suku Lithoviar yang kuselamatkan dari Manticore.",[104,3230,3231,3232,3235],{},"Karena pria yang mengantar persembahan memakai celana panjang, sepertinya Wight memang seorang gadis. Wight membunyikan tulangnya (",[111,3233,3234],{},"klatak","), berputar di tempat, lalu menatapku.",[104,3237,3238,3239,330],{},"Sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu. Melihat aku diam saja, dia memiringkan kepalanya (",[111,3240,3005],{},[104,3242,3243],{},"A-Apa dia minta pendapat soal bajunya? T-Tapi... jujur saja dia itu tulang... T-tapi... rasanya agak manis juga sih, ya.",[99,3245,1605],{"id":1604},[104,3247,3248],{},"Aku memutuskan untuk menjelajahi hutan dengan membawa Wight. Tujuan utamanya saat ini adalah mencari makanan, evolusi Wight, menaikkan levelku... dan kalau ada kesempatan, melakukan kontak dengan suku Lithoviar.",[104,3250,3251],{},"Semoga menemukan sesuatu yang enak. Di persembahan ada beras dan babi hutan, jadi kalau dicari pasti ada.",[104,3253,3254],{},"Untuk evolusi Wight... targetnya adalah mendapatkan tubuh fisik. Kalau sampai akhir tetap jadi tulang, rasanya terlalu kasihan.",[104,3256,3257],{},"Tiba-tiba aku berhenti dan berpikir. Pemukiman suku Lithoviar harusnya ada di dekat sini. Kalau aku yang mendatangi mereka, apa mereka bakal ketakutan? Tapi, hari ini mereka tidak datang... kalau aku tidak berinisiatif, jangan-jangan aku bakal dilupakan? Tidak, tidak, tapi kalau aku datang dan malah dianggap mengajak perang, itu bakal jadi bencana. Tidak, tidak, tidak, tapi... saat aku berdebat sendiri, Sobatku menatapku dengan tatapan dingin.",[104,3259,3260],{},"\"Guaaa...\"",[104,3262,3263],{},"Dia menggelengkan kepalanya seolah berkata 'yare-yare', lalu menghadap ke depan. Dia menggerakkan dagunya ke depan, mendesakku 'Cepat jalan woy'. A-Aku merasa kalah telak... Apa wajahku sebodoh itu barusan?",[104,3265,3266],{},"Lagipula hari ini ada Wight, jadi mendatangi suku Lithoviar sepertinya ide buruk. Bagi Wight, bertemu teman-temannya dengan wujud sekarang pasti menyakitkan. Hari ini fokus berburu saja. Itu yang terbaik, ya.",[104,3268,364],{},[104,3270,3271],{},"Baru saja mulai berjalan lagi, Sobatku menarik leherku lagi. Air liur muncrat deras dari mulutnya.",[104,3273,3274],{},"Ada apa sih, kau menemukan sesuatu? Kirim lewat telepati dong kalau mau bilang. Aku mau menaikkan level skill-nya nih.",[104,3276,3277],{},[111,3278,3279],{},"'ENAK! ENAK!'",[104,3281,3282],{},"...Mau lewat pikiran atau suara, ternyata nggak ada bedanya. Ball Rabbit malah lebih lancar ngomongnya.",[104,3284,3285],{},"Saat aku melihat ke arah pandangan Sobatku, ada sesuatu yang bersinar samar. Bentuknya manusia, tapi hanya seukuran hewan kecil. Tidak memakai baju, dan mukanya rata. Makhluk yang seperti manusia tanah liat.",[104,3287,3288],{},"Dia bersembunyi di balik akar pohon sambil melihat ke sini. Itu... rasanya tidak bisa dimakan deh. Lagian aku tidak mau memakannya. Monster apa itu?",[104,3290,3291,3294,3299,3304],{},[116,3292,3293],{},"[[Raran]: Monster Peringkat E]",[116,3295,3296],{},[119,3297,3298],{},"Karena penampilannya yang unik, ia disebut Penjaga Hutan, Manusia Hutan Kecil, Roh Pohon, dan lain-lain. Ada berbagai anekdot terkait namanya di berbagai daerah.",[116,3300,3301],{},[119,3302,3303],{},"Memiliki sifat yang lembut dan hidup dengan menyerap energi sihir pohon.",[116,3305,3306],{},[119,3307,3308],{},"Jika marah, hal yang mengerikan akan terjadi.",[104,3310,3311],{},"Jelas-jelas tipe yang tidak boleh disentuh, kan.",[104,3313,3314],{},[111,3315,3279],{},[104,3317,3318],{},"Hentikan, makhluk itu menyeramkan tahu. Lagipula kalau makan yang begituan, perutmu tidak bakal kenyang.",[104,3320,3321,3322,3325],{},"Aku menyeret Sobatku yang memberontak dan berjalan ke arah berlawanan. Di tengah jalan, aku menoleh sekilas ke belakang, dan jumlah Raran bertambah jadi tiga. Tiga sosok manusia berwarna putih kehijauan yang bersinar samar berjejer dengan rukun. Saat mata kami bertemu, ketiga makhluk itu mengangkat bahu secara bersamaan. Lalu cahaya meletup (",[111,3323,3324],{},"pop","), dan mereka menghilang.",[104,3327,2317],{},[104,3329,3330],{},"Melihat Raran menghilang, Sobatku menundukkan kepalanya dengan lesu. Kau seingin itu memakannya? Maaf ya, tapi aku tidak mau berurusan dengan makhluk menyeramkan seperti itu.",[104,3332,3333,3334,3338],{},"Saat aku mencari monster lain, ",[116,3335,3336],{},[119,3337,1415],{}," menangkap sesuatu yang mirip manusia. Rasanya seperti manusia. Suku Lithoviar kah?",[104,3340,3341],{},"A-Aku jadi sedikit penasaran. Pengen lihat kondisinya saja... ah, tapi nanti ketahuan. Tapi mumpung sudah dekat begini kalau menghindar rasanya... yah, tunjukkan muka sedikit saja deh. Sekilas, sekilas saja. Sekalian berterima kasih buat persembahannya, ya kan.",[104,3343,3344],{},"...Tapi, kalau begitu masalahnya ada di Wight. Aku tidak bisa membiarkan Wight bertemu dengan suku Lithoviar. Aku melirik ke belakang, Wight menatapku dengan sedih.",[104,3346,3347],{},"U, uuuh... K-Kalau cuma melihat dari jauh harusnya tidak apa-apa. Cuma menyapa, lalu kalau mereka mendekat dan Wight terancam ketahuan, kita mundur pelan-pelan.",[104,3349,3350,3351,3354],{},"Aku berjalan ke arah di mana hawa keberadaan manusia itu tertangkap. ",[111,3352,3353],{},"Endap-endap",", aku berjalan pelan sambil memperhatikan suara langkah. Dengan tubuh segede ini mungkin percuma, tapi ini masalah perasaan.",[104,3356,3357],{},"Jadi, aku tidak akan mempedulikan Sobatku yang menggeleng-gelengkan kepalanya dengan heboh. Pokoknya tidak peduli.",[104,3359,364],{},[104,3361,3362],{},"...Bisa nggak sih anak ini dipisahin?",[104,3364,3365],{},"Semakin dekat, selain dua manusia, aku merasakan hawa keberadaan lain yang tipis. Dari kedua manusia itu juga terasa ketegangan. Jangan-jangan sedang bertarung dengan monster? Kalau begitu sebaiknya aku bergegas. Aku tidak mau membiarkan manusia mati sia-sia, apalagi aku berhutang budi pada suku Lithoviar atas persembahannya.",[104,3367,3368],{},"Aku menoleh ke belakang. Wight yang berjalan tertatih-tatih menghentikan langkahnya.",[104,3370,2024],{},[104,3372,3373,3374,3376,3377,3381],{},"Dengan maksud 'Tunggu di sini', aku menunjuk tanah dengan ujung kaki. Wight melihat ke arah tujuan kami, lalu mengangguk kecil (",[111,3375,2345],{},"). Berkat Skill Gelar ",[116,3378,3379],{},[119,3380,729],{},", aku bersyukur komunikasi lewat isyarat sederhana jadi mudah dimengerti.",[104,3383,3384],{},"Tapi meninggalkan Wight sendirian juga bikin cemas...",[104,3386,3387,3388,3392,3393,3397],{},"Aku menggesekkan kaki depanku pada pohon besar di dekat situ. Sebenarnya aku tidak ingin menggunakan ",[116,3389,3390],{},[119,3391,549],{}," sembarangan, tapi... aku perlu memberi pengawal untuk Wight. Little Treant juga punya Skill Gelar ",[116,3394,3395],{},[119,3396,729],{},". Kalau diperintah, harusnya dia menurut.",[104,3399,3400],{},"Sobat, pohon ini bisa diubah jadi monster?",[104,3402,916],{},[104,3404,3405],{},"Sobatku mengangguk dan bersuara. Cahaya hitam menyelimuti pohon itu. Kulit kayu berdistorsi, dan wajah manusia muncul. Akar pohon yang tebal menggali tanah, membuat tanah retak. Skalanya memang beda dengan pohon muda.",[104,3407,3408],{},"\"GYASHAAAAAA!\"",[104,3410,3411],{},"Pohon itu menghantamkan kedua dahannya ke tanah dan berteriak keras. Daun-daun yang robek berhamburan di sekitar. Ternyata untuk mengubah benda sebesar ini jadi monster butuh mana yang sepadan. Dengan jumlah MP-ku sih tidak masalah... kurasa.",[104,3413,3414],{},[252,3415],{"alt":3416,"src":3417,"title":3416},"image_00019","/images/n04/05/00019.jpeg",[104,3419,3420,3421,3424],{},"Lebih kuat dari Wight sih... tapi apa ini aman? Saat aku merasa cemas, Wight menusuk-nusuk kakiku (",[111,3422,3423],{},"toel toel","). Ada apa?",[104,3426,3427],{},"Aku menurunkan leher dan mendekatkan wajah. Wight menunjuk ke arah di mana manusia berada. Suku Lithoviar adalah teman-temannya semasa hidup. Mungkin ada sesuatu yang dia rasakan secara naluriah.",[104,3429,2849],{},[104,3431,3432],{},"Aku mengalihkan pandangan dari Wight ke Treant yang baru saja diciptakan. Kutitipkan Wight padamu.",[104,3434,3408],{},[104,3436,3437],{},"Nyambung... kan? Dia mengibaskan dahan, tapi tidak menyerang.",[104,3439,3440],{},"Sambil sesekali menoleh ke belakang, aku bergerak menuju hawa keberadaan manusia itu. Semakin dekat, terdengar suara pertarungan antara suku Lithoviar dan monster. Aku merasakan sensasi dingin merambat di punggungku. Perasaan ini, entah kenapa terasa tidak asing (deja vu). Aku mempercepat langkah.",[104,3442,3443],{},"\"Rei, Kuvei, Jes!\"",[104,3445,3446],{},"\"Hah! Hiaaa! Seyaa!\"",[104,3448,3449],{},"Manusia itu tak salah lagi adalah suku Lithoviar. Seorang pria besar memegang tombak besar berhias, dan seorang wanita yang sepertinya Miko, yang juga ada di antara orang-orang yang membawakan persembahan untukku. Wanita itu memejamkan mata, merapalkan mantra yang tidak kupahami.",[104,3451,3452],{},"Firasat burukku tepat. Yang dilawan pria besar itu adalah serangga raksasa itu, Abyss.",[104,3454,160],{},[104,3456,3457],{},"Abyss meliuk-liukkan delapan kakinya yang panjangnya tidak rata, berlarian di sekitar pria besar itu. Penampilannya masih sama menjijikkannya, begitu juga gerakannya yang menyeramkan. Padahal Abyss itu monster Peringkat-C, tapi dia bisa melawannya dengan baik. Kemampuannya di atas Hagen, tapi mungkin satu tingkat di bawah Adoff.",[104,3459,3460],{},"\"Kuvei! Kuvei! Leitz!\"",[104,3462,3463],{},"Saat wanita yang tampak seperti Miko itu mengeraskan suaranya, sosok Abyss tiba-tiba menghilang. Saat aku berpikir apakah dia kabur, dia tiba-tiba muncul di belakang pria besar itu. Pria besar itu mengayunkan tombaknya lebar-lebar. Mata tombak yang membawa gaya sentrifugal menghantam taring Abyss.",[104,3465,3466],{},"Padahal berada di titik buta sempurna, hebat juga dia bisa bereaksi.",[104,3468,3469],{},"\"Jes! Jes!\"",[104,3471,3472],{},"Mengikuti suara wanita itu, pria besar itu terus melancarkan serangan tombak ke arah Abyss yang terhuyung ke belakang.",[104,3474,3475],{},"Abyss mundur menjauhi pria itu dengan gerakan zig-zag sambil tetap menghadap ke belakang, lalu menghilang ke dalam semak-semak hutan.",[104,3477,3478,3479,330],{},"Gerakannya masih bikin mual seperti biasa. Pria besar itu mungkin lengah melihatnya pergi, lalu menancapkan tombaknya ke tanah. Di belakangnya, Abyss muncul tanpa suara (",[111,3480,3481],{},"suuut",[104,3483,3484],{},"\"Kuvei!\"",[104,3486,3487],{},"Saat wanita itu berteriak, pria besar itu buru-buru menyiapkan tombaknya dan berbalik. Waktunya kritis. Aku melompat keluar dari hutan dan menginjak Abyss dengan kaki depanku sampai gepeng.",[104,3489,3490],{},"\"Vebu... vu.\"",[104,3492,3493,3494,3497,3498,3501],{},"Cairan berwarna krem muncrat dengan suara ",[111,3495,3496],{},"becek"," dari mulut Abyss. Dia menggerak-gerakkan tangan dan kakinya dengan cepat (",[111,3499,3500],{},"jigijigijigi","). Sensasi gelinya bikin merinding. Aku menumpukan berat badanku pada kaki depan. Kakinya berhenti bergerak, tapi cairan juga menyembur dari punggungnya.",[104,3503,3504,3509],{},[116,3505,3506],{},[119,3507,3508],{},"Mendapatkan 126 poin pengalaman.",[116,3510,3511],{},[119,3512,186,3513,3515],{},[119,3514,189],{},", mendapatkan tambahan 126 poin pengalaman.",[104,3517,3518],{},"...A-Aku membunuhnya dengan tangan kosong. Aku menggosok-gosokkan tanganku ke tanah, membersihkan cairan tubuh Abyss. Sial, sial, nggak mau hilang. Baunya seperti kepik yang direbus sampai kental.",[104,3520,3521],{},"\"De, Dewa Naga...?\"",[104,3523,3524,3525,3528],{},"Pria besar itu mendongak menatapku dengan mulut ternganga. ",[111,3526,3527],{},"Klang",", tombak besarnya jatuh ke tanah. Mendengar suara tombaknya, pria besar itu tersentak kaget, matanya membelalak, lalu dia buru-buru berlutut di tanah seolah mengejar tombaknya.",[104,3530,3531],{},"J-Jangan terlalu formal begitu, aku jadi bingung... Malah aku yang jadi gugup.",[104,3533,3534],{},"\"Ooh! Dewa Naga! Anda datang untuk menyelamatkan kami!\"",[104,3536,3537],{},"Pria besar itu menundukkan kepalanya dalam-dalam sambil tetap berlutut.",[104,3539,3540],{},"\"Karena sudah lama sosok Anda tidak terlihat, saya pikir Anda sudah pergi jauh... Tapi ternyata Anda kembali sebelum musim kawin Abyss dimulai lagi, Baron ini tidak punya apa-apa selain rasa terima kasih! Sebuah kehormatan bisa bertemu Anda lagi!\"",[104,3542,3543],{},"T-Tunggu, itu pasti salah naga! Maaf ya, tapi aku tidak tahu soal pendahuluku. Naga yang itu bukannya sudah benar-benar pergi entah ke mana?",[104,3545,3546],{},"Lagipula apa itu musim kawin Abyss, mimpi buruk macam apa itu. Aku tidak mau berurusan dengan serangga monster itu.",[104,3548,3549],{},"Wanita yang sepertinya Miko itu berjalan mendekat dan berdiri di samping pria besar itu. Kemudian, dia mengangkat tongkat besarnya ke arahku dan memejamkan mata perlahan.",[104,3551,3552],{},[111,3553,3554],{},"'Miko Dewa Naga, Hibi, menghadap. Wujud Anda sepertinya telah berubah, namun saya merasa lega mengetahui Anda akan kembali menjadi kekuatan bagi kami.'",[104,3556,3557,3558,3563],{},"Kata-kata masuk langsung ke kepalaku. Rupanya dia bisa menggunakan ",[116,3559,3560],{},[119,3561,3562],{},"Telepathy",". Waktu bawa persembahan sebelumnya dia bicara biasa, apa ini ada makna ritualnya?",[104,3565,3566],{},"Meskipun begitu, aku mengerti bahasa manusia biasa kok... yah, tapi bersyukur juga kalau maksudku bisa tersampaikan.",[104,3568,3569,3570,3574],{},"Sebenarnya kalau pakai ",[116,3571,3572],{},[119,3573,1740],{}," aku bisa bicara, tapi kalau begini mungkin lebih baik jangan melakukan hal yang aneh-aneh. Menurut cerita Adoff tentang suku Lithoviar, nuansanya mereka itu suku berbahaya. Mungkin mereka memusuhi orang luar, dan kalau ketahuan aku bukan Dewa Naga, bisa-bisa mereka langsung memusuhiku.",[104,3576,3577],{},"Tidak, tapi aku kan sudah menyelamatkan mereka dari monster... Mengungkapkan identitas sebelum ketahuan belakangan dan jadi runyam sepertinya ide bagus. Kalau akhirnya jadi musuh ya sudah nasib, tapi terus-terusan mengaku sebagai Dewa Naga sepertinya agak mustahil. Lebih baik jujur saja.",[104,3579,3580],{},"Aku membayangkan melemparkan kehendakku ke lawan bicara, seperti saat berbicara dengan Ball Rabbit.",[104,3582,3583],{},"Sebenarnya aku, beda dengan Dewa Naga terdahulu...",[104,3585,3586],{},"\"Saya pikir Dewa Naga sudah muak dengan kami dan pergi meninggalkan kami... Saya, saya...!\"",[104,3588,3589],{},"Pria besar bernama Baron itu menangis tersedu-sedu sambil menutupi matanya dengan tangan. Dia menundukkan kepala dengan semangat seolah hendak membenturkannya ke tanah, air matanya menetes dari sela-sela jari karena saking bahagianya.",[104,3591,3592],{},"Bukan, anu, saya naga yang berbeda, anu...",[104,3594,3595],{},[111,3596,3597],{},"'Dewa Naga, ada apa?'",[104,3599,3600,3604],{},[116,3601,3602],{},[119,3603,3562],{}," kembali dilemparkan padaku. Karena panik, leherku setengah mengangguk sendiri.",[104,3606,3607,3608,3611],{},"Baron langsung mengangkat wajahnya (",[111,3609,3610],{},"gabah!","). Riasan wajahnya luntur oleh air mata jadi berantakan, tapi ekspresinya bersinar cerah.",[104,3613,3614],{},[252,3615],{"alt":3616,"src":3617,"title":3616},"image_00020","/images/n04/05/00020.jpeg",[104,3619,3620],{},"...D, dasar aku si bodoh yang gampang terbawa suasana. Aku perlahan mengalihkan pandangan dari tatapan panas Baron.",[104,3622,3623],{},"\"Baron, hentikan kelakuan memalukan di depan Dewa Naga! Dewa Naga jadi bingung, kan!\"",[104,3625,3626],{},"\"Tapi, tapi!\"",[104,3628,3629],{},"Miko Dewa Naga, Hibi, membuka matanya dan menegur Baron. Hibi bertubuh pendek jadi umurnya sudah ditebak, tapi mungkin sekitar awal dua puluhan. Dibandingkan dia, Baron mungkin sekitar pertengahan dua puluhan? Setidaknya, dia terlihat lebih tua dari Hibi. Tapi melihat interaksi mereka, sepertinya posisi Hibi lebih tinggi.",[104,3631,3632],{},"Ternyata posisi Miko Dewa Naga itu jabatan penting ya. Meski muda, dia terlihat lebih tenang daripada Baron, dan sepertinya sudah mengalami berbagai kesulitan.",[104,3634,3635],{},"Y-Yah, sudah terlanjur mengangguk, mau bagaimana lagi. Kalau begini pakai Rencana B. Aku tidak tahu di mana dan sedang apa yang generasi pertama, tapi aku harus jadi Dewa Naga Generasi Kedua. Tenang saja. Kalaupun ketahuan, asalkan hubungan kepercayaan sudah terbangun kuat, tidak akan ada masalah... kan?",[104,3637,3638],{},"Melihat tingkah laku mereka berdua, mereka tidak terlihat seperti kelompok yang haus darah seperti di rumor. Mungkin ada kesalahpahaman. ...Lagipula, dipuja-puja itu rasanya tidak buruk.",[104,3640,3641],{},"Setelah menatap mata Baron dan Hibi, aku segera membuang muka ke langit. Gawat, gawat, mulutku jadi mau senyum sendiri. Aku ini Dewa Naga, harus lebih berwibawa. Tapi, akhirnya datang juga ya, ruteku sebagai dewa pelindung. Masa populer terbesar dalam hidup nagaku nih, woy.",[104,3643,3644],{},"...Hanya saja, aku harus segera kembali ke kuil. Wight pasti sedang menunggu. Walaupun sudah kuberi Treant sebagai pengawal, kalau bertemu monster peringkat tinggi pasti tidak akan bertahan.",[104,3646,3647],{},"Aku membalikkan badan.",[104,3649,3650],{},"\"Apakah Anda sudah akan pergi, Dewa Naga! Semua orang juga cemas, jadi kalau bisa Anda mampir sekali ke pemukiman kami...!\"",[104,3652,3653],{},"\"Tugas sayalah untuk menyampaikan kejadian ini dan menenangkan semua orang! Baron diamlah! Jangan merepotkan Dewa Naga...\"",[104,3655,3656],{},"T, tidak, berkunjung sekali juga nggak apa-apa sih, malah aku pengen lihat... cuma, aku tidak bisa melepaskan pandangan dari Wight yang Peringkat-E terlalu lama. Nanti, kalau Wight sudah agak besar...",[104,3658,3659],{},"\"Lagipula, apa kau lupa kita datang untuk mengambil tanaman obat bagi si musafir? Orang itu sedang menderita sekarang.\"",[104,3661,3662],{},"\"T, tapi... tidak, ya... Benar sekali, Nona Hibi.\"",[104,3664,3665],{},"Baron menunduk lesu.",[104,3667,3668],{},"Melindungi musafir ya. Ternyata mereka tidak seberbahaya rumor... hm? Musafir, menderita...? Ada yang mengganjal rasanya... Aku bingung sambil melihat ke seberang hutan di mana Wight mungkin menunggu. Bayangan sosok Wight yang menunjuk ke arah di mana suku Lithoviar berada seolah mengkhawatirkan nasib mantan rekannya terlintas di benakku. ...Lebih baik aku pastikan dulu keraguanku. Jangan sampai kejadian, tapi...",[104,3670,3671],{},"Aku memutar tubuhku lagi, menghadap Hibi dan Baron.",[104,3673,3674],{},"\"Dewa Naga...?\"",[104,3676,3677],{},"Bisa ceritakan sedikit soal musafir itu?",[104,3679,3680],{},"Aku mengirimkan pikiran, dan Hibi mengangguk kecil lalu memejamkan mata.",[104,3682,3683],{},[111,3684,3685],{},"'Musafir itu adalah seorang wanita yang mengunjungi pemukiman kami. Katanya dia diserang monster dan terluka... Dia butuh penawar racun, jadi kami sedang mengumpulkan tanaman obat sebagai bahannya.'",[104,3687,3688,3689,3693],{},"Hibi menyampaikannya lewat ",[116,3690,3691],{},[119,3692,3562],{},". Semakin aku mendengarnya, semakin besar rasa ganjal di hatiku.",[104,3695,3696],{},"Masa sih. Tapi aku tidak punya bahan untuk menyangkalnya. Poin yang kuragukan juga jadi masuk akal. Apa ada sesuatu yang lebih pasti, yang bisa langsung memastikannya? Saat berpikir begitu, aku teringat.",[104,3698,3699],{},"Di mana letak luka si musafir itu? Aku bertanya dalam hati sambil menatap wajah Hibi.",[104,3701,3702],{},[111,3703,3704],{},"'Di mana... ya. Di perut, bagian bawah. Untungnya untuk ukuran serangan monster buas lukanya dangkal, tapi tetap saja...'",[104,3706,3707,3708,3712,3713,174],{},"Kecurigaan berubah jadi keyakinan. Hampir pasti itu Manticore. Setelah kena ",[116,3709,3710],{},[119,3711,1827],{}," dariku dan kabur, sepertinya dia menyusup ke pemukiman suku Lithoviar menggunakan ",[116,3714,3715],{},[119,3716,1740],{},[104,3718,3719],{},"Setelah puas memakan anak-anak di desa, begitu terluka dia berpura-pura jadi musafir untuk dapat pengobatan, benar-benar nyali baja. Kalau dibiarkan bisa gawat. Begitu lukanya sembuh total, dia pasti berniat memakan anak-anak lagi.",[104,3721,3722],{},"Aku melihat ke arah di mana Wight berada. Maaf, Wight. Sepertinya bakal agak lama pulangnya. Kampung halamanmu bakal kuberaskan kok, jadi tunggu sebentar lagi.",[104,3724,3725],{},"Melihat pergerakan mataku, Baron memiringkan kepala keheranan. Mungkin dia pikir aku mendeteksi hawa keberadaan monster. Saat aku mengembalikan leher, Hibi sedikit mengerutkan alis sambil tetap memejamkan mata.",[104,3727,3728],{},"Ups, bahaya. Aku menggelengkan kepala kecil, mengalihkan perhatian. Ketahuan soal Wight yang sekarang ke suku Lithoviar itu gawat.",[104,3730,3731,3735],{},[116,3732,3733],{},[119,3734,3562],{}," membaca pikiranku, jadi tergantung situasi, apa yang kupikirkan bisa terlacak. Aku ingin percaya dia cuma bisa menangkap apa yang diniatkan dengan kuat, tapi karena aku tidak bisa menggunakannya, aku tidak tahu sejauh mana kemampuannya. Lebih baik waspada.",[104,3737,3738],{},"Aku menekuk punggung dan merapikan diri di tanah. Dengan tatapan mata, aku menyuruh mereka berdua naik ke punggungku, lalu menurunkan leher ke tanah.",[104,3740,3741],{},"Hibi, tolong pandu jalan ke pemukiman.",[104,3743,3744],{},"Hibi berjalan mendekat perlahan, tapi Baron tetap diam di tempat. Dia menancapkan tombak ke tanah, memejamkan mata, dan menundukkan kepalanya ke depan. Jangan-jangan ada aturan cuma Miko yang boleh naik?",[104,3746,3747],{},"\"Baron, tolong urus tanaman obatnya, ya.\"",[104,3749,3750],{},"\"Siap! Aku akan usahakan walau sendirian!\"",[104,3752,3753],{},"Oh, pembagian tugas ya. Tapi Baron sendirian, apa bisa memburu Abyss...?",[104,3755,3756],{},"Abyss bisa tiba-tiba menghilangkan hawa keberadaannya, atau membuat sosoknya tak bisa diikuti mata. Karena aku tidak mau melihat Abyss lama-lama jadi belum kucari tahu, tapi kemungkinan besar dia punya skill semacam itu.",[104,3758,3759],{},"Aku menyeka lendir krem yang menempel di tanganku ke tanah sambil berpikir. Waktu Abyss dan Baron bertarung tadi, Hibi terus meneriakkan sesuatu. Kupikir itu mantra, tapi kemungkinan itu instruksi gerakan untuk Baron. Setelah Abyss menghilang, suara Hibi makin keras berteriak.",[104,3761,3762,3763,3767],{},"Mungkin dia punya ",[116,3764,3765],{},[119,3766,1415],{}," atau skill sejenis. Jangan-jangan tanpa bantuan itu, Baron bakal dimangsa serangan dadakan Abyss. Melihat kondisinya, sepertinya berkat bantuan Hibi-lah dia baru bisa unggul.",[104,3769,3770],{},"Kalau bisa sih pencarian tanaman obat ditunda dulu. Menurut prediksiku, tanaman obat itu tidak akan diperlukan lagi.",[104,3772,515],{},[104,3774,3775],{},"\"Ubuhaa! Dewa Naga!? Apa yang... apa yang...\"",[104,3777,3778,3779,3782,3783,330],{},"Sobatku yang dari tadi diam, tiba-tiba menggigit Baron dan mengangkatnya (",[111,3780,3781],{},"hyoi","). Kaki yang lepas dari tanah itu bergerak naik turun tanpa daya (",[111,3784,827],{},[104,3786,3787],{},"Eh? Tu, tunggu, anak ini ngapain?",[104,3789,3790],{},"Sobatku menaruh Baron di punggungnya, lalu menatapku. Wajahnya seolah berkata 'Lama banget, gini aja kan beres'.",[104,3792,3793],{},"T, tolong lebih sopan dikit... bikin jantungan tahu. Lagian Baron, ada bekas gigi tuh. Nggak berdarah sih, tapi itu agak gawat kan. Kita ini monster. Walau kita anggap sepele, bagi manusia setiap gerakan kita itu teror. Baron ketakutan setengah mati tuh. Kalau salah sedikit bisa trauma lho. Sobat, lain kali hal kayak gini jangan...",[104,3795,3796],{},"\"Be, bekas gigi Dewa Naga... Nona Hibi! Nona Hibi lihat ini! Ini, ini... lihat, lihat ini!\"",[104,3798,3799],{},"Baron memutar lehernya, menemukan cekungan di pinggangnya, wajahnya memerah dan dia kegirangan.",[104,3801,3802],{},"...Orang itu, agak mesum ya. Aku jadi takut pergi ke pemukiman suku Lithoviar. Jangan-jangan isinya orang kayak Baron semua. Kalau aku dimintai tolong kasih bekas gigi juga aku bakal repot. Aku bakal pura-pura nggak ngerti bahasa manusia sekuat tenaga.",[104,3804,2317],{},[104,3806,3807,3808,3811],{},"Sobatku juga tampaknya ",[111,3809,3810],{},"ilfeel"," beneran. Dia mengerutkan wajahnya sampai kelihatan jelas ekspresinya. Dia memanjangkan leher ke depan, terang-terangan menjauh dari Baron.",[99,3813,1885],{"id":1884},[104,3815,3816,3817,3821],{},"Dengan Hibi dan Baron di punggung, aku berlari membelah hutan. Arahnya kudapat dari ",[116,3818,3819],{},[119,3820,3562],{}," Hibi.",[104,3823,3824],{},[111,3825,3826],{},"'Seberangi sungai... lalu lurus terus, harusnya akan terlihat.'",[104,3828,3829],{},"Aku melompati sungai dengan mudah. Dampak pendaratannya membuat tanah bergetar hebat, monster-monster yang muncul dari dalam tanah atau semak-semak langsung lari menjauh dariku.",[104,3831,3832],{},"Di tengah jalan, aku merasakan hawa keberadaan menyeramkan dari belakang. Karena tidak ingin mengurangi kecepatan, aku minta Sobatku mengecek ke depan, sementara aku sendiri menoleh ke belakang. Di dahan pohon jauh di belakang, lima kurcaci bercahaya putih remang-remang sedang duduk. Itu monster bernama Raran yang sebelumnya mau dimakan Sobatku. Bagian mata mereka yang sedikit cekung menatapku lekat-lekat.",[104,3834,3835],{},"T, tidak ada niat jahat kan? Cuma lihat ke sini doang kan? Serem banget sumpah.",[104,3837,3838],{},[111,3839,3840],{},"'Awas nabrak pohon.'",[104,3842,3843],{},"Menerima peringatan Sobatku, aku segera mengembalikan leher ke depan dan menghindari rintangan.",[104,3845,3846],{},[111,3847,3848],{},"'Para Roh Pohon itu juga pasti senang dengan kembalinya Dewa Naga. Karena Roh Pohon takut hutan dirusak sembarangan.'",[104,3850,3851,3852,174],{},"Mungkin menyadari aku mempedulikan Raran dari pandanganku, Hibi menjelaskan lewat ",[116,3853,3854],{},[119,3855,3562],{},[104,3857,3858,3859,3864],{},"B, begitu ya, mereka benci hutan dirusak ya. Waktu dengar dari ",[116,3860,3861],{},[119,3862,3863],{},"God Voice",", penjelasannya hidup dengan menyerap mana pohon... jadi begitu. Dewa Naga yang posisinya penjaga hutan mungkin sosok yang disyukuri juga oleh Raran. Aku yang menempati kuil Dewa Naga pasti jadi objek perhatian Raran juga.",[104,3866,3867],{},"Kecuali Baron yang mengelus-elus punggung dengan gerakan tangan aneh yang bikin Sobatku makin bete, perjalanan kami lancar-lancar saja.",[104,3869,3870],{},[111,3871,3872],{},"'Si ini, gak kuat gue. Jatuhin aja lah.'",[104,3874,3875],{},"Biarin aja napa. Daripada ditebas pedang tanpa tanya-tanya kan mendingan. Aku pernah lari mendekati manusia dengan gembira malah dihajar sampai setengah mati tahu.",[104,3877,3878,3879,3883],{},"Setelah berlari cukup jauh, ",[116,3880,3881],{},[119,3882,1415],{}," menangkap banyak hawa keberadaan. Rasa ini, manusia. Bukti kalau pemukiman sudah dekat. Aku mengurangi kecepatan, dan berhenti sekali di dekat gerbang yang terbuat dari kayu.",[104,3885,3886],{},"Ukuran gerbangnya tingginya pas-pasan kalau aku menunduk. Pemukiman suku Lithoviar dikelilingi pagar yang dibuat dari susunan tiang pancang. Tingginya bisa kulewati dengan mudah, tapi demi menekan kekacauan, biarkan aku masuk lewat gerbang. Daripada aku muncul tiba-tiba melompati pagar, masuk lewat gerbang dengan patuh pasti tidak akan terlalu menakuti penduduk.",[104,3888,3889],{},"Di samping gerbang, ada seorang pria memegang tombak. Penjaga gerbang.",[104,3891,3892],{},"\"De, Dewa Naga!? No, Nona Hibi! Apa yang sebenarnya...\"",[104,3894,3895],{},"Penjaga gerbang menjatuhkan tombak dari tangannya sambil menatapku, lalu mendekat dengan sempoyongan.",[104,3897,3898],{},"\"Dewa Naga menaruh perhatian pada sang musafir. Karena itu aku membawanya.\"",[104,3900,3901,3902,3906],{},"Perhatian atau lebih tepatnya, permusuhan sih... Kalau cuma kekhawatiran berlebihan sih bagus, tapi musafir yang terluka di perut di saat begini cuma Manticore yang terpikirkan. ",[116,3903,3904],{},[119,3905,1740],{}," seharusnya memakan MP dalam jumlah besar jadi kupikir mungkin bukan... tapi waktunya terlalu pas. Mungkin ada celah skill yang tidak kuketahui. Aku tidak bisa tenang kalau tidak memastikannya sendiri.",[104,3908,3909],{},"Aku menekuk leher, melihat wajah Hibi di punggungku. Hibi sepertinya menangkap kalau ada yang ingin kukatakan, dia memejamkan mata.",[104,3911,3912],{},"Hibi, di mana musafir itu? Sebisa mungkin aku ingin orang-orang di dekat dia dijauhkan supaya si musafir tidak waspada. Bisa saja dia itu monster yang menyamar jadi manusia.",[104,3914,3915],{},[111,3916,3917],{},"'...Begitu, jadi karena itu Anda buru-buru. Akan segera saya atur. Hanya saja musafir itu ada di balai pengobatan, jadi mungkin agak sulit mengevakuasi orang tanpa menimbulkan kecurigaan.'",[104,3919,3920,3921,3925],{},"Saat aku bertanya, jawaban datang lewat ",[116,3922,3923],{},[119,3924,3562],{},". Setelah berkata begitu, Hibi melompat turun dari punggungku. Dia menekuk kakinya untuk meredam dampak dan mendarat dengan indah. Dia mengetukkan ujung kakinya ke tanah seolah mengecek kondisi kakinya, lalu berpindah ke depan penjaga gerbang.",[104,3927,3928],{},"\"Gozu, pergilah ke balai pengobatan dan minta orang-orang yang terluka dipindahkan ke balai pertemuan. Jangan sebut soal Dewa Naga, pikirkan alasanmu sendiri supaya mereka mengerti. Boleh pakai namaku. Tapi, sampaikan pada musafir itu untuk tetap tidur di sana. Kalau musafir itu terlihat curiga, segera kembali ke sini dan lapor.\"",[104,3930,3931],{},"\"B, baik!\"",[104,3933,3934],{},"Nama penjaga gerbang itu Gozu rupanya. Gozu bahkan tidak memungut tombaknya yang jatuh, dia langsung berlari secepat kilat ke bagian dalam desa.",[104,3936,916],{},[104,3938,3939],{},"Sobatku memanjangkan leher, menggigit kepala Baron, dan menyeretnya turun ke tanah. Melihat interaksi Hibi dan Gozu barusan, dia memutuskan kalau tidak perlu menggendong Baron lagi.",[104,3941,3942],{},"\"Uwoaaaa!\"",[104,3944,3945],{},"Baron menghantam tanah, debu berterbangan di sekitar. I, itu agak berlebihan nggak sih?",[104,3947,3948],{},"\"Gaua\"",[104,3950,3951,3952,3956],{},"Saat Sobatku bersuara rendah, cahaya menyelimuti Baron. ...Setidaknya dia pakai ",[116,3953,3954],{},[119,3955,445],{}," ya.",[104,3958,3959],{},"Saat mengangkat wajah, terlihat bangunan-bangunan berjejer di kejauhan. Terbuat dari bata, satu per satu tidak terlalu besar, bentuknya silinder. Dari bayangan bangunan itu, anak-anak suku Lithoviar melihat ke sini dengan takut-takut. Tiga orang berjejer rukun. Untuk saat ini supaya tidak memberi tekanan, aku merangkak dan menundukkan badan. Ekspresi ketiga anak itu langsung bersinar cerah, dan mereka berlari ke arahku.",[104,3961,3962],{},"\"Dewa Naga! Dewa Naga!\" \"Benaran balik lagi!\"",[104,3964,3965],{},"...Rute dewa pelindung, seriusan mungkin nggak buruk. Gimana nih, apa aku menetap di sini selamanya aja ya.",[99,3967,2018],{"id":2017},[104,3969,3970],{},"Hibi yang berjalan di depan berhenti, lalu menoleh ke belakang. Dia memejamkan mata, dan mengangkat tongkatnya sama seperti sebelumnya.",[104,3972,3973],{},[111,3974,3975],{},"'Di sana balai pengobatannya. Musafir itu ada di sana.'",[104,3977,3978,3979,3983,3984,3986],{},"Hibi mengirimkan ",[116,3980,3981],{},[119,3982,3562],{},". Aku menyusutkan badan, bersembunyi di bayangan bangunan. Lalu memanjangkan leher (",[111,3985,289],{},"), melihat ke arah balai pengobatan. Kemungkinan besar, Manticore ada di sana.",[104,3988,3989],{},"Kalau semua orang sudah keluar, aku akan mendekat sekaligus dan memastikan siapa yang ada di dalam. Kalau ketahuan itu monster, aku bakal hancurkan balai pengobatan itu seisinya sebelum dia melawan. Cuma itu cara menekan korban.",[104,3991,3992],{},"Untuk suku Lithoviar lainnya, biar mereka mengerti setelah melihat mayat Manticore. Kalau mikir yang nggak perlu dan buang-buang waktu, itu cuma memberi waktu buat Manticore berpikir.",[104,3994,3995],{},"Dari balai pengobatan, terlihat orang dewasa keluar menggendong anak suku Lithoviar yang kakinya buntung satu. Aku spontan membuang muka. Bertetangga dengan hutan berisi monster berbahaya. Hal seperti itu pasti terjadi.",[104,3997,3998],{},"Sepertinya semua sudah dievakuasi. Gozu harusnya datang melapor sesuai rencana, tapi...",[104,4000,4001],{},"\"Itu Dewa Naga! Dewa Naga ada di desa! Nona Hibi, kenapa tidak memberitahu kami! Ki, kita tidak boleh begini saja, panggil yang lain sekarang...\"",[104,4003,4004],{},"Dari belakang, terdengar suara parau. Saat menoleh, ada nenek tua yang pinggangnya sudah bengkok.",[104,4006,4007],{},"\"...Sekarang bukan waktunya untuk itu. Menjauhlah dari balai pengobatan, pergilah ke balai pertemuan. Tolong sampaikan pada orang lain juga.\"",[104,4009,4010],{},"Hibi mengantisipasi jika Manticore mengamuk, jadi setiap melihat orang dia menyuruh mereka menjauh dari balai pengobatan.",[104,4012,4013],{},"\"Mana ada hal yang lebih penting dari Dewa Naga! Nona Hibi yang seorang Miko, kenapa bicara omong kosong begitu!\"",[104,4015,4016],{},"B, bukan, justru aku datang demi masalah itu.",[104,4018,4019],{},"\"A, anu, Dewa Naga itu...\"",[104,4021,4022],{},"Saat Hibi hendak membalas ucapan si nenek, aku merasakan firasat buruk yang tidak enak.",[104,4024,4025],{},"Aku melihat ke arah balai pengobatan yang sempat luput dari pantauan. Tiga orang, pria dan wanita, sedang keluar dari balai pengobatan. Satu adalah penjaga gerbang Gozu, satu lagi anak suku Lithoviar, dan yang ketiga adalah wanita jangkung yang mengenakan kain seperti jubah.",[104,4027,4028],{},"Wanita itu memakai tudung jubahnya sangat dalam, jadi wajahnya tidak bisa kulihat jelas. Tapi melihat perawakannya, hampir pasti itu perempuan. Dari celah jubah, rambut panjang ikal yang berantakan menjuntai keluar.",[104,4030,4031],{},"Mungkin mencoba menahan wanita berjubah itu, Gozu terlihat berusaha keras melontarkan kata-kata padanya. Tapi wanita berjubah itu tampaknya sama sekali tidak menggubris Gozu.",[104,4033,4034],{},"Tak salah lagi, wanita itu musafir yang dimaksud. Gawat, dia keluar karena tidak bisa dikelabui.",[104,4036,4037],{},"Gi, gimana nih. Kalau tidak cepat dipikirkan, bakal gawat banget.",[104,4039,4040],{},"Mata wanita itu yang sesekali terlihat dari balik jubah berbentuk menyipit ke atas, entah kenapa mirip dengan Manticore. Rambut cokelat ikal yang terasa kasar itu juga, tidak bisa dibilang tidak mirip dengan surai Manticore. Tapi, aku tidak punya bukti pasti. Untuk memastikannya dalam sekali lihat... ya cuma itu caranya.",[104,4042,4043],{},[252,4044],{"alt":4045,"src":4046,"title":4045},"image_00021","/images/n04/05/00021.jpeg",[104,4048,4049],{},"Jelas-jelas pelakunya woy. Tepat sasaran. Aku buru-buru menarik leherku.",[104,4051,4052],{},"Lagian, MP-nya hampir penuh gitu. Gimana ceritanya. Padahal aku pilih jalan menaikkan MP maksimal, kok ada ketidakadilan begini.",[104,4054,4055],{},"...S, sekarang bukan waktunya memikirkan itu. Harus tenang.",[104,4057,4058],{},"Suara langkah kaki makin menjauh. Mungkin dalam pembicaraan itu mereka jadi menuju ke balai pertemuan.",[104,4060,4061,4062,4066],{},"Saat aku memikirkan apa yang harus dilakukan, suara langkah kaki salah satu dari mereka berhenti. Diikuti oleh berhentinya langkah dua orang lainnya. Manticore juga harusnya punya ",[116,4063,4064],{},[119,4065,1415],{},". Apa dia, menyadari keberadaanku? Kalau begitu, sudah tidak ada waktu untuk ragu.",[104,4068,4069],{},"\"Dewa Naga?\"",[104,4071,4072],{},"Hibi memanggilku. Aku mengabaikannya dan melompat keluar dari bayangan bangunan.",[104,4074,4075],{},"\"GUUOOOOOOOOO!\"",[104,4077,4078],{},"Lari. Pokoknya, lari secepat mungkin. Sebelum Manticore memikirkan cara licik, aku akan menghajarnya.",[104,4080,4081,4082,4086],{},"Si musafir mengubah ekspresi wajahnya begitu melihatku. Dia pasti ingat waktu dihajar habis-habisan dan lari terbirit-birit sebelumnya. Musafir itu mengayunkan lengannya. Merobek kain yang menutupinya, lengan binatang yang kuat muncul. Manticore rupanya melepaskan ",[116,4083,4084],{},[119,4085,1740],{}," hanya pada satu lengannya.",[104,4088,4089],{},"\"Guhaa!?\"",[104,4091,4092],{},"Gozu terpental menggelinding di tanah akibat hantaman itu, tubuhnya menghantam sana-sini. Saat akhirnya berhenti, dia sudah berlumuran darah. Bahunya tampaknya robek oleh cakar saat dipukul.",[104,4094,4095],{},"\"...Mu, musafir?\"",[104,4097,4098],{},"Anak yang tertinggal mundur, menjauh dari Manticore.",[104,4100,4101],{},"\"Guuooo!\"",[104,4103,4104,4105,174],{},"Aku mengayunkan lengan, memicu ",[116,4106,4107],{},[119,4108,4109],{},"Wind Scythe",[104,4111,4112,4113,174],{},"Manticore mengangkat anak itu dengan tangan manusianya, menghindari pisau angin. Bahunya yang tergores menyemburkan darah, tapi dangkal. Pisau angin itu menebas pohon yang ada di belakang Manticore. Manticore melirik pohon yang tumbang itu, ekspresinya menjadi garang. Dia pasti kaget dengan kekuatan ",[116,4114,4115],{},[119,4116,4109],{},[104,4118,4119],{},"Manticore mencengkeram leher anak yang digendongnya, lalu menyodorkannya ke arahku seperti tameng. Ancaman kalau aku menembak lagi dia bakal pakai anak itu buat menangkis ya. Sialan. Akhirnya dia ambil sandera juga.",[104,4121,4122],{},"\"Agaa! Ti, tidak... tolong...\"",[104,4124,4125],{},"Anak itu kesulitan bicara karena lehernya ditekan, berkata dengan suara serak.",[104,4127,4128],{},"Manticore memelototiku. Wajahnya sedikit berubah. Rambutnya makin ikal dan liar, matanya berubah menjadi ganas khas hewan liar. Bagian putih matanya berubah kuning, dan kulit di sekitar matanya mulai menghitam. Dari dalam mulutnya, taring tajam yang bukan milik manusia terlihat.",[104,4130,4131],{},[252,4132],{"alt":4133,"src":4134,"title":4133},"image_00022","/images/n04/05/00022.jpeg",[104,4136,4137],{},"\"GEBAHAAAAA!\"",[104,4139,4140],{},"Manticore membuka mulut lebarnya seolah mengancamku, dan meraung. Manticore langsung membawa anak itu dan lari masuk ke dalam bangunan di dekatnya. Si Manticore itu, kenapa dia malah sengaja masuk ke tempat sempit begitu... Ada sandera jadi aku tidak bisa menyerang, tapi tetap saja tidak ada gunanya sengaja masuk jalan buntu.",[104,4142,4143],{},"Aku mendekat ke bangunan itu dulu. Baru saja aku berpikir apa yang harus dilakukan, dinding di arah berlawanan runtuh dan Manticore melompat keluar. Dia sudah sepenuhnya melepaskan wujud manusianya. Kaki belakang yang diluruskan menendang puing-puing, tubuh raksasa binatang itu melayang di udara. Mendarat dengan kedua kaki depan, lalu terus berlari kencang.",[104,4145,4146],{},"Benar-benar cepat. Dia sepertinya sadar kalah tenaga dariku, jadi lari dengan kecepatan penuh.",[104,4148,4149],{},"Sempat terpikir untuk mengejar, tapi bayangan anak itu terlintas di kepala. Kenapa dia sengaja masuk ke dalam bangunan, alasannya baru kutahu kemudian. Bajingan itu, dia meninggalkan anak itu di bawah reruntuhan untuk mengulur waktu.",[104,4151,4152],{},"\"GUUOOOOOOOOOO!!\"",[104,4154,4155,4156,4160],{},"Sambil meraung, aku mengepakkan sayap lebar-lebar, menembakkan dua ",[116,4157,4158],{},[119,4159,4109],{}," ke punggung Manticore yang kabur, lalu satu lagi dengan sedikit jeda. Manticore melompat ke kiri dan kanan menghindar. Serangan yang kutembakkan ke arah prediksi gerakannya berhasil menyayat punggung Manticore.",[104,4162,4163],{},"\"Gebaaa!\"",[104,4165,4166,4167,4170],{},"Manticore menjerit tapi tetap lari tanpa mengurangi kecepatan. ",[111,4168,4169],{},"Bum",", dia menghantamkan ujung ekornya yang seperti bola duri ke tanah, dan dengan pantulan itu dia melompat tinggi. Menginjak pagar yang mengelilingi desa sampai hancur, lalu kabur.",[104,4172,4173],{},"Benar-benar bajingan yang cuma bisa lari cepat. Sakit sekali rasanya gagal menghabisinya saat pertemuan pertama di mana dia meremehkanku. Untuk menghabisinya, sepertinya aku perlu menyusun strategi sebelumnya.",[99,4175,102],{"id":101},[104,4177,4178],{},"Aku melepaskan Manticore yang lari dari pandanganku. Memang menjengkelkan, tapi sekarang tidak ada pilihan lain selain mengikuti permainannya. Aku berbalik, melihat ke arah tumpukan puing yang dia runtuhkan.",[104,4180,4181],{},"Anak itu pasti terperangkap di dalamnya. Dengan kaki depan, aku mengais bata dengan hati-hati.",[104,4183,4184],{},"\"Guooo\"",[104,4186,4187],{},"\"U, uu...\"",[104,4189,4190],{},"Saat aku memanggil, suara erangan membalas. Syukurlah, masih hidup. Ada di sini ya.",[104,4192,4193],{},"Aku menyingkirkan bata yang runtuh dengan telaten. Warna kulit terlihat di sela-sela puing. Aku melirik Sobatku.",[104,4195,515],{},[104,4197,4198],{},"Sobatku menggonggong, cahaya membungkus anak yang tertindih puing. Lukanya sembuh. Ekspresi kesakitan anak itu agak mereda.",[104,4200,4201],{},"Aku mengangkat anak itu dengan kaki depan, memindahkannya, dan membaringkannya di tanah. Anak itu membuka mata tipis-tipis. Matanya berkaca-kaca, pipinya sedikit merona. Entah bagaimana, ekspresinya terlihat sangat terpesona.",[104,4203,4204],{},"\"Te, te, terima kasih... Dewa Naga...\"",[104,4206,4207],{},"Kelenjar air mataku jadi ikutan longgar. Aku mengusap mata dengan kaki depan, tanganku sedikit basah.",[104,4209,4210],{},"\"Dewa Naga mengusir Manticore yang menyamar jadi manusia!\"",[104,4212,4213],{},"\"Lihat nggak Manticore tadi lari terbirit-birit! Memang hebat Dewa Naga!\"",[104,4215,4216],{},"Penduduk desa yang menonton mulai berkumpul. Penduduk yang tadi mengungsi sepertinya juga mendengar kabar itu, terlihat berlari terburu-buru ke arah sini dari kejauhan.",[104,4218,4219],{},"A, aduh. Jarang-jarang dilihat dengan tatapan begini, rasanya jadi geli-geli senang. Sebesar apa sih popularitas Dewa Naga. Udahlah aku jadi Dewa Naga aja. Boleh kan. Uwah, gimana nih kalau Dewa Naga asli balik, beneran gimana nih.",[104,4221,4222,4223,174],{},"Hibi mendekatiku. Dia mengangkat tongkatnya lagi dan memejamkan mata, mengambil ancang-ancang ",[116,4224,4225],{},[119,4226,3562],{},[104,4228,4229],{},[111,4230,4231],{},"'Tidak disangka musafir itu ternyata monster. Ini kelalaian saya. Kalau Dewa Naga tidak kembali, entah apa yang akan terjadi...'",[104,4233,4234],{},"Daripada itu, aku cemas karena gagal membunuhnya. Manticore itu, jangan-jangan balik lagi menyerang manusia...",[104,4236,4237],{},[111,4238,4239],{},"'Kalau soal itu, jangan khawatir. Manticore itu sangat ketakutan. Dia waspada pada Dewa Naga, jadi seharusnya tidak akan menampakkan diri di sini untuk sementara waktu. Lagipula, arah itu juga... yah, boleh dibilang justru bagus.'",[104,4241,4242],{},"Justru bagus? Kenapa...",[104,4244,4245],{},[111,4246,4247],{},"'...Bukan hal yang perlu disampaikan pada Dewa Naga. Pokoknya, untuk sementara kita tidak perlu waspada.'",[104,4249,4250],{},"...Dibilang begitu malah makin penasaran. Y, yah sudahlah. Suku Lithoviar mungkin punya urusan dapur mereka sendiri. Hibi juga wajahnya kelihatan tidak mau bicara banyak.",[104,4252,4253],{},"Nah... bukan waktunya berbesar kepala karena dipuja-puja. Aku meninggalkan Wight dan Treant di dalam hutan. Sejak saat itu, sudah lumayan banyak waktu berlalu.",[104,4255,4256],{},"\"Siapkan perjamuan untuk Dewa Naga!\" \"Ba, baik! Makanannya, jenis apa...\" \"Semuanya keluarkan! Kumpulkan dulu izinnya belakangan!\"",[104,4258,4259,4260,330],{},"Terlihat penduduk desa ribut (",[111,4261,4262],{},"gyaa gyaa",[104,4264,4265],{},"Tunggu bentar! Aku mau pulang! Maaf ya aku ada urusan! Perasaannya aku terima dengan senang hati kok! Nona Hibi tolong! Maaf tapi tolong sampaikan aku mau pulang!",[104,4267,4268],{},"\"Ooh! Dewa Naga melihatku!\"",[104,4270,4271],{},"Semua orang heboh menanggapi setiap gerak-gerikku. Rasanya nggak tenang. Keringat dingin mulai keluar nih. Lihat sana lihat sini, tatapan penuh semangat diarahkan padaku.",[104,4273,3260],{},[104,4275,4276],{},"Sobatku juga ciut nyalinya dan menyusutkan leher. Baru kali ini lihat dia yang biasanya santai dan penuh rasa ingin tahu jadi setakut ini.",[104,4278,4279],{},"...Hanya satu orang, seorang wanita yang menatapku tajam dengan mata menyipit. Umurnya tiga puluhan... m, masuk atau belum ya. Ekspresinya suram, pipinya tirus. Wajahnya kuyu. Sebenarnya mungkin dia lebih muda dari dugaanku. Karena semua orang menatapku dengan hangat, dia jadi langsung mencolok.",[104,4281,4282],{},"Tanpa sadar aku menghentikan wajahku. Begitu mata kami bertemu, dia membuang muka dengan canggung, lalu lari masuk ke bangunan terdekat seolah melarikan diri. Di tengah keributan orang banyak, orang-orang menatap heran pada wanita yang pergi sendirian itu. A, ada apa?",[104,4284,4285],{},[111,4286,4287],{},"'...Tolong jangan tersinggung. Nanti akan saya bicarakan dengannya. Jadi mohon, maafkanlah.'",[104,4289,4290,4291,4295,4296,4300],{},"Hibi membaca permukaan hatiku mungkin, dia mengirim ",[116,4292,4293],{},[119,4294,3562],{}," begitu. Mungkin dia pikir aku marah, ",[116,4297,4298],{},[119,4299,3562],{},"-nya tidak bertenaga, terasa perasaan cemas.",[104,4302,4303],{},"Bukan, itu sih nggak apa-apa... tapi, apa aku melakukan kesalahan?",[104,4305,4306],{},[111,4307,4308],{},"'Bukan, bukan begitu. Dia itu... bagaimana bilangnya ya... ya, dia sedang lelah. Jangan berpikir buruk tentangnya.'",[104,4310,4311],{},"Apa ada hubungannya denganku? Itu saja yang ingin kudengar.",[104,4313,4314,4315,174],{},"Hibi tampaknya agak ragu apakah harus bicara atau tidak, tapi setelah jeda sejenak dia mengirim ",[116,4316,4317],{},[119,4318,3562],{},[104,4320,4321],{},[111,4322,4323],{},"'...Namanya Aino. Aino punya seorang anak tapi... anak itu dibunuh oleh Manticore.'",[104,4325,4326],{},"...Kalau dilihat dari sudut pandang tertentu, aku terlihat pergi seenaknya dan balik seenaknya. Selama Dewa Naga nggak ada, kuil diambil alih monster, anak dimakan... terus tiba-tiba aku balik begitu saja. Jelas lah nggak bisa punya kesan bagus. Penduduk desa lain yang menyambutku dengan tangan terbuka pun, mungkin ada kecemasan bercampur kalau aku bakal pergi lagi.",[104,4328,4329],{},"Aku menatap langit. Dewa Naga asli, ke mana kau pergi sih. Sudah dibuatkan kuil dan hidup bersama bertahun-tahun, setidaknya bilang sesuatu kek sebelum pergi. Apa cuma karena dapat persembahan jadi mau nolongin? Karena aku punya ingatan masa lalu, bagiku manusia itu spesial, tapi bagi naga lain mungkin manusia cuma satu dari sekian banyak spesies hewan.",[104,4331,4332],{},"...Duh, bukan waktunya melankolis. Sebaiknya aku segera keluar dari pemukiman ini.",[104,4334,4335],{},"Kalau tidak cepat Wight bisa... hm? Jangan-jangan, Wight itu putrinya Aino?",[104,4337,4338],{},"T, tidak, tidak ada dasarnya sih, dan manusia yang dimakan Manticore pasti banyak... tapi tetap saja, rasanya mengganjal.",[104,4340,4341],{},"Aku berbalik menghadap Hibi. Hibi menyadari aku ingin menyampaikan sesuatu, dia memejamkan mata.",[104,4343,4344],{},"Putri Aino itu, siapa namanya?",[104,4346,4347],{},[111,4348,4349],{},"'Putri Aino, namanya Aro. Masih belum genap sepuluh tahun, gadis kecil yang sangat manis.'",[104,4351,4352],{},"Aro... ya. Umurnya juga, kalau dilihat dari kerangka itu, sepertinya dekat.",[104,4354,4355],{},[111,4356,4357],{},"'Dewa Naga?'",[104,4359,4360],{},"T, tidak, makasih sudah memberitahu. Kalau begitu aku ada hal yang harus dikerjakan, jadi aku izin pamit dari sini. Tolong jelaskan dengan baik pada yang lain.",[104,4362,4363],{},[111,4364,4365],{},"'Benar-benar sudah mau pergi? Mumpung Anda di sini...'",[104,4367,4368,4369,4372],{},"Aku menggelengkan kepala, memunggungi Hibi. Jalan di depanku juga tertutup orang, tapi saat aku menggerakkan leher (",[111,4370,4371],{},"kui kui","), mereka minggir. Kelihatannya agak kecewa.",[104,4374,4375],{},"N, nanti aku datang lagi. Nanti, kalau Wight sudah agak lebih kuat...",{"title":1469,"searchDepth":1470,"depth":1470,"links":4377},[4378,4379,4380,4381,4382],{"id":1500,"depth":1470,"text":1501},{"id":1604,"depth":1470,"text":1605},{"id":1884,"depth":1470,"text":1885},{"id":2017,"depth":1470,"text":2018},{"id":101,"depth":1470,"text":102},{},"/novels/tensei-dragon/vol-5/bab-2",{"title":3111,"description":1469},"novels/04.tensei-dragon/05.vol-5/02.bab-2","vsvhF9E7Bnd9xq3h5tvGkLEPfTzmTSWxFN3X_DoZltA",{"id":4389,"title":4390,"body":4391,"chapterNumber":5538,"description":1469,"excerpt":1475,"extension":1476,"hidden":31,"meta":5539,"mtl":11,"navigation":11,"path":5540,"publishedAt":1479,"seo":5541,"stem":5542,"volumeNumber":1482,"__hash__":5543},"chapters/novels/04.tensei-dragon/05.vol-5/03.bab-3.md","Bab 3: Leveling Gadis Tengkorak",{"type":96,"value":4392,"toc":5532},[4393,4395,4399,4407,4410,4413,4416,4419,4422,4442,4445,4448,4451,4457,4460,4463,4466,4474,4477,4480,4483,4490,4502,4505,4508,4511,4514,4517,4523,4526,4540,4543,4546,4549,4551,4554,4557,4563,4566,4569,4574,4577,4584,4587,4591,4599,4606,4608,4611,4613,4619,4622,4635,4638,4641,4644,4647,4650,4653,4663,4666,4669,4672,4675,4678,4691,4694,4697,4704,4707,4710,4713,4716,4718,4721,4727,4733,4736,4739,4742,4745,4748,4751,4754,4774,4777,4780,4787,4790,4793,4803,4814,4817,4820,4823,4826,4828,4831,4834,4837,4840,4843,4846,4849,4852,4855,4858,4861,4863,4866,4871,4874,4879,4882,4885,4888,4891,4894,4897,4900,4902,4905,4912,4920,4923,4926,4929,4932,4935,4942,4945,4948,4951,4954,4960,4968,4971,4974,4977,4980,4983,4986,4989,4992,5001,5004,5007,5017,5020,5027,5030,5037,5040,5043,5046,5057,5059,5062,5069,5077,5080,5083,5086,5089,5098,5101,5104,5107,5110,5138,5141,5154,5167,5179,5182,5185,5193,5195,5206,5209,5212,5215,5218,5221,5224,5232,5235,5243,5251,5254,5262,5264,5277,5280,5290,5293,5296,5303,5309,5312,5319,5333,5336,5338,5346,5349,5351,5354,5357,5360,5363,5374,5386,5389,5400,5403,5406,5408,5420,5423,5426,5429,5432,5435,5438,5445,5451,5471,5489,5492,5500,5515,5518,5521,5529],[99,4394,1501],{"id":1500},[104,4396,4397],{},[252,4398],{"alt":1506,"src":1507,"title":1506},[104,4400,4401,4402,4406],{},"Aku berlari menelusuri jalan yang tadi kulewati. Begitu mendekati tempat aku berpisah dengan Wight, aku menggunakan ",[116,4403,4404],{},[119,4405,1415],{},". Dari kejauhan, aku merasakan hawa membunuh yang kuat dan keberadaan tiga monster. Kemungkinan besar, dua di antaranya adalah Wight dan Treant. Satu lagi sepertinya monster liar. Sedang bertarung, kah? Sial, gawat. Tidak, justru harusnya aku bersyukur karena masih sempat. Dilihat dari hawa keberadaannya, kedua belah pihak tidak banyak bergerak. Terasa seperti sedang saling mengawasi sambil bergerak perlahan. Artinya lawannya punya kekuatan yang hampir setara.",[104,4408,4409],{},"\"Guuoo!\"",[104,4411,4412],{},"Sambil mengaum, aku melompat ke area di mana ketiga monster itu berada, mendarat sambil menumbangkan pohon-pohon. Tanah bergetar hebat. Sesuai dugaan, Wight dan Treant ada di sana.",[104,4414,4415],{},"Lalu ada seekor kepiting raksasa berwarna kuning tanah yang sedang berhadapan dengan mereka berdua. Ukurannya sedikit lebih kecil dari manusia. Cangkang kepiting raksasa itu hampir seluruhnya tertutup oleh sesuatu yang mirip teritip, memberikan penampilan yang agak menyeramkan. Ciri khasnya adalah capit kanan dan kirinya yang ukurannya sangat berbeda.",[104,4417,4418],{},"Dilihat dari formasinya, sepertinya Treant berdiri di depan sementara Wight memberikan tembakan bantuan dari belakang. Memang ada bekas goresan di tubuh Treant, tapi Wight sepertinya tidak menerima kerusakan. Karena aku melompat masuk sambil mengguncang tanah dengan heboh, ketiganya terkejut dan menghentikan gerakan mereka.",[104,4420,4421],{},"Untuk sementara, aku cek dulu spesiesnya mumpung ada kesempatan. Kalau monsternya berbahaya, aku berniat langsung membunuhnya. Tapi melihat Treant penuh luka, itu berarti sebaliknya, monster itu hanya punya kekuatan serangan yang bisa ditahan walaupun kena berkali-kali. Lagipula pada jarak ini, aku bisa menghabisinya dalam sekejap. Wight dan Treant tidak akan sampai terbunuh.",[104,4423,4424,4427,4432,4437],{},[116,4425,4426],{},"[[Forest Great Crab]: Monster Peringkat D-]",[116,4428,4429],{},[119,4430,4431],{},"Melancarkan serangan beruntun tak beraturan dengan capit yang ukurannya berbeda kiri dan kanan.",[116,4433,4434],{},[119,4435,4436],{},"Punya kebiasaan membiarkan Drunk menempel di permukaan cangkangnya dan membagikan mana untuk membesarkannya, sebagai gantinya Drunk akan menambal kekuatan cangkangnya.",[116,4438,4439],{},[119,4440,4441],{},"Terkadang ada individu yang tamak membiakkan terlalu banyak Drunk hingga kehabisan mana dan mati dihisap sampai kering.",[104,4443,4444],{},"Drunk? Ah, teritip itu maksudnya.",[104,4446,4447],{},"Sepertinya tidak ada kebiasaan yang terlalu berbahaya, dan peringkatnya juga tidak terlalu tinggi. Forest Great Crab sepertinya menilai situasinya tidak menguntungkan setelah melihatku, dia berjalan menyamping menjauh dariku. Sepertinya berniat kabur begitu saja.",[104,4449,4450],{},"Enak saja. Sekarang Wight masih Lv 1. Dia bisa mati karena hal sepele. Maaf ya, tapi aku tidak bisa membiarkan lawan yang pas begini lolos.",[104,4452,4453,4454,4456],{},"Aku dengan cepat memutar ke sisi berlawanan. Wight melihat aku memblokir jalan kabur Forest Great Crab, lalu mengangguk dengan bunyi ",[111,4455,3005],{},". Sepertinya maksudku tersampaikan.",[104,4458,4459],{},"Forest Great Crab berbelok lebar, mengubah arah tubuhnya sembilan puluh derajat.",[104,4461,4462],{},"\"Gyashaaaa!\"",[104,4464,4465],{},"Di saat itu Treant mengayunkan dahannya ke bawah. Forest Great Crab memotong dahan itu dengan capit besarnya, lalu berlari melewati samping Treant dan menyeruduk ke arah Wight. Sepertinya dia berniat kabur melewati samping Wight. Wight mengarahkan lengannya ke Forest Great Crab yang mendekat. Angin bertiup, menciptakan tornado kecil. Tornado itu menerbangkan dedaunan dan tanah di sekitarnya sambil menuju ke arah Forest Great Crab.",[104,4467,4468,4469,4473],{},"Dilihat dari metode eliminasi, itu mungkin skill bernama ",[116,4470,4471],{},[119,4472,1101],{},". Sepertinya itu sihir pengendali angin.",[104,4475,4476],{},"Forest Great Crab mengayunkan capit besarnya ke arah tornado. Tornado itu buyar dengan kasar.",[104,4478,4479],{},"Wight sepertinya tidak menyangka serangannya akan dihancurkan semudah itu, dia mundur selangkah. Ekspresinya tidak terlihat, tapi dari gerak-geriknya dia terlihat panik. Wight Peringkat E melawan Forest Great Crab Peringkat D-, sepertinya beban yang terlalu berat ya.",[104,4481,4482],{},"Forest Great Crab membalikkan badannya untuk menepis dampak dari tornado dan mengurangi kecepatan. Dia terus mendekati Wight, memanfaatkan momentum untuk memutar tubuhnya, dan mengayunkan capit besarnya. Wight melompat, mendarat dengan indah di atas capit itu. Lebih cepat dari gerakan Forest Great Crab yang hendak mengibaskannya jatuh, dia melompat sekali lagi. Lincah sekali. Itu pasti aksi yang hanya bisa dilakukan karena tidak punya daging berlebih.",[104,4484,4485,4486,4489],{},"Forest Great Crab sekarang mengarahkan capit kecilnya ke Wight yang ada di udara. Dia berpura-pura mengayun tapi berhenti di tengah jalan. Melihat Wight yang terpancing ",[111,4487,4488],{},"feint"," itu mengangkat tangan untuk menangkis, dia memanjangkan capitnya menusuk ke arah perut bawah. Karena ukurannya kecil, capit itu bisa digerakkan lebih cepat daripada yang besar.",[104,4491,4492,4493,4497,4498,4501],{},"Cukup sampai di situ. Aku menciptakan angin dengan sayapku dan mengisinya dengan mana. Skill andalan ",[116,4494,4495],{},[119,4496,121],{},". Skill ini yang paling praktis. Pisau angin itu jauh lebih cepat dari Forest Great Crab. Pisau itu memotong putus capit kecil yang dijulurkan Forest Great Crab. Forest Great Crab menekan lengan buntungnya ke Wight, lalu kehilangan keseimbangan dan terguling. Dia menggeliat-geliatkan kakinya (",[111,4499,4500],{},"batabata",") dalam posisi terbalik.",[104,4503,4504],{},"Pemenangnya sudah ditentukan. Wight mendarat di tanah dengan punggungnya, lalu berguling ke belakang dan bangkit berdiri. Setelah melihat Forest Great Crab terguling, dia bersandar pada pohon terdekat dan berjongkok.",[104,4506,4507],{},"Sepertinya dia kelelahan. Dengan MP Wight, satu kali sihir mungkin langsung bikin kosong.",[104,4509,4510],{},"\"Gaaatsu!\"",[104,4512,4513],{},"Sobatku mengaum, cahaya menyelimuti Treant. Luka-luka Treant sembuh dengan cepat. Wight... sepertinya tidak terluka. Aku mendekat untuk melihat kondisinya. Wight menyadari aku mendekat, memiringkan kepalanya, dan menatapku dengan lubang matanya yang kosong.",[104,4515,4516],{},"Dia terlihat lega, seolah terbebas dari ketegangan. Bagus, bagus, kau sudah berjuang. Treant juga melindungi Wight dengan baik. Kalau cuma sendirian, Wight mungkin sudah dibunuh oleh Forest Great Crab.",[104,4518,4519,4520,4522],{},"Aku berniat memberi serangan terakhir pada Forest Great Crab, jadi aku melihat ke tempat dia berada tadi. Tapi sosok Forest Great Crab sudah tidak ada di sana. Lho, apa dia kabur? Tapi aku tidak dengar suara... saat aku berpikir begitu, terdengar suara ",[111,4521,3161],{}," dari samping. Saat aku menoleh, Sobatku sedang memakan Forest Great Crab beserta cangkangnya. Sobatku mendongak, dan bagian capit besarnya jatuh menancap ke tanah.",[104,4524,4525],{},"Y, yah, nggak apa-apa sih. Cuma kalau boleh minta, mbok ya diskusi dulu sama aku sebelum bertindak... Kalau Treant atau Wight yang menghabisi, mungkin EXP-nya bisa lebih banyak.",[104,4527,4528,4533],{},[116,4529,4530],{},[119,4531,4532],{},"Mendapatkan 14 poin pengalaman.",[116,4534,4535],{},[119,4536,186,4537,4539],{},[119,4538,189],{},", mendapatkan tambahan 14 poin pengalaman.",[104,4541,4542],{},"...Oh, ternyata masih dapat EXP ya.",[104,4544,4545],{},"Kupikir Peringkat D sudah nggak dapat jatah lagi. Benar-benar sedikit sih, tapi lebih baik daripada tidak sama sekali.",[104,4547,4548],{},"Yah, yang bikin penasaran sekarang status Wight dan Treant dibanding aku. Karena mereka ikut bertarung, harusnya dapat EXP yang lumayan.",[99,4550,1605],{"id":1604},[104,4552,4553],{},"Sobatku menjilati sekitar mulutnya dengan lidah, menjatuhkan pecahan cangkang Forest Great Crab. Lalu dengan puas dia mengeluarkan suara \"Guaaa\", campuran antara auman dan uapan. Aku mengalihkan pandangan dari Sobatku, kembali menghadap Wight yang berjongkok di akar pohon.",[104,4555,4556],{},"Nah, mari kita cek status. Forest Great Crab itu monster Peringkat D. Walaupun aku ikut campur, Wight yang merupakan monster Peringkat E harusnya dapat banyak EXP.",[104,4558,4559],{},[252,4560],{"alt":4561,"src":4562,"title":4561},"image_00023","/images/n04/05/00023.jpeg",[104,4564,4565],{},"Hmm... lho, kok nggak seberapa? C, cuma tiga level? Padahal Wight sudah berjuang keras. Yah, yang menghabisi kan Sobatku sih... Kemampuan tempur Treant lebih tinggi, dan akhirnya aku yang menekan lawan, jadi wajar sih cuma dapat EXP segitu.",[104,4567,4568],{},"Tapi tulang, dari penyihir tulang, selanjutnya bakal jadi apa ya. Tubuh fisiknya bakal balik kan? Nggak bakal jadi penyihir agung tulang kan?",[104,4570,4571,4572,174],{},"Saat aku menatapnya lekat-lekat, Wight menundukkan kepalanya dengan bunyi ",[111,4573,3005],{},[104,4575,4576],{},"Kenapa? Apa aku terlalu lama melihat wajahnya?",[104,4578,4579,4580,4583],{},"Entah dia malu atau cuma capek, wajahnya terlalu ",[111,4581,4582],{},"poker face"," sampai aku tidak tahu. Kapan-kapan kalau sudah punya otot wajah dan bisa bicara normal pasti bagus. Kalau begitu aku juga bisa ngobrol macam-macam dan tidak bosan. Ah, tapi kalau sudah begitu berarti waktunya pulang ke desa ya...",[104,4585,4586],{},"Itu memang tujuannya, tapi rasanya agak sepi juga. Aku jadi memikirkan hal itu sambil memandangi bagian belakang kepala Wight yang bulat licin.",[104,4588,4589],{},[111,4590,4349],{},[104,4592,4593,4594,4598],{},"Tiba-tiba aku teringat isi ",[116,4595,4596],{},[119,4597,3562],{}," yang disampaikan Miko Dewa Naga, Hibi. Belum genap sepuluh tahun, gadis kecil. Apa Wight benar-benar Aro? Mungkin menyadari perubahanku, Wight mengangkat wajahnya lagi.",[104,4600,4601,4602,174],{},"Mata kami bertemu lagi, dan aku membulatkan tekad. Harus dipastikan. Lewat otoritas tuan aku bisa menyampaikan kehendak sederhana, tapi sepertinya tidak bisa menyampaikan nama orang. Kalau begitu satu-satunya cara adalah bertanya langsung pakai ",[116,4603,4604],{},[119,4605,1740],{},[104,4607,2849],{},[104,4609,4610],{},"Aku meminta persetujuan Sobatku dulu.",[104,4612,1676],{},[104,4614,4615,4616,4618],{},"Sobatku bersuara bodoh, memutar lehernya (",[111,4617,862],{},"). Sudahlah nggak perlu izin juga nggak apa-apa. Lihat mukanya jadi masa bodo amat. Aku mengulurkan cakar, melepas kantung telur laba-laba yang masih menempel di dahi Sobatku, lalu menempelkannya di pohon terdekat. Kalau dibiarkan terus nggak tahu bakal jadi apa soalnya.",[104,4620,4621],{},"\"Gaa!? G, Gua...\"",[104,4623,4624,4625,4629,4630,4634],{},"Sobatku memanjangkan leher mencoba merebut kembali kantung telurnya. Aku menangkap leher itu, menahannya, dan menggunakan ",[116,4626,4627],{},[119,4628,1740],{},". Rasa panas menjalar, tubuhku mengecil. Tidak terlalu sakit. Rasanya ",[116,4631,4632],{},[119,4633,1740],{}," sudah benar-benar menyatu dengan tubuhku.",[104,4636,4637],{},"\"Gu, gu, gua...\"",[104,4639,4640],{},"Aku menekan Sobatku masuk ke dalam tubuh seiring penyusutan tubuhku.",[104,4642,4643],{},"Sobatku mengecil dengan cepat. Dari sela-sela daging terlihat matanya yang menatapku penuh dendam, tapi itu juga segera menghilang. Saat muat dalam bentuk manusia, dia sudah sepenuhnya jadi satu kepala.",[104,4645,4646],{},"Aku merentangkan jari, mengecek tanganku. Agak bersisik dan pucat, tapi sudah hampir seperti manusia. Awalnya skill sampah yang bikin meledak kesakitan pas dipakai, hebat juga bisa berkembang sampai sejauh ini.",[104,4648,4649],{},"Aku meregangkan badan sedikit, lalu menyisir rambut dengan jari. Hmm, tubuh manusia memang enak. Sedihnya, karena sudah terbiasa jadi naga, gerakannya jadi terasa agak kaku.",[104,4651,4652],{},"Dibandingkan tadi, ketinggian pandanganku dengan Wight jadi lebih dekat. Wight menatap wajahku lekat-lekat dengan penuh minat. Ini pertama kalinya dia lihat bentuk manusiaku ya.",[104,4654,4655,4656,4658,4659,4662],{},"Wight berdiri (",[111,4657,3481],{},") mendekatiku, lalu meraba-raba tubuhku (",[111,4660,4661],{},"peta peta","). Setelah meraba tubuhku sampai batas tertentu, dia sepertinya puas dan duduk kembali dengan sempoyongan di tempat semula.",[104,4664,4665],{},"...Apa dia iri? Ma, maaf. Aku nggak bermaksud pamer kok... K, kau juga mungkin, dua kali evolusi lagi bisa jadi bentuk manusia! Pasti, mungkin...",[104,4667,4668],{},"Ups, bukan itu yang mau kubilang.",[104,4670,4671],{},"\"A, a, a... a, aa, a.\"",[104,4673,4674],{},"Ooh, bisa bicara normal. Mendengar tes suaraku, Wight memiringkan kepala.",[104,4676,4677],{},"\"Aro, apa kau tahu nama Aro?\"",[104,4679,4680,4681,4684,4685,4690],{},"Wight memiringkan kepala ke arah sebaliknya dengan bunyi ",[111,4682,4683],{},"koton",". Gerakannya seperti metronom. ...Dia tidak tahu ya? Padahal dia punya ",[116,4686,4687],{},[119,4688,4689],{},"Grisha Language: Lv 1",", harusnya sedikit nyambung. Tapi, karena ingatan dia juga meragukan, jadi belum pasti juga. Nanti kalau sudah evolusi lagi coba kutanya lagi.",[104,4692,4693],{},"Omong-omong nama ibunya juga sempat kudengar. Ehm... kalau tidak salah...",[104,4695,4696],{},"\"Aino, bagaimana? Pernah dengar?\"",[104,4698,4699,4700,4703],{},"Saat aku bertanya, gerakan Wight berhenti total. Setelah aku diam sebentar, tubuh Wight mulai gemetar (",[111,4701,4702],{},"katakata","). Tulang rahangnya bergerak tiga kali. Aku tahu dia mencoba mengulangi kata yang kudengar dariku.",[104,4705,4706],{},"Wight menutupi matanya dan meringkuk di tempat. Aku duduk di samping Wight dan mengelus kepalanya.",[104,4708,4709],{},"\"...Begitu ya, jadi kau Aro.\"",[104,4711,4712],{},"Tidak ada jawaban. Hanya saja, aku merasa tulang rahang Wight bergerak.",[104,4714,4715],{},"Tenang saja, Wight... bukan, Aro. Aku pasti akan mengembalikanmu ke wujud manusia.",[99,4717,1885],{"id":1884},[104,4719,4720],{},"\"GAAAAAAAAAAAAAA!\"",[104,4722,4723,4724,4726],{},"Pagi hari, aku terbangun mendengar auman yang cukup serius. Aku mengucek mata, meregangkan leher (",[111,4725,289],{},"). Cahaya yang masuk dari pintu masuk masih redup. Masih pagi buta. Aku ingin tidur dua jam lagi sih.",[104,4728,4729,4730,4732],{},"Nah. Setelah mengecek pintu masuk, selanjutnya aku melihat ke arah Aro yang ada di dalam. Aro, meski ekspresinya tidak terlihat, menggerak-gerakkan tangan dan kakinya dengan panik (",[111,4731,4702],{},"). Dia mengarahkan rongga matanya padaku, lalu melirik ke arah Sobatku seolah menyuruhku mengecek.",[104,4734,4735],{},"\"Gaa! Gaaaaa! Gaaaaaaa!\"",[104,4737,4738],{},"Sobatku meraung gila-gilaan, memutar-mutar lehernya. Di dahi Sobatku, menempel kantung telur yang sudah sobek. Dan di seluruh wajahnya, merayap sekitar delapan laba-laba seukuran kepalan tangan orang dewasa.",[104,4740,4741],{},"\"Gaaaaaaa!\"",[104,4743,4744],{},"Oh, akhirnya menetas ya. Anak-anak laba-laba itu tertutup bulu hijau. Warnanya sama dengan induk laba-laba yang menggerakkan satu kakinya waktu itu. Laba-laba, anakmu sudah menetas nih.",[104,4746,4747],{},"Aku melihat ke arah bangkai laba-laba di sudut kuil. ...Yang itu juga sebaiknya segera dikubur di luar. Sekalian bersihin kuil deh.",[104,4749,4750],{},"\"Gaaaaaa! Gaaaaaa!\"",[104,4752,4753],{},"Oh ya, cek dulu spesiesnya. Aku memusatkan kesadaran pada laba-laba yang menempel di wajah Sobatku yang sedang berteriak.",[104,4755,4756,4759,4764,4769],{},[116,4757,4758],{},"[[Baby Aranea]: Monster Peringkat E]",[116,4760,4761],{},[119,4762,4763],{},"Anak laba-laba berbulu.",[116,4765,4766],{},[119,4767,4768],{},"Menyimpan berbagai potensi, tapi karena banyak musuh alami, sedikit yang bisa bertahan sampai dewasa.",[116,4770,4771],{},[119,4772,4773],{},"Pahit, tapi tak disangka enak.",[104,4775,4776],{},"Induknya Aranea juga kan. Musuh alami banyak, ya. Tenang saja, orang yang sedang kalian kerubungi sekarang pasti bakal membesarkan kalian jadi laba-laba hebat.",[104,4778,4779],{},"\"Gaaaaaa, Aaaaaaaa!\"",[104,4781,4782,4783,4786],{},"...Sudah waktunya ditolong. Aku menepuk wajah Sobatku pelan beberapa kali dengan kaki depan. Anak-anak laba-laba yang merayap di wajah Sobatku berjatuhan (",[111,4784,4785],{},"botoboto","). Ada yang terbalik, ada yang langsung bangun dengan cepat dan mulai merayap di dalam kuil. Sobatku menempelkan dagunya ke tanah, lemas tak berdaya.",[104,4788,4789],{},"\"Gua...\"",[104,4791,4792],{},"Mengerang rendah, menatapku dengan mata memelas. Matanya berkaca-kaca. ...Yah, kalau nempelin kantung telur di muka, sudah kuduga bakal begini jadinya. Memang harusnya dihentikan ya.",[104,4794,4795,4798,4799,4802],{},[111,4796,4797],{},"Sya-sya, sya-sya. Sya-sya, sya-sya."," Kupikir itu suara anak laba-laba, ternyata itu suara gesekan bulu kaki mereka. Suara ",[111,4800,4801],{},"sya-sya"," dalam jumlah besar bergema di dalam kuil, agak menyeramkan. Ini sih bagi manusia yang nyawanya terancam sama monster Peringkat E, pasti bakal jadi teror sungguhan. Padahal seingatku Aranea itu spesies yang tenang.",[104,4804,4805,4806,4809,4810,4813],{},"Tiba-tiba, terdengar suara tulang ",[111,4807,4808],{},"karakoro",". Sambil berhati-hati dengan langit-langit, aku menoleh ke belakang, Aro dikepung oleh anak-anak laba-laba. Menghadapi anak-anak laba-laba yang mendekat perlahan, dia memutar lehernya (",[111,4811,4812],{},"karakara",") melihat sekeliling.",[104,4815,4816],{},"Sesaat gerakan laba-laba berhenti, lalu seolah dikomando, mereka serentak menyerbu Aro. Suara langkah kaki yang luar biasa terdengar.",[104,4818,4819],{},"Saat aku mendekat dan memanjangkan leher, Aro memanjatku dengan panik seolah nyawanya dipertaruhkan. Sebelum anak-anak laba-laba mengejar, aku mengangkat kepala lagi. Anak-anak laba-laba itu sepertinya langsung kehilangan minat pada Aro, dan menyebar sesuka hati di dalam kuil.",[104,4821,4822],{},"Mereka ini benar-benar bebas ya...",[104,4824,4825],{},"Aro gemetaran. Pasti ketakutan setengah mati. ...Diturunkan nanti saja kalau sudah agak tenang.",[104,4827,2317],{},[104,4829,4830],{},"Sobatku sepertinya masih belum lepas dari trauma wajahnya dikerubungi, dia lebih diam dari biasanya.",[104,4832,4833],{},"Woi, yang bilang mau melihara kau kan? Urus dan didik yang benar dong?",[104,4835,4836],{},"Menerima tatapanku, Sobatku membuang muka pelan-pelan. I, ini anak...!",[104,4838,4839],{},"Tapi... aku ragu apa ini benar-benar bisa kutangani. Sekarang sih Peringkat E, tapi kalau tumbuh bakal makin besar kan? Monster kan pertumbuhannya cepat banget, kalau semuanya jadi Peringkat B, salah-salah aku bisa mati. Kalau mereka memberontak aku bisa kalah. Daripada sembarangan dibesarkan, bukannya lebih baik dikembalikan ke alam biar nggak ada penyesalan?",[104,4841,4842],{},"Saat aku melihat ke arah anak-anak laba-laba sambil berpikir, mereka sedang berkumpul di bangkai induk laba-laba. Awalnya satu ekor, lalu dua, tiga, makin bertambah. Dan tanpa sadar kedelapannya sudah berkumpul semua.",[104,4844,4845],{},"...Hm? Sedang apa? Bukan sedang berkabung kan.",[104,4847,4848],{},"Lagi-lagi kedelapannya bubar dengan cepat. Bangkai induk laba-laba sudah hilang. Kalau diperhatikan, hanya tersisa sedikit bulu hijau kusam yang berserakan. ...D, dimakan.",[104,4850,4851],{},"Yah, mungkin di kalangan laba-laba itu hal biasa sih! Baru lahir butuh nutrisi, aku paham sih!",[104,4853,4854],{},"Mungkin karena perut kenyang dan puas, anak-anak laba-laba itu berkumpul di pojok dalam kuil dan mulai tidur.",[104,4856,4857],{},"Mereka ini benar-benar bebas ya, woy. Gimana nih. Serius mau dipelihara?",[104,4859,4860],{},"Aku melihat ke arah Sobatku. Sobatku memanjangkan lehernya dengan takut-takut ke arah anak-anak laba-laba yang sedang tidur, mendekatkan wajahnya.",[104,4862,2317],{},[104,4864,4865],{},"Lalu seolah puas, dia menghela napas lega. Dia berbalik menghadapku.",[104,4867,4868],{},[111,4869,4870],{},"'Pelihara! Gue, pelihara!'",[104,4872,4873],{},"S, serius lu. Tadi bukannya lu agak ketakutan?",[104,4875,4876],{},[111,4877,4878],{},"'Gapapa! Aman!'",[104,4880,4881],{},"...Hmm, y-yah, lihat situasi dulu sambil mikir deh. Aro juga ketakutan.",[104,4883,4884],{},"Untuk sementara aku meninggalkan anak-anak laba-laba dan keluar dari kuil.",[104,4886,4887],{},"Pohon yang tumbuh di depan kuil menyadari kehadiranku, membuka mata, mencabut akarnya, dan mulai bergerak.",[104,4889,4890],{},"Lesser Treant. Treant biasanya menancapkan akarnya kembali ke tanah untuk beristirahat.",[104,4892,4893],{},"...Tapi, Naga Jahat, Tengkorak, Laba-laba, Treant. Makin ramai saja, atau lebih tepatnya ini beneran sudah masuk rute Raja Iblis kan.",[104,4895,4896],{},"Untuk hari ini tujuan utamanya adalah menaikkan level Aro dan mencari makanan. Yah soal makanan, rasanya sebentar lagi bakal ada yang bawa persembahan lagi sih. Ada satu lagi yang bikin penasaran. Soal Manticore yang kabur itu. Jelas dia bakal datang lagi menyerang desa dalam waktu dekat, jadi aku ingin segera membereskannya.",[104,4898,4899],{},"Lagipula kata-kata Miko Dewa Naga 'kalau kabur ke arah sana tidak perlu khawatir' itu juga mengganjal. Memangnya ada apa di sana? Sekalian saja kupastikan sambil leveling dan cari makan.",[99,4901,2018],{"id":2017},[104,4903,4904],{},"Sesuai rencana, aku memutuskan jalan-jalan di hutan membawa Aro. Menghindari pemukiman suku Lithoviar dengan memutar jauh, tujuannya mengejar Manticore yang kabur. Di perjalanan aku juga ingin menyelesaikan urusan makanan dan leveling Aro.",[104,4906,4907,4908,4911],{},"Para anak laba-laba kalau dibawa keluar sepertinya bakal susah dikontrol, jadi kuminta Lesser Treant untuk menjaganya. Saat aku minta tolong pakai isyarat, dia mengangguk-angguk (",[111,4909,4910],{},"kokukoku",") menerima walau tanpa ekspresi. Tadi tiba-tiba dahannya dipasangi jaring laba-laba sih, tapi Lesser Treant pasti bisa menanganinya dengan baik. Aku percaya itu.",[104,4913,4914,4915,4919],{},"Aku berjalan di hutan sambil mencari hawa keberadaan manusia dengan ",[116,4916,4917],{},[119,4918,1415],{},". Aro yang sekarang tidak boleh sampai terlihat manusia. Kalau Dewa Naga jalan-jalan bawa tengkorak, kepanikan pasti tak terhindarkan.",[104,4921,4922],{},"Lagipula karena jaraknya cukup jauh dari pemukiman, harusnya tidak akan sering ketemu... tapi baru saja dipikirkan, aku merasakan hawa seperti manusia dari kejauhan. ...Tidak boleh lengah.",[104,4924,4925],{},"Sekarang tidak terasa hawa membunuh atau kegembiraan, jadi sepertinya tidak sedang bertarung. Kali ini menghindar saja deh.",[104,4927,4928],{},"Lagipula aku sedang mengacak-acak tempat yang kata Miko tidak perlu dipedulikan, entah kenapa rasanya lebih baik kalau suku Lithoviar tidak sadar. Mungkin tidak perlu sampai sembunyi-sembunyi banget, tapi rasanya agak canggung. Aku juga tidak mau dianggap tidak percaya pada mereka.",[104,4930,4931],{},"Kira-kira sudah sampai di posisi berlawanan dengan pemukiman belum ya, di situlah aku berhenti sejenak.",[104,4933,4934],{},"Ingin rasanya terbang sebentar buat cek posisi... tapi, kalau begitu pasti bakal kelihatan... hmmm, gimana ya.",[104,4936,4937,4938,4941],{},"Lagipula aku tidak buru-buru juga, coba keliling-keliling asal dulu deh... Saat berpikir begitu, terdengar suara kunyahan tidak sopan ",[111,4939,4940],{},"guccha guccha, kuccha kuccha"," dari ujung hutan. Ada sesuatu yang sedang memakan daging di arah tujuanku.",[104,4943,4944],{},"Jangan-jangan Manticore!? Aku meletakkan Aro pelan-pelan, lalu lari kencang untuk memastikan sumber suara itu.",[104,4946,4947],{},"\"Fugo, fugo?\"",[104,4949,4950],{},"...Yang ada di balik pohon adalah monster mirip babi. Matanya tertutup daging yang menggelambir, dan tidak punya leher. Benar-benar persis babi hitam besar.",[104,4952,4953],{},"Babi hitam itu melirikku sekilas lalu mengangkat lehernya. Darah menetes dari mulutnya. Di bawah kepala babi hitam itu, tergeletak monster seperti rusa biru dengan isi perut terburai. Entah karena kewaspadaannya rendah atau sangat percaya diri dengan kekuatannya, babi hitam itu tidak lari walau melihatku.",[104,4955,4956],{},[252,4957],{"alt":4958,"src":4959,"title":4958},"image_00024","/images/n04/05/00024.jpeg",[104,4961,4962,4963,4967],{},"...Cuma babi ternyata. Tidak, tidak boleh lengah. Orang ini punya skill ",[116,4964,4965],{},[119,4966,1877],{}," lho. Pasti babi yang punya nama besar. Yah bercandanya udahan dulu... level rendah tapi Peringkat D ya. Tapi kecepatan dan serangannya agak rendah. Aro pun harusnya bisa tahan satu serangan. Pas banget buat leveling Aro.",[104,4969,4970],{},"\"Fugoooo!\"",[104,4972,4973],{},"Sepertinya si babi hitam marah karena mengira mangsanya mau direbut. Padahal di depan matanya ada yang jauh lebih enak dari rusa biru lho. Introspeksi diri dikit napa.",[104,4975,4976],{},"Aku menoleh ke Aro yang mengikuti di belakang. Aro mengangguk, lalu melewatilewatiku dan berdiri di depan babi hitam.",[104,4978,4979],{},"Setelah memastikan Aro maju ke depan, aku menyusutkan badan agar tidak memprovokasi babi hitam. Kalau aku ikut campur sembarangan, EXP yang didapat Aro bakal berkurang. Aro sepertinya tidak bisa memberikan serangan efektif pada Forest Great Crab (D-), jadi melawan Oin-oin (D) mungkin agak berat.",[104,4981,4982],{},"Tapi, kali ini ada aku sejak awal. Karena aku bisa menghentikan pertarungan kapan saja kalau berbahaya, Aro juga harusnya lebih mudah menyerang. Babi hitam ini bukan tipe kecepatan, jadi serangannya harusnya kena.",[104,4984,4985],{},"Kalau bisa memberikan kerusakan besar, EXP yang masuk juga harusnya bertambah. Kalau beruntung bisa bawa dia sampai hampir evolusi. Tidak, kalau bisa bermain dengan sempurna, ada kemungkinan langsung evolusi.",[104,4987,4988],{},"Saat Aro maju, babi hitam itu makin bersemangat.",[104,4990,4991],{},"\"Fugooo!\"",[104,4993,4994,4995,5000],{},"Babi hitam berteriak marah, menendang tanah dengan kaki belakang dan melompat ke depan. Aro mengarahkan tangannya ke kaki babi hitam yang mendekat. Cahaya yang keluar dari tangannya menyentuh tanah di jalur babi hitam. Tanah berubah bentuk, sedikit menonjol. Skill ",[116,4996,4997],{},[119,4998,4999],{},"Clay"," yang dipelajari Aro saat evolusi.",[104,5002,5003],{},"\"Fugo!?\"",[104,5005,5006],{},"Babi hitam tersandung tonjolan itu dan jatuh, bahu kanannya menghantam tanah. Bagus. Memanfaatkan gerakan lurus babi hitam, dia memasang jebakan dan mematahkan aksinya. Babi hitam memang punya serangan dan kecepatan yang rendah untuk ukuran Peringkat D, tapi tetap saja jauh di atas Aro. Kalau bertabrakan langsung dari depan pasti kalah cepat, dan kalau kena satu pukulan saja sudah cukup untuk membuatnya sulit melanjutkan pertarungan. Jadi yang bisa dilakukan Aro adalah membuat celah lawan seperti ini, memberikan kerusakan sedikit demi sedikit untuk meningkatkan persentase EXP yang didapat nanti.",[104,5008,5009,5010,5013,5014,5016],{},"Aro menjulurkan tangan kirinya ke depan. ",[111,5011,5012],{},"Goki",", terdengar suara patah, dan lengan kirinya jatuh dari bahu lewat lengan baju. Aro merendahkan posisi, lalu mengambil tulang lengan atas dari tulang-tulang yang jatuh itu. Tulang lengan kiri lainnya selain lengan atas jatuh berjatuhan (",[111,5015,4808],{},") mengikuti gravitasi. Aro mengayunkan tulang lengan atas kiri yang digenggamnya itu dari bawah ke atas, menghantam pangkal kaki depan kanan babi hitam.",[104,5018,5019],{},"\"Fugoo!\"",[104,5021,5022,5023,5026],{},"Dengan suara tumpul ",[111,5024,5025],{},"gosu",", babi hitam menjerit.",[104,5028,5029],{},"I, itu lengan... nanti bisa ditempel lagi kan?",[104,5031,5032,5033,5036],{},"Aro mengayunkan tulangnya lagi dari sisi sebaliknya. Kali ini sepertinya mengincar wajah babi hitam. Babi hitam menahan tulang itu dengan mulutnya, lalu memutar leher mencoba menyeret Aro. Aro dengan cepat melepaskan tangannya dari tulang itu, lalu mundur ke belakang dengan cepat. Babi hitam memuntahkan tulang itu (",[111,5034,5035],{},"pu!",") lalu menggelindingkannya di tanah, dan memelototi Aro.",[104,5038,5039],{},"Babi hitam menggaruk tanah pelan seolah memeriksa kaki depan yang dipukul tadi. Lalu menyipitkan mata dengan kesal.",[104,5041,5042],{},"Kalau kaki depannya bermasalah, itu keberuntungan besar. MP Aro tidak terlalu tinggi. Kalau mananya habis, dia cuma bisa bertarung pukul-pukulan. Kalau kekuatan kaki babi hitam bisa dikurangi cukup banyak sebelum MP habis, dalam adu pukul murni pun dia harusnya bisa bertarung sedikit.",[104,5044,5045],{},"Menerima hantaman sekeras itu, HP babi hitam harusnya berkurang sedikit lah... pikirku sambil cek status, tapi HP Oin-oin cuma berkurang 5.",[104,5047,5048,5049,5053,5054,5056],{},"Kerusakan saat jatuh karena ",[116,5050,5051],{},[119,5052,4999],{},", kerusakan saat kaki depannya dipukul tulang sekuat tenaga, kerusakan saat menerima serangan dengan mulut, semua ditotal cuma 5 ",[111,5055,113],{},". Mungkin rinciannya 1, 3, 1. ...Yah, memburu peringkat di atas memang berat ya. Aku juga seingatku memburu peringkat di atas itu waktu lawan Giant Tortoise dan Giant Centipede. Dua-duanya aku beri luka fatal di luar serangan langsungku.",[104,5058,5019],{},[104,5060,5061],{},"Babi hitam menyerang lagi. Hawa membunuhnya lebih pekat dari tadi. Kecepatannya nyaris tidak berkurang, tapi larinya goyah ke kiri kanan. Ternyata kerusakan di kaki depan membuatnya susah lari.",[104,5063,5064,5065,174],{},"Aro mengarahkan tangan ke babi hitam yang mendekat. Babi hitam menyeringai, menendang tanah sekuat tenaga dan melompat ke udara. Mungkin dia berpikir melompat bisa menghindari gangguan ",[116,5066,5067],{},[119,5068,4999],{},[104,5070,5071,5072,5076],{},"Tapi, naif. Kali ini Aro mengarahkan tangannya bukan ke tanah, tapi ke tubuh babi hitam. Tornado kecil keluar dari ujung tangan Aro, menyerang babi hitam yang ada di udara. Sihir ",[116,5073,5074],{},[119,5075,1101],{},". Tornado kecil itu buyar begitu menabrak babi hitam. Tapi karena itu, babi hitam di udara kehilangan keseimbangan dan jadi tak berdaya.",[104,5078,5079],{},"Aro berlari di bawahnya, sambil memukul kaki depan babi hitam dengan tangan kosong. Sepertinya strateginya mengincar kaki secara menyeluruh. Benar, begitu bagus.",[104,5081,5082],{},"\"Obu!?\"",[104,5084,5085],{},"Babi hitam jatuh dengan wajah menghantam tanah. Setelah bangkit dia mengibaskan kepala, menjatuhkan kotoran tanah di wajah. Sementara itu Aro memungut kembali tulang lengan atas kanannya yang tadi dimuntahkan babi hitam, dan menggenggamnya dengan tangan kiri.",[104,5087,5088],{},"...Tapi, walau bisa dibilang lancar, batas Aro mulai terlihat. Sejauh ini Aro terus memberikan kerusakan sepihak ke babi hitam, tapi itu karena dia punya MP.",[104,5090,5091,5092,5094,5095,5097],{},"Kerusakan pada babi hitam memang menumpuk pelan-pelan, tapi dasar HP-nya masih belum terlihat. Sementara itu, MP Aro sudah kurang dari setengah. Mulai dari sini tinggal seberapa banyak Aro bisa memberi ",[111,5093,113],{}," ke babi hitam. Aku juga harus mulai cari ",[111,5096,2419],{}," buat bantu.",[104,5099,5100],{},"Kaki depan kanan babi hitam sepertinya sudah parah. Jalannya sempoyongan, agak miring ke kiri. Wajar saja. Diserang sebertubi-tubi begitu.",[104,5102,5103],{},"Aro memungut ulang tulang lengan atasnya, memasang kuda-kuda, dan mengarahkannya ke babi hitam. Aro juga tahu sisa MP-nya sedikit. Dia pasti berniat meminimalkan penggunaan skill, memanfaatkan keunggulan jangkauan tulang lengan atasnya dan kerugian cedera kaki lawan untuk bertarung.",[104,5105,5106],{},"\"Fugoo! Fugo!\"",[104,5108,5109],{},"Babi hitam menendang tanah dan melompat, membulatkan badannya di udara. Dia mendarat sambil berputar, dan menggelinding menerjang Aro. Aro sepertinya sadar kalau usahanya menyerang kaki tadi sia-sia, dia ternganga kaget. Dia mematung dalam posisi memegang tulang.",[104,5111,5112,5113,5117,5118,5122,5123,5127,5128,5132,5133,5137],{},"Memang kalau ada ",[116,5114,5115],{},[119,5116,1877],{},", menyerang kaki tidak bisa mengurangi mobilitasnya. Tapi, bukan berarti tidak ada gunanya. Dia berhasil mendesak babi hitam sampai terpaksa menggunakan ",[116,5119,5120],{},[119,5121,1877],{},". ",[116,5124,5125],{},[119,5126,1877],{}," memang kuat. Kecepatan dan kekuatan serangannya meningkat. Aku juga dulu selalu mengandalkan skill itu. Makanya aku tahu kelemahan ",[116,5129,5130],{},[119,5131,1877],{},". Kelemahan terbesar ",[116,5134,5135],{},[119,5136,1877],{}," adalah, tentu saja, gerakan lurusnya yang tidak bisa belok tajam. Walaupun kalah cepat, kalau tahu arah gerakannya, harusnya bisa diatasi.",[104,5139,5140],{},"Babi hitam menggelinding mendekati Aro. Aro mundur menyamping, berdiri di samping pohon. Babi hitam bergerak mengejar Aro.",[104,5142,5143,5144,5148,5149,5153],{},"Aro mengarahkan tangan ke babi hitam, menciptakan tornado kecil. Dia berniat membelokkan lintasan babi hitam dengan ",[116,5145,5146],{},[119,5147,1101],{}," dan menabrakkannya ke pohon. Tadi dia mundur menyamping juga mungkin untuk memancingnya ke dekat pohon. Si Aro, dia bisa melihat kelemahan ",[116,5150,5151],{},[119,5152,1877],{}," dengan tepat. Hebat juga.",[104,5155,5156,5157,5161,5162,5166],{},"Kalau begini harusnya bisa... pikirku, tapi ",[116,5158,5159],{},[119,5160,1877],{}," babi hitam tidak terpengaruh oleh ",[116,5163,5164],{},[119,5165,1101],{},". Dia menghancurkan tornado itu, dan terus berusaha melindas Aro. Aro spontan berlindung di balik pohon.",[104,5168,5169,5170,5174,5175,174],{},"Keputusan bagus. Di sana susah diserang ",[116,5171,5172],{},[119,5173,1877],{},"... pikirku, tapi babi hitam sambil mengurangi kecepatan, memutar mengelilingi pohon satu putaran. Tentu saja, Aro yang bersembunyi di balik pohon jadi korban ",[116,5176,5177],{},[119,5178,1877],{},[104,5180,5181],{},"Aro terpental sekitar dua meter dan jatuh dengan punggung menghantam tanah. Aro mencoba bangkit, tapi seolah kehabisan tenaga dia kembali ambruk ke tanah.",[104,5183,5184],{},"Serangan barusan sepertinya memberi kerusakan cukup parah. HP sih bisa dipulihkan, tapi MP-nya sudah batasnya. Sepertinya, sudah tidak mungkin lagi... sampai di sini saja.",[104,5186,5187,5188,5192],{},"Babi hitam melepaskan ",[116,5189,5190],{},[119,5191,1877],{}," setelah menabrak Aro, menyeret kakinya di tanah untuk mengerem dan mematikan momentum. Dia mendekati Aro sambil menyeret kaki depan kanannya.",[104,5194,916],{},[104,5196,5197,5198,5122,5202,5205],{},"Sobatku bersuara, cahaya hitam membungkus Aro. Memulihkan HP dengan ",[116,5199,5200],{},[119,5201,549],{},[111,5203,5204],{},"Nice"," Sobat. Oke, Aro, cepat menjauh dari babi hitam dan kembali sini.",[104,5207,5208],{},"Begitu pikirku, tapi begitu bangkit Aro langsung menggenggam tulang dan memukul babi hitam.",[104,5210,5211],{},"\"Go!\"",[104,5213,5214],{},"Babi hitam yang berniat memberi serangan terakhir, menerima serangan itu telak dari depan. Mengincar celah babi hitam yang goyah, dia mengayunkan satu pukulan lagi.",[104,5216,5217],{},"\"Gabu!\"",[104,5219,5220],{},"Kena telak di kepala. Babi hitam sempoyongan tapi dengan cepat mundur menjauh, menghindari ayunan ketiga Aro.",[104,5222,5223],{},"A, Aro? Tidak, bagus sih, tapi jangan terlalu memaksakan diri. MP-mu sudah hampir kosong. Tubuhmu bisa hancur beneran lho.",[104,5225,5226,5227,5231],{},"Babi hitam mengambil jarak lagi lalu membulat, menerjang Aro dengan ",[116,5228,5229],{},[119,5230,1877],{},". Aro merendahkan pinggul, menjulurkan tulang yang digenggamnya ke arah babi hitam. Dan dari depan, dia menusukkan tulang itu ke tubuh babi hitam seolah memaksanya masuk.",[104,5233,5234],{},"\"Gumoo!\"",[104,5236,5237,5238,5242],{},"Babi hitam menjerit. Tapi momentum ",[116,5239,5240],{},[119,5241,1877],{}," tidak sepenuhnya mati, dan Aro terpental lagi. Tulang lengan atas yang dipegangnya terlempar dan menancap di tanah.",[104,5244,5245,5246,5250],{},"Babi hitam ",[116,5247,5248],{},[119,5249,1877],{},"-nya lepas setelah menabrak Aro, terbalik dengan punggung di tanah. Tapi dia dengan cepat berguling dan bangkit, menatap Aro yang terbaring dengan wajah marah.",[104,5252,5253],{},"Aro dari posisi telungkup, mencoba bangkit dengan satu tangan. Tapi entah karena kurang tenaga atau stamina habis, dia tidak bisa bangun.",[104,5255,5256,5257,5261],{},"M, masih mau tarung? Memang sih, babi hitam juga sepertinya sudah dekat batasnya. Kalau semangatnya masih ada, mungkin bisa menang dengan ",[116,5258,5259],{},[119,5260,549],{}," terus-terusan...",[104,5263,916],{},[104,5265,5266,5267,5270,5271,5273,5274,5276],{},"Sobatku bersuara, cahaya hitam kembali membungkus Aro. Aro bangkit, mencabut tulang lengan atas yang menancap di tanah. Dari situ tinggal adu pukul murni. Babi hitam menerjang, Aro membalas ",[111,5268,5269],{},"counter"," dengan tulang dan mencicil ",[111,5272,113],{}," dengan pasti. Kalau Aro kena ",[111,5275,113],{},", Sobatku langsung menyembuhkan. Setelah mengulang itu beberapa kali, akhirnya tulang lengan atas Aro patah.",[104,5278,5279],{},"\"Fugo, fugoo...\"",[104,5281,5282,5283,5285,5286,5289],{},"Bersamaan dengan itu, babi hitam yang kehabisan tenaga ambruk di tempat. Benar-benar berhasil menghabisi monster peringkat di atasnya. EXP-nya pasti lumayan banyak nih. Kalau aku dan Sobatku fokus ",[111,5284,1425],{}," dengan efisien, bukannya bisa ",[111,5287,5288],{},"farming"," EXP dengan mudah dan cepat?",[104,5291,5292],{},"Aro sempoyongan, lalu terduduk lemas di tempat. Kepalanya miring seolah putus benang, dan gerakannya berhenti.",[104,5294,5295],{},"M, mudah sih nggak ya. Dia gerakin badan paksa pakai sihir penyembuhan. Kalau manusia hidup yang niru, bisa gawat jadinya.",[104,5297,5298,5299,5302],{},"Aku mengelus kepala Aro pelan dengan kaki depan. Bagus, bagus, kau sudah berjuang keras. ",[111,5300,5301],{},"Katari",", lehernya menoleh ke arahku.",[104,5304,5305],{},[252,5306],{"alt":5307,"src":5308,"title":5307},"image_00025","/images/n04/05/00025.jpeg",[104,5310,5311],{},"Ooh! Lv-nya sudah maksimal. Dengan ini bisa evolusi. Kalau beruntung, Aro harusnya makin mirip manusia. Aro pasti berjuang mati-matian demi itu.",[104,5313,5314,5315,5318],{},"Aku menelan ludah (",[111,5316,5317],{},"gokuri","). ...Kalau makin mirip manusia sih bagus. Kalau jadi monster tulang raksasa kan repot.",[104,5320,5321,5322,5327,5328,5332],{},"Evolusi sebelumnya dari ",[116,5323,5324],{},[119,5325,5326],{},"Wight"," ke ",[116,5329,5330],{},[119,5331,3056],{},". Jujur saja, kesannya cuma dari tulang jadi tulang yang jago sihir. Kalau bisa sedikit saja mendekati manusia...",[104,5334,5335],{},"Saat aku memandangi Aro, Sobatku menggerak-gerakkan lehernya dengan antusias.",[104,5337,364],{},[104,5339,5340,5341,5345],{},"Sepertinya dia mau makan babi hitam. Tidak, sebelum itu, tolong pakai ",[116,5342,5343],{},[119,5344,549],{}," buat evolusi Aro dulu dong...",[104,5347,5348],{},"Sobatku mengalihkan pandangan dariku, menatap Aro dalam diam. Aro sepertinya mengerti apa yang ingin dikatakan Sobatku, dia duduk perlahan seolah tidak terjadi apa-apa.",[104,5350,364],{},[104,5352,5353],{},"Sobatku melihat Aro duduk, lalu mulai mendesakku lagi. Langsung saja kuseruduk lehernya.",[104,5355,5356],{},"\"Aga!\"",[104,5358,5359],{},"Makanannya tunggu sebentar napa! Aro sampai perhatian banget gitu!",[104,5361,5362],{},"Aku mengalihkan pandangan dari Sobatku yang ngambek, kembali ke Aro. Aro masih jongkok dan tidak bergerak. Dia mengangkat bahu sedikit lalu menjatuhkan tangan dan kakinya ke tanah, seolah berkata 'Ah, capek deh'.",[104,5364,5365,5366,5368,5369,5373],{},"...Ah, ini sepertinya dia nggak bakal gerak sampai Sobatku selesai makan. Makanya buat apa Aro perhatian banget begitu. Aku melihat Sobatku lagi. Sobatku menunjuk babi hitam dengan dagunya (",[111,5367,4371],{},"). B, bajingan ini... sama sekali nggak introspeksi. Tapi karena butuh ",[116,5370,5371],{},[119,5372,549],{},", aku tidak bisa bikin dia terlalu ngambek. Aku menyerah, dan mendekati babi hitam.",[104,5375,5376,5377,5382,5383,330],{},"Aku menyemburkan ",[116,5378,5379],{},[119,5380,5381],{},"Scorching Breath"," ke babi hitam sambil menahan jangkauan dan kekuatannya. Babi hitam terpanggang bersama rumput di sekitarnya. Rumput berubah hitam jadi abu. Asap mengepul dari babi hitam. Bau daging bakar menusuk hidung, aku pun tanpa sadar mengendus-endus (",[111,5384,5385],{},"sun sun",[104,5387,5388],{},"Hei, Sobat. Aku juga, mau coba makan dikit boleh nggak...",[104,5390,5391,5392,5395,5396,5399],{},"Sobatku menggigit perut babi hitam dalam sekali gigitan, lalu mengangkat lehernya dan menjatuhkannya ke dalam mulutnya sendiri. Mengunyah dengan suara berisik ",[111,5393,5394],{},"baribari",", lalu meludahkan (",[111,5397,5398],{},"peh",") sesuatu seperti bagian tengkorak. Sambil membersihkan daging yang terselip di gigi dengan lidah, dia melihatku dan memiringkan kepala seolah berkata 'ngomong apa lu?'.",[104,5401,5402],{},"B, bajingan ini... Yah, setidaknya suasana hatinya sudah bagus.",[104,5404,5405],{},"Aro melihat Sobatku selesai makan, lalu berdiri perlahan. Sobatku juga tahu tugasnya, dia memanjangkan leher ke arah Aro.",[104,5407,515],{},[104,5409,5410,5411,5415,5416,5419],{},"Sobatku bersuara, cahaya hitam menyelimuti Aro. Rupanya dia langsung pakai ",[116,5412,5413],{},[119,5414,549],{},". Dengan ini harusnya bisa evolusi. ",[111,5417,5418],{},"Juuu",", terdengar suara seperti sesuatu dipanggang. I, ini aman kan? Apa perlu ditolong?",[104,5421,5422],{},"\".......A\"",[104,5424,5425],{},"Dari dalam cahaya hitam, rasanya terdengar suara serak rendah.",[104,5427,5428],{},"Aro kan tulang, harusnya nggak bisa bersuara. Aku dan Sobatku mengamati cahaya hitam itu dengan hati-hati.",[104,5430,5431],{},"Saat cahaya hitam memudar, sesuatu yang mirip manusia muncul dari dalamnya. Tingginya sama, dan memakai baju suku Lithoviar yang compang-camping, jadi aku langsung tahu itu Aro.",[104,5433,5434],{},"Rambut yang menjuntai menutupi matanya. Rambutnya kering dan kasar, sama sekali tidak terasa lembap. Wajah yang sedikit terlihat warnanya hampir sama dengan tanah, begitu juga tangan dan kakinya. Kulit yang sepertinya akan terkelupas jika disentuh. Bukan hanya tulang, ada dagingnya. Daripada daging busuk, rasanya lebih mirip tanah. Aro menyentuh rambutnya, lalu membawa tangannya ke depan wajah.",[104,5436,5437],{},"Aro mematung, menatap tangannya sendiri lekat-lekat. Bagi dirinya sendiri, mungkin wujud ini agak mengejutkan. Meski begitu, tak diragukan lagi dia makin mendekati manusia.",[104,5439,5440,5441,5444],{},"Aro menggerakkan mulutnya (",[111,5442,5443],{},"paku paku","). Sepertinya dia tidak bisa mengeluarkan suara dengan baik.",[104,5446,5447],{},[252,5448],{"alt":5449,"src":5450,"title":5449},"image_00026","/images/n04/05/00026.jpeg",[104,5452,5453,5454,5459,5460,1124,5465,5470],{},"Level skill-nya naik drastis. Yang bertambah... satu Skill Karakteristik, dua Skill Normal ya. ",[116,5455,5456],{},[119,5457,5458],{},"Self-Regeneration"," sih paham, tapi ",[116,5461,5462],{},[119,5463,5464],{},"Earth Doll",[116,5466,5467],{},[119,5468,5469],{},"Flesh Deformation"," itu... kok banyak yang mencurigakan. Cek spesiesnya dulu deh.",[104,5472,5473,5476,5484],{},[116,5474,5475],{},"[[Levana Mage]: Monster Peringkat D]",[116,5477,5478],{},[119,5479,5480,5481,174],{},"Memiliki kekuatan untuk memanipulasi sihir dengan bebas di antara jenis ",[119,5482,5483],{},"Levana",[116,5485,5486],{},[119,5487,5488],{},"Dikatakan jika menemukannya harus segera dibunuh tanpa membiarkannya lolos, karena bisa menambah jumlah kawannya.",[104,5490,5491],{},"S, segera dibunuh ya. Padahal sudah mati sih. Pokoknya, jangan sampai terlihat orang.",[104,5493,5494,5495,5499],{},"Aku penasaran apa arti ",[116,5496,5497],{},[119,5498,5483],{},". Bisa dicek nggak ya.",[104,5501,5502,5505,5510],{},[116,5503,5504],{},"[[Levana]: Monster Peringkat D-]",[116,5506,5507],{},[119,5508,5509],{},"Monster undead yang mendekatkan tanah menjadi daging dengan sihir, dan menempelkannya ke tubuh.",[116,5511,5512],{},[119,5513,5514],{},"Individu yang memiliki kerinduan kuat akan tubuh orang hidup cenderung berevolusi menjadi ini.",[104,5516,5517],{},"Oh begitu. Tadi kupikir mirip tanah, ternyata daging ini aslinya tanah ya.",[104,5519,5520],{},"...Tapi, kerinduan kuat akan tubuh orang hidup, ya. Aku jadi berpikir, aku sudah melakukan hal yang kejam.",[104,5522,5523,5524,5528],{},"Tidak, sudah terlambat. Hal seperti itu sudah kutahu sejak lama. Aku yang salah karena membiarkan Sobatku menggunakan ",[116,5525,5526],{},[119,5527,549],{}," dengan perasaan ringan tanpa tahu apa yang akan terjadi. Karena itulah, sebagai bentuk penebusan dosa, aku sangat ingin mengembalikan Aro menjadi manusia. Aku tahu betul betapa sepinya saat sadar-sadar sudah jadi monster. Mungkin egois bagiku yang bilang begitu, dan mungkin ini cuma kepuasan pribadiku saja.",[104,5530,5531],{},"Tapi meski sudah mendekati manusia, dalam artian tertentu ini evolusi yang merepotkan. Salah-salah bisa jadi musuh suku Lithoviar. Melihat reaksiku, Aro memiringkan kepala dengan cemas. Sedikit tanah rontok dari lehernya. Tenang saja, Aro. Aku pasti akan melindungimu.",{"title":1469,"searchDepth":1470,"depth":1470,"links":5533},[5534,5535,5536,5537],{"id":1500,"depth":1470,"text":1501},{"id":1604,"depth":1470,"text":1605},{"id":1884,"depth":1470,"text":1885},{"id":2017,"depth":1470,"text":2018},3,{},"/novels/tensei-dragon/vol-5/bab-3",{"title":4390,"description":1469},"novels/04.tensei-dragon/05.vol-5/03.bab-3","uyGVohHxf6U9cBpDKw12ElrlCUyGTgZvMEYdaNJ6mGM",{"id":5545,"title":5546,"body":5547,"chapterNumber":6886,"description":1469,"excerpt":1475,"extension":1476,"hidden":31,"meta":6887,"mtl":11,"navigation":11,"path":6888,"publishedAt":1479,"seo":6889,"stem":6890,"volumeNumber":1482,"__hash__":6891},"chapters/novels/04.tensei-dragon/05.vol-5/04.bab-4-1.md","Bab 4: Pemukiman Lainnya - Bagian 1",{"type":96,"value":5548,"toc":6881},[5549,5551,5555,5561,5564,5572,5575,5578,5581,5584,5587,5599,5602,5605,5608,5611,5614,5617,5620,5623,5626,5633,5636,5642,5645,5648,5651,5659,5662,5675,5678,5681,5684,5692,5710,5713,5716,5719,5722,5725,5728,5731,5734,5737,5745,5753,5760,5779,5782,5785,5788,5796,5799,5802,5805,5808,5825,5828,5831,5834,5840,5858,5861,5869,5872,5875,5878,5881,5883,5895,5897,5900,5903,5906,5909,5912,5915,5934,5942,5945,5948,5954,5957,5966,5969,5971,5974,5977,5980,5992,5995,6008,6011,6014,6016,6019,6044,6047,6055,6058,6061,6064,6067,6073,6076,6085,6091,6099,6102,6105,6113,6120,6128,6131,6134,6137,6140,6143,6146,6149,6160,6162,6165,6171,6182,6185,6188,6191,6194,6197,6204,6207,6210,6212,6218,6221,6227,6230,6238,6246,6249,6252,6254,6257,6260,6268,6271,6274,6277,6280,6286,6289,6292,6295,6298,6301,6304,6307,6310,6313,6320,6323,6326,6333,6335,6342,6345,6348,6351,6354,6357,6360,6363,6366,6369,6372,6375,6378,6381,6384,6387,6390,6393,6396,6399,6402,6410,6413,6416,6419,6422,6425,6428,6431,6434,6437,6440,6443,6446,6449,6452,6455,6458,6461,6464,6467,6469,6472,6475,6478,6481,6484,6487,6490,6493,6496,6499,6502,6505,6508,6511,6514,6517,6520,6523,6529,6532,6535,6538,6545,6548,6551,6554,6557,6560,6563,6566,6569,6572,6575,6578,6581,6584,6587,6592,6595,6598,6603,6606,6609,6612,6615,6618,6620,6623,6626,6629,6635,6648,6651,6654,6657,6659,6662,6665,6668,6671,6674,6681,6684,6687,6690,6693,6710,6713,6716,6719,6722,6725,6728,6731,6734,6737,6740,6743,6746,6749,6752,6755,6757,6760,6763,6766,6769,6772,6775,6778,6781,6787,6790,6793,6796,6799,6802,6805,6808,6811,6818,6821,6826,6829,6834,6837,6840,6843,6846,6851,6854,6857,6860,6863,6866,6869,6872,6875],[99,5550,1501],{"id":1500},[104,5552,5553],{},[252,5554],{"alt":1506,"src":1507,"title":1506},[104,5556,5557,5558,330],{},"Aro terlihat agak kesulitan bergerak setelah berevolusi. Karena itu, aku memutuskan untuk menunda keberangkatan sebentar dan mengamati kondisinya. Sepertinya dia belum bisa menggerakkan tubuh tiruan yang terbuat dari daging tanah itu dengan baik. Setiap kali dia menekuk persendian, serbuk-serbuk seperti tanah berjatuhan (",[111,5559,5560],{},"poro-poro",[104,5562,5563],{},"Peringkat Aro saat ini adalah D. Ball Rabbit juga baru bisa kuevolusikan sampai Peringkat D. Mulai dari sini, menaikkan level akan menjadi jauh lebih sulit. Alasan aku bisa sampai sejauh ini sebagian besar karena adanya skill pengganda poin pengalaman dan karena aku menaikkan level mati-matian demi sebuah tujuan.",[104,5565,5566,5567,5571],{},"Meski begitu, dia berhasil berevolusi dari E ke D, dari tulang belulang menjadi wujud berdaging (mirip tanah) dalam sekali lompatan. God Voice juga mengatakan kalau ",[116,5568,5569],{},[119,5570,5483],{}," adalah undead yang memiliki kerinduan pada tubuh fisik. Menurutku, dia sudah masuk ke rute undead yang mendekati manusia. Yah, itu harapan pribadiku sih.",[104,5573,5574],{},"\"A... a, o.\"",[104,5576,5577],{},"Saat aku sedang berpikir, terdengar suara serak. Aku menghentikan lamunanku dan menoleh ke arah sumber suara, yaitu Aro.",[104,5579,5580],{},"Aro tampaknya mulai terbiasa bergerak sambil membunyikan persendiannya. Dia sudah bisa berjalan tanpa terlihat terlalu aneh. Setelah memastikan Aro bisa bergerak dengan cukup baik, kami melanjutkan perjalanan.",[104,5582,5583],{},"Kami memutar jauh menghindari desa suku Lithoviar dan menuju ke arah Manticore melarikan diri. Miko Dewa Naga, Hibi, mengatakan sesuatu seperti 'kalau arah sana, tidak apa-apa'. Itu artinya, dia punya dugaan ke mana Manticore itu pergi.",[104,5585,5586],{},"Artinya, kemungkinan besar Manticore tidak banyak berbelok saat kabur, melainkan lari lurus ke depan. Jika kami terus berjalan ke arah dia melarikan diri, seharusnya kami bisa menemukan keberadaannya.",[104,5588,5589,5590,5594,5595,174],{},"Aku berjalan sambil menyebarkan ",[116,5591,5592],{},[119,5593,1415],{},". Jejak kaki tidak terlihat karena tertutup rumput, dan goresan di pohon ada di mana-mana. Pada akhirnya, aku hanya bisa mengandalkan ",[116,5596,5597],{},[119,5598,1415],{},[104,5600,5601],{},"Hanya tahu arah kasar memang menyulitkan. Rasanya kalau begini terus, kami bisa kehilangan jejaknya... Aku sudah berjalan cukup lama, tapi tidak menemukan tanda-tanda keberadaan apa pun. Aku mencoba menempelkan hidung ke tanah dan mengendus-endus, tapi aku tidak bisa membedakan bau Manticore secara spesifik. Paling-paling cuma bau tanah dan serbuk sari.",[104,5603,5604],{},"Gara-gara terus berjalan di jalan yang asing, lama-kelamaan orientasi arahku jadi kacau.",[104,5606,5607],{},"...Hmm, pencarian Manticore ini sebenarnya lebih condong sebagai bonus dari menaikkan level Aro, sih. Kalau tidak ketemu ya sudah, apa sebaiknya pulang saja? Hibi juga sudah menjamin kalau soal Manticore tidak apa-apa.",[104,5609,5610],{},"Kalaupun kami berhasil menemukan Manticore, jujur saja aku juga tidak punya ide bagaimana cara menangkapnya. Kecepatan larinya tidak bisa diremehkan. Salah-salah, aku malah bisa membuat Manticore yang sudah mengungsi ke sisi ini kembali pindah ke dekat pemukiman manusia lagi.",[104,5612,5613],{},"Aku berhenti dan menoleh ke belakang. Terlihat sosok Aro yang berjalan tertatih-tatih mengikutiku. Aku mengintip ekspresi Aro sekilas.",[104,5615,5616],{},"Mungkin karena wajahnya terbuat dari daging tanah, ekspresinya hampir tidak berubah. Hanya saja, dia terlihat agak gelisah. Dia menoleh ke sana ke mari, melihat ke ujung jalan dengan tidak tenang.",[104,5618,5619],{},"Dari reaksinya terhadap nama orang tuanya, sepertinya Aro masih memiliki ingatan semasa hidup. Mungkinkah dia tahu sesuatu tentang daerah ini dari masa hidupnya?",[104,5621,5622],{},"Tapi, tempat ini cukup jauh dari desa suku Lithoviar. Ada banyak monster juga, jadi seharusnya ini bukan tempat yang bisa didatangi anak-anak suku Lithoviar dengan mudah.",[104,5624,5625],{},"Putar balik, atau kembali. Saat aku bimbang dan menatap ke depan, aku melihat tiga gumpalan tanah liat kecil duduk di dahan pohon. Itu adalah Raran, si Roh Pohon. Mereka benar-benar ada di mana-mana di hutan ini ya.",[104,5627,5628,5629,5632],{},"Salah satu dari tiga Raran itu bertatapan denganku. Lebih tepatnya, bertatapan dengan pola yang mirip mata itu... Raran itu lalu melakukan gerakan menggaruk kepala (",[111,5630,5631],{},"pori-pori","). Jelas sekali dia menyadari keberadaanku.",[104,5634,5635],{},"Dia berdiri, menaruh tangannya di dahan tempatnya duduk, lalu bergelantungan di sana. A, apa yang dia lakukan? Perilaku yang aneh, tapi dua lainnya tampaknya tidak peduli.",[104,5637,5638,5639,5641],{},"Setelah berayun ke depan dan belakang dua atau tiga kali seperti ayunan, dia melompat lurus ke bawah. Debu kecil mengepul. Setelah debu hilang, Raran yang sepertinya gagal mendarat itu perlahan bangkit. Dia lalu berjalan ke arah yang berlawanan denganku. Setelah melangkah sekitar tiga langkah, sosok Raran itu menghilang begitu saja (",[111,5640,3481],{},"). Saat aku menatap ke arah Raran itu pergi, dua ekor lainnya yang seharusnya ada di dahan juga sudah menghilang tanpa sadar.",[104,5643,5644],{},"Rasanya aku menangkap maksud 'Ikutlah'. Tidak, mungkin agak beda. Sikapnya yang terkesan cuek itu lebih terasa seperti, 'Kalau mau ikut, ikut saja'.",[104,5646,5647],{},"...Y, ya sudah, coba ikuti saja deh. Rasanya agak cemas karena seperti ada yang disembunyikan oleh suku Lithoviar. Aku ingin menghilangkan rasa tidak percaya ini.",[104,5649,5650],{},"Aku mengikuti jejak Raran, tapi setelah itu Raran tidak muncul lagi sama sekali. Saat aku berjalan sambil berpikir jangan-jangan mereka cuma kabur dariku, tiba-tiba suara langkah kaki Aro terhenti. Saat menoleh, Aro berdiri diam sambil melihat sekeliling. Gerakannya seperti sedang mewaspadai sesuatu.",[104,5652,5653,5654,5658],{},"Aku memusatkan kesadaran pada ",[116,5655,5656],{},[119,5657,1415],{}," dan memperluas jangkauannya. Di tempat yang agak jauh, tertangkap hawa keberadaan manusia. Aku tidak tahu apakah itu musafir luar yang kebetulan lewat, atau suku Lithoviar.",[104,5660,5661],{},"Tapi, ini jauh dari desa, dan lagi pula arah ini adalah arah Manticore kabur. Aku tidak yakin orang desa itu sengaja pergi berburu sampai ke pedalaman sini. Kalau begitu, musafir?",[104,5663,5664,5665,5669,5670,5674],{},"Tapi, sendirian? Aku ingin melihat kondisinya sebentar, tapi aku tidak boleh membiarkan sosok Aro terlihat. Bagaimana ya... saat sedang berpikir, satu orang lagi tertangkap ",[116,5666,5667],{},[119,5668,1415],{},". Saat aku bingung, satu, lalu satu lagi bertambah. Akhirnya ada total lima orang yang tertangkap radar ",[116,5671,5672],{},[119,5673,1415],{},"-ku. Satu, satu, dan tiga orang terpisah. Mereka berpencar mencari sesuatu? Tapi mereka ini, tidak ada keraguan dalam gerakannya, sepertinya hafal daerah sini. Sepertinya tidak salah lagi mereka suku Lithoviar...",[104,5676,5677],{},"Setelah kelompok bertiga itu berhenti bergerak, salah satu dari mereka berdiri di depan dan langsung menuju ke arahku. Gawat, pasti ketahuan. Mereka punya skill pendeteksi juga rupanya.",[104,5679,5680],{},"K, kabur? Tidak, tapi sebaiknya aku pastikan identitas mereka dulu, kan? Kalau mereka hafal daerah ini, kemungkinan besar mereka suku Lithoviar, dan kalau benar begitu, seharusnya mereka tidak akan langsung menyerang saat bertemu.",[104,5682,5683],{},"Aku ingin tanya ada perlu apa mereka sampai ke sini. Tentu saja, kalau begitu aku harus menyembunyikan Aro entah bagaimana caranya...",[104,5685,5686,5687,5691],{},"Aku meningkatkan fokus pada skill ",[116,5688,5689],{},[119,5690,1415],{}," dan memahami pergerakan tiga grup itu (satu, satu, tiga orang) dengan detail. Awalnya sepertinya hanya satu grup yang menuju ke sini, tapi segera dua orang yang sendirian itu juga mengubah arah menuju ke sini. Dua orang yang terpisah itu, meski berada di tempat jauh, bertingkah seolah menyadari keberadaanku di saat yang bersamaan. Gerakan yang aneh. Kemungkinan besar mereka punya alat komunikasi.",[104,5693,5694,5695,5699,5700,5704,5705,5709],{},"Di ",[116,5696,5697],{},[119,5698,1415],{},", apa mungkin skill tipe ",[116,5701,5702],{},[119,5703,3562],{}," yang bisa dipakai jarak jauh? Tiba-tiba wajah Hibi, Miko Dewa Naga, terlintas di benakku. Kalau tidak salah Hibi juga menyampaikan posisi Abyss yang menghilang kepada para petarung, dan juga memanggilku lewat ",[116,5706,5707],{},[119,5708,3562],{},". Apa mungkin ini Hibi?",[104,5711,5712],{},"Saat aku memiringkan kepala ke arah hawa keberadaan itu dan diam menunggu, Aro juga mulai gelisah sambil melihatku. Melihat reaksiku, dia mungkin tahu secara tidak langsung bahwa ada sesuatu yang mendekat. Tapi, apakah sekadar ada sesuatu yang mendekat bisa membuatnya sepanik ini?",[104,5714,5715],{},"Aro yang sekarang memang gawat kalau ketahuan orang, jadi wajar saja dia waspada pada manusia, tapi rasanya bukan cuma itu. Sepertinya Aro memang tahu tentang tempat ini. Sejak sampai di sekitar sini, rasanya dia terus mewaspadai sesuatu.",[104,5717,5718],{},"Hibi juga bilang kalau Manticore lari ke arah sini, biarkan saja. Sudah pasti ada sesuatu yang diketahui suku Lithoviar di sekitar sini.",[104,5720,5721],{},"Untuk sementara sembunyikan Aro dan lihat situasi dulu. Kalaupun ternyata lawan berniat memusuhi, aku tidak berniat kalah dari lima manusia. Cukup gertak sedikit lalu kabur.",[104,5723,5724],{},"Aku membuka mulut dan melihat Aro. Aro berhenti bergerak, memiringkan kepala karena tidak mengerti maksudku. Lalu sepertinya dia membaca maksudku 'Boleh aku sembunyikan Aro di mulut?', dan gerakannya terhenti. Aro berpikir sejenak, lalu mengangguk kecil.",[104,5726,5727],{},"...Meski tidak tampak di wajahnya, sepertinya dia agak keberatan. Maaf ya, Aro.",[104,5729,5730],{},"\"Aaa! Aaa!\"",[104,5732,5733],{},"Sobatku membuka mulut lebar-lebar, bersuara seolah bilang 'Di sini juga boleh lho'. Aku dengan cepat memasukkan Aro ke dalam mulutku untuk melindunginya. Sobatku bisa saja tidak sengaja menelan Aro bulat-bulat soalnya.",[104,5735,5736],{},"Aku merasakan daging tanah Aro hancur basah oleh air liur dan menempel di dalam mulutku. Bau seperti tanah humus (daun busuk) mengalir dari mulut ke hidungku. ...Memang benar-benar undead ya. Mungkin alasan Aro keberatan tadi adalah ini. Dia sendiri mungkin merasa minder.",[104,5738,5739,5740,5744],{},"Aku mengembalikan kesadaran ke ",[116,5741,5742],{},[119,5743,1415],{},". Orang-orang tadi sudah semakin dekat. Tiga kelompok itu mengepungku dari tiga arah, mungkin untuk menyamakan waktu, mereka berhenti sebentar lalu berlari serentak.",[104,5746,5747,5748,5752],{},"...Ini sih, kemungkinan besar tidak bersahabat. Pokoknya aku harus bertarung tanpa membuka mulut supaya Aro tidak terlihat. Yang kutakutkan adalah kemungkinan dia terdeteksi ",[116,5749,5750],{},[119,5751,1415],{},", tapi karena Aro adalah undead, hawa keberadaannya unik, jadi mungkin tidak akan dianggap manusia.",[104,5754,5755,5756,5759],{},"Terdengar suara angin berdesing ",[111,5757,5758],{},"syuut",". Aku mengibaskan ekor, menepis anak panah yang terbang dari belakang, lalu melirik tajam ke belakang. Di ujung pandanganku, terlihat anak panah yang patah. Ujung panahnya dilumuri cairan hitam. Racun.",[104,5761,5762,5765,5774],{},[116,5763,5764],{},"[[Racun Molz (Modifikasi): Nilai C+]]",[116,5766,5767],{},[119,5768,5769,5770,5773],{},"Racun milik ",[119,5771,5772],{},"Molz"," yang ditambahkan rebusan beberapa jenis tanaman beracun.",[116,5775,5776],{},[119,5777,5778],{},"Sering digunakan oleh suku yang tinggal di hutan untuk berburu.",[104,5780,5781],{},"...Suku yang tinggal di hutan, ya. Ini artinya...",[104,5783,5784],{},"Selagi aku berpikir, anak panah ditembakkan dari arah lain. Maaf saja, walau diolesi racun hebat sekalipun, barang setingkat ini tidak akan menembus kulitku. Gerakannya juga terlalu lambat. Aku membalikkan badan dan menepisnya jatuh.",[104,5786,5787],{},"\"GAAAAAAAAAA!\"",[104,5789,5790,5791,5795],{},"Sobatku mengeluarkan ",[116,5792,5793],{},[119,5794,636],{},". Bukan untuk menggertak atau memprovokasi, tapi murni karena kesal diserang tiba-tiba.",[104,5797,5798],{},"Dari depan, muncul dua pria setengah telanjang memegang tombak. Bahan pakaian dan coraknya terlihat sama dengan suku Lithoviar. Sambil mengacungkan tombak, mereka mendekatiku perlahan. Di mata mereka tersirat emosi kebencian.",[104,5800,5801],{},"Ke, kenapa mereka mengarahkan senjata padaku...",[104,5803,5804],{},"\"Ke, kembali! Memastikan sosoknya adalah tujuan utama!\"",[104,5806,5807],{},"Suara terdengar dari belakang kedua orang itu, aku menoleh ke sana. Ada seorang gadis memegang tongkat besar. Bukan Hibi, tapi dia mengenakan pakaian yang mirip dengan Miko Dewa Naga.",[104,5809,5810,5811,1124,5815,5819,5820,5824],{},"Mungkin wanita itu yang punya ",[116,5812,5813],{},[119,5814,1415],{},[116,5816,5817],{},[119,5818,3562],{}," jarak jauh. Lho? Kalau dia bisa ",[116,5821,5822],{},[119,5823,3562],{},", kenapa barusan dia bersuara...",[104,5826,5827],{},"Wanita itu mengarahkan tongkatnya padaku. Detik berikutnya, cahaya yang sangat menyilaukan menyebar ke seluruh area.",[104,5829,5830],{},"\"Guoo!\" \"Gaaaaa!\"",[104,5832,5833],{},"Sial, sampai berdengung di kepala. Aku yang menatap lurus ke arah gadis itu terkena serangan buta telak.",[104,5835,760,5836,5839],{},[111,5837,5838],{},"gon, gon",", suara Sobatku membenturkan kepalanya ke tanah. Benar-benar teknik khusus pembunuh pemula, tapi kekuatannya lumayan dahsyat juga.",[104,5841,5842,5850],{},[116,5843,5844],{},[119,5845,5846,5847,174],{},"Mendapatkan Skill Resistensi ",[119,5848,5849],{},"Strong Light Resistance: Lv1",[116,5851,5852],{},[119,5853,5854,5855,1903],{},"Level Skill Resistensi ",[119,5856,5857],{},"Confusion Resistance",[104,5859,5860],{},"...Dapat skill yang spesifik lagi. Kalau bisa sih aku tidak mau mengalaminya lagi.",[104,5862,5863,5864,5868],{},"Sambil menyipitkan mata, aku melihat sekeliling. Saat menggunakan ",[116,5865,5866],{},[119,5867,1415],{},", tampaknya kelima orang itu sudah kabur. Mengejar mereka sih mudah, tapi aku tidak berminat. Masalahnya adalah, kenapa suku Lithoviar yang memuja Dewa Naga tiba-tiba menyerangku saat bertemu di dekat sini?",[104,5870,5871],{},"Apa ada sesuatu yang tidak boleh kulihat? Tidak, kalau begitu tujuannya sepertinya hanya untuk memastikan penampilanku... hm? Apa itu berarti, mereka belum pernah melihatku?",[104,5873,5874],{},"Memang wajah-wajah tadi tidak ada dalam ingatanku. Dan saat kabur, mereka berlari ke arah yang berlawanan dengan desa suku Lithoviar.",[104,5876,5877],{},"Serangan terhadap Dewa Naga yang seharusnya menjadi objek pemujaan. Ucapan Hibi bahwa Manticore boleh pergi ke arah sana.",[104,5879,5880],{},"Ja, jangan-jangan pemukimannya terbagi dua? Ditambah lagi mereka saling melempar monster dan menembakkan panah beracun ke objek pemujaan lalu kabur, jelas-jelas mereka bermusuhan. Gi, gimana ini. Walau tidak tahu, aku malah menggiring monster ke pemukiman manusia. Pantas saja mereka memelototiku dengan marah.",[99,5882,1605],{"id":1604},[104,5884,5885,5886,5890,5891,5894],{},"Setelah mereka lari keluar jangkauan ",[116,5887,5888],{},[119,5889,1415],{},", aku menempelkan dagu ke tanah dan menjulurkan lidah. Aro merangkak keluar. Begitu jatuh dari lidah, dia berguling (",[111,5892,5893],{},"goron",") di atas tanah. Mungkin karena air liur, tubuh Aro meleleh di sana-sini. Sepertinya tubuh itu lemah terhadap air. Jujur saja, aku ingin cuci mulut...",[104,5896,2849],{},[104,5898,5899],{},"Saat aku memanggilnya, Aro yang bangkit dengan sempoyongan menoleh padaku. Aku menatap tajam ke arah orang-orang tadi melarikan diri, lalu kembali menatap Aro.",[104,5901,5902],{},"Aku bermaksud menyampaikan, 'Aku akan pergi ke sana, selama itu Aro tolong bersembunyi'. Aro sepertinya mengerti maksudku, tapi dia menunduk dengan cemas.",[104,5904,5905],{},"Informasi tentang pemukiman suku Lithoviar yang satu lagi terlalu sedikit. Aku ingin menghindari tindakan gegabah, tapi meski tidak tahu, akulah yang menggiring Manticore ke sana.",[104,5907,5908],{},"Aku ingin bergerak lebih hati-hati, dan meninggalkan Aro di dekat pemukiman manusia juga bikin cemas. Tapi, kalau dibiarkan lebih lama lagi, korban Manticore akan bertambah.",[104,5910,5911],{},"Aku harus segera membereskan bajingan itu. Lagipula, salah satu tujuanku datang ke sini memang untuk memburu Manticore. Karena lokasinya sudah jelas, aku akan menyelesaikannya di sini.",[104,5913,5914],{},"Aku kembali melihat ke arah mereka pergi. Di ujung sana, harusnya ada pemukiman suku Lithoviar yang satu lagi dan si Manticore. Aku ingin masuk ke desa dan bertanya, tapi sepertinya di sini Dewa Naga adalah target serangan. Aku tidak bisa masuk dengan wujud naga sembarangan.",[104,5916,5917,5918,5922,5923,5928,5929,5933],{},"Kalau begitu cuma ada ",[116,5919,5920],{},[119,5921,1740],{},". Dengan MP-ku sekarang, ditambah kekuatan skill ",[116,5924,5925],{},[119,5926,5927],{},"Auto MP Recovery: Lv6",", aku bisa mempertahankan ",[116,5930,5931],{},[119,5932,1740],{}," selama hampir satu jam. Cukup untuk sekadar bertanya.",[104,5935,5936,5937,5941],{},"Aku akan menyamar jadi musafir, bertanya informasi dengan ",[116,5938,5939],{},[119,5940,1740],{},", lalu menuju ke tempat Manticore dengan wujud manusia. Pemukiman suku Lithoviar faksi Dewa Naga tertipu oleh Manticore yang menyamar jadi manusia dan membiarkannya dirawat di desa. Di pemukiman ini pun, mungkin mereka ramah terhadap manusia luar.",[104,5943,5944],{},"Ditambah lagi, wujud manusia seharusnya bisa memancing kelengahan Manticore. Kalau bertemu dalam wujud naga dia pasti langsung kabur, tapi kalau aku mendekat dalam wujud manusia, dia pasti senang mengira ada mangsa datang. Di celah itu, aku akan memberikan luka fatal di kakinya dan menghabisinya. Ini sudah ketiga kalinya. Kali ini pasti kubunuh.",[104,5946,5947],{},"Cuma, aku harus masuk desa telanjang bulat... yah mau bagaimana lagi. Anggap saja aku diserang monster saat sedang mandi, lalu kabur begitu saja.",[104,5949,5950,5951,330],{},"Aro menatapku lekat-lekat, lalu dengan cepat mengalihkan pandangan ke arah di mana pemukiman satunya berada. Dia kembali menatapku, dan mengangguk kecil (",[111,5952,5953],{},"kokuri",[104,5955,5956],{},"\"...To, lo, ...ng, mohon...\"",[104,5958,5440,5959,5961,5962,5965],{},[111,5960,5443],{},"). Sepertinya sulit baginya untuk bicara, setelah selesai bicara dia terbatuk-batuk (",[111,5963,5964],{},"keho keho","). Serbuk daging tanah beterbangan dari mulutnya. Mungkin tenggorokannya belum sempurna untuk bicara lancar. Kelihatannya menyakitkan.",[104,5967,5968],{},"Hampir tidak terdengar, tapi aku merasa dia berkata 'Tolong pemukiman itu'.",[104,5970,2849],{},[104,5972,5973],{},"Aku bersuara satu kali, lalu menjauh dari Aro.",[104,5975,5976],{},"...Kupikir Aro berasal dari pemukiman faksi Dewa Naga dan bermusuhan dengan pemukiman ini... apa aku salah? Yah, tapi walau bermusuhan mereka masih kerabat. Bagi anak kecil, mungkin sulit untuk membedakannya.",[104,5978,5979],{},"Aku sesekali menoleh ke belakang karena cemas Aro ditemukan. Aro duduk di balik bayangan pohon, tapi saat menyadari aku melihatnya, dia berdiri dan mengangkat kedua tangan, melambai padaku.",[104,5981,5982,5983,5987,5988,5991],{},"Setelah itu aku mulai mencari pemukiman faksi anti-Dewa Naga sambil meningkatkan kewaspadaan sekitar dengan ",[116,5984,5985],{},[119,5986,1415],{},". Terdengar suara sungai ",[111,5989,5990],{},"zaaa",", jadi aku memutuskan mendekat ke sana. Kemungkinan besar mereka hidup di dekat sumber air. Saat aku menyibak pepohonan dan mendekat, ada sungai yang cukup lebar sampai aku bisa berendam di dalamnya. Di seberang sungai, ada pakaian robek dan ember kayu yang dasarnya bolong terbuang. Tidak salah lagi, pasti ada pemukiman di dekat sini. Satu lagi dugaanku terbukti. Jarak yang bisa ditempuh untuk mencuci baju dengan santai berarti sudah sangat dekat. Aku harus waspada.",[104,5993,5994],{},"Nah, saat berpikir untuk menyeberangi sungai, aku sadar wajahku terpantul di permukaan air. Tiba-tiba muncul keraguan.",[104,5996,5997,5998,6002,6003,6007],{},"Tadi aku berencana memancing Manticore dengan berpura-pura jadi mangsa menggunakan ",[116,5999,6000],{},[119,6001,1740],{},", tapi kalau dipikir-pikir lagi, rasanya Manticore cuma memakan perempuan, terutama anak-anak. Yang pertama kulihat dia tolong juga perempuan, Aro juga perempuan. ",[116,6004,6005],{},[119,6006,1740],{}," mengubahku jadi tubuh dewasa, dan parahnya lagi, laki-laki.",[104,6009,6010],{},"Mungkin bisa lebih memancing kelengahan daripada wujud naga... tapi tunggu dulu. Secara fisik mungkin tidak bisa, tapi jenis kelamin mungkin masih bisa diakali. Daripada laki-laki asing yang muncul tiba-tiba, wanita pasti lebih tidak dicurigai. Menghadapi orang desa juga mungkin lebih baik begini.",[104,6012,6013],{},"Aku memeriksa wajah Sobatku.",[104,6015,1676],{},[104,6017,6018],{},"Sobatku memiringkan kepala dengan heran, membunyikan persendiannya. Penjelasan spesies Ouroboros kalau tidak salah begini:",[104,6020,6021,6024,6029,6034,6039],{},[116,6022,6023],{},"[[Ouroboros: Peringkat A]]",[116,6025,6026],{},[119,6027,6028],{},"Naga yang mengetahui keabadian, bertentangan dengan hukum dunia ini. Tidak menjadi tua.",[116,6030,6031],{},[119,6032,6033],{},"Naga berkepala dua yang hermaprodit. Keberadaannya sendiri dianggap sebagai simbol keabadian dan tabu.",[116,6035,6036],{},[119,6037,6038],{},"Menguasai sihir yang menentang dewa dan menistakan kehidupan.",[116,6040,6041],{},[119,6042,6043],{},"Baik HP maupun MP tak terukur dalamnya. Ahli sihir penyembuhan.",[104,6045,6046],{},"Benar, naga berkepala dua yang 'Hermaprodit'. Kalau dipikir secara normal, artinya memiliki kemampuan reproduksi jantan dan betina sekaligus. Tapi, ini naga berkepala dua yang secara khusus punya sifat itu. Kalau dipikir begitu, muncul kemungkinan kalau Sobatku itu tipe betina.",[104,6048,6049,6050,6054],{},"Saat komunikasi lewat ",[116,6051,6052],{},[119,6053,3562],{},", dia pakai kata ganti 'Ore' (Gue/Aku maskulin), tapi kalau itu cuma karena ketularan kebiasaan bicaraku, maka masuk akal. Selama ini tidak pernah butuh jadi tidak pernah terpikirkan, tapi layak dicoba.",[104,6056,6057],{},"Kalau ini berhasil, baik pemburuan Manticore maupun pengumpulan informasi di desa faksi anti-Dewa Naga, tingkat keberhasilannya akan melonjak drastis.",[104,6059,6060],{},"Aku menjelaskan rencana ke depan pada Sobatku.",[104,6062,6063],{},"\"Guo, Guo.\"",[104,6065,6066],{},"Dengar, mulai sekarang aku akan membuatmu menggunakan wujud manusia. Lalu kalau kelihatannya lancar, kita langsung menuju pemukiman faksi anti-Dewa Naga untuk mengumpulkan informasi. Tapi, jangan lakukan hal yang tidak perlu, ya. Aku akan memberi instruksi sebisa mungkin, jadi tolong ikuti saja.",[104,6068,6069,6070],{},"\"Gaa!\" ",[111,6071,6072],{},"'SIAP! GUE, SERAHIN AJA! GUE, LAKUIN!'",[104,6074,6075],{},"Tumben semangat banget. Kok malah jadi cemas ya... apa mending aku saja yang pergi?",[104,6077,6078,6079,6084],{},"Tidak, tapi setidaknya mencoba eksperimen wujud manusia tidak ada buruknya. MP bakal terkuras banyak, tapi kalau segera dihentikan, berkat Skill Karakteristik ",[116,6080,6081],{},[119,6082,6083],{},"Auto MP Recovery"," akan segera pulih.",[104,6086,6087,6088,6090],{},"Kalau begitu kita mulai, siap ya. Saat aku berkonsentrasi, Sobatku mengangguk cepat dua kali (",[111,6089,4910],{},"). Seolah bilang 'cepetan'. Punya rasa ingin tahu yang besar sih bagus, tapi ya...",[104,6092,6093,6094,6098],{},"Saat menggunakan ",[116,6095,6096],{},[119,6097,1740],{},", rasa panas menjalar ke seluruh tubuh. Tubuh menyusut seolah dilelehkan oleh panas. Di sini. Aku menekan kepalaku sendiri sekuat tenaga.",[104,6100,6101],{},"\"GUOOOOOOOOOOOOOO!!\"",[104,6103,6104],{},"Rasa sakit yang luar biasa menjalar di kepalaku. Sakit, sakit banget! Ini, apa tidak apa-apa? Waktu itu Sobatku juga teriak-teriak sih. Kepalaku rasanya tenggelam ke bagian bahu, tapi bisa balik lagi nggak nih?",[104,6106,6107,6108,6112],{},"Di dalam pandangan yang agak menyempit, aku berusaha melihat wajah Sobatku. Wajahnya seperti kadal yang mirip manusia, atau Lizardman. Kalau efek ",[116,6109,6110],{},[119,6111,1740],{}," sudah mulai muncul di Sobatku, apakah begini saja cukup? Kemudian, seolah larut dalam panas, rasa di kepalaku menghilang.",[104,6114,6115,6116,6119],{},"Di tengah sensasi yang samar, pandangan mulai muncul ",[111,6117,6118],{},"boyat",". Awalnya samar seperti memakai lensa mozaik, tapi lama-kelamaan menjadi jelas. Hanya saja, aku tidak bisa menggerakkan bola mata. Mata juga tidak bisa ditutup.",[104,6121,6122,6123,6127],{},"Lho, ",[116,6124,6125],{},[119,6126,1740],{}," jadi gimana? Aku ingin mencoba mengangkat tangan, tapi tubuh tidak bisa digerakkan sesuka hati. Malahan tangan bergerak sendiri, menekan mulut.",[104,6129,6130],{},"\"Ngaaa!\"",[104,6132,6133],{},"Menguap lebar dengan sisa-sisa kebiasaan naga. Suaranya sopran tinggi.",[104,6135,6136],{},"...Ah, ini sih diambil alih Sobatku. Untunglah panca indera masih berbagi.",[104,6138,6139],{},"Sesuai dugaanku, Sobatku ternyata betina. Atau lebih tepatnya, karena tubuhnya sama jadi secara teknis bukan betina murni? Tipe betina? Rumit.",[104,6141,6142],{},"\"Aaa-, a, a, aaaa-! Ooh, suara, suaranya keluar! Terus lengan juga gerak! Gila, keren!\"",[104,6144,6145],{},"Ternyata kau juga paham bahasa ya. Skill Karakteristik berbagi ya. Mungkin ada pengecualian, jadi tidak bisa dipastikan sih.",[104,6147,6148],{},"\"Keren, keren! Tapi ini rasanya kayak bukan badan sendiri!\"",[104,6150,6151,6152,6155,6156,6159],{},"Sobatku kegirangan (",[111,6153,6154],{},"kyakkya",") sambil menepuk-nepuk bahu dan pahanya sendiri (",[111,6157,6158],{},"peta-peta","). Bagiku sih, daripada itu tolong cek wajah di sungai.",[104,6161,916],{},[104,6163,6164],{},"Sobatku menjawab singkat, lalu mengintip ke sungai. Tingginya sepertinya lebih pendek daripada saat aku jadi manusia. Sekitar 160 cm lebih sedikit mungkin. Kulitnya pucat, dan sebagian ada sisik yang menonjol. Di kepalanya tumbuh dua tanduk kecil.",[104,6166,6167],{},[252,6168],{"alt":6169,"src":6170,"title":6169},"image_00027","/images/n04/05/00027.jpeg",[104,6172,6173,6174,5122,6177,6181],{},"Hmm... tanduk dan sisik, ya... Suku Lithoviar bakal memaklumi segini nggak ya. Bisa lah ya, Manticore yang jadi manusia saja dibiarkan masuk dan diobati. Kalau gagal ya gagal, paling buruk tinggal lari ",[111,6175,6176],{},"dash",[116,6178,6179],{},[119,6180,1740],{}," membuat status jadi setengah, tapi kalau lawan manusia sih masih bisa diatasi.",[104,6183,6184],{},"Wajahnya rapi. Matanya besar, hidung dan bibirnya juga seimbang. Dibandingkan aku, tubuhnya jauh lebih ramping. Karena mata dan posturnya, dia terlihat muda, tapi levelnya sudah cukup untuk dibilang cantik.",[104,6186,6187],{},"...Kalau saja tidak ada tanduk dan sisik ini, pasti sempurna buat cari informasi. Tubuhnya juga berlekuk feminin, jadi agak risih kalau dilihat lama-lama. ...Pergi ke desa dengan wujud ini, kok jadi malu ya.",[104,6189,6190],{},"\"Gaaa-! Gaa-! Gahaaa-!\"",[104,6192,6193],{},"Sobatku mendekatkan wajah ke sungai, bermain-main dengan membuka mata lebar-lebar atau mencubit pipinya sendiri. Ngomong-ngomong Sobat, di sekitar situ ada baju robek kan? Setidaknya lebih baik daripada tidak ada, tolong dipakai.",[104,6195,6196],{},"\"Nn...\"",[104,6198,6199,6200,6203],{},"Sobatku memungut baju itu, mengibaskannya pelan untuk membuang air. Meski kesulitan, dia berhasil memakai baju robek suku Lithoviar itu. Tadi sempat terdengar suara ",[111,6201,6202],{},"brebet"," sobek, tapi aku tidak peduli lagi. Sobatku kembali mengintip permukaan sungai, memutar tubuh mengecek baju yang dipakainya.",[104,6205,6206],{},"Daripada itu, cepat pergi ke pemukiman faksi anti-Dewa Naga. Wujud manusia ini paling lama cuma tahan sejam. Harus pergi cepat pulang cepat. Karena ada ember, dari sini harusnya paling lama lima belas menit pemukimannya kelihatan. Kalau lari bisa lebih cepat lagi. Orang tidak akan menentukan tempat khusus buat cuci baju di sungai, jadi pasti pemukiman ada di jarak terdekat dari sini.",[104,6208,6209],{},"Jalan lima belas menit, tanya-tanya tiga puluh lima menit, sepuluh menit buat kabur sekuat tenaga. Paham kan, Sobat?",[104,6211,1676],{},[104,6213,6214,6217],{},[111,6215,6216],{},"Koten",", Sobatku memiringkan kepala.",[104,6219,6220],{},"...Ah, iya deh. Pokoknya buruan ke arah pemukiman. Mungkin ada jejak kaki atau bekas orang lewat, jadi tolong perluas pandangan.",[104,6222,6223,6224,330],{},"Sobatku sepertinya belum terbiasa dengan kaki manusia, dia berlari sambil goyah ke kiri dan kanan (",[111,6225,6226],{},"yota-yota",[104,6228,6229],{},"...Ingin rasanya menyuruh lebih cepat, tapi dipaksa juga percuma.",[104,6231,6232,6233,6237],{},"Setelah maju beberapa menit, ",[116,6234,6235],{},[119,6236,1415],{},"-ku menangkap tiga orang manusia. Mungkin sebagian dari grup yang kabur dariku tadi. Sobatku sepertinya tidak sadar, jadi kuberitahu arah dan jumlahnya.",[104,6239,6240],{},[116,6241,6242],{},[119,6243,2841,6244,660],{},[119,6245,1684],{},[104,6247,6248],{},"Oh, naik ya. Sekarang pun tidak terasa repot, tapi kalau jadi lebih lancar ya lebih bagus.",[104,6250,6251],{},"Pokoknya, kali ini kita harus bisa dipungut ke pemukiman, atau kalau tidak bisa, setidaknya korek informasi. Kuandalkan kau, Sobat. Apa yang harus diomongkan nanti aku yang mikir, kau fokus berakting senatural mungkin.",[104,6253,916],{},[104,6255,6256],{},"Kalau ada masalah, jangan menyerang duluan ya. Sebisa mungkin kita kabur saja. Salah-salah bisa memperparah keretakan antara faksi Dewa Naga dan anti-Dewa Naga.",[104,6258,6259],{},"Saat mengejar ketiga orang itu, aku sadar ada banyak hawa keberadaan di depannya. Pemukimannya sudah dekat sekali. Sepertinya teori pemukiman faksi anti-Dewa Naga memang benar. Oke, dari sini saatnya berjuang.",[104,6261,6262,6263,6267],{},"Sobatku mengikuti instruksiku, menuju ke arah yang ditunjukkan ",[116,6264,6265],{},[119,6266,1415],{},". Sebentar lagi kontak. Kuandalkan kau, Sobat. Jangan sampai mencuri makanan di desa cuma gara-gara lapar ya. Nanti aku kasih makan sepuasnya kok.",[104,6269,6270],{},"\"Iya, iya, tau.\"",[104,6272,6273],{},"Sobatku menjawab asal, lalu berjalan di hutan sambil bersenandung. Uuh... kok rasanya kurang tegang ya.",[104,6275,6276],{},"Bahasa kasarnya yang bertolak belakang dengan penampilan anggunnya ini apa tidak bisa diubah ya. Yah, karena dia bagian dari diriku mungkin mau bagaimana lagi.",[104,6278,6279],{},"Hawa keberadaan di sana tidak menunjukkan pergerakan khusus terhadap kami. Kupikir mereka orang-orang yang tadi, tapi kalau tidak ada reaksi merasakan kami, berarti Miko-nya tidak ada ya. Apa karena wujud manusia jadi dikira teman dan tidak bereaksi, atau karena dekat pemukiman jadi tidak terlalu waspada.",[104,6281,6282,6283,6285],{},"Dengar Sobat, walau mereka agresif, tolong bersikap merendah sebisa mungkin. Jangan sampai menggigit atau memukul. Salah atur kekuatan sedikit bisa jadi gunung mayat. Itu yang paling menakutkan. Kalau terpaksa banget dan tidak tahan, bilang padaku. Saat itu kita ganti haluan lari ",[111,6284,6176],{},", atau paling buruk, harus siap melepaskan wujud manusia.",[104,6287,6288],{},"\"Nggak usah secemas itu napa...\"",[104,6290,6291],{},"Kita sama sekali nggak tahu kondisi dan jenis kelompok pemukiman di sana, jadi harus asumsikan yang terburuk.",[104,6293,6294],{},"\"Bagi gue sih, justru elo yang aneh, udah takut gitu masih aja maksa mau ikut campur.\"",[104,6296,6297],{},"Sobatku berkata begitu tanpa maksud tersembunyi. Seolah bilang dia tidak paham, tapi sekarang sedang senang jadi ya sudahlah.",[104,6299,6300],{},"\"Kan enak tuh, diem di sana, makan makanan yang dibawa manusia, terus kadang-kadang pergi berburu, sisanya miara laba-laba buat bunuh waktu.\"",[104,6302,6303],{},"...Itu juga kedengarannya enak sih, tapi aku tetap penasaran. Sobatku mungkin pola pikirnya lebih mirip naga daripada aku. Makan yang perlu dimakan, sisanya memuaskan rasa ingin tahu dan keluyuran, rasanya agak liar, atau lebih condong ke monster. ...Sekarang sih dia kooperatif jadi aman, tapi aku takut suatu saat pendapat kami bakal pecah.",[104,6305,6306],{},"\"Cuma ngomong doang kok, nggak usah dipikirin dalem-dalem. Badannya kan punya elo.\"",[104,6308,6309],{},"Kalau dia mau menurut sampai batas tertentu aku juga bisa tenang. Tapi, rasanya jadi nggak enak juga. Sekarang Sobatku semangat banget, mungkin karena bisa menggerakkan tubuhnya sendiri dengan kehendaknya sendiri itu hal baru baginya. Sebisa mungkin aku akan buat kesempatan agar Sobatku bisa jadi wujud manusia.",[104,6311,6312],{},"Hawa keberadaan tiga orang itu sudah dekat sekali. Mungkin menyadari senandung atau langkah kaki Sobatku, ketiga orang itu berhenti bergerak. Berkat Sobatku yang memicingkan mata, terlihat tiga bayangan orang di kejauhan. Mereka sepertinya sedang mengamati kami. Bagus, kuandalkan kau. Kalau ada yang aneh segera mundur ya.",[104,6314,6315,6316,6319],{},"Mungkin karena takut suaranya terdengar, Sobatku mengangguk-angguk dalam diam (",[111,6317,6318],{},"koku-koku","). Setidaknya dia ada niat buat hati-hati ya.",[104,6321,6322],{},"Pertama, apa yang harus diucapkan Sobatku. Paling minimal, harus menyampaikan kalau dia adalah musafir. Untuk menyusup ke pemukiman, cara paling cepat dan alami adalah pura-pura terluka seperti Manticore untuk memancing simpati, tapi kalau Sobatku tidak terluka bakal langsung ketahuan. Lagipula luka kecil bakal sembuh sendiri pakai regenerasi otomatis.",[104,6324,6325],{},"Pakai alasan 'diserang monster saat mandi, barang-barang hilang, bersyukur kalau bisa minta makanan' saja kali ya. Wajahnya cantik dan badannya kurus, jadi tidak akan dicurigai. Jelas-jelas tidak bawa senjata.",[104,6327,6328,6332],{},[116,6329,6330],{},[119,6331,1740],{}," tahan sekitar lima puluh menit lagi. Kalau kelamaan harus cari celah buat kabur. Sobat, pokoknya mulai dengan menunjukkan tidak ada niat jahat dan bahwa kau adalah musafir.",[104,6334,1676],{},[104,6336,6337,6338,6341],{},"Aku merasakan otot wajah menegang. ",[111,6339,6340],{},"Tarari",", keringat mengalir di pipi.",[104,6343,6344],{},"...Perasaan ini, pola di mana dia tidak tahu harus ngomong apa secara spesifik ya. Apa mending aku yang ngomong? T, tolong, pokoknya bikin kesan tidak ada niat jahat. Dialognya nanti kusampaikan.",[104,6346,6347],{},"Kelompok bertiga itu mendekat sampai jarak wajah terlihat jelas. Semuanya setengah telanjang, pria-pria bertubuh kekar. Dua orang memegang busur, satu orang di depan memegang tombak. Pria bertombak itu melihat sosok Sobatku dan menurunkan senjatanya. Ekspresi tegang pria itu melunak, mungkin lega melihat sosok Sobatku.",[104,6349,6350],{},"\"Perempuan. Tidak bersenjata, turunkan.\"",[104,6352,6353],{},"Diberitahu oleh pria bertombak, dua orang sisanya menurunkan busur.",[104,6355,6356],{},"\"...Momen yang pas, ya.\"",[104,6358,6359],{},"\"Ya.\"",[104,6361,6362],{},"Dua pria pemegang busur berbisik-bisik membicarakan sesuatu.",[104,6364,6365],{},"Momen yang pas? Ngomongin apa?",[104,6367,6368],{},"\"Woi, diamlah. Aku yang bicara.\"",[104,6370,6371],{},"Pria bertombak memelototi keduanya. Keduanya tersentak kaget dan menutup mulut.",[104,6373,6374],{},"\"Nona, ada perlu apa datang ke hutan ini?\"",[104,6376,6377],{},"\"Eto, lagi, jalan-jalan.\"",[104,6379,6380],{},"Mungkin karena gugup, bahasanya agak kaku. Dua orang di belakang menyipitkan mata, menatap curiga ke arah Sobatku. Kupikir gawat, tapi pria bertombak itu memelototi mereka lagi, membuat bahu mereka tersentak dan kembali tanpa ekspresi.",[104,6382,6383],{},"\"Datang berapa orang? Di mana temanmu?\"",[104,6385,6386],{},"Teman, ya. Ya iyalah. Mana mungkin datang sendirian ke tempat berbahaya begini. Kalau tidak salah, dulu yang datang ke tempat tinggalku dua orang. Tapi di sini seratus kali lebih berbahaya, jadi delapan orang kali ya. Ada Abyss berkeliaran soalnya. Kalau menyusup ke sini cuma berdua, seberapa kuat tuh orang.",[104,6388,6389],{},"\"...Eto, a, a, sama Sobatku, datang berdua.\"",[104,6391,6392],{},"Gawat ni anak, panik dia. Dia setengah menangkap pikiranku, dan malah keceplosan ngomong begitu.",[104,6394,6395],{},"\"Cuma berdua?\"",[104,6397,6398],{},"Pria bertombak mengerutkan alis, lalu mengamati seluruh tubuh Sobatku dengan tatapan menyelidik. Gawat, pemimpinnya juga mulai curiga.",[104,6400,6401],{},"B, benar! Bilang kalau kau penyihir putih yang lumayan terkenal!",[104,6403,6404,6405,6409],{},"Kalau tidak salah, di Skill Gelar Milia ada penyihir putih. Mungkin itu artinya penyihir spesialis penyembuhan. Kalau begini, kalau disuruh membuktikan pun bisa langsung dipraktekkan pakai skill ",[116,6406,6407],{},[119,6408,445],{},", malah kalau dipakai dengan baik bisa bikin mereka berhutang budi. Kalau bisa membuat mereka berpikir kemampuan tempurnya rendah, kewaspadaan mereka juga bisa ditekan.",[104,6411,6412],{},"\"B, biarpun gini aku ini penyihir putih terkenal lho.\"",[104,6414,6415],{},"Ah, terus, bilang Sobatmu sudah mati. Kalau dikira berkeliaran di dekat sini nanti mereka waspada.",[104,6417,6418],{},"\"Sobatku... eto, dimakan serangga gede, mati.\"",[104,6420,6421],{},"Yang keluar spontan Abyss ya. Ternyata trauma beneran.",[104,6423,6424],{},"\"Abyss ya, begitu rupanya. Kasihan sekali. Kau pasti lelah, datanglah ke pemukiman kami.\"",[104,6426,6427],{},"Pria itu dengan mudah melepaskan kewaspadaannya, bahkan langsung mengundang ke pemukiman.",[104,6429,6430],{},"Eh? T, tidak, kami sih bersyukur, tapi. Kok lancar banget ya.",[104,6432,6433],{},"Inikah efek orang cantik. Orang ini, tampangnya super kaku tapi ternyata gampangan ya.",[104,6435,6436],{},"\"Nona, ikutlah. Kalau tubuhmu sudah pulih, akan kami antar sampai ke tempat yang aman di hutan.\"",[104,6438,6439],{},"Pria bertombak membalikkan badan, mulai berjalan kembali ke arah pemukiman berada. Apaan sih si ganteng ini. Orang baik sih boleh saja, tapi gara-gara begitu makanya disusupi Manticore tahu...",[104,6441,6442],{},"Dua pria pemegang busur berdiri kaku. Tapi saat pria bertombak lewat, mereka melirik Sobatku sebentar sambil menutup mulut dengan tangan, lalu memanggilnya.",[104,6444,6445],{},"\"Ya, Yarg. Hei...\"",[104,6447,6448],{},"\"Nanti saja. Sudah kubilang aku yang bicara. Kalian, jangan buka mulut sampai kembali ke pemukiman.\"",[104,6450,6451],{},"Yarg, rupanya itu nama pria bertombak itu. Pria yang memanggilnya tampak tidak terima, mengerutkan alis. Tapi karena Yarg terus berjalan tanpa kata, dia segera menyusulnya.",[104,6453,6454],{},"\"Nona, cepatlah. Kalau bengong saja, kau bakal dimakan Abyss.\"",[104,6456,6457],{},"Ternyata di pemukiman ini pun Abyss adalah musuh alami. Apa mereka ada di seluruh hutan? Aku tidak mau ketemu lagi, tapi sepertinya tidak mungkin ya...",[104,6459,6460],{},"\"O, oke.\"",[104,6462,6463],{},"Sobatku mengangguk kaku, mulai berjalan mengikuti Yarg.",[104,6465,6466],{},"...Agak mencurigakan sih, tapi tidak ada alasan buat nggak ikut. Lagipula, memang itu niat awal kita pakai cara ini.",[99,6468,1885],{"id":1884},[104,6470,6471],{},"Mulai berjalan mengikuti Yarg, hanya dalam beberapa menit kami sampai di pintu masuk pemukiman. Setelah sampai di pemukiman, Yarg memberi isyarat tangan, dan dua pemegang busur itu lari entah ke mana seolah melarikan diri. Mungkin pergi melapor ke Miko atau siapa soal aku.",[104,6473,6474],{},"Dibandingkan faksi Dewa Naga, pemukiman ini ukurannya lebih kecil satu putaran. Jumlah rumah sangat jarang, dan meski berjalan, tidak banyak orang terlihat. Selain itu, rumah yang tersisa pun banyak yang di depannya ditumbuhi rumput panjang, atau dindingnya rusak dibiarkan begitu saja, sekali lihat langsung tahu kalau itu rumah kosong.",[104,6476,6477],{},"Entah karena kurang tenaga kerja, ada ladang yang dibiarkan ditumbuhi rumput liar. Di ladang ada tongkat kayu yang ditancapkan sebagai penanda, tapi tongkat itu pun sudah lapuk, bisa ditebak kalau terakhir kali dirawat mungkin beberapa tahun yang lalu.",[104,6479,6480],{},"Sesekali ada yang melihat ke arah sini dan berbisik-bisik, tapi tidak ada yang mencoba ikut campur. Ada yang berwajah susah, ada juga yang terlihat senang. Aku sulit menangkap bagaimana perlakuan terhadapku di pemukiman ini.",[104,6482,6483],{},"Tapi, dari tadi laki-laki semua. Apa ada kebiasaan perempuan tidak keluar rumah? Tidak, tadi aku lihat Miko sih...",[104,6485,6486],{},"Setelah sampai di pemukiman ini, ada satu hal yang di luar dugaan.",[104,6488,6489],{},"\"Tidak ada luka ya. Kau mengobatinya dengan sihir andalanmu itu ya.\"",[104,6491,6492],{},"\"Ga, ga...\"",[104,6494,6495],{},"Dilarang bilang 'Gaa' lho, Sobat.",[104,6497,6498],{},"\"...\"",[104,6500,6501],{},"W, woi, ngomong sesuatu kek. Selain 'Gaa' aku nggak ngelarang kok.",[104,6503,6504],{},"\"Sepertinya masih bingung. Istirahatlah dengan tenang, tenangkan dirimu.\"",[104,6506,6507],{},"Dibilang begitu oleh Yarg, dia mengangguk dalam diam.",[104,6509,6510],{},"Sejak masuk pemukiman, Sobatku jadi pendiam seperti kucing pinjaman. Kalau begini sepertinya tidak ada kesempatan buat bikin masalah. Sepertinya kebingungan berada di desa manusia yang tidak biasa baginya cukup besar.",[104,6512,6513],{},"Maaf, tapi aku jadi sedikit lega. Tapi, tetap waspada ya, Sobat. Kalau ini benar pemukiman faksi anti-Dewa Naga, begitu identitas asli ketahuan bakal heboh besar, dan pemukiman ini sendiri agak, tidak, sangat mencurigakan. Lebih baik segera kabur sebelum berkembang jadi masalah pelik.",[104,6515,6516],{},"Akhirnya kami sampai di depan rumah besar di ujung pemukiman, yang lebih besar dibanding yang lain.",[104,6518,6519],{},"\"Pertama, harus menghadap Kepala Desa. Mengerti?\"",[104,6521,6522],{},"Sobatku mengangguk tanpa kata.",[104,6524,6525,6526,330],{},"Kepala desa itu ada di ruangan bagian dalam. Duduk di atas alas, diapit oleh wanita muda suku Lithoviar di kiri dan kanan. Karena wajahnya penuh kerutan dalam, mungkin umurnya sekitar lima puluh tahun. Tapi, tubuhnya kekar. Pria yang menyeramkan dengan bola mata yang bergerak liar (",[111,6527,6528],{},"gyoro-gyoro",[104,6530,6531],{},"\"Tuan Nagrom, ada tamu.\"",[104,6533,6534],{},"Nagrom, sepertinya itu nama Kepala Desa.",[104,6536,6537],{},"\"Oho, oho! Begitukah! Itu bagus! Bagus sekali!\"",[104,6539,6540,6541,6544],{},"Nagrom menepis wanita-wanita itu dengan gerakan ringan yang tidak sesuai umurnya, lalu berdiri dan mendekat. Saat dia menyeringai (",[111,6542,6543],{},"nika","), arah kerutan di seluruh wajahnya berubah, menyeramkan. Lagian, napas kakek ini bau. Wajah Sobatku juga terlihat mau menangis.",[104,6546,6547],{},"I, inikah pemimpin pemukiman...? Tidak, jangan menilai orang dari penampilannya kata orang bijak, tapi...",[104,6549,6550],{},"Mengingat batas waktu, aku ingin segera mulai mengumpulkan informasi di sini. Soal Manticore, soal pemukiman ini, dan soal pemukiman satunya dilihat dari sisi pemukiman ini. Minimal hal-hal ini ingin kupastikan.",[104,6552,6553],{},"Supaya bisa pulang dengan tenang, sebisa mungkin aku ingin mengorek informasi dari kakek ini. Bisa saja ada kejadian tak terduga yang bikin membuang waktu.",[104,6555,6556],{},"Ujung alis Sobatku turun. Kelihatan jelas dia meringis. Woi, aku paham perasaanmu, tapi kelihatan di muka tuh. Samarkan dikit napa.",[104,6558,6559],{},"Setelah Nagrom mundur dan duduk kembali, Yarg membuka mulut.",[104,6561,6562],{},"\"Dia mencoba melewati hutan ini dalam perjalanannya, temannya dibunuh oleh Abyss, dan saat sedang kebingungan...\"",[104,6564,6565],{},"\"Oho, oho! Itu pasti berat sekali!\"",[104,6567,6568],{},"Memotong penjelasan Yarg, Nagrom mengangguk antusias. Woi, kakek ini, nggak ada niat dengerin orang ngomong. Dia terang-terangan menimpa ucapan Yarg.",[104,6570,6571],{},"Yarg yang dipotong ucapannya tidak mengerutkan alis sedikit pun. Sudah terlatih dengan baik rupanya.",[104,6573,6574],{},"...Menggali informasi dari orang ini sepertinya bakal susah. Lebih cepat kalau tanya Yarg setelah keluar dari sini. Lagipula aku tidak butuh informasi rahasia yang cuma diketahui kepala desa.",[104,6576,6577],{},"\"E, eto, a...\"",[104,6579,6580],{},"Sobatku mencoba bicara, tapi tersendat dan menutup mulutnya lagi. Kau ini... tunjukkan sedikit saja sifat aslimu dong, oi.",[104,6582,6583],{},"\"Tenggorokannya sepertinya kurang baik. Ah, kau haus ya! Maaf aku kurang peka. Coren, bawakan air untuknya!\"",[104,6585,6586],{},"Wanita yang dipeluk di lengan kanan Nagrom melepaskan diri dengan mulus dan berdiri. Orang ini juga hebat. Diteriaki tepat di telinga begitu tapi tetap tanpa ekspresi.",[104,6588,6589],{},[111,6590,6591],{},"'...Hei, udah, nggak kuat.'",[104,6593,6594],{},"Pikiran dari Sobatku terkirim. Lemah banget mentalnya...",[104,6596,6597],{},"Nggak apa-apa! Habis minum air, ayo segera keluar dari rumah ini! Terus tanya Yarg dan selesai! Dari situ boleh kabur!",[104,6599,6600],{},[111,6601,6602],{},"'...Oke.'",[104,6604,6605],{},"Setelah itu, Yarg menjawab pertanyaan Nagrom, Sobatku diam saja dan makin menyusut di sampingnya... eh, apa gunanya ada Sobatku di sini? Sandiwara macam itu terus berlanjut.",[104,6607,6608],{},"Nagrom menatap lekat-lekat, tanpa sungkan menjilati celah baju compang-camping yang dipakai Sobatku dengan matanya. K, kakek ini...",[104,6610,6611],{},"\"Tuan Nagrom, anu...\"",[104,6613,6614],{},"\"Umu, umu! Tidak, apa, aku cuma penasaran kenapa bajunya begitu. Itu baju bekas suku Lithoviar kita, kan.\"",[104,6616,6617],{},"Yarg mencoba menegur, tapi Nagrom menangkisnya dengan cepat. Kakek ini kuat.",[104,6619,6498],{},[104,6621,6622],{},"\"Karena di dekat sungai. Mungkin, dia diserang Abyss saat sedang mandi, lalu lari meninggalkan barang-barangnya. Karena terpisah dari temannya, dia tidak bisa menghadapi Abyss.\"",[104,6624,6625],{},"Saat Yarg menambahkan, Sobatku mengangguk kaku. Menyampaikan hipotesis di depan orangnya langsung itu gimana ya. Tidak, mungkin hasilnya beruntung karena jadi tidak gampang ketahuan bohongnya. Paling buruk kalau ceritanya nggak nyambung, bisa dialihkan kalau itu cuma omongan sepihak Yarg.",[104,6627,6628],{},"\"Umu, umu! Kalau Coren kembali, suruh dia bawakan baju lain!\"",[104,6630,6631,6632,330],{},"Nagrom berkata begitu, lalu tertawa terbahak-bahak (",[111,6633,6634],{},"kakaka",[104,6636,6637,6638,6642,6643,6647],{},"Itu sih jujur aku bersyukur. Sebelum melepas ",[116,6639,6640],{},[119,6641,1740],{},", aku mau ambil bajunya buat dipakai lagi nanti. ",[116,6644,6645],{},[119,6646,1740],{}," kelemahannya selalu telanjang bulat tiap kali dipakai. Sobat, ucapkan terima kasih di sini.",[104,6649,6650],{},"\"...A, a.\"",[104,6652,6653],{},"\"Ooh Coren, sudah kembali! Tapi lambat sekali, dia sudah lelah menunggu, kan?\"",[104,6655,6656],{},"Tekad Sobatku dipotong dengan mudah dan hancur. ...Kakek ini, nggak bisa diapa-apain dikit apa. Seseorang hentikan kebiasaan buruknya itu dong.",[104,6658,2317],{},[104,6660,6661],{},"Sobatku mengeluarkan suara seolah sudah lelah sekali. Woi, 'Gaa' dilarang.",[104,6663,6664],{},"Sobatku menerima gelas keramik yang diserahkan Coren, melihat sekeliling dengan bingung. Lalu dia mengintip ke dalam gelas, menatap wajahnya sendiri yang terpantul.",[104,6666,6667],{},"Ti, tidak, minum saja sudah. Jangan bilang kau nggak tahu cara minumnya. Cukup bawa ke mulut terus miringkan, cuma gitu aja kok. Nggak ada yang sesulit itu sampai perlu bingung.",[104,6669,6670],{},"\"...Tidak diminum?\"",[104,6672,6673],{},"Ditanya begitu oleh Yarg yang tidak tahan melihatnya, wajah Sobatku yang terpantul di permukaan air menegang seolah membulatkan tekad. Nggak perlu sampai segitunya juga kali...",[104,6675,6676,6677,6680],{},"Dia mengangkat gelas sampai dekat di atas kepala, lalu menuangkan air di dalamnya sekaligus ke dalam mulut. Meski air yang tidak tertampung sedikit tumpah ke pipi dan badannya, itu adalah aksi minum ",[111,6678,6679],{},"one-shot"," yang luar biasa dan tidak sesuai dengan penampilannya. Sayang sekali, itu agak beda dengan yang kubayangkan. Boleh minum lebih pelan lho.",[104,6682,6683],{},"Yarg yang mempertahankan wajah tanpa ekspresi pun, kali ini membelalakkan matanya. Woi Sobat, jangan bikin kesalahan di tempat aneh begini dong... tsu! A, ada apa!?",[104,6685,6686],{},"Tiba-tiba, rasa sakit seperti terbakar menjalar di tenggorokan. Kesadaran berkedip-kedip.",[104,6688,6689],{},"\"Ga, gaa!\"",[104,6691,6692],{},"Sobatku berlutut di tempat dengan menderita.",[104,6694,6695,6702],{},[116,6696,6697],{},[119,6698,5854,6699,6701],{},[119,6700,491],{}," naik dari 5 menjadi 6.",[116,6703,6704],{},[119,6705,5854,6706,6709],{},[119,6707,6708],{},"Paralysis Resistance"," naik dari 4 menjadi 5.",[104,6711,6712],{},"Sekarang bukan waktunya peduli itu woy! S, sial! Mereka meracuni kita! Aku bermaksud waspada, tapi melihat tingkah Nagrom aku jadi lengah.",[104,6714,6715],{},"\"Cih! Muntahkan! Oi, bawa air yang asli ke sini!\"",[104,6717,6718],{},"Seketika senyum Nagrom yang tak bisa ditebak itu runtuh, urat nadi menonjol di pelipisnya. ...Begitu ya, ini sifat aslinya.",[104,6720,6721],{},"\"T, tidak mungkin, diminum semua.\"",[104,6723,6724],{},"Yarg berkata dengan bingung.",[104,6726,6727],{},"\"Coren, berapa banyak racun Molz yang kau masukkan!?\"",[104,6729,6730],{},"\"De, delapan Delk kira-kira...\"",[104,6732,6733],{},"Coren menjawab dengan ragu-ragu. Mendengar itu, wajah Nagrom memerah padam.",[104,6735,6736],{},"\"Kau mau berburu Abyss hah!? Itu tumbal berharga untuk meredakan amarah Manticore! Kalau mati bagaimana!\"",[104,6738,6739],{},"\"Ta, tapi, tapi, biasanya dijilat sedikit saja langsung dimuntahkan...\"",[104,6741,6742],{},"...Benar kan, ada hubungannya dengan Manticore. Nagrom dengan wajah merah padam mengalihkan pandangan dari Coren ke wanita satu lagi.",[104,6744,6745],{},"\"Tana, buat penawar racun yang pekat! Jangan pedulikan efek samping! Mau jadi gila pun tak masalah! Pokoknya jangan sampai mati!\"",[104,6747,6748],{},"\"Ba, baik!\"",[104,6750,6751],{},"Wanita bernama Tana menerima perintah Nagrom dan berlari ke ruangan lain. Yarg mencengkeram bahu Sobatku, memasukkan jari ke dalam mulutnya.",[104,6753,6754],{},"\"Sial! Pokoknya harus dimuntahkan...\"",[104,6756,5787],{},[104,6758,6759],{},"Sobatku, tiba-tiba, menggigit hancur benda asing yang dimasukkan ke mulutnya tanpa ampun.",[104,6761,6762],{},"\"GYAAAAAAAA! JARIKU, JARIKUUU!\"",[104,6764,6765],{},"Yarg berguling-guling di lantai, memegangi tangan kanannya dan berteriak.",[104,6767,6768],{},"\"Jangan main-main! Cepat muntahkan!\"",[104,6770,6771],{},"\"Nggak bisa, jari, jariku putus!\"",[104,6773,6774],{},"Yarg menelungkup sambil menatap tangan kanannya. Dua jari menggelinding di lantai. Wajahnya seperti mau menangis.",[104,6776,6777],{},"\"Mu, mustahil! Kalau manusia menelan jumlah segitu, harusnya alis pun tak bisa digerakkan...\"",[104,6779,6780],{},"Sobatku bangkit berdiri, memelototi Nagrom. Mata Nagrom berubah jadi titik.",[104,6782,6783,6784,1251],{},"\"I, i, ini! Sialan! Dasar ",[111,6785,6786],{},"Demi-human",[104,6788,6789],{},"Nagrom mengambil tombak yang dipajang di dinding dan berdiri, mengarahkan ujungnya ke Sobatku.",[104,6791,6792],{},"\"Beraninya main-main! Kubunuh kalian semua!\"",[104,6794,6795],{},"Sobatku melentingkan tubuhnya dan mengayunkan lengan dengan kuat. Di lantai dekat kakinya, tertinggal dua bekas cakar besar. Nagrom tersentak melihat itu, tapi segera mengencangkan wajah dan merendahkan kuda-kuda.",[104,6797,6798],{},"Yarg sepertinya sudah agak mendapatkan kembali ketenangannya, dia memegang tombak hanya dengan tangan kiri dan memutar ke belakang Sobatku.",[104,6800,6801],{},"\"Yarg, jangan bergerak sembarangan! Orang ini lumayan jago!\"",[104,6803,6804],{},"Nagrom berteriak. Yarg sepertinya baru saja mau bergerak, dia sedikit condong ke depan dan keseimbangannya goyah. Sobatku tidak melewatkan celah itu, menendang lantai dan melompat ke udara.",[104,6806,6807],{},"Sambil tetap di udara dia mengayunkan kaki dengan kuat untuk menggertak Nagrom, lalu memutar badan dan melepaskan tendangan ke arah Yarg. Yarg mencoba menangkis dengan tombak satu tangannya, tapi tentu saja tidak bisa menahan kekuatan itu, dan dengan mudah kalah tenaga hingga tombaknya terlepas. Dia menerima tendangan itu dengan bahu kanan untuk melindungi tubuhnya, lalu terpental dan menghantam dinding.",[104,6809,6810],{},"\"Op, ternyata cuma segini ya. Masih belum biasa nih, pakai badan ini.\"",[104,6812,6813,6814,6817],{},"Sobatku mendarat, lalu menekuk-nekuk lengan (",[111,6815,6816],{},"koki-koki",") untuk memastikan gerakannya. Lalu dia membidik Yarg yang bersandar di dinding dengan tatapan kosong, dan menarik lengannya.",[104,6819,6820],{},"Ke, kenapa jadi begini. Tu, tunggu bentar stop! Sobat stop! Maaf tapi berhenti dulu!",[104,6822,6823],{},[111,6824,6825],{},"'Haah!? Sobat, lu terlalu lembek tahu!'",[104,6827,6828],{},"Bukan, kalau ngamuk terus di sini beneran bisa jadi perang antar desa tahu!",[104,6830,6831],{},[111,6832,6833],{},"'Udah nggak bisa diberesin lagi kali yang kayak gini!'",[104,6835,6836],{},"Kalau kabur sekarang masih bisa diatur kok!",[104,6838,6839],{},"Lalu kita kumpulkan informasi ulang di desa faksi Dewa Naga, terus ke sini lagi... tidak, kalau begitu selama waktu itu, desa ini bakal hidup dalam ketakutan pada Manticore. Entah berapa orang yang bakal mati sampai persiapan selesai.",[104,6841,6842],{},"...Tadi Nagrom bilang, tumbal Manticore. Kalau begitu, kalau sengaja tertangkap, kemungkinan besar bakal dibawa langsung ke tempat Manticore.",[104,6844,6845],{},"Sobat... anu, susah mintanya sih, tapi bisa nggak pura-pura pingsan? Akting kalau racunnya baru berefek sekarang gitu.",[104,6847,6848],{},[111,6849,6850],{},"'...Lu serius ngomong gitu?'",[104,6852,6853],{},"Walau tidak tahu soal desa ini, yang bawa Manticore ke sini kan aku... Kalau waktu itu aku berhasil membunuhnya, desa ini tidak akan sampai sejauh ini mengumpulkan tumbal. Tolonglah, aku pasti balas budi kok.",[104,6855,6856],{},"\"...Cih.\"",[104,6858,6859],{},"Sobatku berdecak lidah, lalu berjongkok meringkuk di tempat.",[104,6861,6862],{},"\"A, akhirnya racunnya bekerja...\"",[104,6864,6865],{},"Nagrom berkata dengan sangat lega, menurunkan senjatanya.",[104,6867,6868],{},"\"Hasilnya sih bagus, meracuninya adalah keputusan tepat. Kalau mencoba menekan dengan kekuatan saja, mungkin kita semua sudah dibunuh.\"",[104,6870,6871],{},"...Tidak, racunnya nggak terlalu ngefek sih sebenarnya.",[104,6873,6874],{},"Yarg sepertinya sudah siap mati, matanya terbelalak dan napasnya kasar. Tapi melihat Sobatku tidak bisa bergerak, dia ambruk lemas di tempat, menekan jari kanannya yang meneteskan darah dengan tangan kiri.",[104,6876,6877],{},[252,6878],{"alt":6879,"src":6880,"title":6879},"image_00028","/images/n04/05/00028.jpeg",{"title":1469,"searchDepth":1470,"depth":1470,"links":6882},[6883,6884,6885],{"id":1500,"depth":1470,"text":1501},{"id":1604,"depth":1470,"text":1605},{"id":1884,"depth":1470,"text":1885},4,{},"/novels/tensei-dragon/vol-5/bab-4-1",{"title":5546,"description":1469},"novels/04.tensei-dragon/05.vol-5/04.bab-4-1","D7HWy9pKgJjbjLP8qV7JXcUU0Kw23HvKdpvCFpSl8PE",{"id":6893,"title":6894,"body":6895,"chapterNumber":1482,"description":1469,"excerpt":1475,"extension":1476,"hidden":31,"meta":8068,"mtl":11,"navigation":11,"path":8069,"publishedAt":1479,"seo":8070,"stem":8071,"volumeNumber":1482,"__hash__":8072},"chapters/novels/04.tensei-dragon/05.vol-5/05.bab-4-2.md","Bab 4: Pemukiman Lainnya - Bagian 2",{"type":96,"value":6896,"toc":8064},[6897,6899,6902,6905,6908,6914,6917,6920,6923,6929,6932,6935,6942,6945,6948,6951,6954,6957,6960,6968,6971,6974,6977,6980,6983,6986,6994,6997,7004,7012,7015,7018,7021,7024,7027,7033,7036,7039,7042,7045,7048,7051,7054,7057,7060,7063,7066,7069,7072,7075,7078,7081,7084,7087,7090,7093,7096,7099,7102,7105,7108,7111,7114,7117,7120,7123,7126,7134,7137,7140,7143,7146,7149,7152,7161,7164,7167,7170,7173,7181,7184,7187,7192,7195,7200,7203,7208,7211,7214,7217,7220,7223,7226,7229,7232,7235,7238,7246,7249,7252,7258,7263,7266,7279,7282,7288,7291,7294,7297,7300,7303,7311,7317,7320,7323,7326,7329,7332,7335,7338,7341,7344,7347,7350,7355,7358,7363,7366,7371,7374,7379,7382,7385,7388,7391,7394,7397,7400,7403,7408,7411,7414,7421,7424,7427,7430,7433,7439,7442,7445,7448,7451,7454,7457,7460,7463,7466,7469,7472,7475,7478,7481,7484,7487,7490,7493,7496,7499,7502,7507,7510,7513,7516,7519,7527,7530,7533,7536,7539,7542,7545,7548,7551,7554,7557,7560,7563,7566,7569,7574,7577,7583,7588,7591,7596,7599,7602,7610,7613,7618,7621,7624,7627,7630,7637,7640,7643,7646,7649,7652,7657,7660,7665,7668,7673,7676,7679,7682,7685,7688,7694,7697,7700,7703,7712,7715,7717,7720,7728,7731,7734,7737,7740,7753,7756,7763,7766,7769,7772,7775,7778,7781,7787,7790,7793,7796,7799,7807,7810,7813,7819,7822,7825,7828,7831,7839,7847,7855,7858,7861,7864,7867,7870,7873,7876,7879,7882,7885,7888,7891,7894,7897,7900,7903,7906,7909,7912,7915,7918,7921,7924,7927,7930,7933,7936,7939,7942,7945,7948,7951,7954,7956,7959,7962,7965,7968,7971,7974,7977,7980,7983,7986,7989,7992,7995,7998,8001,8004,8007,8010,8013,8016,8019,8022,8025,8028,8031,8034,8037,8040,8043,8046,8049,8052,8055,8058,8061],[99,6898,2018],{"id":2017},[104,6900,6901],{},"Setelah itu, Sobatku yang ambruk di lantai diikat dengan tali besar melingkar-lingkar oleh Nagrom dan kawan-kawan. Sekarang dia jadi seperti ulat kantung. Sobatku memelototi Yarg dengan tatapan tidak terima.",[104,6903,6904],{},"\"...Benar-benar tidak apa-apa begini?\"",[104,6906,6907],{},"Yarg bergumam cemas.",[104,6909,6910,6911,6913],{},"\"I, ini tali untuk mengikat Graphant. Tidak apa-apa... se, seharusnya. Walau ",[111,6912,6786],{},", dia cuma manusia sama seperti kita.\"",[104,6915,6916],{},"Nagrom berkata seolah meyakinkan dirinya sendiri.",[104,6918,6919],{},"Sobatku mendengar ucapan Nagrom, lalu memberikan sedikit kekuatan pada lengannya. Terdengar suara tali berderit. 'Gampang nih', begitu pikiran Sobatku yang tersampaikan padaku. Ja, jangan diputus di sini sekarang ya.",[104,6921,6922],{},"\"Tapi... padahal sudah minum racun Molz sebanyak itu, dia kelihatan masih sehat...\"",[104,6924,6925,6926,6928],{},"\"...Cuma ketahanan racunnya yang kuat. Sifat ",[111,6927,6786],{}," itu lebih sudah ditebak daripada monster, begitu kata ayahku dulu.\"",[104,6930,6931],{},"Tatapan Sobatku sejak tadi terkunci pada Yarg. Karena ini sudut pandang Sobatku jadi aku tidak bisa melihat wajahnya, tapi aku bisa dengan mudah membayangkan wajah Sobatku yang cemberut sedang memelototi Yarg.",[104,6933,6934],{},"Saat mata mereka bertemu, bola mata Yarg bergerak sedikit. Sepertinya dia sengaja menahan diri untuk tidak membuang muka. Pasti ada rasa bersalah.",[104,6936,6937,6938,6941],{},"\"...Tuan Nagrom, jika kita jadikan ",[111,6939,6940],{},"demi-human"," ini sebagai tumbal, bukankah malah akan membuat Manticore marah? Kalau suasana hatinya memburuk, dia mungkin akan mengajukan permintaan aneh lagi.\"",[104,6943,6944],{},"\"Selama tetap diikat tali, harusnya tidak masalah.\"",[104,6946,6947],{},"Seperti dugaanku, memang untuk tumbal Manticore. Mendengar soal 'permintaan' dan semacamnya, sepertinya Manticore itu meminta tumbal rutin sebagai ganti tidak menyerang manusia secara membabi buta.",[104,6949,6950],{},"Ngomong-ngomong, saat Manticore menduduki kuil Dewa Naga juga agak aneh. Anak yang ada di kuil itu memakai topeng. Waktu itu kupikir semua orang suku Lithoviar memakainya, tapi kalau diingat-ingat, yang pakai topeng cuma anak itu dan orang-orang yang membawakan persembahan untukku.",[104,6952,6953],{},"Meskipun diasumsikan bahwa yang berhubungan erat dengan Dewa Naga yang memakai topeng, tetap aneh kenapa anak-anak itu memakainya. Ini murni spekulasi, tapi jangan-jangan tumbal juga dipakaikan topeng? Wajah anak yang dibawa sebagai tumbal pasti bukan sesuatu yang ingin dilihat lama-lama oleh orang lain. Kalau di sini mereka menyerahkan tumbal untuk mencegah Manticore mengamuk, tidak aneh kalau di desa seberang juga melakukan hal yang sama.",[104,6955,6956],{},"Kalau begitu, apa Aro... juga tumbal? Pantas saja ibunya sangat terpukul. Kalau disuruh menyerahkan anak sendiri pada monster karena keputusan desa, siapa yang tidak gila.",[104,6958,6959],{},"Bagi Manticore, manusia mungkin makanan mewah di antara jenis makanan lainnya. Kalau dia makan sepuasnya, desa sekecil ini pasti sudah kosong sejak lama. Fakta bahwa dia hanya mengincar anak-anak yang jumlahnya sedikit juga menguatkan dugaan itu.",[104,6961,6962,6963,6967],{},"Tapi, itu berakhir hari ini. Begitu sampai di depan Manticore, aku akan melepas ",[116,6964,6965],{},[119,6966,1740],{}," dan langsung menggigitnya sampai mati.",[104,6969,6970],{},"\"...Gaa.\"",[104,6972,6973],{},"Sobatku menggeram rendah sambil mengertakkan gigi. ...Aku mengerti perasaanmu, tapi tolong tahan sedikit.",[104,6975,6976],{},"Mendengar geraman Sobatku, Yarg seolah teringat sesuatu dan menekan tangan kanannya dengan tangan kiri pelan-pelan.",[104,6978,6979],{},"\"Yarg, mau minta orang lain saja?\"",[104,6981,6982],{},"\"Ti, tidak, karena saya yang membawanya.\"",[104,6984,6985],{},"\"Begitu ya. Kalau begitu, kuandalkan padamu. Hati-hati jangan sampai digigit lagi.\"",[104,6987,6988,6989,6993],{},"Tangan kanan Yarg dibalut perban tebal. ...Jari itu, pasti tidak bisa kembali. ",[116,6990,6991],{},[119,6992,445],{}," paling banter cuma bisa menghentikan pendarahan dan mempercepat penyembuhan alami.",[104,6995,6996],{},"Yarg pergi ke bagian dalam rumah sebentar, lalu kembali membawa karung goni seukuran manusia dan topeng bulat berbentuk hewan yang disambung dengan kain. Topeng itu, mau dipakaikan ke aku ya. Benar-benar tepat sasaran.",[104,6998,6999,7000,7003],{},"Saat Yarg hendak memakaikan topeng ke Sobatku, Sobatku sengaja membunyikan giginya dengan suara ",[111,7001,7002],{},"gatik-gatik",". Gerakan Yarg terhenti sesaat, bahunya tersentak kaget. A, aku mengerti perasaanmu, tapi hentikanlah...",[104,7005,7006,7007,7011],{},"Setelah memakaikan topeng ke Sobatku, Yarg membaringkannya dan memasukkannya ke dalam karung. Tapi, yang bikin cemas di sini adalah waktu. ",[116,7008,7009],{},[119,7010,1740],{}," paling lama cuma tahan tiga puluh menit lagi. Kalau sampai saat itu belum sampai ke tempat Manticore, bisa gawat. Kalau waktunya mepet, aku harus memikirkan cara kabur.",[104,7013,7014],{},"Yarg memasukkan Sobatku ke karung, lalu memanggulnya dan mulai berjalan. Awalnya terdengar suara orang bicara dan langkah kaki orang lain. Tapi setelah sekitar sepuluh menit, suara selain langkah kaki Yarg hampir tidak terdengar lagi. Apa sudah sampai di tempat Manticore?",[104,7016,7017],{},"\"Oi Tatalk, ini aku.\"",[104,7019,7020],{},"Yarg berhenti dan memanggil seseorang.",[104,7022,7023],{},"\"Tuan Yarg, itu... siapa?\"",[104,7025,7026],{},"Suara balasan terdengar. Meski sopan, suaranya berat, terasa lebih tua dari Yarg.",[104,7028,7029,7030,7032],{},"\"Musafir. ",[111,7031,6786],{}," yang kuat, hati-hati jangan sampai dia melepas talinya.\"",[104,7034,7035],{},"Akhirnya sampai juga. Tapi, aku harus menghadapi Manticore dengan MP kosong melompong. Asalkan bisa serangan dadakan, pertarungan fisik saja harusnya cukup sih...",[104,7037,7038],{},"\"Anak-anak lain... para tumbal, apa mereka tidak melepas talinya?\"",[104,7040,7041],{},"\"Itu tali khusus anti-monster. Tuan Nagrom yang mengikatnya dengan kuat. Mereka yang sudah lemah itu tidak mungkin bisa melepasnya.\"",[104,7043,7044],{},"\"...Benar juga.\"",[104,7046,7047],{},"Hm? Ada tumbal lain juga?",[104,7049,7050],{},"Saat aku berpikir begitu, karung diletakkan di tanah. Yarg dan Tatalk berdua mengeluarkan Sobatku dari karung.",[104,7052,7053],{},"\"Minggir...\"",[104,7055,7056],{},"Setelah keluar dari karung, Sobatku mengibaskan kepala, menjatuhkan topeng tumbal itu. Yarg melirik Sobatku tajam, tapi sepertinya tidak berniat memakaikannya lagi.",[104,7058,7059],{},"Nah, setelah keluar dari karung akhirnya aku bisa melihat sekitar. Di depan terbentang gunung batu. Dari celah-celah batu abu-abu itu, tumbuh pohon di sana-sini.",[104,7061,7062],{},"Sesuai dugaan, Tatalk terlihat lebih tua dari Yarg. Umurnya... susah ditebak, tapi mungkin sekitar tiga puluh lebih sedikit. Entah karena kurus kering atau memang wajahnya tua, kulitnya terlihat tidak sehat dan membuat orang ingin menaksir umurnya lebih tua.",[104,7064,7065],{},"Yarg dan Tatalk mendekati gunung batu, lalu berdua menggeser batu besar. Saat batu itu bergerak, terlihat lubang di bawahnya. Tatalk mengintip ke dalam lubang itu dengan hati-hati, lalu menggelengkan kepala dengan sedih.",[104,7067,7068],{},"\"Tuan Nagrom bilang orang luar cocok karena kasih sayang pada tumbalnya tipis, tapi sepertinya kau tidak cocok jadi penjaga tumbal. Akan kusampaikan padanya.\"",[104,7070,7071],{},"Ditegur oleh Yarg, Tatalk menegakkan punggung dan menoleh padanya.",[104,7073,7074],{},"\"Ti, tidak ada hal seperti itu. Serahkan pada saya.\"",[104,7076,7077],{},"Yarg menatap Tatalk dengan curiga, tapi segera mengalihkan pandangan dan kembali ke dekat Sobatku. Dia memegang pinggang Sobatku untuk membuatnya berdiri, lalu membawanya ke depan lubang.",[104,7079,7080],{},"\"Wahai musafir. Kalau mau membenci, bencilah...\"",[104,7082,7083],{},"\"Puih.\"",[104,7085,7086],{},"Sobatku meludahi wajah Yarg dari jarak dekat, lalu melompat sendiri ke dalam lubang. Tingginya lebih dari tiga meter, tapi Sobatku mendarat dengan indah meski tangannya tidak bisa digunakan.",[104,7088,7089],{},"Tapi, Sobat... anu, aku nggak bilang itu nggak boleh sih...",[104,7091,7092],{},"\"Hah, ada masalah?\"",[104,7094,7095],{},"Tidak, tidak ada... Maaf, justru kau menahan diri dengan baik. Aku benar-benar berterima kasih. Maaf selalu memaksamu mengikuti cara pikirku.",[104,7097,7098],{},"Sobatku melihat sekeliling. Di dalamnya terbentang gua yang luas, dan langit-langitnya lebih tinggi dibanding di dekat pintu masuk. Tergantung lokasinya, ada yang tingginya hampir empat meter. Dikelilingi dinding batu di segala sisi, tapi di bagian atas banyak celah antar batu, cahaya masuk dari sana-sini sehingga tidak terlalu gelap.",[104,7100,7101],{},"...Di dalam gua, terlihat sepuluh anak perempuan yang dikurung. Umurnya mungkin sekitar enam sampai dua belas tahun. Dilihat dari penampilannya, tidak salah lagi mereka suku Lithoviar.",[104,7103,7104],{},"Di sekitar mereka, topeng-topeng yang tadi berserakan diletakkan begitu saja. Ada juga tiga anak yang masih setia memakai topengnya. Semuanya berwajah murung, berkumpul di atas alas kotor yang terhampar di sudut gua. Mereka pasti sadar akan kehadiran kami, tapi hampir tidak menunjukkan reaksi.",[104,7106,7107],{},"\"...Oi. Apa ini?\"",[104,7109,7110],{},"Sobatku bersuara. Setelah jeda sesaat, anak perempuan yang paling depan mengangkat wajah dan melihat ke arah kami.",[104,7112,7113],{},"\"Kakak juga, dijadikan tumbal?\"",[104,7115,7116],{},"\"Dijadikan tumbal? Nggak lah, gue sendiri yang mau jadi.\"",[104,7118,7119],{},"\"...Begitu ya?\"",[104,7121,7122],{},"Sobatku berkata dengan nada ketus, lalu menggelengkan kepala kuat-kuat. Anak itu memiringkan kepala sedikit, tapi tidak bertanya lebih lanjut.",[104,7124,7125],{},"...Ini pola yang tidak terlalu bagus dari yang kubayangkan. Ini bukan tempat Manticore berada, tapi tempat mengurung tumbal sebelum diserahkan ke Manticore.",[104,7127,7128,7129,7133],{},"Waktu ",[116,7130,7131],{},[119,7132,1740],{}," juga sudah mau habis. Kalau cuma Sobatku sendiri, bisa saja lepas wujud manusia dan fokus isi MP, tapi ada orang lain begini jadi susah. Apa putusin tali terus kabur dulu?",[104,7135,7136],{},"...Tapi kalau begitu aku tidak tahu lokasi Manticore, dan kalau mau cari nanti pun, Miko desa ini mungkin bisa mendeteksi lagi. Lagipula, peluang serangan dadakan juga berkurang.",[104,7138,7139],{},"Tapi, tidak mungkin mereka bakal mengantar dalam waktu kurang dari dua puluh menit.",[104,7141,7142],{},"Sobatku melihat sekeliling gua. Anak-anak yang sepertinya dijadikan tumbal itu terbagi dua, ada yang menatap curiga, ada yang lemas tidak peduli. ...Bukannya tidak disambut, tapi mereka tidak dalam kondisi untuk menyambut.",[104,7144,7145],{},"\"Uhuk, uhuk.\"",[104,7147,7148],{},"Saat aku bingung harus bagaimana, anak perempuan yang paling depan mulai batuk-batuk. Anak yang tadi bicara dengan Sobatku, yang terlihat agak dewasa. Anak-anak di sekitarnya menatap cemas, tapi tidak ada yang menyapanya. Mungkin mereka juga tidak punya tenaga untuk itu.",[104,7150,7151],{},"Setidaknya ada makanan di dalam gua. Daging kering dan sayuran layu dibungkus kain kotor, ditumpuk di bagian dalam gua. Terlihat lalat mengerubunginya.",[104,7153,7154,7155,7160],{},"Air cuma ada lima tong berjejer, tidak ada gayung atau gelas. Semuanya pasti minum pakai tangan. Kebersihannya sama sekali tidak terjaga. Untuk mandi pun, cuma bisa menyiramkan air ke badan pakai tangan. Tidak mungkin bisa dilakukan dengan mudah. Ditambah lagi hidup bersama di ruang sempit begini. Tidak aneh kalau ada penyakit aneh menyebar. Tidak bisakah dibuat lebih layak sedikit? Aku ingin panggil Ball Rabbit buat spam ",[116,7156,7157],{},[119,7158,7159],{},"Clean"," sampai MP-nya habis.",[104,7162,7163],{},"Maaf, tapi aku tidak punya waktu untuk meratapi buruknya lingkungan di sini. Pikirkan cara kabur. Kalau lepas wujud manusia di sini, pasti bakal panik dan kedengaran sampai penjaga di luar. Kalau mau kabur tanpa terlihat, mending keluar secepatnya selagi masih ada MP.",[104,7165,7166],{},"\"...Malam ini, biar aku saja yang pergi. Tubuhku rasanya sudah tidak kuat.\"",[104,7168,7169],{},"Saat aku sedang berpikir, terdengar suara, dan leher Sobatku bergerak. Itu anak perempuan yang tadi batuk. Dia bicara seolah menenangkan anak-anak di sekitarnya, lalu tersenyum pahit.",[104,7171,7172],{},"Dari cara bicaranya, berarti malam nanti satu orang bakal dibawa ke tempat Manticore ya. ...Malam, ya. MP-ku jelas tidak cukup.",[104,7174,7175,7176,7180],{},"Apa kabur dulu dari sini, cari Manticore, terus pakai ",[116,7177,7178],{},[119,7179,1740],{}," buat memancing kelengahan dan menyerang?",[104,7182,7183],{},"Tapi, aku cemas karena kurang informasi. Aku tidak bisa mendekat dengan pura-pura jadi tumbal, dan mungkin gagal memojokkan Manticore sampai dia kabur lagi. Aku tidak hafal daerah sini jadi pasti kalah langkah, dan terlalu banyak hal yang tidak kutahu tentang desa ini. Tapi setidaknya, aku bisa mengusir Manticore dari desa ini.",[104,7185,7186],{},"...Sobat, aku mau cari informasi sedikit sebelum pergi cari Manticore, gimana?",[104,7188,7189],{},[111,7190,7191],{},"'Tanya apa?'",[104,7193,7194],{},"Yang penting sekarang... perkiraan lokasi Manticore dan hubungan desa ini dengan desa sebelah. Asal tahu itu, kita tidak bakal salah langkah. Ada hal lain yang bikin penasaran sih, tapi itu bisa dicari tahu pelan-pelan nanti. Bisa tanya Hibi juga.",[104,7196,7197],{},[111,7198,7199],{},"'Oke, serahin ke gue.'",[104,7201,7202],{},"Jawabannya meyakinkan padahal tadi gelagapan pas lawan Yarg. Kalau susah, minimal lokasi Manticore aja ya?",[104,7204,7205],{},[111,7206,7207],{},"'Ta, tadi cuma agak kaget doang kok!'",[104,7209,7210],{},"O, oke. Kalau begitu sih bagus.",[104,7212,7213],{},"Sobatku berdiri dengan tangkas walau tubuhnya terikat, lalu mendekati kumpulan anak-anak itu.",[104,7215,7216],{},"Setelah melihat anak-anak itu, dia kembali menatap anak yang paling depan tadi. Memang anak ini yang paling mungkin mau bicara. Kelihatan cerdas dan paling tua.",[104,7218,7219],{},"\"Oi, tadi gue udah tanya, tempat apa ini. Kalian dikurung buat jadi makanan monster?\"",[104,7221,7222],{},"Sobatku bicara dengan lancar tak terduga. Kau, ternyata bisa bicara biasa sama anak-anak ya...",[104,7224,7225],{},"Anak perempuan itu mengangkat wajahnya yang menunduk.",[104,7227,7228],{},"\"Di, di sini, ini... uhuk! Uhuk!\"",[104,7230,7231],{},"\"Ah? Ini?\"",[104,7233,7234],{},"\"Uhuk! Uhuk! Sa, sakit... a, air... tolong ambilkan... air...\"",[104,7236,7237],{},"Anak itu memegangi lehernya, mengulurkan tangan ke tong air. Anak lain berdiri sempoyongan, menyaup air dengan kedua tangan dan membawanya ke arahnya.",[104,7239,7240,7241,7245],{},"\"Cih, bikin kaget aja. ",[116,7242,7243],{},[119,7244,445],{},".\"",[104,7247,7248],{},"Saat Sobatku merapal mantra, cahaya menyelimuti anak itu.",[104,7250,7251],{},"\"Uhuk... lho, kok nggak sakit lagi?\"",[104,7253,7254,7255,7257],{},"Penyakitnya sendiri mungkin belum sembuh, tapi dengan pulihnya stamina, gejalanya jadi jauh lebih ringan. Anak-anak lain dengan panik mengelilinginya, menyentuh tubuhnya dengan heran (",[111,7256,6158],{},"). Mereka berkedip, lalu menatap Sobatku.",[104,7259,7260],{},[111,7261,7262],{},"'Gini kan jadi lebih gampang ngomong.'",[104,7264,7265],{},"Sobatku mengirim pikiran dengan bangga.",[104,7267,7268,7269,7273,7274,7278],{},"...MP-nya jadi agak kritis nih. Yah, konsumsi MP ",[116,7270,7271],{},[119,7272,445],{}," dibanding ",[116,7275,7276],{},[119,7277,1740],{}," sih kecil banget, sekali pakai nggak masalah lah... tapi sisa MP-nya udah mepet banget.",[104,7280,7281],{},"\"He, hebat.\" \"Kakak penyihir putih ya?\" \"Bi, bisakah Kakak sembuhkan bengkak di mata anak ini juga!?\"",[104,7283,7284,7285,330],{},"Anak-anak mengerumuni Sobatku (",[111,7286,7287],{},"wara-wara",[104,7289,7290],{},"Lingkungan seburuk ini. Pijakan susah dilihat, banyak batu tajam. Kotor jadi luka gampang infeksi, tapi tidak bisa dicuci atau diobati. Sihir penyembuhan Sobatku pasti terlihat seperti penyelamatan.",[104,7292,7293],{},"...Tapi walau begitu, kalau menyembuhkan semua orang itu, MP-ku bisa habis. Mempertahankan wujud manusia selama ini saja sudah di ambang batas. Maaf buat anak-anak, tapi ini harus dito...",[104,7295,7296],{},"\"Haa? Y, ya udah deh. Kalian, baris satu-satu.\"",[104,7298,7299],{},"Sobatku berkata begitu, lalu seorang anak perempuan menuntun anak lain berdiri di depan Sobatku. Anak yang dituntun itu memejamkan mata terus, langkahnya tidak stabil. Itu pasti anak yang matanya bengkak tadi.",[104,7301,7302],{},"S, Sobat, dengerin aku nggak!? Kau, jangan-jangan senang dipuji anak-anak ya, woy! Waktu! Waktunya gawat!",[104,7304,7305,7306,7310],{},"Kalau ",[116,7307,7308],{},[119,7309,1740],{}," lepas di dalam desa, entah apa yang bakal terjadi. Salah-salah gara-gara aku hubungan antar desa bisa makin parah...",[104,7312,1246,7313,7245],{},[116,7314,7315],{},[119,7316,445],{},[104,7318,7319],{},"Saat Sobatku merapal, bengkak di mata anak itu mengempis. Bengkak lain dan luka garukan juga sembuh. Anak-anak di sekitarnya bersorak \"Ooh\". Anak itu perlahan menutupi matanya dengan tangan, lalu membukanya.",[104,7321,7322],{},"\"He, hebat... mataku, aku bisa melihat. Padahal tadi dingin terus, sekarang badanku hangat...\"",[104,7324,7325],{},"...Itu sih bagus, tapi anu, Sobat?",[104,7327,7328],{},"\"Ayo, cepetan, yang berikutnya maju. Cuma sampe gue bosen lho ya?\"",[104,7330,7331],{},"Anak-anak serentak menyerbu Sobatku. Sobatku menyembuhkan mereka satu per satu.",[104,7333,7334],{},"\"Te, terima kasih Kak!\"",[104,7336,7337],{},"\"Segini doang mah kecil.\"",[104,7339,7340],{},"\"Anu, anu, siapa nama Kakak!?\"",[104,7342,7343],{},"\"Gue nggak punya nama yang pantes disebut.\"",[104,7345,7346],{},"Dalam beberapa menit, terbentuklah harem Sobatku. Suasana suram di dalam gua sirna, berubah jadi ramai.",[104,7348,7349],{},"...Bagus sih, tapi jangan keasikan woy! Waktu! Waktunya gawat! Sok keren banget sih! Mukanya agak senyum kan tuh! Aku tahu lho!",[104,7351,7352],{},[111,7353,7354],{},"'Tinggal kabur aja kan? Sekarang tanya-tanya juga masih sempet kok.'",[104,7356,7357],{},"...Aku mau keluar dari sini tanpa dilihat orang desa ini.",[104,7359,7360],{},[111,7361,7362],{},"'Bisa diatur lah. Hancurin tutupnya, hajar penjaganya, lari kabur, beres kan? Gampang.'",[104,7364,7365],{},"D, dasar otak naga... Belum tentu nggak ada yang ngejar, kita juga nggak tahu medan. Kalau MP abis nanti sempoyongan, buat jaga-jaga kalau ada kejadian tak terduga juga...",[104,7367,7368],{},[111,7369,7370],{},"'Dari sini tanya cepet terus kabur, nggak ada masalah kan? Udah dapet kepercayaan juga.'",[104,7372,7373],{},"...Mu, mungkin mending nyerah tanya-tanya terus kabur aja kali ya.",[104,7375,7376],{},[111,7377,7378],{},"'Bentar doang kok, tenang aja.'",[104,7380,7381],{},"...Y, yah, kalau kondisinya begini mungkin tanya-tanya juga bakal lancar sih.",[104,7383,7384],{},"\"A, anu, talinya aku lepasin ya!\"",[104,7386,7387],{},"Seorang anak perempuan memutar ke belakang Sobatku dan memegang talinya. Mengikuti anak itu, yang lain juga mulai bergerak ke belakang Sobatku.",[104,7389,7390],{},"\"...Ke, keras.\"",[104,7392,7393],{},"\"Ini tali buat ngiket monster gede...\" \"Ja, jahat! Ini pasti jahat banget!\"",[104,7395,7396],{},"\"Gue bisa lepas sendiri, nggak perlu. Ttt... Hiyah!!\"",[104,7398,7399],{},"Sobatku memutar tubuh, menggigit tali dengan gigi tajamnya. Menggerakkan lengan sekuat tenaga untuk melonggarkan simpul, lalu menggesek tali dengan kuku. Setelah tali cukup terkikis, dia merentangkan lengan ke kiri kanan dengan gagah. Tali putus dan jatuh ke tanah.",[104,7401,7402],{},"\"Ternyata, badan ini tenaganya nggak seberapa ya.\"",[104,7404,7405,7406,330],{},"Sambil menginjak sisa tali, dia membunyikan lehernya (",[111,7407,6816],{},[104,7409,7410],{},"\"...He, hebat.\"",[104,7412,7413],{},"\"Padahal tali yang bisa bikin Graphant nggak gerak, Kakak ini, sebenarnya...\"",[104,7415,7416,7417,7420],{},"Anak-anak perempuan itu ribut kegirangan (",[111,7418,7419],{},"kyakkya waiwai","). ...Entah kenapa kalau giliranmu selalu lancar ya. Aku tiap interaksi sama manusia selalu jadi runyam.",[104,7422,7423],{},"Yah, sama suku Lithoviar di sana sih rasanya lancar-lancar saja.",[104,7425,7426],{},"\"I, itu doang nggak usah diributin napa. Berisik amat.\"",[104,7428,7429],{},"...Oi, suaramu agak seneng tuh.",[104,7431,7432],{},"\"Daripada itu, gue mau tanya. Boleh?\"",[104,7434,7435,7436,7438],{},"Saat Sobatku mulai bicara, anak-anak di sekitarnya mengangguk cepat (",[111,7437,6318],{},"). Semua memasang wajah serius, menatap mata Sobatku. Baru beberapa menit di sini sudah dipuja segininya.",[104,7440,7441],{},"\"Di sini ada dua desa kan. Sana sama sini, apa hubungannya, kasih tau gue.\"",[104,7443,7444],{},"\"...Desa kami, memisahkan diri dari desa sana dan membuat desa baru.\"",[104,7446,7447],{},"\"Memisahkan diri?\"",[104,7449,7450],{},"Sobatku bertanya balik, anak-anak itu mengangguk. Kali ini anak lain yang bicara.",[104,7452,7453],{},"\"Awalnya... desa kami sudah lama memuja dewa naga berkepala dua. Katanya dia datang puluhan tahun sekali, tinggal beberapa tahun di sini... melindungi kami, dan mengurangi jumlah musuh alami.\"",[104,7455,7456],{},"Kupikir Dewa Naga menghilang ke mana, ternyata memang siklusnya pergi beberapa tahun sekali ya. Mengurangi jumlah Abyss terus pergi, nanti kalau Abyss banyak lagi dia balik.",[104,7458,7459],{},"...Bukannya Dewa, itu mah cuma pemburu Abyss doang. Yah, bagi manusia di sini itu pasti sangat berharga sih.",[104,7461,7462],{},"Tapi kalau begini, aku jadi makin bingung apa yang dipikirkan Dewa Naga. Kalau ada ya tinggal terus di sini aja napa. Kalau Dewa Naga balik lagi tiba-tiba, aku harus pasang muka gimana coba.",[104,7464,7465],{},"\"Monster pemakan manusia, Manticore muncul... sekitar sepuluh tahun yang lalu. Saat kami mulai mengerti keadaan, dia sudah ada di desa.\"",[104,7467,7468],{},"Sepuluh tahun, selama itu monster itu ada di sana...",[104,7470,7471],{},"\"Tiga tahun kemudian, Dewa Naga datang. Semua orang percaya ini akan menyelamatkan kami, tapi... Dewa Naga, kabur begitu melihat Manticore. Malah, lewat Miko Dewa Naga, dia mengusulkan untuk menyerahkan tumbal pada Manticore demi menekan korban... katanya.\"",[104,7473,7474],{},"...Waduh, lebih berat dari dugaanku. Dewa Naga, di saat genting malah nggak guna sama sekali.",[104,7476,7477],{},"\"Guaa...\"",[104,7479,7480],{},"Sobatku yang mendengar itu pun menggeram rendah dengan tidak senang. ...Woi, naganya keluar tuh.",[104,7482,7483],{},"\"Saat itu, muncul kelompok yang tidak percaya pada Dewa Naga, mereka tidak bisa tinggal di desa sana lagi... jadi pindah sekeluarga ke sini.\"",[104,7485,7486],{},"\"...Begitu ya.\"",[104,7488,7489],{},"Jadi begitu ceritanya. Pantas saja orang desa sana dingin banget sama orang sini, dan orang sini benci Dewa Naga. ...Tapi, kalau Manticore datang ke sini, akhirnya mereka terpaksa ngikutin usulan Dewa Naga yang mereka benci buat nyerahin tumbal ya.",[104,7491,7492],{},"\"Katanya orang yang punya darah Miko Dewa Naga yang kental juga ditarik waktu itu, gara-gara itu hubungan makin buruk. Soalnya supaya kami bisa bertahan lawan monster, butuh orang yang punya kekuatan Miko...\"",[104,7494,7495],{},"Kupikir di desa ini juga ada Miko, ternyata bukan memuja sesuatu ya. Cuma dihargai karena bisa mendeteksi monster. Karena bajunya sama aku jadi salah sangka.",[104,7497,7498],{},"Nah, tinggal lokasi Manticore... tapi sisa MP, ini beneran udah limit. Sobat, sampai sini dulu. Kita mundur sekarang.",[104,7500,7501],{},"...Apa mending prioritasin lokasi ya. Tapi, kalau ada salah paham soal ini bisa kejebak masalah pelik. Bisa memperjelas ini sih bagus... Terakhir, tanya arahnya aja terus buruan kabur.",[104,7503,7504],{},[111,7505,7506],{},"'Oke.'",[104,7508,7509],{},"Sobatku mengirim pesan padaku, lalu melihat anak di depannya.",[104,7511,7512],{},"\"Oi, Manticore ada di sebelah mana?\"",[104,7514,7515],{},"\"Eh? Eto... ini pintu masuknya, jadi di sana. Tapi, eto, di tengah jalan ada sungai dan gunung batu jadi agak rumit... eto, kalau digambar di tanah...\"",[104,7517,7518],{},"\"...Arahnya aja cukup.\"",[104,7520,7521,7522,7526],{},"Jalannya rumit ya... agak malesin sih... Ada ",[116,7523,7524],{},[119,7525,1415],{}," jadi akhirnya bakal ketemu, tapi kalau kelamaan dan Manticore sadar duluan bisa gawat.",[104,7528,7529],{},"\"Harusnya ada kuil yang dibuat ayah dan yang lain buat nyenengin Manticore, kalau lihat itu pasti tahu. Tapi, kenapa tanya gitu?\"",[104,7531,7532],{},"...Sampai bikin begituan segala. Sobatku mengubah arah tubuh ke lubang masuk, memunggungi anak-anak itu.",[104,7534,7535],{},"\"Oi, kalian. Sobat gue bakal ngelakuin hal gila buat beresin ini, jadi jangan sedih gitu napa. Gue pamit keluar dulu di sini.\"",[104,7537,7538],{},"Sobatku berkata begitu, lalu lari kencang.",[104,7540,7541],{},"\"Ke, keluar?\"",[104,7543,7544],{},"\"Mu, mustahil! Lubangnya setinggi itu... lagipula tutup lubangnya, kalau digeser dari luar sih mungkin, tapi didorong dari bawah...\"",[104,7546,7547],{},"\"Kalaupun bisa keluar, ada penjaga... biarpun Kakak hebat, itu mustahil!\"",[104,7549,7550],{},"Sobatku menendang dinding dan melompat, menendang batu yang menutup langit-langit. Tapi, batu itu cuma terangkat sedikit, tidak cukup untuk terbuka sepenuhnya, dan karena momentum tendangan itu Sobatku jatuh terhempas ke tanah.",[104,7552,7553],{},"\"A, aduh! Sial, sssh.\"",[104,7555,7556],{},"Ke, kenapa!? Walau status setengah, harusnya cukup buat nendang batu segitu... Ja, jangan-jangan, karena kurang MP tubuh manusianya jadi lemah? Tuh kan, kelamaan sih.",[104,7558,7559],{},"\"Kakak!\" \"Nggak apa-apa?\" \"Bertahanlah!\"",[104,7561,7562],{},"Anak-anak berlarian panik.",[104,7564,7565],{},"Ha, harus pikirkan cara keluar. Dilihat dari gerakannya tadi, kemampuan fisiknya masih di atas manusia biasa.",[104,7567,7568],{},"B, benar! Di langit-langit banyak celah kan? Ada yang bisa diruntuhin buat keluar nggak?",[104,7570,7571],{},[111,7572,7573],{},"'.......'",[104,7575,7576],{},"So, Sobat? Eto, Sobat?",[104,7578,7579,7580,330],{},"Sobatku mengangkat lengan. Gemetaran (",[111,7581,7582],{},"puru-puru",[104,7584,7585],{},[111,7586,7587],{},"'...Sori, limit nih.'",[104,7589,7590],{},"Uwoooooooon! Berarti, berarti nggak bisa dong!",[104,7592,7593],{},[111,7594,7595],{},"'Mending dilepas aja kali ya... rasanya badan berat banget.'",[104,7597,7598],{},"Makanya kan kubilang mundur secepatnyaaaa! Yah, aku juga salah sih ngebolehin tadi! Gi, gimana nih! Gimana kalau begini!",[104,7600,7601],{},"TE, tenang. Buang rencana terbaik, pakai rencana cadangan. Dengar dari cerita tadi, asal aku hajar Manticore, kebencian desa ini ke Dewa Naga bakal berkurang.",[104,7603,7604,7605,7609],{},"...Kalau balik jadi naga, aku bakal hancurin langit-langit buat keluar sambil hati-hati biar nggak runtuh. Nggak enak sih, tapi dari situ aku bakal ancam paman penjaga buat nganterin ke tempat Manticore. Setelah agak dekat, aku pakai ",[116,7606,7607],{},[119,7608,1740],{}," buat bikin Manticore lengah. Pakai cara itu.",[104,7611,7612],{},"Tapi penjaga dan tentara desa ini pasti nggak bakal kooperatif, dan kalau ada kejadian tak terduga pasti nggak bisa diatasi. Menghabisi Manticore di sini adalah judi dengan peluang menang kecil. Bukan rencana bagus, tapi mau bagaimana lagi. Kali ini kalau bisa bikin Manticore mundur dari desa ini dan memperbaiki kesan Dewa Naga sedikit saja sudah bagus. ...Sobat, lepas ya.",[104,7614,7615],{},[111,7616,7617],{},"'Sori...'",[104,7619,7620],{},"Ja, jangan minta maaf gitu lah. Aku juga ceroboh dan salah hitung di banyak tempat. Lagipula, belum tentu Manticore bakal lolos kok.",[104,7622,7623],{},"Sobatku memegangi kepala, berteriak pada anak-anak.",[104,7625,7626],{},"\"Kalian, mundur!\"",[104,7628,7629],{},"Kaget dengan teriakan itu, anak-anak mundur menjauh dari Sobatku.",[104,7631,7632,7636],{},[116,7633,7634],{},[119,7635,1740],{}," terlepas, tubuh mengembang seolah didorong dari dalam. Kulit mengeras, kepala satu lagi tumbuh dari bahu. Pandangan sempat terputus, aku membuka mata dalam kegelapan.",[104,7638,7639],{},"Di samping, terlihat kepala Sobatku. ...Sip, tumbuh dengan selamat.",[104,7641,7642],{},"\"Kya, kyaaa!\" \"Tidak mungkin! Ka, kakak itu, Na, Naga...\"",[104,7644,7645],{},"Anak-anak mulai ribut. ...Walau sudah tahu bakal begini, tapi perubahan drastis dari suasana damai tadi bikin perasaan nggak enak. Salah satu anak perempuan yang terpaku bengong, menyipitkan mata tajam, memungut batu yang terguling di kakinya.",[104,7647,7648],{},"\"Ka, ka, kau, menipu kami ya!\"",[104,7650,7651],{},"Batu yang dilempar mengenai pangkal kaki depanku. Tidak sakit. Kulit Ouroboros memantulkan batu itu dengan mudah.",[104,7653,7654],{},[111,7655,7656],{},"'Oi.'",[104,7658,7659],{},"Pikiran dari Sobatku terlempar padaku.",[104,7661,7662],{},[111,7663,7664],{},"'Jangan nunduk bengong gitu woy. Buruan keluar.'",[104,7666,7667],{},"...Sempat kupikir dia mau ngamuk. Sobatku kuat ya. Padahal tadi seneng banget, kupikir bakal sedih dikit.",[104,7669,7670],{},[111,7671,7672],{},"'...Gue nggak selembek lu kali.'",[104,7674,7675],{},"Sebagian besar anak-anak bingung atau ketakutan melihat wujudku. Sisanya, seperti anak yang melempar batu tadi, menatapku dengan permusuhan.",[104,7677,7678],{},"...Wajar sih. Di desa ini orang dewasa di sekitar mereka pasti selalu mengeluh dendam pada Dewa Naga. Diusir dari tanah asal, harus hidup ketakutan pada Manticore, semua salah Dewa Naga. Padahal tadi memuja sekarang begini, kejam amat sih, tapi ya mau gimana lagi. Naga kan bagi manusia cuma monster gede.",[104,7680,7681],{},"\"Pembohong! Pembohong!\"",[104,7683,7684],{},"Anak tadi menangis terisak, mengayunkan lengan mau melempar lagi.",[104,7686,7687],{},"\"Hentikan!\"",[104,7689,7690,7691,7693],{},"Seorang anak perempuan berteriak. Anak yang paling tua, yang tadi mengajukan diri jadi tumbal berikutnya saat Sobatku pertama masuk. Tubuh anak yang dibentak itu tersentak (",[111,7692,779],{},") dan kaku.",[104,7695,7696],{},"\"Ta, tapi... tapi, Dewa Naga itu...\"",[104,7698,7699],{},"\"Kalian pikir siapa yang menyembuhkan kita? Siapa yang menyembuhkan tanganmu yang memegang batu itu?\"",[104,7701,7702],{},"\"...Tapi, tapi.\"",[104,7704,7705,7706,7708,7709,330],{},"Meski membantah, dia menurunkan lengan lemas. Batu jatuh (",[111,7707,3005],{},") ke tanah. Anak perempuan yang memegang batu itu ambruk di tempat, menangis tersedu-sedu (",[111,7710,7711],{},"wanwan",[104,7713,7714],{},"I, ini, jangan-jangan, situasinya bisa dikendalikan?",[99,7716,102],{"id":101},[104,7718,7719],{},"...Beberapa saat kemudian, suasana gua menjadi tenang. Aku membatalkan niat keluar gua, memutuskan tetap di sini. Dengan kondisi sekarang, aku bisa memulihkan MP dengan baik di dalam gua.",[104,7721,7722,7723,7727],{},"Saat penjaga datang malam nanti, aku sudah bisa mengamankan MP yang cukup untuk ",[116,7724,7725],{},[119,7726,1740],{},". Minta diantar sebagai tumbal lebih pasti, dan lebih mudah mencari celah Manticore.",[104,7729,7730],{},"Kali ini berhasil karena anak-anak, kalau lawan orang dewasa yang pikirannya sudah kaku pasti tidak bakal begini.",[104,7732,7733],{},"Suasana di dalam gua lebih buruk daripada saat Sobatku jadi manusia. Anak-anak menjaga jarak, mengawasi kami dengan waspada. Hanya anak tertua tadi yang duduk di posisi sedekat mungkin. Bukan berarti dia sama sekali tidak takut, tapi sepertinya dia merasa bertanggung jawab karena dia yang memulai.",[104,7735,7736],{},"MP pulih dengan lancar seiring istirahat. Dengan kecepatan ini, dalam beberapa jam akan pulih total. Harusnya keburu buat lawan Manticore.",[104,7738,7739],{},"\"Dewa... Naga, anu, Anda, sebenarnya, untuk apa ada di gua ini? Padahal bisa kabur kapan saja... dan, sekarang pun...\"",[104,7741,7742,7743,7747,7748,7752],{},"Anak tertua itu bertanya dengan takut-takut. ...Bisa saja aku pakai ",[116,7744,7745],{},[119,7746,1740],{}," lagi buat jelaskan, tapi sekarang aku mau memulihkan MP dengan benar. Apa tujuanku datang, nanti juga bakal tahu dari hasilnya. Kalau tiap ditanya pakai ",[116,7749,7750],{},[119,7751,1740],{},", nanti pas penjaga datang malah nggak bisa pakai kan gawat.",[104,7754,7755],{},"Aku mengulurkan kaki depan, menancapkan kuku ke tanah.",[104,7757,7758,7759,7762],{},"Membayangkan sosok Manticore di benak. Eto... badannya kayak singa... mukanya, campuran manusia dan macan tutul... Sambil mengingat-ingat, aku menggambar Manticore dengan ujung kuku. Tapi garisnya jadi kaku (",[111,7760,7761],{},"kaku-kaku","), jadi gambar seperti anak kecil.",[104,7764,7765],{},"Ini, emang kaki depan bukan tangan sih, mau gimana lagi.",[104,7767,7768],{},"Anak perempuan itu juga sepertinya tidak tahu gambar apa itu, mengerutkan alis dan memiringkan kepala. Aku menambahkan ekor pada gambar, lalu menggambar jarum di ujung ekornya. Baru dia paham, bergumam \"Manticore...?\". Ekor itu memang khas ya. Aku mengangguk sambil hati-hati dengan langit-langit, lalu menancapkan kuku kaki depan ke bagian tubuh Manticore, mencungkil tanah.",[104,7770,7771],{},"Anak itu perlahan mengangkat wajah, menatap mataku.",[104,7773,7774],{},"\"...Mau mengalahkan, Manticore?\"",[104,7776,7777],{},"Nada bicaranya menyelidik. Setengah percaya setengah ragu.",[104,7779,7780],{},"\"...Guo.\"",[104,7782,7783,7784,7786],{},"Saat aku mengangguk sambil menggeram, anak itu menelan ludah (",[111,7785,5317],{},") tanpa mengubah ekspresinya.",[104,7788,7789],{},"Anak ini juga walau membela, sepertinya belum sepenuhnya percaya. Hal yang sudah didoktrin lama tidak mudah diubah begitu saja. Dia sudah membuat suasana yang membolehkanku tetap di sini saja sudah patut disyukuri.",[104,7791,7792],{},"Dalam suasana canggung itu, waktu berlalu. Aku merangkak di tanah sebisa mungkin mengistirahatkan tubuh, fokus memulihkan mana.",[104,7794,7795],{},"Sobatku memejamkan mata pura-pura tidur, sambil mengintip reaksi anak-anak lain dengan mata menyipit. ...Walau sok tegar, pasti dia kepikiran juga ya. Omong-omong anak-anak lain, dari jauh menatap cemas ke arahku dan si anak tertua.",[104,7797,7798],{},"Akhirnya langit berwarna merah senja, cahaya merah masuk dari celah langit-langit. Mana sudah pulih total sejak tadi. Tinggal tunggu penjaga datang, lalu hajar Manticore itu habis-habisan. Kali ini tidak akan kubiarkan lolos.",[104,7800,7801,7802,7806],{},"Terdengar suara langkah kaki seseorang di sekitar atas gua. Akhirnya penjaga datang. Sebaiknya segera ",[116,7803,7804],{},[119,7805,1740],{},". Sobat, tolong lagi ya.",[104,7808,7809],{},"\"...Lebih cepat, dari biasanya.\"",[104,7811,7812],{},"Anak tertua bergumam pelan.",[104,7814,7815,7818],{},[111,7816,7817],{},"Gatsun, gatsun",", terdengar suara memukul langit-langit gua dari atas. Kalau dilihat ke atas, sepertinya ada sesuatu yang diayunkan ke celah langit-langit gua.",[104,7820,7821],{},"A, apa, lagi ngapain tuh. Jangan-jangan ini bantuan datang? Tadi anak itu bilang lebih cepat dari biasanya, mungkin bukan penjaga.",[104,7823,7824],{},"Ngomong-ngomong, batu yang menutup lubang masuk digeser oleh Yarg dan Tatalk berdua. Artinya, ada seseorang sendirian yang mau menerobos masuk ke sini.",[104,7826,7827],{},"T, tidak, bagus sih, tapi jangan hari ini dong! Menerobos gua buat nyelametin cewek yang mau dijadiin tumbal itu bagus lho? Tapi, kenapa pas banget waktu aku ada di gua! Aku bakal beresin kok! Aku bakal kalahin Manticore kok!",[104,7829,7830],{},"Lagian penjaga ngapain aja! Itu gunanya penjaga kan! Apaan nih, ada yang narik benang di balik layar buat ganggu aku ya!?",[104,7832,7833,7834,7838],{},"Aku buru-buru menggunakan ",[116,7835,7836],{},[119,7837,1740],{},". Panas menjalar di tubuh, tubuh mengecil. Saat mengarahkan kesadaran ke kepala, tanpa perlu didorong pun tenggelam alami ke dalam tubuh.",[104,7840,7841,7842,7846],{},"Pandangan menjadi gelap, lalu berbagi pandangan dengan Sobatku. Sip sip, ",[116,7843,7844],{},[119,7845,1740],{}," juga sudah bisa dikontrol. Segera kontrol tubuh hilang, dan aku tahu Sobatku yang menggerakkan.",[104,7848,7849],{},[116,7850,7851],{},[119,7852,657,7853,533],{},[119,7854,1740],{},[104,7856,7857],{},"Oh, naik naik. Hari ini dipakai terus sih.",[104,7859,7860],{},"Sobatku memegang kepala, menggelengkan leher mengecek tubuhnya. Dia memakai ulang baju yang makin compang-camping saat kembali jadi naga tadi dengan asal.",[104,7862,7863],{},"...Harusnya dilepas lebih hati-hati tadi. Yah, karena mendadak mau gimana lagi.",[104,7865,7866],{},"Bagian langit-langit yang dipukul tadi hancur, pecahan batu jatuh ke dalam gua. Retakan membesar, cahaya merah senja masuk ke dalam gua. Menyorot bagian tengah seperti lampu sorot.",[104,7868,7869],{},"\"O, oi, dengarkan aku!\"",[104,7871,7872],{},"Suara terdengar dari atas lubang. Yang menjulurkan kepala dari lubang adalah Tatalk si penjaga. Kau lagi!",[104,7874,7875],{},"Pantesan penjaga nggak kerja. Ngomong-ngomong Tatalk, katanya orang luar lah, sifatnya nggak cocok lah, sering dibilang gitu. Ternyata memang salah pilih orang ya...?",[104,7877,7878],{},"\"Orang-orang penting desa termasuk yang berdarah Miko sekarang sedang rapat di bagian dalam desa! Kalaupun ada gerakan mencurigakan, mereka baru akan sadar nanti! Sekarang saatnya, keluarlah dari sini!\"",[104,7880,7881],{},"Mendengar suara itu, gua langsung heboh.",[104,7883,7884],{},"\"Ta, tapi...\" \"Lari, ke mana...\"",[104,7886,7887],{},"Anak-anak mengeluarkan suara bingung.",[104,7889,7890],{},"\"Pergilah ke desa faksi Dewa Naga! Aku, aku tadi dengar! Kalau Dewa Naga sudah kembali ke desa sana!\"",[104,7892,7893],{},"Mendengar suara Tatalk, anak-anak serentak melihat ke arah Sobatku. T, tidak, aku ngerti perasaannya, tapi jangan gitu dong nanti dicurigai.",[104,7895,7896],{},"\"Pasti, Dewa Naga mengusir Manticore! Makanya Manticore sengaja datang ke sini yang penduduknya sedikit! Kalau ke sana, kalian bakal selamat! Karena aku pernah di sana, aku tahu! Manticore pindah ke sini cuma itu alasannya!\"",[104,7898,7899],{},"Orang luar itu, maksudnya begitu. Dia keluar dari desa faksi Dewa Naga dan datang ke sini.",[104,7901,7902],{},"\"Kalau orang dewasa mungkin lain cerita, tapi dia tidak akan membiarkan anak-anak mati! Mungkin ada penolakan... tapi tolong, percayalah padaku!\"",[104,7904,7905],{},"Awalnya, perpecahan desa disebabkan ketidakpercayaan pada kekuatan Dewa Naga. Seperti kata Tatalk, kembali ke desa asal yang dilindungi Dewa Naga mungkin jalan terbaik bagi orang desa sini untuk lari dari Manticore. ...Tentu saja, itu selama orang desa sana mengizinkan.",[104,7907,7908],{},"Mengingat ucapan Miko desa faksi Dewa Naga, permusuhan terhadap sini terasa cukup kuat. Makanya Tatalk bilang kalau orang dewasa mungkin lain cerita tapi anak-anak, begitu.",[104,7910,7911],{},"Mendengar suara Tatalk, anak-anak mulai ribut.",[104,7913,7914],{},"\"Mengusir, Manticore?\" \"Manticore itu...?\"",[104,7916,7917],{},"Sambil berkata begitu, mereka menatap Sobatku dengan kuat.",[104,7919,7920],{},"Mengingat Dewa Naga pernah menyerah melawan Manticore, mungkin Dewa Naga lebih lemah dari Manticore. Saat pertama ketemu Manticore langsung menyerangku, mungkin dia berniat memberi pelajaran pada Dewa Naga yang tidak tahu diri berkeliaran di dekat sarangnya.",[104,7922,7923],{},"Anak tertua juga menatap Sobatku dengan wajah kaget, tapi sepertinya tersadar dan menunduk melihat gambar Manticore yang kugambar tadi.",[104,7925,7926],{},"\"Sekarang kuturunkan tali! Cepatlah naik sebisa mungkin!\"",[104,7928,7929],{},"Sambil mendengar suara Tatalk, aku berpikir.",[104,7931,7932],{},"...Ini, beneran gimana nih. Kalau ikut kabur, jadi nggak ada gunanya aku sengaja ketangkep dan tetep di sini. Nggak tahu reaksi Manticore terhadap kaburnya tumbal, dan nggak tahu juga gimana desa bakal ngerespon. Salah-salah desa jadi kacau balau, Manticore sadar ada yang aneh terus kabur, semuanya jadi sia-sia.",[104,7934,7935],{},"\"K, kalau kami kabur, terus mau bagaimana? Nanti, anak lain yang bakal dibawa lagi...\"",[104,7937,7938],{},"Anak tertua mendongak menatap Tatalk. Terhadap pertanyaan itu, Tatalk menggeleng.",[104,7940,7941],{},"\"Sudah, sudah, desa ini sudah tamat. Manticore meminta jumlah tumbal yang tidak masuk akal untuk ukuran desa ini. Dengan kecepatan ini, dalam dua tahun tidak akan ada anak perempuan lagi di desa ini.\"",[104,7943,7944],{},"\"Ce, cerita itu, kami nggak pernah dikasih tahu!\"",[104,7946,7947],{},"\"Anak-anak, memang disuruh dirahasiakan. Tuan Nagrom, bahkan sudah menyusun rencana untuk memulai perang dengan desa faksi Dewa Naga untuk menculik anak-anak.\"",[104,7949,7950],{},"Paman itu, sampai mikir gitu! Walau nggak ada cara lain, itu keterlaluan.",[104,7952,7953],{},"\"...Tapi, alasan Manticore pindah ke desa ini mungkin karena kembalinya Dewa Naga. Kalau di sana ada Dewa Naga, kita tidak mungkin bisa menyerang. Desa ini, sudah skakmat!\"",[104,7955,812],{},[104,7957,7958],{},"Anak-anak terdiam. Jelas syok lah. Kalau begini terus, desa tempat mereka tumbuh bakal musnah.",[104,7960,7961],{},"Manticore sekarang cuma mengincar anak-anak, tapi setelah menghabiskan mangsa favoritnya, tidak tahu dia bakal berbuat apa. Entah musnah karena kehabisan anak, atau semua orang dimakan Manticore tanpa sisa. Yang manapun, suasananya sama sekali nggak enak.",[104,7963,7964],{},"\"...Ta, Tuan Tatalk juga, mau pulang ke desa faksi Dewa Naga?\"",[104,7966,7967],{},"Salah satu anak membuka mulut. Tatalk menggigit bibir dan diam beberapa detik, lalu akhirnya menggeleng.",[104,7969,7970],{},"\"Aku baru saja, demi meninggalkan desa sana dan diterima di sini, membocorkan semua tentang posisi desa, kekuatan tempur, sampai kondisi ladang...\"",[104,7972,7973],{},"Tatalk berkata dengan nada berat, menunduk.",[104,7975,7976],{},"\"Dewa Naga, demi desa, bisa membuat keputusan kejam. Walau aku ke sana, pasti aku bakal dibakar hidup-hidup dengan napas naga sebagai peringatan.\"",[104,7978,7979],{},"...Dibakar hidup-hidup pakai napas naga, serem amat tuh dewa.",[104,7981,7982],{},"Saat berpikir begitu, anak-anak serentak menatap Sobatku. Wajah mau menangis, wajah ketakutan. Dari sana terlihat sedikit warna celaan dan kekecewaan.",[104,7984,7985],{},"Tu, tunggu dulu! Aku nggak bakal ngelakuin itu! Lagian, salah naga woy!",[104,7987,7988],{},"\"Ga, gaa...\"",[104,7990,7991],{},"Sobatku mundur selangkah dengan gentar. Woi, naganya keluar lagi tuh.",[104,7993,7994],{},"\"Aku akan tetap di sini, dan mencoba mengajukan usulan perdamaian dengan desa faksi Dewa Naga pada Tuan Nagrom. Mungkin di rapat hari ini, hal itu sudah sedikit disinggung. Kalau ditambah para calon tumbal kabur serentak, pilihan Tuan Nagrom juga akan menyempit.\"",[104,7996,7997],{},"Perdamaian... ya. Kalau begitu sih paling bagus buatku, tapi permusuhannya kelihatan dalam banget, apa benar ada peluang menang.",[104,7999,8000],{},"\"...Tentu saja, walau berhasil meyakinkan Tuan Nagrom, aku yang sengaja mempersempit pilihan pasti akan dibunuh. Lagipula kalau desa faksi Dewa Naga tidak menerima usulan perdamaian, mungkin bakal dibantai semua sih...\"",[104,8002,8003],{},"Kalau gagal dihukum mati semua, ya nggak boleh dong! Lagian yang manapun si paman mati dong!",[104,8005,8006],{},"Anak-anak juga, padahal bantuan datang, wajahnya jadi serba salah. Mengorbankan diri demi memperpanjang umur kampung halaman, atau kabur dan memperpendek umur kampung halaman secara drastis.",[104,8008,8009],{},"Pilihan yang kejam. Ditambah lagi Tatalk yang mengajak kabur malah bilang injak aku dan selamatkan diri kalian, beneran nggak enak rasanya.",[104,8011,8012],{},"...Hm? Ti, tidak, ini, kalau dilihat dari sudut pandang lain, bukannya kesempatan?",[104,8014,8015],{},"Di desa faksi Dewa Naga, Dewa Naga bisa ikut campur dalam keputusan penting atau hukuman orang. Kalau tidak salah sistem tumbal itu usulan Dewa Naga, dan Tatalk juga bilang 'Sekarang pun Dewa Naga tidak akan memaafkan'.",[104,8017,8018],{},"Kalau itu benar, berarti punya hak suara yang cukup besar. Artinya dengan satu auman naga dariku, aku bisa memaksakan usulan perdamaian, bahkan bisa bikin semua orang bebas hukuman. Sekarang, aku mungkin bisa bikin Nagrom memutuskan berdamai dengan Manticore sebagai pemicunya.",[104,8020,8021],{},"...Cuma, risikonya tinggi. Kalau bergerak demi perdamaian, begitu Nagrom tidak memutuskan berdamai, jelas bakal jadi bencana. Paling buruk, Manticore lolos dan perang pecah.",[104,8023,8024],{},"Di sini, lebih baik jangan buru-buru. Kalau pilih jalan damai sekarang, satu kesalahan bisa bikin desa ini musnah. Selama aku jadi Dewa Naga, kesempatan pasti ada lagi. Bukan hal yang dilakukan saat nyawa jadi taruhan. Lagipula... rasanya ada yang kelewatan soal Dewa Naga. Mengganjal, atau terasa aneh...",[104,8026,8027],{},"\"...Oi, Paman. Balik sana, tutup lubangnya dan jaga.\"",[104,8029,8030],{},"Sobatku memanggil Tatalk.",[104,8032,8033],{},"\"Lho, lho, kenapa kamu, talinya...\"",[104,8035,8036],{},"\"Tumbal malam ini, gue yang maju. Lu pura-pura nggak ngapa-ngapain, balik ke pintu depan sana. Gue bakal hajar tuh monster.\"",[104,8038,8039],{},"Sobatku menunjuk dirinya sendiri dengan jempol, berkata dengan tegas. Terdengar suara menelan napas dari sekitar. Anak-anak yang dijadikan tumbal juga sepertinya paham untuk apa aku datang ke sini.",[104,8041,8042],{},"\"Ti, tidak mungkin bisa... Kau bisa bilang begitu karena belum pernah lihat Manticore! Itu bukan monster yang bisa ditangani manusia! Sudah cepat, naiklah! Naiklah! Darah Miko itu punya insting yang luar biasa tajam! Kapan ketahuan, tidak ada yang tahu!\"",[104,8044,8045],{},"Menanggapi panggilan Tatalk, tidak ada yang bergerak. Tatalk yang sendirian tidak paham situasi, melihat sekeliling gua dengan terburu-buru.",[104,8047,8048],{},"\"Siapa saja... cepat... kalau tidak lari sekarang, selama masa tenggang mengambil hati Manticore, Tuan Nagrom akan memajukan persiapan perang! Tapi, selama ada Dewa Naga yang kejam itu, mustahil bisa menang. Cuma bakal nambah korban sia-sia. Karena itu, bukan cuma demi kalian, tapi juga demi desa...\"",[104,8050,8051],{},"Anak tertua berdiri, melihat anak-anak lain. Anak-anak lain terlihat bingung, tapi akhirnya mengangguk kecil. Setelah memastikan satu per satu dengan mata, terakhir dia menatap Sobatku. Sobatku mendengus tawa dan mengangguk kecil.",[104,8053,8054],{},"\"Kami, tidak akan lari! Kami akan tetap di sini!\"",[104,8056,8057],{},"\"Ke, kenapa... kalau begini, perang bakal...\"",[104,8059,8060],{},"\"Na... karena kami percaya pada orang ini! Karena itu, kami tetap di sini!\"",[104,8062,8063],{},"Anak tertua berkata dengan tegas. Wajah Tatalk berubah, dia mundur dengan lemas.",{"title":1469,"searchDepth":1470,"depth":1470,"links":8065},[8066,8067],{"id":2017,"depth":1470,"text":2018},{"id":101,"depth":1470,"text":102},{},"/novels/tensei-dragon/vol-5/bab-4-2",{"title":6894,"description":1469},"novels/04.tensei-dragon/05.vol-5/05.bab-4-2","2Zrm8TxPcUrSlFMqocb4uhitRiBNZMxzw0dwK202Od8",{"id":8074,"title":8075,"body":8076,"chapterNumber":9051,"description":1469,"excerpt":1475,"extension":1476,"hidden":31,"meta":9052,"mtl":11,"navigation":11,"path":9053,"publishedAt":1479,"seo":9054,"stem":9055,"volumeNumber":1482,"__hash__":9056},"chapters/novels/04.tensei-dragon/05.vol-5/06.bab-4-3.md","Bab 4: Pemukiman Lainnya - Bagian 3",{"type":96,"value":8077,"toc":9047},[8078,8080,8088,8091,8094,8097,8100,8103,8106,8109,8112,8114,8117,8120,8123,8126,8129,8132,8135,8148,8156,8159,8162,8165,8168,8171,8174,8177,8180,8183,8189,8192,8195,8198,8201,8204,8207,8210,8212,8215,8218,8221,8224,8227,8230,8233,8236,8239,8242,8245,8248,8251,8254,8257,8260,8262,8265,8268,8271,8274,8277,8280,8283,8286,8289,8292,8295,8298,8301,8304,8311,8314,8317,8320,8323,8326,8329,8332,8335,8338,8341,8344,8347,8350,8353,8356,8359,8362,8365,8368,8371,8374,8377,8380,8383,8386,8389,8392,8395,8397,8404,8407,8410,8413,8416,8422,8425,8428,8431,8434,8437,8440,8443,8449,8456,8479,8487,8490,8493,8496,8499,8502,8505,8508,8511,8513,8516,8519,8522,8530,8532,8535,8537,8540,8543,8546,8552,8554,8557,8565,8568,8571,8573,8576,8579,8582,8585,8593,8596,8599,8602,8605,8608,8611,8614,8617,8620,8623,8626,8629,8632,8635,8643,8651,8659,8662,8665,8668,8671,8674,8676,8679,8693,8696,8703,8706,8715,8718,8721,8724,8727,8730,8733,8736,8744,8749,8752,8755,8758,8761,8764,8767,8770,8775,8778,8781,8784,8787,8790,8792,8800,8803,8806,8809,8815,8820,8823,8831,8839,8842,8863,8866,8875,8878,8904,8907,8910,8913,8922,8940,8942,8945,8948,8951,8954,8957,8960,8963,8971,8974,8977,8980,8995,9002,9008,9011,9014,9017,9023,9026,9029,9032,9035,9040],[99,8079,748],{"id":747},[104,8081,8082,8083,8087],{},"Setelah Tatalk kembali ke atas, aku melepas ",[116,8084,8085],{},[119,8086,1740],{}," dan kembali ke wujud naga. Harus menghemat MP. Aku tidak berniat kalah dari Manticore, tapi harus ekstra hati-hati.",[104,8089,8090],{},"Aku berbaring di tanah, memejamkan mata dan mengistirahatkan tubuh.",[104,8092,8093],{},"\"...Benar-benar, Kakak?\" \"Kenapa... baru sekarang... selama ini, ke mana...\"",[104,8095,8096],{},"Mungkin karena interaksi tadi rasa takut agak berkurang, satu per satu anak mulai menyapa. Tapi maaf, Dewa Naga di mana dan ngapain, aku nggak tahu.",[104,8098,8099],{},"Aku membuka mata, melihat ke arah Sobatku. Sobatku juga pas melihat ke arahku. Kami saling bertatapan, dan saling menggeleng kecil.",[104,8101,8102],{},"\"Dewa Naga... sama.\"",[104,8104,8105],{},"Anak tertua memanggil.",[104,8107,8108],{},"\"...Jujur saja, banyak yang tidak kutahu. Bilang begini mungkin egois... tapi, anu... berjuanglah!\"",[104,8110,8111],{},"Anak ini, beneran dewasa banget. Selagi aku kagum, Sobatku mengangguk.",[104,8113,2849],{},[104,8115,8116],{},"\"...Itu, Kakak ya.\"",[104,8118,8119],{},"He, hebat bisa tahu.",[104,8121,8122],{},"\"Guuu...\"",[104,8124,8125],{},"Sobatku mendengus seolah senang.",[104,8127,8128],{},"Cahaya merah senja yang bocor ke gua makin lemah seiring waktu. Segera, kegelapan menyelimuti gua. Hanya cahaya bulan yang tersisa sedikit. Tiap malam, ditinggal di gua begini, anak-anak pasti kesepian. Saat aku berpikir begitu, suara Yarg terdengar.",[104,8130,8131],{},"\"Oi, waktunya. Geser batunya.\"",[104,8133,8134],{},"\"...Ba, baik.\"",[104,8136,8137,8138,8142,8143,8147],{},"Tatalk menjawab Yarg, dan tutup pintu masuk digerakkan. Sepertinya waktu tumbal sudah dekat. Akhirnya, saatnya tiba. Aku menggunakan ",[116,8139,8140],{},[119,8141,1740],{}," lagi, menarik leherku dan memindahkan kendali ke Sobatku. Perubahan ini juga sudah jadi sangat mulus. Setelah ",[116,8144,8145],{},[119,8146,1740],{}," selesai, Sobatku memegang baju yang hampir jadi kain perca itu, dan memakainya dengan enggan.",[104,8149,8150,8151,8155],{},"Setelah ",[116,8152,8153],{},[119,8154,1740],{}," selesai, aku baru sadar. Talinya, kan tadi diputus paksa!",[104,8157,8158],{},"Kalau nggak diikat, Yarg bakal kabur nggak ya. Dia pasti trauma jarinya putus. Ta, tangannya minimal harus diikat.",[104,8160,8161],{},"\"Ta, tali... oi,iket tangan gue di belakang.\"",[104,8163,8164],{},"\"Eh? Ba, baik...\"",[104,8166,8167],{},"Anak-anak heran tapi berkumpul ke Sobatku. Sobatku memunggungi mereka, menyodorkan tangan. Mereka berhasil mengikat tangan dengan susah payah. ...Ikatannya cukup lemah, kasar banget, tapi y-yah, bisa lah.",[104,8169,8170],{},"Dari atas terdengar percakapan Yarg dan Tatalk.",[104,8172,8173],{},"\"Tatalk, wajahmu pucat sekali. Ternyata kau memang tidak cocok.\"",[104,8175,8176],{},"\"Itu, soal rapat... bagaimana... desa ini...\"",[104,8178,8179],{},"\"Belum saatnya memberitahu kau yang aslinya orang luar.\"",[104,8181,8182],{},"\"Ta, tapi...\"",[104,8184,8185,8186,174],{},"Setelah bantahan Tatalk, terdengar suara tumpul ",[111,8187,8188],{},"gon",[104,8190,8191],{},"\"A, aga...!\"",[104,8193,8194],{},"Terdengar suara seperti Tatalk jatuh berjongkok. Mungkin, Yarg memukul dagu Tatalk dengan gagang tombak.",[104,8196,8197],{},"\"Kalau pikir di sini bahaya, kau mau sujud dan merayap ke desa sana lagi? Nyawamu seberharga itu? Kau, benar-benar tidak punya harga diri ya Tatalk. Kalau tidak, kau tidak akan berpikir pindah desa sekarang.\"",[104,8199,8200],{},"\"Bu, buka... aku...\"",[104,8202,8203],{},"Mendengar ucapan Yarg, aku merasakan alis Sobatku berkedut.",[104,8205,8206],{},"Tatalk bilang dia ingin mengorbankan diri demi menyelamatkan para sandera dan mendamaikan kedua desa. Tapi Tatalk malah dicaci maki sebagai pengecut yang tidak punya harga diri. Mendengarnya memang tidak menyenangkan.",[104,8208,8209],{},"\"Tugasmu sebagai penjaga gerbang berakhir hari ini. Atas perintah Tuan Nagrom, aku tidak akan membunuhmu, tapi aku tetap tidak bisa mempercayaimu. Kau adalah pria yang pernah berkhianat dan datang ke sini. Tidak ada jaminan kau tidak akan berkhianat lagi. Aku tidak bisa membiarkan orang sepertimu menjaga di luar desa.\"",[104,8211,6498],{},[104,8213,8214],{},"\"Aku akan turun dan membawa tumbal hari ini. Kau tunggu di situ.\"",[104,8216,8217],{},"Setelah Yarg berkata dingin, seutas tali diturunkan ke dalam gua. Begitu melihatnya, Sobatku langsung berlari menuju lubang keluar masuk.",[104,8219,8220],{},"Tu, tunggu sebentar! Apa yang kau pikirkan!?",[104,8222,8223],{},"Sobatku menendang dinding dan melompat, lalu menendang dinding lagi di tengah udara untuk menambah ketinggian, melompat keluar dari lubang tanpa menggunakan tali.",[104,8225,8226],{},"\"A, apa!\"",[104,8228,8229],{},"Yarg yang sedang mengintip ke dalam lubang terkejut dan mundur. Sobatku berputar di udara, lalu menghantam wajah Yarg dengan lututnya.",[104,8231,8232],{},"\"Buu!\"",[104,8234,8235],{},"Yarg terhuyung dan jatuh berlutut. Sambil memegangi hidungnya, dia memelototi Sobatku dengan tatapan seolah melihat sesuatu yang tak bisa dipercaya.",[104,8237,8238],{},"O, oi, Sobat...",[104,8240,8241],{},"\"Apaan? Gue udah nahan tenaga kok, lagian gue juga abis diracun kan.\"",[104,8243,8244],{},"Kalau bergerak sembarangan sekarang, rencana kita bisa berantakan! Aku paham perasaanmu, tapi tahan! Orang itu kan nggak tahu apa yang dibilang Tatalk, jadi wajar saja!",[104,8246,8247],{},"\"Ke, kenapa, ikatanmu jadi longgar...?\"",[104,8249,8250],{},"\"Woy, kenapa diem? Bukannya mau jadiin gue tumbal?\"",[104,8252,8253],{},"\"K, kau ini!\"",[104,8255,8256],{},"Yarg berdiri, mencoba menekan bahu Sobatku ke tanah. Sobatku mengeraskan tubuh, melawan tekanan itu.",[104,8258,8259],{},"Stop! Stooop! Aku tahu kau benci dia, tapi sekarang tenang dulu! Kalau ribut di sini dan semuanya gagal, yang mati itu anak-anak itu lho!",[104,8261,6856],{},[104,8263,8264],{},"Sobatku melemaskan tubuhnya. Dengan mudah dia dibanting ke tanah.",[104,8266,8267],{},"\"...Haa, haa. Rupanya kau sudah tidak punya tenaga untuk mengamuk lagi ya.\"",[104,8269,8270],{},"Sebenarnya tenaganya masih banyak sih...",[104,8272,8273],{},"\"B, bagaimana ini, Tuan Yarg.\"",[104,8275,8276],{},"\"...Bawa dia. Dengan kekuatannya sekarang yang bisa kutahan, dia tidak akan mengamuk sampai membuat Manticore marah. Tadinya aku mau menunda sampai tubuhnya melemah untuk jaga-jaga... tapi dia bisa lepas dari tali dan melompat keluar dengan menendang dinding, itu mengerikan. Kalau dibiarkan, dia malah bisa kabur. Jadikan dia tumbal duluan.\"",[104,8278,8279],{},"Nyaris saja. Ternyata tadinya mau ditunda ya. Amukan Sobatku secara ajaib malah berdampak positif. Boleh deh tendang Yarg lagi.",[104,8281,8282],{},"\"Boleh nih?\"",[104,8284,8285],{},"Maaf, bercanda. Jangan dianggap serius. Aku lupa kalau kau benar-benar bisa melakukannya.",[104,8287,8288],{},"Yarg memerintahkan Tatalk untuk mengikat kembali lengan Sobatku dengan tali baru. Karena dua jari Yarg sudah digigit putus oleh Sobatku, dia tidak bisa mengikat tali dengan benar.",[104,8290,8291],{},"Setelah Tatalk selesai mengikat, Yarg menarik ujung tali dan membawa Sobatku menuju tempat Manticore seperti membawa tawanan.",[104,8293,8294],{},"Dari belakang, Tatalk menodongkan tombak ke belakang kepala Sobatku. Di tangan Tatalk yang tidak memegang tombak, ada benda seperti lentera berisi batu bercahaya.",[104,8296,8297],{},"Yarg sepertinya sangat kesakitan setelah ditendang tadi, sesekali dia menekan hidungnya dengan tangan yang diperban tebal.",[104,8299,8300],{},"Di perjalanan, Tatalk berkali-kali melirik Sobatku dengan cemas. Saat Sobatku membalas tatapannya, Tatalk membuang muka dengan canggung. Setelah membuang muka, dia bergumam pelan.",[104,8302,8303],{},"\"...Sebentar lagi, sampai di tempat tinggal Manticore. Pihak sana juga tahu kalau kita akan datang saat matahari terbenam. Sekarang, dia pasti sedang menunggu di kuil sambil meneteskan air liur.\"",[104,8305,8306,8307,174],{},"Memang tidak ada jaminan dia bakal diam seharian di satu tempat sih. Bagian itu pasti sudah dinegosiasikan lewat pemilik darah Miko yang bisa ",[116,8308,8309],{},[119,8310,3562],{},[104,8312,8313],{},"Berarti sekarang Manticore pasti sedang lengah dan bersantai. Menunggu sampai jam segini mengikuti jadwal orang desa ternyata ada gunanya.",[104,8315,8316],{},"\"Oi Tatalk, jangan banyak omong.\"",[104,8318,8319],{},"\"Ba, baik...\"",[104,8321,8322],{},"Tatalk menunduk setelah dimarahi Yarg, lalu kembali menatap Sobatku. Seolah bertanya, apa benar-benar berniat melawan Manticore? Sobatku mengabaikan tatapan Tatalk, diam saja sambil ditarik Yarg.",[104,8324,8325],{},"Akhirnya kami sampai di depan gua besar. Mirip dengan gua tumbal, seperti rongga di gunung batu. Tapi, lubangnya jauh lebih besar dan kedalamannya juga terlihat lebih dalam.",[104,8327,8328],{},"Di dinding pintu masuk terukir gambar Manticore. Sepertinya gua yang sudah ada dipercantik demi Manticore. Ternyata benar mereka berusaha keras mengambil hati Manticore.",[104,8330,8331],{},"Yarg berhenti di depan pintu masuk, melirik Sobatku dan menyipitkan mata. Sepertinya dia curiga karena Sobatku sama sekali tidak melawan. Mengingat kelakuan Sobatku sebelumnya, wajar saja dia curiga. Yarg sudah kehilangan jarinya digigit Sobatku, ditendang, dan hidungnya dipatahkan.",[104,8333,8334],{},"\"Ah? Kenapa?\"",[104,8336,8337],{},"\"...Rasanya ada yang salah.\"",[104,8339,8340],{},"\"Mending gue ngamuk aja?\"",[104,8342,8343],{},"Yarg dipelototi Sobatku, dan sesaat melihat ke tangannya yang terluka. Meski tidak menunjukkannya di wajah, dia pasti teringat rasa sakit saat jarinya digigit.",[104,8345,8346],{},"Mengandalkan cahaya lentera yang dibawa Tatalk, kami masuk ke dalam gua. Tapi, aku tidak menyangka guanya sebesar ini. Lebarnya seukuran sarang semut tertentu, dan panjangnya juga lumayan. Kalau begini, dia tidak akan mudah lolos.",[104,8348,8349],{},"Saat Sobatku berjalan di dalam gua, tiba-tiba terdengar suara besar dari dalam. Sepertinya ada sesuatu yang bangkit. Kemudian, suara langkah kaki binatang raksasa mendekat.",[104,8351,8352],{},"\"...Manticore, datang.\"",[104,8354,8355],{},"Yarg bergumam. Suaranya sedikit gemetar. Sepertinya dia ketakutan. Saat itu, Tatalk melempar lenteranya ke udara, lalu mengarahkan tombak ke Sobatku dan menerjang.",[104,8357,8358],{},"\"Ta, Tatalk, apa yang...\"",[104,8360,8361],{},"\"Tuan Yarg, minggir! Minggir!\"",[104,8363,8364],{},"Tatalk menabrak bahu Yarg. Yarg terhuyung, melepaskan ujung tali Sobatku. Tatalk mengayunkan ujung tombak ke tali di lengan Sobatku. Sobatku melompat mundur dengan lincah untuk menghindarinya.",[104,8366,8367],{},"\"Aaah!\"",[104,8369,8370],{},"Karena gerakan tak terduga Sobatku, Tatalk tersandung dan jatuh.",[104,8372,8373],{},"Bagi Tatalk, itu mungkin keputusan nekat untuk membebaskan Sobatku sebelum Manticore datang. ...Hanya saja, bagi kami yang ingin membuat Manticore lengah sebisa mungkin, lebih baik tali di lengan tetap terpasang. Lagipula, bisa dilepas kapan saja kok.",[104,8375,8376],{},"\"Tatalk! Kau, apa yang kau pikirkan! Dari tadi kau bertingkah konyol terus!\"",[104,8378,8379],{},"Yarg berteriak sambil memperbaiki posisinya.",[104,8381,8382],{},"\"Eh, ah, tidak... eh?\"",[104,8384,8385],{},"Tatalk menatap Sobatku dan Yarg bergantian dengan bingung.",[104,8387,8388],{},"\"...Hei, jangan-jangan gue, mendingan nggak ngehindar ya tadi?\"",[104,8390,8391],{},"Sobatku bergumam padaku. Ti, tidak, yang tadi itu bagus kok dihindari... yah, mau gimana lagi.",[104,8393,8394],{},"Kupikir bakal jadi ribut, tapi tidak ada waktu untuk itu. Dari dalam gua, bersamaan dengan suara langkah kaki besar, monster raksasa yang tidak asing muncul.",[104,8396,1711],{},[104,8398,8399,8400,8403],{},"Dari kegelapan di dalam gua, wajah monster itu muncul (",[111,8401,8402],{},"nuuu","). Mengibaskan surai panjang, dia menyeringai jelek sambil memperdalam kerutan di wajahnya. Akhirnya reuni dengan Manticore.",[104,8405,8406],{},"Selain tubuh yang jauh lebih besar dari manusia, wajah campuran macan tutul dan manusia itu menakutkan. Cakar yang memanjang dari kakinya sepertinya bisa menusuk manusia dengan mudah. Waktu ketemu sebelumnya ukurannya sama jadi tidak terlalu takut, tapi dilihat dari sudut pandang manusia, ini ngeri banget.",[104,8408,8409],{},"Manticore melihat Sobatku, air liur menetes dari sela-sela taringnya. Yarg berlari, berhenti setelah cukup jauh dari Manticore, lalu berbalik.",[104,8411,8412],{},"\"...K, kuberikan tumbalnya.\"",[104,8414,8415],{},"Yarg berkata pada Manticore seolah memohon ampun.",[104,8417,8418,8419,8421],{},"Sobatku tersenyum menantang sambil memelototi Manticore, memutar pergelangan tangannya ke arah sebaliknya, dan membunyikan jarinya (",[111,8420,6816],{},"). Lengannya sangat bertenaga. Terasa sekali tekadnya untuk menghajar monster itu sekarang juga.",[104,8423,8424],{},"\"Akhirnya boleh ngamuk kan?\"",[104,8426,8427],{},"Tu, tunggu bentar! Sebelum masuk mode tempur, biarkan aku cek statusnya lagi! Aku mau menghilangkan faktor kecemasan!",[104,8429,8430],{},"Lagipula kalau bisa, aku mau mengincar saat Manticore paling lengah. Tolong pertahankan keadaan sekarang sampai dia lengah atau curiga.",[104,8432,8433],{},"\"...Hati-hati amat sih.\"",[104,8435,8436],{},"A, abis itu, incar kakinya dulu ya! Biar kalau dia lolos masih bisa dikejar!",[104,8438,8439],{},"\"...Cih. Aaah, iya iya.\"",[104,8441,8442],{},"Aku paham perasaan tidak sabarnya, tapi dia sudah lolos dua kali. Kali ini, benar-benar akan kuhajar dia. Statusnya adalah...",[104,8444,8445],{},[252,8446],{"alt":8447,"src":8448,"title":8447},"image_00029","/images/n04/05/00029.jpeg",[104,8450,8451,8452,174],{},"Sip, tidak ada yang berubah. Aku juga mau memastikan Skill Karakteristiknya. Pasti ada sesuatu yang berhubungan dengan ",[116,8453,8454],{},[119,8455,1740],{},[104,8457,8458,8466,8471],{},[116,8459,8460],{},[119,8461,8462,8463],{},"Skill Karakteristik ",[119,8464,8465],{},"Nekomata",[116,8467,8468],{},[119,8469,8470],{},"Skill karakteristik yang terutama dimiliki monster tipe kucing yang pandai menipu manusia.",[116,8472,8473],{},[119,8474,8475,8476,8478],{},"Dapat mengurangi konsumsi MP ",[119,8477,1740],{}," secara drastis.",[104,8480,8481,8482,8486],{},"Benar kan, itu dia. Mengurangi konsumsi MP ",[116,8483,8484],{},[119,8485,1740],{},"... ya. Skill yang bikin iri. Bagaimanapun, aku harus waspada agar tidak kena tipuannya lagi.",[104,8488,8489],{},"\"Geba geba geba... Geba?\"",[104,8491,8492],{},"Manticore mungkin merasa curiga pada tumbal yang terlalu berani berdiri tegak itu, dia memelototi Sobatku. Memang sih, kalau tidak ketakutan sedikit malah mencurigakan.",[104,8494,8495],{},"Yarg saja sampai ketakutan begitu pada Manticore. Mana mungkin tumbal yang baru dibawa bisa sesantai ini. Sobat, akting takut dikit dong...",[104,8497,8498],{},"\"...Ga, gaaaa.\"",[104,8500,8501],{},"Sobatku menggoyang-goyangkan lengan yang terikat tali sambil menjerit pura-pura yang dibuat-buat banget, lalu lari menjauh dari Manticore. Pelan-pelan, biar tidak terlalu jauh.",[104,8503,8504],{},"Aktingnya jelek banget, lagian ujung-ujungnya naga juga yang keluar!",[104,8506,8507],{},"\"Geba geba geba gebaa!\"",[104,8509,8510],{},"Manticore mulai bergerak. Sobatku berhenti dan menoleh ke Manticore, sambil merobek talinya. Saat itu kaki depan Manticore menekan tubuh Sobatku. Sobatku dijatuhkan terlentang.",[104,8512,916],{},[104,8514,8515],{},"Mulut besar Manticore terbuka lebar, membentuk senyum menyeramkan.",[104,8517,8518],{},"Tertangkap ya. Kalau begini tidak bisa mengincar kaki. Apa sebaiknya lepas wujud manusia sekarang...?",[104,8520,8521],{},"Tidak, belum. Saat memangsa, itu adalah saat makhluk hidup paling tidak waspada. Di situ tusuknya.",[104,8523,8524,8525,8529],{},"Sobatku meronta, Manticore sedikit mengernyit. Tapi, dia tidak bisa melepaskan diri dari Manticore. Saat ",[116,8526,8527],{},[119,8528,1740],{},", status kemampuan fisik berkurang setengah. Kekuatannya sekarang tidak cukup.",[104,8531,1711],{},[104,8533,8534],{},"Mulut Manticore mendekati Sobatku. Setelah mulutnya cukup dekat, dari sudut pandang tertentu tubuh Sobatku masuk ke titik buta Manticore. Sekarang.",[104,8536,4741],{},[104,8538,8539],{},"Sobatku meraung sambil mengayunkan lengan ke arah taring Manticore.",[104,8541,8542],{},"Aku memusatkan kesadaran pada lengan. Panas menjalar seolah darah mendidih, lengan membesar. Akibat dampak pukulan Sobatku, debu mengepul.",[104,8544,8545],{},"Sensasi kuku menancap di tubuh Manticore tersalur ke tangan. Kemungkinan besar, gusi Manticore. Sobatku mencungkil daging yang tersangkut di kuku, lalu merobeknya. Taring Manticore yang terpotong beserta sarafnya, melayang di tengah kepulan debu.",[104,8547,8548],{},[252,8549],{"alt":8550,"src":8551,"title":8550},"image_00030","/images/n04/05/00030.jpeg",[104,8553,4163],{},[104,8555,8556],{},"Jeritan terdengar dari balik asap, aku merasakan hawa keberadaan Manticore mundur. Debu menipis, aku sadar hanya lengan Sobatku yang membesar dan berubah menjadi kulit hitam kasar.",[104,8558,8559,8560,8564],{},"Hanya lengannya yang kembali ke wujud naga. Pelepasan ",[116,8561,8562],{},[119,8563,1740],{}," sebagian. Manticore dulu juga pernah melakukan hal serupa, jadi aku coba, ternyata aku juga bisa.",[104,8566,8567],{},"Sobatku langsung menendang tanah, mengejar kaki depan Manticore yang mundur.",[104,8569,8570],{},"\"Gaaaaa!\"",[104,8572,4163],{},[104,8574,8575],{},"Kuku mencungkil dalam daging kaki depan Manticore. Bulu tebal robek, potongan daging beterbangan. Tanpa henti dia menghantamkan tinju ke rahang Manticore yang sedang goyah. Tubuh raksasa Manticore menggelinding sambil menggerus lantai gua.",[104,8577,8578],{},"\"A, apa! Siapa kau sebenarnya!\"",[104,8580,8581],{},"Yarg memungut lentera yang dilempar Tatalk dan berteriak sambil menyinari Sobatku. Di dekatnya, Tatalk menganga lebar.",[104,8583,8584],{},"\"Oooooo ooooooooo...\"",[104,8586,8587,8588,8592],{},"Di dalam gua, mata Manticore bersinar. Menekan rahang dengan kaki depan, dia memelototi Sobatku dengan ekspresi murka. Kali ini, aku benar-benar melepas ",[116,8589,8590],{},[119,8591,1740],{}," sepenuhnya.",[104,8594,8595],{},"Panas menjalar ke seluruh tubuh, membesar. Seiring tubuh kembali ke wujud semula, amarah Manticore menghilang, wajahnya memucat seketika. Akhirnya dia sadar siapa aku. Padahal punya skill yang sama, lambat banget sadarnya.",[104,8597,8598],{},"\"Guoooooooooo!\" \"Gaaaaaaaaaa!\"",[104,8600,8601],{},"Aku dan Sobatku meraung bersamaan.",[104,8603,8604],{},"\"Ge, geba...\"",[104,8606,8607],{},"Manticore mundur. Tapi, aku sudah konfirmasi ke Tatalk kalau di dalam sana jalan buntu. Kalau Manticore mau keluar, dia harus menembusku.",[104,8609,8610],{},"\"De, Dewa Naga!? Ti, tidak mungkin! Kenapa, kenapa Dewa Naga ada di sini!\"",[104,8612,8613],{},"Saat aku melirik ke belakang, Yarg mengarahkan tombak padaku. Tombak yang dibawa Tatalk. Tapi suara dan tangannya gemetar, sepertinya dia tidak akan tiba-tiba menyerang.",[104,8615,8616],{},"\"Gaaaa...\"",[104,8618,8619],{},"Saat Sobatku memelototinya, dia menjatuhkan tombak dan terduduk lemas di tempat.",[104,8621,8622],{},"\"A, aa... aa, apa yang terjadi...\"",[104,8624,8625],{},"...Jangan terlalu ditakut-takuti lah.",[104,8627,8628],{},"Ups, tidak bisa terus memperhatikan belakang. Aku mengalihkan perhatian kembali ke Manticore. Manticore berhenti bergerak, menghentakkan kaki ke tanah.",[104,8630,8631],{},"\"Gebaa!\"",[104,8633,8634],{},"Badai pasir bertiup di dalam gua. Di kegelapan yang hanya diterangi lentera Tatalk, ditambah serangan buta seperti ini sangat efektif. Anginnya juga meredam suara.",[104,8636,1516,8637,8642],{},[116,8638,8639],{},[119,8640,8641],{},"Sandstorm"," mungkin. Kekuatannya lebih besar daripada skill sejenis yang dipakai monster gurun. Mungkin karena level skill-nya, tapi mungkin juga karena di ruang sempit jadi kekuatannya lebih mudah diatur. Dia sepertinya masih menimbang mau kabur atau mengalahkanku.",[104,8644,8645,8646,8650],{},"Aku mencari posisi Manticore dengan ",[116,8647,8648],{},[119,8649,1415],{},". Hawa keberadaan Manticore bergerak ke kiri dan kanan di depanku, lalu berhenti. Sayang sekali, Manticore. Kalau kau bisa lihat skill-ku, kau tidak akan ambil cara ini.",[104,8652,8653,8654,8658],{},"Manticore melompat tinggi ke arah kiri atasku. Tapi, kekuatan kaki yang dia banggakan sudah melemah drastis akibat gigitan Sobatku tadi. Dengan kecepatan segitu, ditambah posisinya ketahuan lewat ",[116,8655,8656],{},[119,8657,1415],{},", kau tidak bisa melewatiku. Aku membalikkan badan, menghantam Manticore yang ada di udara dengan ekor.",[104,8660,8661],{},"\"Gebaa!?\"",[104,8663,8664],{},"Sobatku menggigit Manticore yang baru saja menghantam tanah, mengangkatnya, lalu membantingnya ke dinding kanan dengan lehernya. Aku menyusul dengan sundulan kepala ke Manticore yang ada di depan mata.",[104,8666,8667],{},"\"Geo!?\"",[104,8669,8670],{},"Manticore jatuh dengan pinggang menghantam tanah, lalu menggelinding akibat dampak sundulan. Aku mau maju untuk menyerang lagi, tapi aku sadar mata Manticore tertuju ke belakangku.",[104,8672,8673],{},"Di belakangku ada Yarg dan Tatalk. Merasakan sesuatu yang tidak beres, aku berhenti.",[104,8675,1711],{},[104,8677,8678],{},"Manticore memperbaiki posisi dan bertahan, sambil memutar ekornya ke depan.",[104,8680,8681,8682,8687,8688,8692],{},"Ujung ekornya berbentuk bola berduri. Jangan-jangan dia mau pakai skill ",[116,8683,8684],{},[119,8685,8686],{},"Thousand Needles","? Dilihat dari pandangan Manticore, sasarannya pasti manusia di belakangku. Mengeluarkan ekor saat jarak jauh berarti skill jarak jauh. Kalau begitu, cara serangan ",[116,8689,8690],{},[119,8691,8686],{}," yang mungkin cuma satu. Menembakkan jarum.",[104,8694,8695],{},"Aku merentangkan sayap lebar-lebar. Puluhan jarum dari ujung ekor Manticore ditembakkan serentak. Aku mengepakkan sayap menciptakan angin, dan mengisinya dengan mana.",[104,8697,8698,8702],{},[116,8699,8700],{},[119,8701,121],{}," membelokkan lintasan jarum. Semua jarum jatuh berserakan di antara aku dan Manticore.",[104,8704,8705],{},"\"Ge... ge, geba...\"",[104,8707,8708,8709,8714],{},"Sepertinya dia berniat mengalihkan perhatianku dengan mengincar manusia... sayang sekali. Itu tadi pasti kartu as-nya. Sampai di sini saja ya, Manticore pun tak berkutik. Secara status, aku lebih unggul. Kecepatan yang jadi masalah juga sudah kuhancurkan dengan menyerang kakinya duluan. Karena ada ",[116,8710,8711],{},[119,8712,8713],{},"Status Inspection",", serangan kejutan pun tidak akan mempan padaku. Jelas sudah tidak ada lagi yang disembunyikan.",[104,8716,8717],{},"Manticore bangkit perlahan, memelototiku dengan napas kasar. Bola matanya bergerak liar melihat sekeliling. Pasti mencari sesuatu yang bisa digunakan.",[104,8719,8720],{},"\"Geba........ geba........\"",[104,8722,8723],{},"Tiba-tiba, Manticore mulai menubruk dinding. Seluruh gua bergetar hebat. Masa sih, dia mau bikin lubang di dinding buat kabur sekarang? Mana mungkin berhasil di saat genting begini. Kegigihannya patut diacungi jempol. Pantas saja dia bisa lolos dariku dua kali.",[104,8725,8726],{},"Aku menerjang Manticore, mengangkat kaki depan tinggi-tinggi. Ini akhirnya.",[104,8728,8729],{},"\"Ge, gege...\"",[104,8731,8732],{},"Saat aku mengayunkan lengan hendak memenggal kepalanya, tubuh Manticore mengecil. Dalam sekejap, berubah menjadi sosok wanita berambut cokelat.",[104,8734,8735],{},"Spontan aku membelokkan lintasan cakar. Kuku kaki depan menancap di tanah.",[104,8737,8738,8739,8743],{},"D, dia pakai ",[116,8740,8741],{},[119,8742,1740],{}," di saat terakhir begini. Aku buru-buru mengangkat kaki depan satunya, tapi kaki itu pun terhenti di udara.",[104,8745,8746],{},[111,8747,8748],{},"'Oi, ngapain lu!'",[104,8750,8751],{},"Pikiran Sobatku melayang, aku kembali tenang. Saat aku hendak memberi kekuatan pada kaki depan, saat itulah.",[104,8753,8754],{},"\"Maafkan aku, maafkan aku...\"",[104,8756,8757],{},"Manticore menutupi wajah dengan lengan, mengulang kata maaf. Sosoknya terlihat sangat lemah.",[104,8759,8760],{},"Dia adalah monster pemakan manusia yang sudah lama menyengsarakan suku Lithoviar. Selain menyakiti langsung, dia juga menghasut ketidakpercayaan pada Dewa Naga, menciptakan perpecahan dan konflik di desa, memaksa penyerahan tumbal, bertindak seenaknya dan menyiksa mereka. Aro pun dibunuh olehnya. Tapi, kenapa sekarang... ini curang namanya.",[104,8762,8763],{},"Meski aku mencoba meyakinkan diriku begitu, kaki depanku tidak mau bergerak.",[104,8765,8766],{},"Wujud manusia Manticore, meski tergolong tinggi untuk ukuran wanita, memberikan kesan rapuh. Mungkin karena sedang lemah, sosoknya terlalu jauh dari monster pemakan manusia.",[104,8768,8769],{},"Aku tidak bisa mengayunkan tangan. Lenganku terasa berat seolah berubah jadi logam.",[104,8771,8772],{},[111,8773,8774],{},"'Oi, sadar woy!'",[104,8776,8777],{},"Aku tanpa sadar menurunkan lengan. Seolah menunggu momen itu, Manticore mengangkat wajah. Meski berwujud manusia, ekspresinya bukan ekspresi manusia. Senyum jelek yang penuh niat jahat. Dari celah kelopak mata yang menyipit, terpancar kilatan membunuh. Mulut yang robek lebar adalah bukti tak terbantahkan bahwa Manticore sudah mulai melepas wujud manusianya.",[104,8779,8780],{},"Lidah menjulur dari mulutnya. Taringnya makin membesar. Manticore bertumpu pada kaki yang tidak terluka, melompat ke arah tenggorokanku.",[104,8782,8783],{},"Cepat. Dia pasti mengerahkan seluruh sisa tenaganya untuk serangan ini.",[104,8785,8786],{},"\"Geba geba geba geba gebaa!\"",[104,8788,8789],{},"Aku dijebak. Saat aku menyadarinya, taring Manticore sudah menancap di leherku. Tepat di bawah daguku, taring Manticore menancap dalam. Dalam pertarungan hidup dan mati, harga keraguan sesaat terlalu mahal.",[104,8791,8122],{},[104,8793,8794,8795,174],{},"Kepalaku, mati rasa. Kalau tidak salah... dia punya skill ",[116,8796,8797],{},[119,8798,8799],{},"Paralysis Bite",[104,8801,8802],{},"Sial! Padahal dari status dan kelakuannya selama ini aku sudah tahu dia ahli serangan dadakan dan tipuan!",[104,8804,8805],{},"Manticore semakin kembali ke wujud aslinya... saat sudah kembali sempurna, tubuh Manticore terlepas dari tenggorokanku.",[104,8807,8808],{},"Sobatku menggigit tenggorokan Manticore dan menariknya lepas. Mungkin racun lumpuhnya belum sampai ke leher Sobatku. Manticore terlempar ke udara sambil menyemburkan darah dari leher, lalu jatuh terlentang.",[104,8810,8811,8812,330],{},"Sobatku memuntahkan darah (",[111,8813,8814],{},"peh peh",[104,8816,8817],{},[111,8818,8819],{},"'Lu selalu terlalu lembek sih.'",[104,8821,8822],{},"...Aku tahu, kok. Untung ada kau.",[104,8824,8825,8826,8830],{},"Aku menekan bagian yang digigit Manticore dengan kaki depan untuk menahan pendarahan, sambil memulihkan kulit yang tertembus dengan ",[116,8827,8828],{},[119,8829,5458],{},". Luka segera menutup, dan rasa kebas pun menjauh.",[104,8832,8833],{},[116,8834,8835],{},[119,8836,2841,8837,6701],{},[119,8838,6708],{},[104,8840,8841],{},"Aku melihat ke arah Manticore. Manticore menggemeretakkan giginya pelan, lalu benar-benar berhenti bergerak.",[104,8843,8844,8849,8856],{},[116,8845,8846],{},[119,8847,8848],{},"Mendapatkan 2044 poin pengalaman.",[116,8850,8851],{},[119,8852,186,8853,8855],{},[119,8854,189],{},", mendapatkan tambahan 2044 poin pengalaman.",[116,8857,8858],{},[119,8859,996,8860,8862],{},[119,8861,999],{}," naik dari 61 menjadi 65.",[104,8864,8865],{},"Dapat banyak EXP setelah sekian lama.",[104,8867,8868],{},[116,8869,8870],{},[119,8871,529,8872,8874],{},[119,8873,1902],{}," naik dari 2 menjadi 4.",[104,8876,8877],{},"Waduh, lompat kelas. Manticore, dari yang pernah kulihat, secara status ancamannya di atas Giant Centipede sih.",[104,8879,8880,8896],{},[116,8881,8882],{},[119,8883,8884,8885,8888,8889,8892,8893,174],{},"Skill Normal ",[119,8886,8887],{},"Star Drop: Lv2",", ",[119,8890,8891],{},"Nutcracker: Lv3"," berubah menjadi ",[119,8894,8895],{},"Heaven's Fall: Lv3",[116,8897,8898],{},[119,8899,8900,8901,174],{},"Mendapatkan Skill Normal ",[119,8902,8903],{},"Earth Reversal: Lv1",[104,8905,8906],{},"Eh? I, ini, skill punya Pahlawan kan?",[104,8908,8909],{},"Boleh nih aku ambil? Nggak apa-apa? Sifat buruknya nggak nular kan?",[104,8911,8912],{},"Tiba-tiba aku teringat saat melawan Pahlawan. Di paruh kedua pertarungan, saat Pahlawan memanggil sekumpulan serangga, kalau tidak salah dia bilang begini.",[104,8914,8915],{},[111,8916,8917,8918,8921],{},"'Fu, fufu, fufufu... Kau benar-benar membuatku marah. Sudah cukup. Akan kutuk seluruh negeri ini sampai mati. Selain aku yang punya ",[119,8919,8920],{},"Holy",", takkan ada yang selamat.'",[104,8923,8924,8925,8929,8930,8934,8935,8939],{},"...Dilihat dari cara bicaranya, ",[116,8926,8927],{},[119,8928,8920],{}," itu skill yang bisa menghilangkan kutukan. Kalau bisa dipelajari lewat Skill Gelar ",[116,8931,8932],{},[119,8933,1902],{},", apa aku bisa mengendalikan kutukan yang disebar oleh ",[116,8936,8937],{},[119,8938,456],{}," yang merepotkan ini?",[99,8941,2629],{"id":2628},[104,8943,8944],{},"Melihat bangkai Manticore yang menyemburkan darah, aku menghela napas lega.",[104,8946,8947],{},"Saat hendak berbalik, aku melihat Yarg. Yarg memegang tombak, melihat Manticore dan aku bergantian dengan gelisah. Tangannya yang memegang tombak masih belum bertenaga.",[104,8949,8950],{},"Yarg pasti belum bisa memproses apa yang terjadi. Tatalk juga sama seperti Yarg, cuma bisa bingung. Aku melewati Yarg dalam diam.",[104,8952,8953],{},"\"Tu, tunggu! A, apa! Kau ini sebenarnya apa!\"",[104,8955,8956],{},"Meninggalkan teriakan Yarg di belakang, aku keluar dari gua begitu saja.",[104,8958,8959],{},"Dengan ini, desa ini tidak perlu lagi hidup dalam ketakutan pada Manticore. Aku juga sudah membalaskan dendam Aro. Sekarang, balik dulu ke dekat desa sebelah kali ya.",[104,8961,8962],{},"Semoga dengan melihat aku mengalahkan Manticore, Yarg dan Tatalk bisa menyelesaikan masalah Dewa Naga dengan baik... tapi sepertinya itu butuh waktu. Jaraknya terlalu dalam. Kalau bisa aku yang membujuk pihak faksi Dewa Naga sih bagus.",[104,8964,8965,8966,8970],{},"Setelah itu aku berkeliling hutan mencari Aro dengan ",[116,8967,8968],{},[119,8969,1415],{},". Hawa keberadaan Aro agak unik jadi mudah dideteksi. Aro duduk bersandar di akar pohon. Di lengannya dia memeluk makhluk seperti kelinci.",[104,8972,8973],{},"Melihatku, dia berdiri dan mendekat dengan gembira. Saat itu, kelinci di tangannya jatuh ke tanah. Kelinci itu mendarat dengan indah, lalu mengikuti Aro.",[104,8975,8976],{},"Jinak sekali... eh, itu beneran kelinci? Kalau dilihat baik-baik, tidak ada bulunya... atau lebih tepatnya, permukaan tubuhnya seperti terbuat dari tanah yang dipadatkan.",[104,8978,8979],{},"Mungkin tubuh kelinci itu rapuh, baru lari beberapa langkah kaki belakangnya sudah mulai hancur. Ini, jangan-jangan...",[104,8981,8982,8985,8990],{},[116,8983,8984],{},"[[Levana Pet]: Monster Peringkat F]",[116,8986,8987],{},[119,8988,8989],{},"Sebutan umum untuk monster yang dibuat dengan mendekatkan tanah menjadi daging menggunakan sihir.",[116,8991,8992],{},[119,8993,8994],{},"Satu per satu lemah, tapi biasanya bertambah tanpa batas, jadi bisa jadi masalah besar.",[104,8996,8997,8998,3956],{},"...Ini, jangan-jangan, monster yang dibuat Aro pakai skill ",[116,8999,9000],{},[119,9001,5464],{},[104,9003,9004,9005,9007],{},"Ja, jangan banyak-banyak ya bikinnya. Aro mengangguk-angguk (",[111,9006,4910],{},"), memungut kelinci tanah itu dan mengelus kepalanya. Saat Aro menyentuhnya, kaki kelinci tanah yang rusak beregenerasi. Kalau sudah dibuat, harus dirawat baik-baik ya... sip.",[104,9009,9010],{},"\"Laik... kah?\" (Baik... kah?)",[104,9012,9013],{},"Aro mengalihkan pandangan dari kelinci tanah, menatap wajahku. Pasti mau bilang 'Apa baik-baik saja?'.",[104,9015,9016],{},"\"Guoo.\"",[104,9018,9019,9020,9022],{},"Aku mengangguk (",[111,9021,4910],{},"). Aro tersenyum senang.",[104,9024,9025],{},"\"Yuku, lah...\" (Syukur, lah...)",[104,9027,9028],{},"Cadelnya juga pasti bakal sembuh kalau berevolusi. Sedikit lagi, sedikit lagi. Di tahap ini pun bentuknya sudah hampir manusia. Evolusi berikutnya, secara penampilan pasti tidak bisa dibedakan dengan manusia.",[104,9030,9031],{},"Bersama Aro, kami pindah ke kuil Dewa Naga. Di tengah jalan, aku melihat lagi sosok Raran, kurcaci hijau yang bersinar samar. Tiga ekor duduk berjejer di pohon jauh, mengawasi kami seperti sebelumnya.",[104,9033,9034],{},"...Rasanya nggak tenang, tolong berhenti dong. Kalau ada yang mau diomongin, bilang yang jelas.",[104,9036,9037],{},[111,9038,9039],{},"'Rasanya gimana ya kalau dimakan.'",[104,9041,9042,9043,9046],{},"Sobatku menjilat sekitar mulutnya. Raran seolah merasakan sesuatu, berdiri di atas dahan, lalu melompat turun bertiga. Di tengah jatuh, sosok Raran menghilang (",[111,9044,9045],{},"fuu",") di udara. Sobatku, ngeri juga lu...",{"title":1469,"searchDepth":1470,"depth":1470,"links":9048},[9049,9050],{"id":747,"depth":1470,"text":748},{"id":2628,"depth":1470,"text":2629},6,{},"/novels/tensei-dragon/vol-5/bab-4-3",{"title":8075,"description":1469},"novels/04.tensei-dragon/05.vol-5/06.bab-4-3","1W2mycbyYOJmu_jACiBkdou2IPdG6z6omgdBN6dwzjU",{"id":9058,"title":9059,"body":9060,"chapterNumber":9236,"description":1469,"excerpt":1475,"extension":1476,"hidden":31,"meta":9237,"mtl":11,"navigation":11,"path":9238,"publishedAt":1479,"seo":9239,"stem":9240,"volumeNumber":1482,"__hash__":9241},"chapters/novels/04.tensei-dragon/05.vol-5/07.selingan.md","Selingan: Tirani Seorang Bangsawan (Sudut Pandang Tolman)",{"type":96,"value":9061,"toc":9234},[9062,9068,9075,9078,9081,9084,9087,9090,9093,9096,9099,9102,9105,9108,9111,9114,9117,9120,9123,9126,9129,9132,9135,9138,9141,9144,9147,9153,9156,9159,9162,9165,9168,9171,9174,9177,9180,9183,9186,9189,9192,9195,9198,9204,9207,9210,9213,9216,9219,9222,9225,9228,9231],[104,9063,9064],{},[252,9065],{"alt":9066,"src":9067,"title":9066},"image_00031","/images/n04/05/00031.jpeg",[104,9069,9070,9071,9074],{},"Di tengah perkemahan untuk mengistirahatkan kuda, aku, sang ",[111,9072,9073],{},"Wagahai",", mencabut pedang dan memandangi bilahnya.",[104,9076,9077],{},"\"Ah, pedangku bergetar. Ia berteriak ingin menebas mati para barbar itu.\"",[104,9079,9080],{},"\"Anda tampak sangat gembira, Yang Mulia Tolman.\"",[104,9082,9083],{},"Pria berwajah pucat yang mendekat sambil tersenyum itu adalah bawahan nomor satuku, Ksatria Sihir Azalea. Dengan adanya orang ini yang disebut-sebut sebagai ahli sihir dan pedang nomor satu di Kerajaan Ardesia, tujuan perjalanan ini pun sudah di depan mata.",[104,9085,9086],{},"Awalnya Azalea mengabdi pada bangsawan lain, tapi aku menggunakan uang dan kekuasaan untuk merekrutnya. Karena bangsawan baru yang tidak tahu diri itu berani protes, aku menggerakkan koneksiku di sekitar wilayahnya dan mendesaknya sampai dia kabur di malam hari. Tidak, bunuh diri ya? Sudahlah, hal sepele begitu tidak penting.",[104,9088,9089],{},"\"Sudah lama aku tidak menebas manusia, fu, fufufu... Yah, karena mereka gerombolan yang tidak punya moral dan akal sehat, mungkin tak beda dengan binatang buas.\"",[104,9091,9092],{},"Tujuan perjalanan ini adalah untuk memburu binatang mitos Carbuncle.",[104,9094,9095],{},"Carbuncle adalah monster legendaris yang memiliki bulu bersinar putih kehijauan dan permata besar di dahinya. Ada cerita bahwa beberapa puluh tahun lalu, petualang melihatnya di dekat pemukiman suku Lithoviar.",[104,9097,9098],{},"Negeri tempat wilayahku berada, Ardesia, sedang mengalami krisis di mana Raja mandul karena sakit dan Pangeran meninggal karena kecelakaan berturut-turut, sehingga tidak ada lagi laki-laki muda berdarah bangsawan kerajaan. Karena itu, mengikuti preseden masa lampau, diputuskan untuk memilih suami Putri Pertama dari kalangan bangsawan dan menjadikannya Raja.",[104,9100,9101],{},"Putri Pertama menyatakan dengan tegas bahwa dia akan memilih calon yang memberikan hadiah paling luar biasa untuknya sebagai suami. Di situlah aku terpikirkan, awetan binatang mitos Carbuncle. Jika monster itu ada di tanganku, tak diragukan lagi aku bisa menyingkirkan calon-calon lainnya.",[104,9103,9104],{},"Saat mencari Carbuncle di hutan, yang diperkirakan akan menjadi petunjuk terbesar sekaligus pengganggu adalah para barbar Lithoviar itu. Karena itu aku membawa Pasukan ke-1 sampai Pasukan ke-80 dari pasukan pribadiku, 'Para Pemburu Lapar'.",[104,9106,9107],{},"Meski ada pengecualian, pada dasarnya satu pasukan terdiri dari delapan orang, jadi totalnya hampir enam ratus lima puluh orang. Aku sendiri berpikir mungkin agak berlebihan, tapi kudengar suku Lithoviar punya dewa pelindung berupa naga berkepala dua. Selama skala dan kondisi pemukiman mereka belum jelas, jika ingin menghancurkan mereka dengan pasti, tidak ada cara lain selain membawa pasukan lebih banyak.",[104,9109,9110],{},"Tentu saja biayanya membengkak, dan meskipun hanya di pinggiran, secara teknis kami memasuki wilayah bangsawan lain, jadi mendapatkan izin untuk membawa pasukan sebanyak ini cukup merepotkan.",[104,9112,9113],{},"Aku bersikeras bahwa tujuan perjalanan kali ini adalah pemusnahan suku Lithoviar atas dasar niat baik, dan perburuan Carbuncle hanyalah bonus. Tapi karena suku Lithoviar sepertinya jarang keluar dari pedalaman hutan, bangsawan itu sama sekali tidak tertarik dengan usulanku.",[104,9115,9116],{},"Mungkin, kerugian nyata akibat suku Lithoviar tidak sebesar rumor yang beredar. Dugaanku, mereka melebih-lebihkan kerugian akibat suku Lithoviar untuk menolak permintaan bangsawan lain atau untuk mengurangi pajak daerah dekat hutan yang harus disetor ke ibu kota.",[104,9118,9119],{},"Bagaimanapun, dengan menyuap penguasa wilayah itu dengan jumlah besar, aku berhasil mendapatkan izin membawa pasukan. Memang aku jadi punya pekerjaan tambahan, kewajiban, dan pengeluaran, tapi karena akan mengacak-acak hutan, cepat atau lambat suku Lithoviar pasti akan jadi musuh. Itu harga yang harus dibayar. Malah, kalau dipikir bisa jadi Raja cuma dengan ini, harganya murah.",[104,9121,9122],{},"Omong-omong, Kapten Pasukan Pertama 'Para Pemburu Lapar' adalah pria berwajah pucat tadi, Azalea. Kali ini dia akan bergerak terutama sebagai pengawalku. Meskipun begitu, karena aku berencana memimpin penyerangan langsung, dia akan mendapat banyak pekerjaan.",[104,9124,9125],{},"Kudengar suku Lithoviar itu kuat, tapi mereka tidak akan menang melawan elit 'Para Pemburu Lapar' milikku. Lagipula aku tidak yakin jumlah petarung suku Lithoviar sebanyak itu. Kalau kepepet, tinggal sandera orang lalu lumpuhkan dan bunuh saja. Di dalam 'Para Pemburu Lapar' ada pasukan yang ahli dalam taktik kotor semacam itu.",[104,9127,9128],{},"Mungkin aku terlalu waspada pada sekelompok barbar, tapi aku tidak berniat menyerang langsung. Aku akan membiarkan tim pengintai memeriksa keadaan, menyelidiki suku Lithoviar, memastikan skala dan kekuatan mereka, dan setelah peluang menang terlihat, baru menyerang pada saat yang tepat dan membakar habis pemukiman mereka sekaligus.",[104,9130,9131],{},"Aku akan menyisakan beberapa wanita dan anak-anak untuk disiksa demi informasi tentang Carbuncle, tapi setelah itu tentu saja akan kubantai semua. Dengan ini aku akan mendapatkan Carbuncle, dan sekaligus menaikkan nama dengan memusnahkan suku barbar yang terkenal jahat itu. Tak diragukan lagi aku akan ditetapkan sebagai Raja Ardesia.",[104,9133,9134],{},"\"Azalea, bagaimana pendapatmu tentang rencana pemusnahan suku Lithoviar kali ini?\"",[104,9136,9137],{},"\"Saya, Azalea, sekali lagi kagum dengan pemikiran cemerlang Tuan Tolman. Korban di pihak kita pasti bisa ditekan seminimal mungkin. Sisanya, tinggal seberapa banyak informasi yang bisa dibawa pulang oleh tim pengintai.\"",[104,9139,9140],{},"\"Fuhahahaha! Begitu ya, tentu saja! Tapi, bukankah kau pikir akan lebih menarik jika ada sedikit faktor ketidakpastian? Kali ini ada kau yang terkenal sebagai Ksatria Sihir terkuat di Ardesia, dan ada aku yang ditakuti sebagai Duke Pedang! Kera-kera kejam dan bodoh itu bukan tandingan kita!\"",[104,9142,9143],{},"Saat aku bicara dengan suara keras, para prajurit anggota 'Para Pemburu Lapar' juga ikut tertawa setuju. Tiba-tiba Azalea melihat ke belakangku, menaruh tangan di dagu dengan wajah berpikir. Saat aku menoleh untuk melihat ada apa, ada satu orang yang tidak tertawa, duduk sendirian di tempat yang agak jauh.",[104,9145,9146],{},"Anggota Pasukan Pertama 'Para Pemburu Lapar' yang dipimpin Azalea, Nel. Dari rambut biru lautnya, menyembul dua telinga binatang.",[104,9148,9149,9150,9152],{},"Dia adalah bocah Felis Huma. Salah satu dari budak pelarian yang diterima dalam jumlah besar oleh petinggi negara Ardesia... tidak, satu ekor lebih tepatnya. Bagiku, menghitung ",[111,9151,6940],{}," kotor sama seperti menghitung manusia itu menjijikkan.",[104,9154,9155],{},"Karena kemampuannya lumayan, aku tempatkan dia di Pasukan Pertama, tapi aku tidak suka rasnya, wajahnya, maupun sifatnya. Sekarang pun, aku tidak suka dia duduk dengan wajah datar yang merusak suasana. Karena sepertinya bakal bau binatang, dia satu-satunya anggota Pasukan Pertama yang tidak pernah kubiarkan masuk ke rumahku.",[104,9157,9158],{},"Azalea mendekati Nel, mengintip wajahnya.",[104,9160,9161],{},"\"Hmm? Ada apa, Nel? Padahal Tuan Tolman sedang mencoba menaikkan moral kita, tapi reaksimu dingin sekali, apa kau sedang tidak enak badan?\"",[104,9163,9164],{},"Aku juga berdiri, mendekati Azalea dan Nel.",[104,9166,9167],{},"\"Ooh, apa, begitu rupanya! Kalau tidak enak badan, wajar saja kau mengabaikan kata-kata aku, penyelamat besarmu, dan duduk bengong begitu ya! Kupikir telinga besarmu yang sia-sia itu cuma hiasan, jadi aku sempat berpikir mau merobeknya saja!\"",[104,9169,9170],{},"Aku menjewer telinga Nel dan memaksanya berdiri.",[104,9172,9173],{},"\"Tss, sskit! Ma, maafkan saya! Ta, tapi, anu...\"",[104,9175,9176],{},"\"Hmm? Hmmm? 'Anu' apa? Kalau ada yang ingin kau katakan, katakan saja. Tidak ada alasan untuk sungkan.\"",[104,9178,9179],{},"\"Tidak, bukan apa-apa...\"",[104,9181,9182],{},"\"Masa bukan apa-apa? Ya kan, Azalea juga berpikir begitu kan? Dia barusan mau mengatakan sesuatu kan, ya? Kalau telinganya hiasan dan mulutnya juga hiasan, bukankah lebih baik wajahnya diringankan sedikit? Kalau mau, bisa kupotong sekarang juga lho?\"",[104,9184,9185],{},"Karena Nel terlihat ragu untuk bicara lagi, aku mengeluarkan belati dari balik baju dan menekankannya ke bibirnya. Nel menatap bilah pisau dengan wajah kaku, tapi akhirnya menelan ludah seolah membulatkan tekad.",[104,9187,9188],{},"\"A, aaa... anu, meskipun suku Lithoviar itu kejam... membantai wanita dan anak-anak itu, anu... rasanya, saya tidak tega... Dengan kekuatan pasukan sebanyak ini, bukankah mungkin untuk mengancam mereka dan memastikan mereka tidak akan membahayakan kita...\"",[104,9190,9191],{},"\"Ternyata kau memang tidak butuh mulut ya?\"",[104,9193,9194],{},"Aku memasukkan belati ke dalam mulut Nel. Nel mencoba mundur, jadi aku mencengkeram lehernya dengan tangan kiriku agar dia tidak bisa bergerak.",[104,9196,9197],{},"Nel menggigit belati itu untuk menghentikannya, tapi darah menetes dari bilahnya. Wajahnya memucat, matanya berkaca-kaca, dan dia menggelengkan kepala kecil.",[104,9199,9200,9201,9203],{},"\"Fuhahahaha! Bercanda, bercanda! Susah ya menghadapi ",[111,9202,6940],{}," berotak rendah yang tidak mengerti humor begini! Kalian juga berpikir begitu kan, hei!\"",[104,9205,9206],{},"Saat aku berkata begitu, para prajurit juga tertawa keras. Nel melonggarkan gigitannya seolah lega. Aku memanfaatkan celah itu dan menghantamkan lutut ke dagunya. Darah menyembur dari mulut Nel, dan mungkin karena tidak tahan sakit, dia ambruk di tempat.",[104,9208,9209],{},"\"A, aaa! Aaaaaaa!\"",[104,9211,9212],{},"Nel mengerang sambil berguling-guling.",[104,9214,9215],{},"\"Dasar bodoh! Aku sudah terikat kontrak dengan penguasa wilayah bodoh di sini untuk membantai habis para barbar yang tinggal di hutan!\"",[104,9217,9218],{},"Dia mungkin tidak peduli dengan suku Lithoviar, tapi aku tidak boleh membiarkan reputasi buruk menyebar di saat seperti ini. Kalau gagal, dia pasti akan memanfaatkan itu untuk memeras uang lebih banyak dariku.",[104,9220,9221],{},"Setelah berteriak, aku mengusap dadaku dengan jari. Memastikan ada cipratan darah Nel yang menempel, aku meludah ke tanah.",[104,9223,9224],{},"\"Kotor kena darah binatang. Oi, siapa saja, bawakan lap.\"",[104,9226,9227],{},"Begitu aku berkata, Azalea segera membawakan kain lap. Persiapan yang sangat baik seolah dia sudah memprediksi alur ini.",[104,9229,9230],{},"\"Perlukah saya obati Nel?\"",[104,9232,9233],{},"\"Ya, biarpun begitu dia tetap aset tempur. Kalau sampai tidak bisa dipakai lagi, repot. Dia harus mati di medan perang.\"",{"title":1469,"searchDepth":1470,"depth":1470,"links":9235},[],7,{},"/novels/tensei-dragon/vol-5/selingan",{"title":9059,"description":1469},"novels/04.tensei-dragon/05.vol-5/07.selingan","2DNbwmNB4noaSY3vrEnvmwiWN4EU3RuyOKG7hkjxMms",{"id":9243,"title":9244,"body":9245,"chapterNumber":10670,"description":1469,"excerpt":1475,"extension":1476,"hidden":31,"meta":10671,"mtl":11,"navigation":11,"path":10672,"publishedAt":1479,"seo":10673,"stem":10674,"volumeNumber":1482,"__hash__":10675},"chapters/novels/04.tensei-dragon/05.vol-5/08.bab-5-1.md","Bab 5: Serangan Abyss - Bagian 1",{"type":96,"value":9246,"toc":10666},[9247,9249,9253,9256,9266,9268,9275,9278,9281,9283,9286,9291,9294,9299,9305,9307,9310,9313,9316,9319,9322,9325,9328,9333,9340,9347,9359,9362,9365,9370,9373,9376,9379,9381,9384,9387,9390,9393,9396,9399,9401,9408,9411,9419,9426,9440,9443,9446,9449,9452,9455,9460,9467,9472,9475,9480,9483,9486,9489,9494,9497,9504,9507,9510,9515,9518,9521,9524,9527,9530,9533,9536,9539,9545,9552,9560,9562,9565,9577,9580,9583,9586,9593,9614,9617,9620,9623,9629,9632,9634,9637,9642,9647,9649,9652,9660,9663,9669,9672,9675,9678,9681,9684,9687,9690,9693,9700,9705,9708,9713,9716,9721,9724,9727,9730,9733,9738,9741,9744,9747,9753,9756,9759,9761,9769,9772,9775,9778,9783,9786,9791,9794,9799,9802,9805,9808,9811,9814,9817,9820,9823,9826,9829,9832,9835,9838,9841,9849,9852,9855,9858,9861,9864,9867,9870,9873,9876,9879,9882,9885,9887,9897,9900,9903,9906,9909,9912,9914,9917,9920,9923,9942,9945,9953,9974,9986,9989,9992,9995,9998,10001,10008,10011,10013,10016,10043,10046,10049,10052,10055,10063,10066,10069,10072,10075,10078,10085,10088,10091,10093,10096,10099,10102,10105,10108,10111,10114,10116,10119,10121,10124,10127,10130,10133,10136,10139,10142,10145,10148,10151,10154,10156,10159,10166,10169,10172,10174,10177,10191,10198,10201,10204,10207,10213,10234,10237,10240,10243,10246,10249,10261,10280,10283,10297,10300,10303,10306,10309,10312,10317,10320,10323,10326,10328,10331,10334,10337,10340,10343,10345,10348,10351,10354,10357,10360,10363,10369,10372,10380,10383,10386,10389,10392,10395,10401,10407,10410,10415,10418,10423,10426,10431,10434,10439,10442,10447,10450,10455,10458,10463,10466,10472,10475,10480,10483,10486,10491,10494,10499,10502,10507,10510,10515,10522,10527,10530,10535,10538,10541,10544,10547,10552,10559,10564,10567,10570,10573,10576,10579,10582,10585,10588,10591,10594,10597,10600,10602,10605,10608,10611,10614,10617,10620,10623,10626,10629,10632,10635,10638,10641,10644,10646,10649,10657,10660,10663],[99,9248,1501],{"id":1500},[104,9250,9251],{},[252,9252],{"alt":1506,"src":1507,"title":1506},[104,9254,9255],{},"Setelah mengalahkan Manticore, aku kembali ke kuil Dewa Naga bersama Aro. Di samping kuil ada pohon besar yang tidak biasa, saat kulihat, akarnya tercabut dan membuka mulut lebar. Ooh, ternyata Tuan Lesser Treant.",[104,9257,9258,9259,9262,9263,330],{},"Treant menggoyangkan dahannya, lalu jatuhlah seekor anak laba-laba berwarna kuning kehijauan (",[111,9260,9261],{},"bote!","). Baby Aranea. Laba-laba sejenis juga merayap keluar dari dalam kuil (",[111,9264,9265],{},"gasagasa",[104,9267,364],{},[104,9269,9270,9271,9274],{},"Sobatku memanjangkan leher, mendekat ke anak-anak laba-laba. Anak-anak laba-laba itu mendekat ke wajah Sobatku. Mereka menepuk-nepuk wajah Sobatku dengan kaki mereka (",[111,9272,9273],{},"beshi-beshi","), bermain-main.",[104,9276,9277],{},"...Benar-benar mau dipelihara ya. Terserah deh, aku nggak ikut-ikutan.",[104,9279,9280],{},"Tapi, disambut begini rasanya memang seperti punya rumah ya. Anak laba-laba, Treant, Aro... lalu kelinci tanah. Yah, ramai sih bagus. Bagus sih, tapi... ini beneran masuk rute Raja Iblis nggak sih? Kalau mereka tumbuh besar, bakal jadi kekuatan tempur yang lumayan lho.",[104,9282,364],{},[104,9284,9285],{},"Sobatku mengeluarkan suara seperti jeritan. Saat kulihat, wajah Sobatku sudah penuh dengan jaring laba-laba. Main apa sih ini anak.",[104,9287,9288],{},[111,9289,9290],{},"'Ambilin! Ambilin!'",[104,9292,9293],{},"Segitu doang kan bisa digelengin...",[104,9295,9296],{},[111,9297,9298],{},"'Kalau dijatuhin kasar, mereka bakal mati tahu!'",[104,9300,9301,9302,9304],{},"O, oke... Kurasa mereka nggak selembek itu sampai harus dijaga segitu hati-hatinya deh. Jarang-jarang ada laba-laba yang berani bikin sarang di kepala Naga Jahat Peringkat A. Aku menepuk-nepuk kepala Sobatku dengan kaki depan (",[111,9303,9273],{},"), menjatuhkan semua anak laba-laba.",[104,9306,2317],{},[104,9308,9309],{},"Sobatku menundukkan kepala ke tanah dengan lelah.",[104,9311,9312],{},"...Anak laba-laba sih masa bodo, yang harus diperhatikan itu di sana. Agak jauh dari kuil, ada makanan diletakkan lagi. Sepertinya orang suku Lithoviar datang menaruhnya. Pantas saja Treant menyamar tadi. Tiba-tiba terbayang Baron yang kecewa melihat kuil kosong.",[104,9314,9315],{},"Selalu saja bikin bersyukur. Sobatku juga sudah pulih dari kondisi pusing, menatap makanan yang berjejer sambil meneteskan air liur. Jujur saja, tadi sempat ketinggalan makan jadi sekarang lapar.",[104,9317,9318],{},"Guci arak, babi hutan, kotak besar... eh, tutup kotaknya agak miring nggak sih? Apa isinya?",[104,9320,9321],{},"Sambil mendekati makanan, aku memikirkan masa depan. Masalah utamanya adalah perdamaian antara faksi Dewa Naga dan anti-Dewa Naga. Walau faksi anti-Dewa Naga mau mengalah, masalahnya apakah faksi Dewa Naga yang kelihatannya keras itu mau menerimanya atau tidak. Tatalk juga bilang itu bagian tersulitnya.",[104,9323,9324],{},"Kalau Dewa Naga punya pengaruh, harusnya bisa diatur sampai batas tertentu... tapi masalahnya, aku sendiri nggak tahu seberapa besar antipati faksi Dewa Naga itu.",[104,9326,9327],{},"Saat mendekati makanan, entah kenapa aku punya firasat buruk.",[104,9329,9330],{},[111,9331,9332],{},"'Arak! Arak! Arak!'",[104,9334,9335,9336,9339],{},"Sobatku mengirimkan ",[111,9337,9338],{},"call"," arak padaku.",[104,9341,9342,9343,9346],{},"Yah, nggak perlu dipikirin kali ya. Kalaupun dibuka terus meledak, aku masih bisa tahan dengan mudah. Berpikir begitu, aku mengulurkan kaki depan ke tutup kotak kayu. Terdengar suara ",[111,9344,9345],{},"gasagoso"," yang tidak enak, aku menghentikan tanganku.",[104,9348,9349,9350,9354,9355,9358],{},"Kotak kayu itu sedikit bergetar. ",[116,9351,9352],{},[119,9353,1415],{},"-ku yang tadi tidak merasakan apa-apa, tiba-tiba mulai memberikan peringatan keras. Punggungku merinding (",[111,9356,9357],{},"zozozo","). Pe, perasaan ini, aku ingat.",[104,9360,9361],{},"Tapi, tidak mungkin dibiarkan terus begini. Aku juga tidak tega menghancurkan kotak beserta isinya yang merupakan hadiah dari suku Lithoviar. Siapa tahu ada hewan hidup yang ditangkap untukku. Apa yang harus dilakukan, sebaiknya dipikirkan setelah melihat isinya.",[104,9363,9364],{},"Aku mengaitkan cakar ke tutup kotak kayu.",[104,9366,9367],{},[111,9368,9369],{},"'...Mending jangan deh.'",[104,9371,9372],{},"Sobatku sepertinya juga merasakan sesuatu. Tapi, aku tetap mengayunkan kaki depanku ke atas.",[104,9374,9375],{},"Tutup kotak kayu terbang dengan kuat. Dengan reaksi cepat seolah mengejar tutup itu, seekor serangga monster besar melompat keluar.",[104,9377,9378],{},"Tubuh belang-belang, delapan kaki panjang yang menjulur dari sana. Di sekitar mulut, benda mirip taring yang terlalu banyak.",[104,9380,160],{},[104,9382,9383],{},"Sesuai dugaan, itu Abyss. Karena tidak mau meremasnya dengan tangan kosong, aku mundur selangkah.",[104,9385,9386],{},"\"Veaa!\"",[104,9388,9389],{},"Saat itu juga, Abyss memuntahkan sisa-sisa sesuatu dari mulutnya. Darah dan potongan daging yang dibungkus air liur kental kekuningan. Mungkin Abyss sedang makan daging persembahan yang ada di dalam kotak kayu itu.",[104,9391,9392],{},"Spontan aku menangkis dengan sayap. Aku harus merasakan sensasi hangat menempel di sayapku.",[104,9394,9395],{},"\"Veeeeeee! Veeeeeee!\"",[104,9397,9398],{},"Abyss menggerakkan kakinya dengan cepat, berlari zig-zag menjauh dariku.",[104,9400,1702],{},[104,9402,9403,9404,174],{},"Aku mengisi sayap yang kututup untuk menangkis tadi dengan mana, lalu membukanya dengan kuat dan melepaskan ",[116,9405,9406],{},[119,9407,121],{},[104,9409,9410],{},"Bukan satu, tapi delapan tembakan sekaligus. Pisau angin yang terbang acak itu melaju lurus sambil menyayat tanah, pohon, dan batu. Salah satunya membelah tubuh Abyss jadi dua.",[104,9412,9413],{},[116,9414,9415],{},[119,9416,657,9417,6701],{},[119,9418,121],{},[104,9420,9421,9422,9425],{},"Cairan berwarna krem menyembur dari tubuh Abyss. ",[111,9423,9424],{},"Poten",", tubuhnya terbelah ke kiri dan kanan, memamerkan isi perut yang menjijikkan.",[104,9427,9428,9433],{},[116,9429,9430],{},[119,9431,9432],{},"Mendapatkan 180 poin pengalaman.",[116,9434,9435],{},[119,9436,186,9437,9439],{},[119,9438,189],{},", mendapatkan tambahan 180 poin pengalaman.",[104,9441,9442],{},"...Fuh, aku mulai terbiasa membasmi Abyss nih. Tapi tetap nggak mau lihat bangkainya.",[104,9444,9445],{},"Pantas tutup kotaknya geser, ternyata ada Abyss yang muncul di sana. Tolong hentikan, serius. Aku mengintip isi kotak kayu dengan hati-hati, ada tiga ekor monster mirip burung yang dimasukkan di sana. Semuanya perutnya sudah dicabik-cabik, isi perutnya keluar.",[104,9447,9448],{},"...Kenapa semuanya dimakan sedikit-sedikit sih, ngeledek ya. Lapar sih, tapi aku nggak mau makan sisa Abyss... Lagipula burung ini, perutnya nggak ditelurin Abyss kan? Aman kan?",[104,9450,9451],{},"Seingatku kata God Voice, dia punya kebiasaan bertelur di monster yang lebih besar darinya. Berarti burung yang lebih kecil dari Abyss ini aman... harusnya, tapi cara makannya berantakan banget... Ada cairan mirip air liur juga nempel.",[104,9453,9454],{},"Sobatku juga menatap sisa makanan Abyss dengan mata serius yang belum pernah kulihat sebelumnya. Bahkan Sobatku pun nggak mau makan ini rupanya. Wajar sih.",[104,9456,9457],{},[111,9458,9459],{},"'...Kalau merem, bisa dimakan.'",[104,9461,9462,9463,9466],{},"S, serius lu... jangan maksa deh. Sesuai ucapannya, Sobatku memejamkan mata erat-erat (",[111,9464,9465],{},"gyu","), lalu melahap habis daging ayam (sisa Abyss) dalam sekali makan. Setelah selesai makan, dia membuka mata sambil napas kasar.",[104,9468,9469],{},[111,9470,9471],{},"'Air, mau minum... air...'",[104,9473,9474],{},"N, nggak perlu sampai segitunya juga kali... Yah, karena kita berbagi tubuh yang sama, aku tahu kalau aku juga lapar sih.",[104,9476,9477],{},[111,9478,9479],{},"'Mungkin cuma perasaan aja, tapi dalem mulut, lengket...'",[104,9481,9482],{},"...Ah paham banget, aku juga pernah ngerasain gitu. Lagian, kalau segitu kepikirannya, kenapa dimakan sih.",[104,9484,9485],{},"Aku melihat guci arak dengan takjub. Pokoknya, sterilkan mulut pakai alkohol dulu. Itu, minum semua boleh kok.",[104,9487,9488],{},"Sobatku menancapkan taring di pinggiran guci, mengangkatnya ke atas kepala, dan meminum isinya sekaligus. Setelah selesai minum, dia menaruhnya kembali di tanah.",[104,9490,9491],{},[111,9492,9493],{},"'Aah... rasanya mendingan...'",[104,9495,9496],{},"Bagus lah kalau gitu...",[104,9498,9499,9500,9503],{},"Saat aku menghela napas lega bercampur takjub, aku melihat anak-anak laba-laba mengerumuni bangkai Abyss. Mereka menggigit Abyss sampai putus, lalu melilit dagingnya dengan benang ",[111,9501,9502],{},"guru-guru",". Spontan mataku jadi titik.",[104,9505,9506],{},"I, itu mereka, jangan-jangan mau makan Abyss? Bisa dimakan emang, itu.",[104,9508,9509],{},"Setelah menghabiskan sisa persembahan bersama Sobatku, aku memutuskan tidur siang di kuil. Sobatku langsung tidur, tapi aku tidak bisa tidur.",[104,9511,9512],{},[111,9513,9514],{},"Kasa kasa kasa kasa kasa kasa kasa kasa kasa kasa kasa kasa kasa kasa kasa kasa.",[104,9516,9517],{},"...Baby Aranea, anak-anak laba-laba itu, merayap di dalam kuil dengan sangat aktif. Bikin kepikiran terus, jadi nggak bisa tidur. Tolong lebih tenang dikit napa, seriusan.",[104,9519,9520],{},"Satu anak laba-laba menempel di ujung hidungku. Geli, rasanya mau bersin.",[104,9522,9523],{},"K, kurang ajar! Ngapain sih! Aku mengibaskan kepala menjatuhkan anak laba-laba itu, lalu bangun.",[104,9525,9526],{},"\"Guasshyun!\"",[104,9528,9529],{},"Terdengar bersin besar Sobatku dari samping. Kau juga dibangunin anak laba-laba ya. Ekor rasanya gatal, saat aku menoleh, aku bertatapan dengan Abyss yang sedang menggigit ujung ekorku.",[104,9531,9532],{},"Kau lagi wooooy! Abyss bisa menghilangkan hawa keberadaan, jadi telat ketahuan itu sakit banget. Anak-anak laba-laba itu ternyata mengerumuni hidungku buat ngasih tahu soal Abyss.",[104,9534,9535],{},"Dalam situasi begini pun, anehnya aku tenang. Rasanya sedih karena mulai terbiasa sama Abyss.",[104,9537,9538],{},"\"Gaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!\"",[104,9540,9541,9542,9544],{},"Sobatku berteriak, mengibaskan lehernya ",[111,9543,370],{},". Sobatku sepertinya sama sekali belum terbiasa.",[104,9546,9547,9548,7245],{},"\"A, ze, ho... ge, ",[116,9549,9550],{},[119,9551,1101],{},[104,9553,9554,9555,9559],{},"Aro mengarahkan tangannya ke ujung ekorku di mana Abyss berada. Tornado kecil muncul menyerang Abyss. Tapi Abyss tidak kalah oleh tornado ",[116,9556,9557],{},[119,9558,1101],{},", dia tetap menggigit ekorku dan tidak mau lepas. Tapi saat tornado berhenti, Abyss melilitkan kakinya yang panjang ke ekorku, melepaskan gigitannya, dan menghadapkan wajah ke Aro.",[104,9561,160],{},[104,9563,9564],{},"Abyss membuka mulut besarnya, memperlihatkan deretan gigi yang terlalu banyak dan menyeramkan. ...Kalau dilihat baik-baik giginya ada dua baris ya. Selama ini nggak mau lihat jadi nggak sadar, atau lebih tepatnya sekarang rasanya mau muntah.",[104,9566,9567,9568,9571,9572,9576],{},"Aku mengangkat ekor ke atas. Cairan kuning yang ditembakkan Abyss meleset dari Aro dan mengenai dinding di belakangnya. Terdengar suara ",[111,9569,9570],{},"juuu",", dinding terkikis. Rupanya itu balasan buat ",[116,9573,9574],{},[119,9575,1101],{}," tadi.",[104,9578,9579],{},"Ni makhluk, semua jurusnya kok menjijikkan semua sih, nggak bisa diapa-apain apa.",[104,9581,9582],{},"Aku mengayunkan ekor ke atas, membenturkan Abyss ke langit-langit.",[104,9584,9585],{},"\"Vea!\"",[104,9587,9588,9589,9592],{},"Seluruh kuil bergetar. Tubuh Abyss penyok, lalu dari mulutnya memuntahkan cairan krem. Aku langsung membanting Abyss ke lantai. Abyss gepeng, kakinya kejang-kejang ",[111,9590,9591],{},"piku-piku",". Satu kakinya putus kena hantaman ekor, jadi tinggal tujuh. Aku menoleh ke belakang, menancapkan cakar dalam-dalam ke punggungnya.",[104,9594,9595,9600,9607],{},[116,9596,9597],{},[119,9598,9599],{},"Mendapatkan 173 poin pengalaman.",[116,9601,9602],{},[119,9603,186,9604,9606],{},[119,9605,189],{},", mendapatkan tambahan 173 poin pengalaman.",[116,9608,9609],{},[119,9610,996,9611,9613],{},[119,9612,999],{}," naik dari 65 menjadi 66.",[104,9615,9616],{},"Uwek, ada potongan daging Abyss nyelip di kuku... Di ekor juga nempel, harus pergi cuci nih.",[104,9618,9619],{},"Lagian... tingkat pertemuan sama Abyss kok tinggi amat? Emang segini ya biasanya? Kok firasatku nggak enak ya...",[104,9621,9622],{},"Ngomong-ngomong, anak-anak laba-laba dan Aro juga ikut bertarung, levelnya naik dikit nggak ya?",[104,9624,9625],{},[252,9626],{"alt":9627,"src":9628,"title":9627},"image_00032","/images/n04/05/00032.jpeg",[104,9630,9631],{},"Oh, padahal baru evolusi kemarin, ternyata naiknya lumayan. Walau baru evolusi levelnya gampang naik, tapi ini kelihatannya lancar. Evolusi berikutnya mungkin bakal lebih cepat dari dugaan.",[104,9633,364],{},[104,9635,9636],{},"Hm, kenapa Sobat?",[104,9638,9639],{},[111,9640,9641],{},"'Di ekor, nyangkut!'",[104,9643,9644,9645,174],{},"Saat aku menoleh, kaki Abyss nyangkut di ujung ekor. Kelihatannya masih gerak ",[111,9646,9591],{},[104,9648,1702],{},[104,9650,9651],{},"Aku mengibaskan ekor, melempar kaki Abyss itu jauh-jauh. Anak-anak laba-laba masih mengerumuni bangkai Abyss. Satu ekor mengejar kaki yang kulempar tadi. Tangguh bener mereka itu.",[104,9653,9654,9655,9659],{},"Saat aku menghela napas, ",[116,9656,9657],{},[119,9658,1415],{}," bereaksi.",[104,9661,9662],{},"Ada beberapa yang menuju ke kuil. Rasa ini... manusia.",[104,9664,9665,9666,9668],{},"Aku memberi isyarat mata pada Aro, dia mengangguk ",[111,9667,6318],{}," membalas. Aro memeluk kelinci tanah dan berlari ke bagian dalam kuil.",[104,9670,9671],{},"Saat aku melongokkan kepala dari kuil, ada Hibi dan Baron. Mereka sering berdua, apa Baron itu pengawal Hibi? Keduanya berlari dengan panik. Walau kalau lari biasa Baron lebih cepat, dia beberapa kali berhenti menunggu Hibi menyusul. ...Samain dong kecepatannya.",[104,9673,9674],{},"Hibi pakai topeng jadi ekspresinya tidak kelihatan, tapi wajah Baron pucat pasi. Tapi melihat sosokku, dia terlihat lega dan ekspresinya sedikit melunak.",[104,9676,9677],{},"\"Gawat! Desa, terjadi hal gawat...! Tolong, tolong pinjamkan kekuatan Anda pada kami yang malang ini!\"",[104,9679,9680],{},"Baron yang sampai duluan, duduk ambruk di tanah dan menundukkan kepala padaku.",[104,9682,9683],{},"Ke, kenapa panik banget begitu. Hibi yang datang belakangan napasnya tersengal-sengal di balik topeng.",[104,9685,9686],{},"\"...Baron, mundurlah.\"",[104,9688,9689],{},"\"Ma, maafkan saya Nona Hibi. Tapi, tapi, saya jadi tidak sabaran...\"",[104,9691,9692],{},"Baron menunduk pada aku dan Hibi, lalu mundur ke belakang Hibi.",[104,9694,9695,9696,174],{},"Mengabaikan pria besar Baron yang gelisah, Hibi menghadapku. Dia memejamkan mata lalu mengirimkan ",[116,9697,9698],{},[119,9699,3562],{},[104,9701,9702],{},[111,9703,9704],{},"'...Sebenarnya, desa sedang diserang. Saya datang memohon bantuan kekuatan Anda.'",[104,9706,9707],{},"Di, diserang?",[104,9709,9710],{},[111,9711,9712],{},"'Wanita dan anak-anak sudah diungsikan ke ruang bawah tanah balai pertemuan, tapi jumlah musuh banyak, kalau begini terus...'",[104,9714,9715],{},"O, oke. Pokoknya harus buru-buru kan. Penjelasannya nanti saja, boleh aku jalan duluan?",[104,9717,9718],{},[111,9719,9720],{},"'Itu akan sangat membantu. Terima kasih, Dewa Naga.'",[104,9722,9723],{},"Hibi menunduk dalam-dalam.",[104,9725,9726],{},"Setelah itu, seperti sebelumnya aku menaikkan Hibi dan Baron ke punggung, lalu menuju desa. Di jalan, aku melihat Abyss lagi. Karena tidak ada waktu meladeninya, aku pura-pura tidak lihat dan terus berlari.",[104,9728,9729],{},"Diserang, kata yang menyeramkan. Ja, jangan-jangan orang dari desa faksi anti-Dewa Naga? Tidak, hal yang memicu konflik sudah kuhindari sebisa mungkin. Tidak mungkin karena Manticore dikalahkan hubungan faksi Dewa Naga dan anti-Dewa Naga jadi buruk. Atau, ada yang kelewatan olehku?",[104,9731,9732],{},"Selagi berlari, desa faksi Dewa Naga mulai terlihat. Aku mengirim pikiran pada Hibi di punggungku. Terus, tadi belum sempat tanya, apa yang menyerang?",[104,9734,9735],{},[111,9736,9737],{},"'...Mereka.'",[104,9739,9740],{},"Mereka? Sambil bertanya-tanya, aku melihat ke depan berpikir nanti juga bakal tahu.",[104,9742,9743],{},"Terlihat pria suku Lithoviar memegang tombak, tiga orang saling membelakangi menutupi titik buta. Di belakangnya, ada orang yang menggendong orang berlumuran darah. Tapi, lawan yang mereka hadapi tidak kelihatan. Para pria itu melihat sekeliling dengan gugup, tapi begitu melihatku ekspresi mereka melunak.",[104,9745,9746],{},"\"Dewa Naga datang!\" \"Bodoh! Jangan lengah!\"",[104,9748,9749,9750,9752],{},"Saat pria itu berteriak, tiba-tiba gumpalan hitam muncul (",[111,9751,9045],{},"), menyerbu ketiga orang itu. Delapan kaki panjang yang bengkok bergerak sibuk, lari lurus ke depan, tak salah lagi itu Abyss.",[104,9754,9755],{},"\"Datang! Datang!\" \"Tenang dan usir dia!\"",[104,9757,9758],{},"Saat ketiga orang itu memecah formasi dan menghadapi Abyss, dari belakang mereka muncul Abyss baru. Du, dua ekor sekaligus!?",[104,9760,1138],{},[104,9762,9763,9764,9768],{},"Aku mengeluarkan ",[116,9765,9766],{},[119,9767,636],{},", Abyss yang kaget dua-duanya kabur ke bagian dalam desa, menyembunyikan diri. Untuk sementara bahaya lewat, tapi mereka masuk ke dalam ya.",[104,9770,9771],{},"Sial! Kupikir Abyss kok banyak banget, ternyata di desa juga muncul toh! Serius nggak bisa santai nih!",[104,9773,9774],{},"Aku menurunkan Hibi dan Baron, lalu bertanya pada Hibi sambil menatapnya.",[104,9776,9777],{},"Gimana ceritanya tuh jumlah Abyss.",[104,9779,9780],{},[111,9781,9782],{},"'Karena musim kawin Abyss sudah dekat, mereka jadi lebih aktif untuk mencari nutrisi buat melahirkan anak. Beberapa tahun terakhir, entah kenapa jumlah perkembangbiakan melonjak, skala dan frekuensi serangan juga makin tahun makin naik... Untuk mendapatkan nutrisi dalam jumlah besar, menyerang kami yang berkumpul di desa secara berkelompok mungkin lebih efisien.'",[104,9784,9785],{},"Ueeeh... nggak pengen tahu info gituan. Yah, tapi sebagai Dewa Naga info itu wajib sih. Abyss-nya, ada berapa ekor?",[104,9787,9788],{},[111,9789,9790],{},"'Mereka bisa menghilangkan hawa keberadaan, jadi jumlah pastinya tidak diketahui. Tapi, pasti ada lebih dari dua puluh ekor.'",[104,9792,9793],{},"O, oke... Abyss itu monster Peringkat C. Manusia yang bisa menang satu lawan satu hampir tidak ada. Apalagi kalau jumlahnya lebih dari dua puluh. Selama Dewa Naga nggak ada, hebat juga desa ini bisa bertahan.",[104,9795,9796],{},[111,9797,9798],{},"'Kalau di masa ini kita tidak bisa mengurangi jumlah Abyss sedikitpun, setelah musim kawin akan jadi lebih mengerikan lagi...'",[104,9800,9801],{},"Terbayang di benakku ratusan Abyss sedang berbaris. Nggak mau bayangin... Ini mah Abyss lebih bahaya daripada Manticore kalau dilihat dari prediksi kerusakannya. Beneran bencana besar ini mah.",[104,9803,9804],{},"\"Jangan mendekat, jangan mendekat dasar barbar!\"",[104,9806,9807],{},"Saat itu, terdengar suara ribut dari belakang.",[104,9809,9810],{},"\"Aah! Nona Hibi, pas sekali! Sebenarnya kami menemukan petualang, kami coba ancam untuk mengusirnya, tapi lukanya parah sekali... Mungkin diserang Abyss.\"",[104,9812,9813],{},"Orang suku Lithoviar berdua membopong pria berlumuran darah.",[104,9815,9816],{},"Pria itu memakai baju desain militer warna biru, dan celana merah. Mungkin karena panik ketakutan, dia memberontak sambil meneteskan darah. Darah masuk ke matanya, sepertinya dia tidak bisa melihat sekitar dengan jelas. Di pinggangnya ada sarung pedang, tapi pedangnya tidak ada. Mungkin senjatanya jatuh di suatu tempat.",[104,9818,9819],{},"Petualang ya. Ternyata memang kadang ada yang datang. Tapi datangnya pas waktu terburuk sih. Kalau aku jadi manusia, aku nggak bakal masuk ke tempat yang ada kecoa seukuran manusia begini.",[104,9821,9822],{},"\"Monster lagi... sepertinya bukan ya. Bawa ke ruang bawah tanah balai pertemuan, obati dia.\"",[104,9824,9825],{},"\"Baik, dimengerti. Tu, tunggu, diamlah sedikit, sekarang sedang darurat. Kalau tidak segera evakuasi, bisa gawat.\"",[104,9827,9828],{},"\"Diam, dasar barbar! Kalian mau jadiin aku tumbal dewa jahat kan! Aku tahu kok!\"",[104,9830,9831],{},"Pria itu diangkat dan dibawa pergi.",[104,9833,9834],{},"\"Apa ada temanmu? Apa mereka selamat?\"",[104,9836,9837],{},"\"Diam! Tak ada yang perlu kuberitahukan pada kalian!\"",[104,9839,9840],{},"Terlihat dia berteriak sampai akhir. ...Adoff juga bilang suku Lithoviar itu berbahaya, apa itu reaksi normal ya. Padahal mereka orang baik, jadi agak sedih. Yah sudahlah, sekarang masalah di depan mata.",[104,9842,9843,9844,9848],{},"Aku menuju bagian dalam desa sambil mencari hawa keberadaan Abyss dengan ",[116,9845,9846],{},[119,9847,1415],{},". Sebagian besar suku Lithoviar sepertinya sudah selesai evakuasi ke bawah tanah, jadi tidak banyak orang terlihat.",[104,9850,9851],{},"Abyss bisa menghilangkan hawa keberadaan. Aku mengubah cara pencarian, mencari manusia. Aku menangkap hawa keberadaan manusia, jadi aku mendekat ke sana.",[104,9853,9854],{},"\"Di dalam rumah juga bahaya. Kami akan antar ke ruang bawah tanah balai pertemuan!\" \"Ba, baik...\"",[104,9856,9857],{},"Sepertinya orang dewasa sedang berkeliling membantu dan mengumpulkan anak-anak dan orang tua yang bersembunyi di rumah. Apa aku sebaiknya bantu yang begini juga? Saat aku memutari bangunan untuk mengecek keadaan, pihak sana juga menyadari kehadiranku.",[104,9859,9860],{},"\"Ah, Dewa Naga!\"",[104,9862,9863],{},"Seorang anak melambai padaku dengan senang. Aku tidak terbiasa diperlakukan begini, melihat reaksi begitu jadi malu. Saat itu, tanah di belakang anak itu menyemburkan debu, dan Abyss muncul.",[104,9865,9866],{},"\"\"\"Veeeeeeeee!\"\"\"",[104,9868,9869],{},"Tiga ekor sekaligus lagi.",[104,9871,9872],{},"Sembunyi bareng-bareng di tanah ternyata! Beneran nggak bisa lengah!",[104,9874,9875],{},"\"Sial! Jangan mendekat!\"",[104,9877,9878],{},"Pria itu menyembunyikan anak itu di punggungnya, memegang tombak.",[104,9880,9881],{},"\"Veee...\" \"Veaaae\" \"Veveve\"",[104,9883,9884],{},"Tiga Abyss mengeluarkan suara aneh, membunyikan gigi sambil mendekat.",[104,9886,1702],{},[104,9888,9763,9889,9893,9894,9896],{},[116,9890,9891],{},[119,9892,636],{}," untuk mengancam Abyss, tapi ketiga Abyss itu cuma melirikku sebentar, lalu detik berikutnya mereka meliuk-liukkan kaki dan berlari kencang (",[111,9895,6176],{},") ke arah pria itu.",[104,9898,9899],{},"Tadi kabur pakai cara ini, sekarang malah lebih mentingin buruan!",[104,9901,9902],{},"Waktu itu Abyss dua, orang suku Lithoviar tiga, jadi mungkin mereka pikir butuh waktu buat memburu.",[104,9904,9905],{},"Aku menendang tanah, merentangkan sayap dan terbang rendah.",[104,9907,9908],{},"\"Ka, kamu kembali ke dalam rumah!\"",[104,9910,9911],{},"Saat pria itu berkata, anak itu lari ke rumah sambil menangis. Menembus dinding, Abyss keempat muncul.",[104,9913,9386],{},[104,9915,9916],{},"\"Kyaaaaaaa!\"",[104,9918,9919],{},"Anak itu berteriak, jatuh di tempat. Aku juga pengen teriak. Mereka nggak ada ampun banget sih.",[104,9921,9922],{},"Kalau begini, harus bikin Abyss-abyss itu takut dulu.",[104,9924,9925,9926,9931,9932,9936,9937,9941],{},"Aku memiringkan sayap untuk naik, mengangkat kaki depan tinggi-tinggi di udara. Lalu menukik tajam, menghentakkan kaki depan ke tanah. Skill ",[116,9927,9928],{},[119,9929,9930],{},"Earth Reversal"," yang didapat dari Skill Gelar ",[116,9933,9934],{},[119,9935,1902],{},". Sekitar bergetar, gemuruh tanah terdengar, tanah retak. Mengincar celah saat Abyss kaget dan berhenti bergerak, aku mengepakkan sayap dan melepaskan empat ",[116,9938,9939],{},[119,9940,121],{},". Agak jauh, tapi mumpung diam harusnya kena!",[104,9943,9944],{},"\"Eaa!\" \"Ve!\"",[104,9946,9947,9948,9952],{},"Dua Abyss terkena ",[116,9949,9950],{},[119,9951,121],{}," dan terlempar ke udara.",[104,9954,9955,9960,9967],{},[116,9956,9957],{},[119,9958,9959],{},"Mendapatkan 360 poin pengalaman.",[116,9961,9962],{},[119,9963,186,9964,9966],{},[119,9965,189],{},", mendapatkan tambahan 360 poin pengalaman.",[116,9968,9969],{},[119,9970,996,9971,9973],{},[119,9972,999],{}," naik dari 66 menjadi 67.",[104,9975,9976,9977,9981,9982,9985],{},"Dua sisanya berhasil menghindari ",[116,9978,9979],{},[119,9980,121],{}," tipis-tipis. Tapi ancaman itu cukup, mereka melepaskan pandangan dari orang suku Lithoviar dan kabur. Aku menendang tanah dengan kaki belakang untuk mendekat, lalu menumpukan berat badan pada kaki depan dan menginjak Abyss sampai gepeng. Terdengar suara ",[111,9983,9984],{},"buchat",", sensasi kaki Abyss yang menggeliat terasa di telapak kaki depanku.",[104,9987,9988],{},"...Ada rasa jijik, tapi perasaan mulai terbiasa sama Abyss ini bikin aku benci banget.",[104,9990,9991],{},"Tapi, Abyss yang datang ke desa ada lebih dari dua puluh ya.",[104,9993,9994],{},"\"Te, terima kasih Dewa Naga... anu, bisakah Anda ikut sampai saya mengantar anak ini ke ruang bawah tanah balai pertemuan?\"",[104,9996,9997],{},"Pria itu duduk dengan napas kasar, setelah agak tenang dia memanggilku begitu. Karena tidak tahu Abyss ada di mana, tidak ada alasan menolak. Dalam kondisi begini kalau cuma satu orang dewasa, meragukan apakah bisa sampai ke tempat evakuasi ruang bawah tanah balai pertemuan dengan aman.",[104,9999,10000],{},"Aku mengangguk setuju, memutuskan mengikuti mereka berdua menuju ruang bawah tanah balai pertemuan. Dipandu mereka berdua, kami maju di dalam desa. Bekas amukan Abyss terlihat di sana-sini. Gudang tiangnya digerogoti dan roboh, di kandang ternak hanya tersisa kaki dan bulu makhluk mirip ayam.",[104,10002,10003,10004,10007],{},"Segera terdengar suara aneh ",[111,10005,10006],{},"gachu gachu",". Sepertinya Abyss sedang memakan sesuatu dengan rakus. Aku merasakan darahku surut seketika. Aku memberi isyarat mata pada pria itu, lalu berlari ke arah suara.",[104,10009,10010],{},"Di tengah jalan, tiga ekor Abyss saling berhadapan, sepertinya sedang memakan sesuatu. Yang ada di tengah itu sangat tidak mungkin masih hidup.",[104,10012,1702],{},[104,10014,10015],{},"Aku melompat sambil mengaum. Mendarat sekaligus mencabik Abyss-abyss yang sedang makan tanpa pertahanan dengan cakar.",[104,10017,10018,10023,10030,10037],{},[116,10019,10020],{},[119,10021,10022],{},"Mendapatkan 558 poin pengalaman.",[116,10024,10025],{},[119,10026,186,10027,10029],{},[119,10028,189],{},", mendapatkan tambahan 558 poin pengalaman.",[116,10031,10032],{},[119,10033,996,10034,10036],{},[119,10035,999],{}," naik dari 67 menjadi 68.",[116,10038,10039],{},[119,10040,529,10041,6709],{},[119,10042,1092],{},[104,10044,10045],{},"Dapat pengalaman tiga ekor sekaligus. Tapi, bukan waktunya peduli soal itu.",[104,10047,10048],{},"Aku menahan keinginan untuk membuang muka, memeriksa mayat yang dimakan Abyss.",[104,10050,10051],{},"Abyss. Abyss sedang memakan Abyss. Tubuh Abyss tercabik-cabik, kakinya tinggal satu. Kanibal mereka, bajingan...",[104,10053,10054],{},"Di bangkai Abyss yang setengah dimakan itu tertancap sekitar lima anak panah, dan ada luka tusukan tombak juga. Sepertinya mereka memakan Abyss yang dibunuh oleh suku Lithoviar.",[104,10056,10057,10058,10062],{},"Aku membersihkan kuku yang berlumuran cairan tubuh Abyss ke tanah. ...Kalau yang dimakan Abyss, nggak perlu sepanik ini kan, sial. Harusnya kuserang pakai ",[116,10059,10060],{},[119,10061,121],{}," biasa aja tadi.",[104,10064,10065],{},"\"Bangunan di sana itu balai pertemuannya! Terima kasih! Kalau sudah sampai sini, sisanya saya sendiri bisa...\"",[104,10067,10068],{},"Sebelum pria itu selesai bicara, dua ekor Abyss menerobos masuk ke balai pertemuan itu.",[104,10070,10071],{},"\"\"\"Veeeeeeeeeee!\"\"\"",[104,10073,10074],{},"Mereka memakan pintu dan memaksa masuk.",[104,10076,10077],{},"\"Tidak apa-apa... tidak apa-apa...\"",[104,10079,10080,10081,10084],{},"Pria itu bergumam mengulang kata-kata yang sama (",[111,10082,10083],{},"butsu-butsu","). Di kakinya, anak kecil memeluknya dengan cemas.",[104,10086,10087],{},"...Eh, ruang bawah tanah balai pertemuan, aman kan?",[104,10089,10090],{},"Po, pokoknya harus ke sana. Kalau Abyss menduduki tempat itu, orang-orang yang mengungsi juga bakal dimakan.",[99,10092,1605],{"id":1604},[104,10094,10095],{},"Aku berlari ke balai pertemuan, dan langsung memasukkan kepala ke lubang yang dibuat Abyss. Langit-langit runtuh, puing-puing yang jatuh menghujani kepalaku tanpa ampun.",[104,10097,10098],{},"Di dalamnya, ada lebih dari sepuluh Abyss berkumpul. Mereka berdesak-desakan di atas pintu besi yang ada di lantai. Mungkin itu pintu masuk ke bawah tanah. Abyss menempel di sana berarti ada yang melihat orang masuk lewat sana.",[104,10100,10101],{},"Abyss merayap sambil menancapkan gigi ke lantai. Lantai terkikis, lubang membesar. Kalau begini terus, Abyss bakal membanjiri ruang bawah tanah balai pertemuan.",[104,10103,10104],{},"Tidak ada waktu lagi. Aku tidak hanya memasukkan kepala, tapi juga kaki depan ke dalam balai pertemuan. Mau tidak mau Sobatku juga memasukkan kepala dan muncul di dalam balai pertemuan. Seluruh balai pertemuan berguncang hebat.",[104,10106,10107],{},"\"Gaaaaaaaaaaaaaaa!\"",[104,10109,10110],{},"Melihat balai pertemuan penuh sesak dengan Abyss, Sobatku berteriak. Aku juga mau teriak, tapi tidak ada waktu.",[104,10112,10113],{},"Tiba-tiba, tiga ekor Abyss menerjang ke arah wajahku.",[104,10115,1290],{},[104,10117,10118],{},"Mulut besar Abyss terbuka. Lendir keruh meregang di rahang atas dan bawah, mengeluarkan bau khas.",[104,10120,1138],{},[104,10122,10123],{},"Mustahil! Mustahil mustahil! Itu mustahil kan!",[104,10125,10126],{},"Menyusul tiga ekor itu, Abyss lain juga mengalihkan target ke sini. Lalu membuka mulut besar dan menyeruduk. Lima, enam, tujuh... aah, nggak sempet ngitung.",[104,10128,10129],{},"\"Guoo!\"",[104,10131,10132],{},"Aku mengayunkan kaki depan, memasukkan tubuh bagian atas sepenuhnya ke dalam balai pertemuan. Langsung saja dengan kaki depan kanan dan kiri, masing-masing menghancurkan Abyss yang berbeda dengan cakar. Daripada membunuh, prioritasnya adalah membuat mereka tidak bisa bergerak.",[104,10134,10135],{},"Abyss di depan terbagi jadi tiga baris, melompat ke wajahku. Aku mengosongkan pikiran, menggigit hancur satu Abyss dengan taring. Sensasi hangat menyebar di dalam mulut. Kakinya masih bergerak. Rasa jijik naik dari tenggorokan.",[104,10137,10138],{},"\"Ve, vehe! Ve ve!\"",[104,10140,10141],{},"Aku batuk hebat, memuntahkan potongan Abyss dari mulut. Mu, mual... rasanya mau muntah.",[104,10143,10144],{},"Melihat ke samping, Sobatku menjatuhkan Abyss dengan sundulan kepala. ...Harusnya aku juga begitu tadi.",[104,10146,10147],{},"Lho, Abyss tadi terbagi tiga baris, satu hilang ke mana...?",[104,10149,10150],{},"\"Gaaaa!\"",[104,10152,10153],{},"Sobatku menyundulku. Karena tiba-tiba, sundulannya cukup keras. Pandanganku berkedip-kedip.",[104,10155,10129],{},[104,10157,10158],{},"Aduh, rahangku rasanya mau remuk! Aku terhuyung ke belakang, kepala membentur langit-langit.",[104,10160,10161,10162,10165],{},"Suara tumpul bergema. Saat itu, Abyss yang sepertinya naik di kepalaku jatuh (",[111,10163,10164],{},"bote",") ke lantai.",[104,10167,10168],{},"Me, melompat naik ternyata. Sobatku menyundulku buat jatuhin itu rupanya.",[104,10170,10171],{},"Aku menumpukan berat badan pada kaki depan, menginjak perut Abyss dengan kuat. Tentu saja aku jijik, tapi lebih jijik kalau membiarkannya hidup setengah mati. Habisi dengan pasti.",[104,10173,9585],{},[104,10175,10176],{},"Lantai penyok, tubuh Abyss hancur. Abyss menjerit pendek.",[104,10178,10179,10184],{},[116,10180,10181],{},[119,10182,10183],{},"Mendapatkan 144 poin pengalaman.",[116,10185,10186],{},[119,10187,186,10188,10190],{},[119,10189,189],{},", mendapatkan tambahan 144 poin pengalaman.",[104,10192,10193,10194,10197],{},"Lenganku jadi lengket (",[111,10195,10196],{},"necha-necha",") kena cairan tubuh Abyss. Agak kebas. Kalau tidak salah cairan tubuhnya mengandung racun lumpuh. ...Lebih dari itu, aku nggak mau mikir apa-apa lagi.",[104,10199,10200],{},"\"Veee!\" \"Veeeee!\" \"Veaaaaaaa!\"",[104,10202,10203],{},"Abyss lain menyerangku. Saat aku menarik tubuh keluar, runtuhnya balai pertemuan dimulai dengan serius. Dinding dan pilar roboh, debu mengepul.",[104,10205,10206],{},"\"Veeeee!\"",[104,10208,10209,10210,10212],{},"Abyss lari kencang (",[111,10211,6176],{},") mau kabur lewat lubang tempatku mundur. Terlihat salah satu puing yang jatuh menimpa punggung Abyss dan melemparnya. Dalam sekejap tertimbun puing, tidak terlihat apa-apa lagi.",[104,10214,10215,10220,10227],{},[116,10216,10217],{},[119,10218,10219],{},"Mendapatkan 684 poin pengalaman.",[116,10221,10222],{},[119,10223,186,10224,10226],{},[119,10225,189],{},", mendapatkan tambahan 684 poin pengalaman.",[116,10228,10229],{},[119,10230,996,10231,10233],{},[119,10232,999],{}," naik dari 68 menjadi 69.",[104,10235,10236],{},"...Lantai balai pertemuan, sepertinya tidak jebol, bagus.",[104,10238,10239],{},"Ini, mungkin dari awal pas lihat Abyss ngumpul mending langsung dihancurin aja kali ya. Kalau gitu kan, nggak perlu ngerasain penderitaan macem-macem.",[104,10241,10242],{},"Tapi kalau dihitung mundur dari EXP, yang mati sekitar empat ekor ya... Artinya, masih banyak yang bakal keluar nih.",[104,10244,10245],{},"Hampir bersamaan saat aku bersiaga, dari tumpukan puing merangkak keluar banyak Abyss. Karena sudah terluka akibat puing, memburu mereka jadi mudah.",[104,10247,10248],{},"\"Veee!\" \"Veeeee!\" \"Veeeeee!\"",[104,10250,10251,10252,10256,10257,174],{},"Aku menghancurkan Abyss yang merangkak keluar dengan pasti menggunakan ",[116,10253,10254],{},[119,10255,121],{},". Dalam sekejap tujuh bangkai Abyss baru tercipta. Saat mengalahkan Abyss ketiga, level naik lagi jadi 70. Satu ekor terakhir kucincang dengan ",[116,10258,10259],{},[119,10260,121],{},[104,10262,10263,10267,10273],{},[116,10264,10265],{},[119,10266,2579],{},[116,10268,10269],{},[119,10270,186,10271,2586],{},[119,10272,189],{},[116,10274,10275],{},[119,10276,996,10277,10279],{},[119,10278,999],{}," naik dari 70 menjadi 71.",[104,10281,10282],{},"Efisiensi leveling-nya bagus ya, beneran, sia-sia banget. Nggak mau ketemu lagi sumpah.",[104,10284,10285,10291],{},[116,10286,10287],{},[119,10288,529,10289,6701],{},[119,10290,1092],{},[116,10292,10293],{},[119,10294,529,10295,6709],{},[119,10296,1902],{},[104,10298,10299],{},"...Hero naik berarti, bisa dianggap sudah beres kali ya. Masih belum boleh lengah sih... pokoknya, bersihin puing itu dulu biar orang bisa keluar.",[104,10301,10302],{},"Aku menyingkirkan sisa-sisa balai pertemuan yang kuhancurkan sendiri dengan kaki depan, memperlihatkan pintu menuju bawah tanah. ...Sip, lantai aman.",[104,10304,10305],{},"Syukurlah, syukurlah. Seriusan syukurlah. Semoga bisa pisah sama Abyss setelah ini.",[104,10307,10308],{},"Pintu bawah tanah terbuka, Hibi muncul dari dalam. Di bawahnya sepertinya ada tangga.",[104,10310,10311],{},"Hibi memejamkan mata lalu bertanya padaku.",[104,10313,10314],{},[111,10315,10316],{},"'Dewa Naga, Abyss-nya...'",[104,10318,10319],{},"Sudah kullahkan hampir dua puluh ekor. Harusnya sudah habis... pikirku, tapi tidak bisa yakin. Mereka jago menghilangkan hawa keberadaan soalnya.",[104,10321,10322],{},"Selanjutnya, pria berseragam militer yang tadi dibawa masuk, naik tangga sambil dipapah pria suku Lithoviar. Sebagai pengganti perban, kain tipis membalut tangan dan kakinya.",[104,10324,10325],{},"\"Tuan Derek, sepertinya Abyss yang menyerang sudah dibereskan.\"",[104,10327,812],{},[104,10329,10330],{},"Mendengar itu, pria berseragam militer menghela napas lega dan duduk di tangga. Waktu dibawa masuk dia panik, tapi sepertinya sudah agak tenang.",[104,10332,10333],{},"Derek, begitu dia dipanggil. Karena dia menyebut suku Lithoviar barbar dan ribut, kupikir bakal susah diajak bicara, tapi sepertinya namanya berhasil ditanyakan. Derek menatapku seolah menilaiku, lalu berdiri. Dia menepis tangan pria yang memapahnya, lalu mulai berjalan ke arah hutan.",[104,10335,10336],{},"\"Oi, sudah mau keluar? Dengan luka begitu, kau bakal jadi makanan Abyss lagi lho.\"",[104,10338,10339],{},"Derek mengabaikan panggilan itu dan mencoba pergi. Tapi, dia langsung terhuyung dan jatuh ke depan. Hibi menggeser topengnya memperlihatkan wajah, lalu berlari ke sisi Derek.",[104,10341,10342],{},"\"Istirahatlah setengah hari lagi, bagaimana? Senjatamu juga hilang kan. Kalau begitu, kau tidak akan bisa melewati hutan ini.\"",[104,10344,812],{},[104,10346,10347],{},"\"Kalau untuk mencari temanmu, kami akan bantu. Meskipun karena lagi banyak Abyss, tidak bisa cari terlalu jauh...\"",[104,10349,10350],{},"\"...Mereka, selamat.\"",[104,10352,10353],{},"Derek bergumam pelan, seolah baru teringat. Akhirnya ngomong juga.",[104,10355,10356],{},"\"Begitu ya. Itu bagus...\"",[104,10358,10359],{},"\"Mereka meninggalkanku duluan, kabur begitu saja. Tanpa bertarung dengan benar... karena aku orang baru, kurang satu juga nggak masalah katanya...\"",[104,10361,10362],{},"Dia bicara dengan suara gemetar, lalu menelungkupkan wajah dan meringkuk di tempat. O, ow, lebih berat dari dugaan...",[104,10364,10365,10366,10368],{},"Bahunya gemetar (",[111,10367,9591],{},"). Lho, nangis kayaknya. Hibi mengusap punggung Derek dengan lembut seolah menghibur.",[104,10370,10371],{},"Y, yah, serahkan orang itu pada suku Lithoviar. Aku pergi patroli saja deh.",[104,10373,10374,10375,10379],{},"Aku berlarian di dalam desa menggunakan ",[116,10376,10377],{},[119,10378,1415],{},", tapi sama sekali nggak ada apa-apa. Desa yang jadi kota hantu gara-gara penduduknya mengungsi itu sepi banget. Ada tempat di mana hawa keberadaan manusia terkonsentrasi, saat kulihat ternyata ada bangunan besar mirip balai pertemuan. Mungkin di dalamnya ada ruang bawah tanah buat evakuasi juga. Respon terhadap serangan Abyss sepertinya sudah sangat terlatih.",[104,10381,10382],{},"Aku merasakan hawa mirip Abyss lagi, saat mendekat ternyata ada semacam seni instalasi berupa Abyss yang ditusuk banyak tombak.",[104,10384,10385],{},"Abyss yang ditusuk itu sudah kering, jadi bukan yang dibunuh hari ini. Apa ada efek pengusir Abyss? Katanya banyak hewan yang kabur kalau lihat bangkai temannya karena merasa bahaya. Tapi kalau mereka sih, rasanya malah bakal datang karena bau bangkai temannya deh...",[104,10387,10388],{},"Setelah itu aku keliling desa sebentar, tapi Abyss tidak ditemukan. Di tengah jalan aku memungut nenek-nenek yang gemetaran di balik kotak kayu dan anak kecil yang sembunyi sendirian di dalam bangunan. Karena sepertinya sudah keliling semua, aku memutuskan kembali ke reruntuhan balai pertemuan membawa dua orang itu.",[104,10390,10391],{},"\"Guooooooo\"",[104,10393,10394],{},"Setelah sampai di reruntuhan balai pertemuan aku bersuara, pintu logam yang tersisa di tanah kosong terbuka, Hibi keluar dari dalam.",[104,10396,10397,10398,10400],{},"...Tapi gimana ya, tumpukan puing yang berantakan dan dikais-kais kasar itu menyedihkan. Bangkai Abyss juga bergelimpangan (",[111,10399,128],{},"). Yah, yang ngerusak, ngais, sama ngegelindingin itu aku sih. Setidaknya aku harus bantu bangun ulang ini. Aku mungkin bisa bangun satu rumah lebih cepat dari manusia.",[104,10402,10403,10404,10406],{},"Setelah Hibi, beberapa orang naik tangga bawah tanah, melihatku dan ribut kegirangan (",[111,10405,6154],{},"). Aku ingin melambaikan kaki depan membalas, tapi Hibi menahan orang-orang suku Lithoviar yang naik dengan tangan dan menyuruh mereka turun.",[104,10408,10409],{},"Hibi memejamkan mata, bicara lewat telepati.",[104,10411,10412],{},[111,10413,10414],{},"'Bagaimana?'",[104,10416,10417],{},"Aku mungut dua orang di punggung nih. Abyss nggak ketemu. Karena aku nggak hafal kebiasaan mereka, aku nggak tahu mereka mundur atau sembunyi sih.",[104,10419,10420],{},[111,10421,10422],{},"'Sembunyi... itu tidak mungkin.'",[104,10424,10425],{},"Kenapa? Pas di kuil, mereka nyusup di dalem persembahan lho.",[104,10427,10428],{},[111,10429,10430],{},"'Tidak, kalau ada Abyss di dalam desa, mereka pasti sedang melahap bangkai Abyss.'",[104,10432,10433],{},"............Ah, iya, bener.",[104,10435,10436],{},[111,10437,10438],{},"'Karena kita menyembunyikan diri di tanah, makhluk hina itu pasti menyentuh bangkai temannya. Saat makan hawa keberadaan mereka akan terekspos, jadi kalau Dewa Naga tidak melihatnya, berarti sudah tidak ada di desa.'",[104,10440,10441],{},"B, begitukah. Begitu ya... begitu...",[104,10443,10444],{},[111,10445,10446],{},"'Memang hebat Dewa Naga. Memusnahkan Abyss sebanyak itu dalam waktu sesingkat ini...'",[104,10448,10449],{},"Maaf nih walau dipuja-puja, tapi hari ini aku nggak bisa semangat, capek juga jadi aku balik ke kuil ya... Mau cuci badan di sungai. Harus bersihin jus Abyss.",[104,10451,10452],{},[111,10453,10454],{},"'Sudah mau kembali, Dewa Naga?'",[104,10456,10457],{},"Ah, iya... Maaf, hari ini aku pulang dulu.",[104,10459,10460],{},[111,10461,10462],{},"'Bangkai Abyss bagaimana? Nanti, akan kami antarkan...'",[104,10464,10465],{},"Nggak, nggak usah! Nggak usah kok!",[104,10467,10468,10469,10471],{},"Aku menggelengkan kepala sekuat tenaga. Sobatku yang sepertinya nggak dengerin cerita juga menggelengkan kepala ",[111,10470,370],{}," dengan semangat. Gara-gara itu kepala kami tabrakan dengan keras. Hibi menatapku cemas. Tapi, kebentur kepala doang nggak masalah. Yang jadi masalah itu pembuangan Abyss.",[104,10473,10474],{},"Hibi memiringkan kepala heran. Tidak, yang heran itu sini. Pokoknya jangan Abyss.",[104,10476,10477],{},[111,10478,10479],{},"'...Saya mengerti. Akan saya sampaikan pada orang Lithoviar lainnya.'",[104,10481,10482],{},"...Syukurlah nyambung. Kalau tiba-tiba ada bangkai Abyss berjejer sebagai persembahan, aku bakal nangis dan pergi dari desa karena dikira dibully.",[104,10484,10485],{},"Oh ya, Abyss itu ada berapa banyak? Hari ini sudah menghabisi sekitar dua puluh ekor, jadi udah mau punah atau...",[104,10487,10488],{},[111,10489,10490],{},"'Selama sarang mereka tidak dibongkar, sulit untuk memusnahkan Abyss. Untuk mencari biang keladi perkembangbiakan abnormal juga cuma itu caranya.'",[104,10492,10493],{},"...Sarang Abyss itu neraka banget. Masih banyak ternyata. Tapi kalau perkembangbiakan abnormalnya nggak dihentikan, korban Abyss bakal makin banyak...",[104,10495,10496],{},[111,10497,10498],{},"'Tapi sebaiknya jangan berpikir untuk masuk ke sarang. Dulu pernah ada preseden pasukan suku Lithoviar membentuk tim untuk mencari sarang Abyss. Tapi, tidak ada cerita yang tersisa kalau mereka benar-benar masuk.'",[104,10500,10501],{},"Maksudnya susah nemuinnya?",[104,10503,10504],{},[111,10505,10506],{},"'Karena mereka yang mengejar Abyss terlalu dalam, tidak ada yang kembali.'",[104,10508,10509],{},"...Hah? Tidak ada itu... maksudnya musnah semua?",[104,10511,10512],{},[111,10513,10514],{},"'Seratus tahun lalu, saat Pahlawan Gazaza ada di sini... katanya dengan kekuatan Dewa Naga juga, berhasil membasmi semua serangan Abyss.'",[104,10516,10517,10518,10521],{},"Ooh, ternyata ada ",[111,10519,10520],{},"hero"," ya. Suku Lithoviar rata-rata kemampuan tempurnya tinggi, jadi wajar kalau muncul orang yang luar biasa.",[104,10523,10524],{},[111,10525,10526],{},"'Tapi karena itu nenek moyang suku Lithoviar kami jadi besar kepala, dan setengah memaksa Tuan Gazaza untuk mencari sarang Abyss. Lalu mengumpulkan prajurit dari seluruh desa di bawah nama Tuan Gazaza, dan pergi mencari sarang Abyss.'",[104,10528,10529],{},"...Kok, tiba-tiba firasatku jadi nggak enak banget.",[104,10531,10532],{},[111,10533,10534],{},"'Menusuk tubuh Abyss yang ditangkap hidup-hidup dengan tombak, mematahkan kakinya lalu membiarkannya lari dan mengejarnya. Mereka pikir dengan begitu bisa sampai ke sarang. Wanita, anak-anak, orang tua yang ditinggal di desa, semua keluar mengantar kepergian mereka.'",[104,10536,10537],{},"............",[104,10539,10540],{},"*'Setelah itu matahari terbit dan tenggelam berkali-kali. Akhirnya masa kawin Abyss berakhir... namun, tak ada yang kembali. Dewa Naga juga, kudengar setelah itu menyembunyikan diri untuk sementara waktu...'",[104,10542,10543],{},"Eh? A, aaah, begitu ya...",[104,10545,10546],{},"Ka, kalau dibilang begitu, rasanya kayak pernah denger atau nggak ya...",[104,10548,10549],{},[111,10550,10551],{},"'Dalam keadaan normal saja semengerikan itu, apalagi sekarang di mana ada sesuatu yang menjadi biang keladi perkembangbiakan abnormal tidur di sarang... Mencari sarang Abyss itu...'",[104,10553,10554,10555,10558],{},"Hibi sampai di situ, tubuhnya gemetar ",[111,10556,10557],{},"buru-buru",". Sepertinya sudah diceritakan sebagai pelajaran sejak dulu. Mengucapkannya saja menakutkan.",[104,10560,10561],{},[111,10562,10563],{},"'Hei, mending jangan deh.'",[104,10565,10566],{},"Sobatku memanggil dari samping. ...Iya, aku juga mau minta ampun deh.",[104,10568,10569],{},"Saat aku membalikkan badan mau pulang ke kuil, petualang yang disembunyikan, Derek, sedang naik dari tangga bawah tanah balai pertemuan. Mengikuti Derek, beberapa orang suku Lithoviar muncul dengan wajah cemas.",[104,10571,10572],{},"\"Lukanya belum sembuh, sudah mau berangkat?\"",[104,10574,10575],{},"Hibi bertanya, Derek diam sebentar lalu mengangguk.",[104,10577,10578],{},"\"Tidak bisa lama-lama di sini. Harus memberitahu teman kalau aku masih hidup. Kalau terlalu lama...\"",[104,10580,10581],{},"Kalau terlalu lama kenapa, pikirku, tapi dia tidak melanjutkannya. Mungkin, dia pikir bakal ditinggal pulang. Dikira mati jadi pasti nggak bakal ada bantuan datang.",[104,10583,10584],{},"\"Oi, sendirian beneran nggak apa-apa?\"",[104,10586,10587],{},"Pria yang keluar mengikuti Derek bertanya padanya. Pria itu memegang tombak. Suasananya seperti mau jadi pengawal.",[104,10589,10590],{},"\"...Tidak apa-apa. Lagipula, kalau ketemu teman nanti repot.\"",[104,10592,10593],{},"\"Nggak punya senjata gimana mau nyebrang.\"",[104,10595,10596],{},"Pria itu menyerahkan tombak yang dipegangnya ke Derek. Derek bingung, tapi perlahan memegang tombak yang dipaksakan itu.",[104,10598,10599],{},"\"Itu tombak kesayanganku. Abyss nyerang dari belakang, hati-hati. Graphant jalannya lambat, Molz juga kalau nggak diganggu aman. Kalau cuma lurus keluar dari sini, yang paling harus diwaspadai ya Abyss.\"",[104,10601,812],{},[104,10603,10604],{},"Derek melihat tombak itu, walau tidak mengucapkan terima kasih, dia menunduk kecil. Derek hendak pergi, tapi segera berbalik lagi ke arah orang-orang desa. Melihat pria yang memberinya tombak, lalu melihat Hibi.",[104,10606,10607],{},"Saat mata Derek bertemu Hibi, wajahnya sedikit memerah, lalu segera menghadap depan lagi. Hibi memiringkan kepala heran.",[104,10609,10610],{},"Jangan-jangan orang ini, jatuh cinta karena diperlakukan baik saat bahaya? Memang Hibi cantik banget sih. Melihat situasinya sepertinya di bawah tanah juga dia banyak bicara sama Hibi, mungkin saja terjadi. Awalnya musuhan banget, sekarang jadi santai.",[104,10612,10613],{},"\"...Anu, nanti, aku mau ngucapin makasih lagi. Nanti, kalau sudah tenang... boleh datang lagi?\"",[104,10615,10616],{},"Hibi diam sejenak mendengar kata-kata Derek, lalu perlahan menggeleng.",[104,10618,10619],{},"\"...Orang luar, sebaiknya jangan terlalu sering datang ke desa kami. Kami juga, kalau Anda tidak terluka, pasti sudah mengancam dan mengusir Anda. Kata-kata Anda di awal 'mau dijadikan tumbal dewa jahat' juga... kalau dibilang tidak tahu, itu bohong. Tolong lupakan kejadian hari ini.\"",[104,10621,10622],{},"Mendengar kata-kata Hibi, orang suku Lithoviar lainnya juga menunduk. ...Mengamankan tumbal buat Manticore ya. Kalau kerabat sendiri diserahkan, nggak ada alasan buat ngelepasin musafir kan. Di sini juga ngelakuin itu ya. Baru aja nyulik orang, krisis lewat terus tiba-tiba ramah sama musafir, nggak bisa langsung berubah gitu. Makanya kalau bukan orang luka pasti diusir, sebaliknya kalau luka, ada rasa bersalah sama musafir jadi ditolong. Terus malah nampung Manticore yang nyamar.",[104,10624,10625],{},"\"............Begitu, ya.\"",[104,10627,10628],{},"Derek terdiam sejenak setelah mendengar ucapan Hibi, lalu menunduk dalam-dalam.",[104,10630,10631],{},"\"Aku berterima kasih karena nyawaku telah diselamatkan. Tapi walau disuruh melupakan, sepertinya hari ini tidak akan mudah dilupakan.\"",[104,10633,10634],{},"Derek berkata begitu, berjalan beberapa langkah, lalu berbalik lagi.",[104,10636,10637],{},"\"Setelah ini, di sini............ tidak, lupakan saja.\"",[104,10639,10640],{},"Dia menunjukkan ekspresi rumit. Sepertinya ragu mau mengatakannya atau tidak, tapi akhirnya dia tidak mengatakan apa-apa. Namun setelah menghadap depan lagi, aku mendengar dia bergumam pelan, \"Tenang saja, aku tidak akan membiarkan apapun terjadi.\" ...Ada apa sih, apa dia melihat monster aneh?",[104,10642,10643],{},"Sempat terpikir mau mengawalnya sampai tengah jalan... tapi saat aku coba mengejarnya, wajah Derek langsung pucat pasi dan dia lari terbirit-birit. ...Sepertinya dia sudah cukup pulih, syukurlah.",[104,10645,2062],{},[104,10647,10648],{},"Tapi dengan status itu, kalau diserang Abyss bakal bahaya banget lho, apa beneran tidak apa-apa? Karena dia sendiri bilang tidak perlu, mungkin aku cuma ikut campur. Lagipula kalau aku sembarangan ikut, aku tidak mau kalau harus bertarung dengan teman-teman Derek.",[104,10650,10651,10652,10656],{},"Sambil pulang ke kuil, aku membuntuti Derek dari jauh menggunakan ",[116,10653,10654],{},[119,10655,1415],{},". Aku berniat melompat keluar kalau ada masalah, tapi akhirnya tidak terjadi apa-apa.",[104,10658,10659],{},"Di tengah jalan, ada pedang seseorang terjatuh. Derek juga lewat situ jadi pasti sadar, tapi dia tidak memungutnya. Entah karena dia pikir tombak panjang lebih aman buat mengusir monster, atau karena dia ingin memakai tombak yang diberikan dengan niat baik jadi pura-pura tidak lihat, aku tidak tahu.",[104,10661,10662],{},"Waktu pertama lihat, Derek teriak-teriak dasar barbar, dasar barbar, tapi nggak ketebak ya. Derek sendiri mungkin yang paling mikir begitu. Setelah memastikan dia sampai di bagian hutan yang aman, aku menghentikan pengejaran dan memutuskan pulang ke kuil.",[104,10664,10665],{},"...Tapi, rutenya melenceng jauh banget, jadi bukan sekalian lagi namanya. Jaraknya jadi dua kali lipat lebih jauh kayaknya. Yah, sekali-kali begini juga nggak buruk sih.",{"title":1469,"searchDepth":1470,"depth":1470,"links":10667},[10668,10669],{"id":1500,"depth":1470,"text":1501},{"id":1604,"depth":1470,"text":1605},8,{},"/novels/tensei-dragon/vol-5/bab-5-1",{"title":9244,"description":1469},"novels/04.tensei-dragon/05.vol-5/08.bab-5-1","MOoEbW8G1NsU0hatXcWRCBSVcWpbgx8Ll5obT_dqkLs",{"id":10677,"title":10678,"body":10679,"chapterNumber":12171,"description":1469,"excerpt":1475,"extension":1476,"hidden":31,"meta":12172,"mtl":11,"navigation":11,"path":12173,"publishedAt":1479,"seo":12174,"stem":12175,"volumeNumber":1482,"__hash__":12176},"chapters/novels/04.tensei-dragon/05.vol-5/09.bab-5-2.md","Bab 5: Serangan Abyss - Bagian 2",{"type":96,"value":10680,"toc":12167},[10681,10683,10686,10689,10692,10695,10698,10706,10709,10716,10719,10721,10735,10737,10740,10743,10746,10749,10752,10758,10761,10767,10769,10777,10780,10794,10797,10800,10803,10806,10809,10828,10831,10845,10848,10851,10853,10856,10859,10866,10869,10872,10877,10884,10887,10890,10893,10899,10912,10918,10921,10924,10931,10934,10937,10945,10948,10951,10959,10962,10965,10968,10971,10974,10977,10984,10987,10990,10993,11001,11004,11007,11010,11018,11021,11024,11027,11034,11037,11043,11046,11055,11058,11065,11073,11081,11084,11087,11100,11102,11105,11108,11116,11119,11126,11134,11141,11144,11147,11158,11161,11164,11167,11186,11189,11192,11195,11198,11204,11207,11210,11213,11216,11219,11222,11225,11231,11234,11262,11281,11302,11305,11316,11319,11329,11332,11335,11341,11344,11350,11353,11371,11373,11376,11379,11382,11385,11387,11390,11397,11400,11406,11409,11412,11415,11418,11423,11431,11436,11439,11442,11445,11450,11453,11458,11461,11464,11467,11470,11477,11482,11485,11490,11503,11506,11509,11512,11519,11522,11524,11527,11529,11532,11538,11541,11550,11552,11555,11558,11565,11568,11571,11574,11581,11584,11592,11595,11598,11605,11608,11611,11617,11620,11623,11629,11632,11638,11644,11647,11653,11661,11667,11670,11677,11680,11685,11688,11691,11694,11697,11700,11706,11709,11712,11727,11730,11733,11736,11743,11756,11758,11761,11764,11772,11775,11778,11784,11787,11790,11792,11795,11798,11801,11804,11807,11815,11821,11824,11830,11836,11839,11842,11845,11848,11851,11857,11860,11874,11877,11880,11886,11889,11892,11895,11898,11901,11904,11907,11910,11913,11920,11922,11925,11930,11933,11935,11938,11943,11961,11964,11967,11973,11976,11979,11985,12000,12003,12009,12023,12026,12029,12039,12046,12060,12066,12074,12077,12083,12086,12088,12091,12096,12099,12102,12107,12110,12113,12116,12119,12122,12137,12140,12147,12152,12159,12164],[99,10682,1885],{"id":1884},[104,10684,10685],{},"Saat aku sampai di kuil, Lesser Treant sudah dalam posisi siap tempur, dan Aro yang seharusnya disembunyikan agar tidak terlihat orang juga sudah keluar.",[104,10687,10688],{},"\"Veeeeeeeeeee!\"",[104,10690,10691],{},"Dan yang mereka hadapi adalah monster yang wujudnya seolah dirancang khusus untuk memancing rasa jijik, meliuk-liukkan delapan kakinya yang tidak simetris, Abyss.",[104,10693,10694],{},"Aku mulai trauma sama pola belang-belang nih. Ini sudah ketiga kalinya ketemu di kuil. Abyss, seriusan deh, kebanyakan woy. Jangan-jangan ini lebih gawat dari dugaanku.",[104,10696,10697],{},"Tapi, yang penting masalah di depan mata dulu. Aro dan Lesser Treant sama-sama monster Peringkat D, dan level mereka juga belum tinggi. Lawan Abyss yang Peringkat C jelas tidak mungkin menang. Perbedaan statusnya terlalu jauh.",[104,10699,10700,10701,10705],{},"Aku berlari ke kuil untuk menghentikan pertarungan. Di sekitar Aro ada empat kelinci tanah. Itu ciptaan skill ",[116,10702,10703],{},[119,10704,5464],{},". Kelinci-kelinci tanah itu terlihat siap menghadapi serangan Abyss dari arah mana pun.",[104,10707,10708],{},"Aro mengulurkan tangan ke arah Abyss.",[104,10710,10711,10712,7245],{},"\"...Ze, ho... ",[116,10713,10714],{},[119,10715,4999],{},[104,10717,10718],{},"Tanah di bawah kaki Abyss bersinar, lalu tanah mencuat tajam mengarah ke Abyss. Detik berikutnya, Abyss mulai berlari dengan kecepatan tinggi.",[104,10720,10688],{},[104,10722,10723,10724,10729,10730,10734],{},"Dia berlari mengelilingi Aro. Kecepatan itu... Abyss itu, ",[116,10725,10726],{},[119,10727,10728],{},"Speed","-nya pasti ada 200. Abyss memang monster yang unggul dalam status kecepatan. Aro paling banter cuma punya ",[116,10731,10732],{},[119,10733,10728],{}," sekitar 20. Mustahil bisa menandinginya.",[104,10736,1138],{},[104,10738,10739],{},"Aku mengaum sambil berlari, tapi Abyss tidak merespons. Aro tampak panik sambil mengikuti gerakan Abyss dengan matanya.",[104,10741,10742],{},"Sementara itu, kelinci tanah yang melindungi Aro satu per satu hancur berantakan dan berterbangan di udara. Tanpa sempat mengeluarkan jeritan kematian. Dalam sekejap kehilangan daya hidup, kembali menjadi gumpalan tanah biasa.",[104,10744,10745],{},"\"Gyashaaaaaaa!\"",[104,10747,10748],{},"Lesser Treant mengayunkan dahan besarnya... lengannya. Tidak mungkin bisa mengejar kecepatan Abyss.",[104,10750,10751],{},"Itu pasti serangan membabi buta untuk menarik perhatian. Tentu saja, tidak kena. Bukan cuma tidak kena. Lengan Lesser Treant yang patah melayang di udara, dan tubuh utama Lesser Treant pun terdorong mundur jauh akibat dampak serangan.",[104,10753,10754,10755,10757],{},"Di dalam mulut Abyss, tersangkut serpihan kayu yang hancur. Dia menggigit dengan ",[111,10756,5269],{}," ya. Di balik deretan gigi Abyss yang terlalu banyak, bercampur dengan serpihan kayu, terlihat sisa-sisa kelinci tanah yang hancur.",[104,10759,10760],{},"\"............Ve, ve! Vehe! Vehe!\"",[104,10762,10763,10764,330],{},"Tiba-tiba, gerakan Abyss berhenti. Dia memuntahkan sisa-sisa kelinci tanah dari mulutnya (",[111,10765,10766],{},"ge-ge",[104,10768,1702],{},[104,10770,10771,10772,10776],{},"Oke, masuk jangkauan tembak! Aku mengepakkan sayap, melepaskan dua ",[116,10773,10774],{},[119,10775,121],{}," sekaligus.",[104,10778,10779],{},"Pisau angin itu bersilangan tepat di posisi Abyss dan meledak. Abyss hancur menjadi potongan daging yang berserakan di tempat.",[104,10781,10782,10787],{},[116,10783,10784],{},[119,10785,10786],{},"Mendapatkan 105 poin pengalaman.",[116,10788,10789],{},[119,10790,186,10791,10793],{},[119,10792,189],{},", mendapatkan tambahan 105 poin pengalaman.",[104,10795,10796],{},"Untung masih sempat. Kalau telat semenit lagi, Aro, Lesser Treant, dan Baby Aranea mungkin sudah dimakan Abyss semua.",[104,10798,10799],{},"...Tidak, dimakan sih enggak ya. Dia makan kelinci tanah tapi dimuntahin lagi soalnya. Mungkin dia salah kira itu kelinci beneran terus diserang. Pas dimakan, ternyata nggak enak. Walau tanah dibentuk mirip daging pakai sihir, tanah ya tetap tanah.",[104,10801,10802],{},"\"Ke, lin... ci...\"",[104,10804,10805],{},"Aro duduk lemas di tempat, mengais sisa-sisa kelinci tanah yang berserakan dengan tangan.",[104,10807,10808],{},"...Kalau begini aku tidak bisa meninggalkan kuil. Kapan Abyss datang tidak bisa diprediksi. Aku tidak menyangka musim kawin Abyss semengerikan ini.",[104,10810,10811,10812,8888,10817,10822,10823,174],{},"Mulai sekarang aku harus serius menaikkan level Aro dan yang lain. Cuma itu cara melindungi mereka. Aro sejauh ini sudah berevolusi dari ",[116,10813,10814],{},[119,10815,10816],{},"Wight: F",[116,10818,10819],{},[119,10820,10821],{},"Skull Low Mage: E",", sampai ",[116,10824,10825],{},[119,10826,10827],{},"Levana Mage: D",[104,10829,10830],{},"Kalau jadi monster Peringkat C, dia bisa bertarung seimbang dengan Abyss. Kalau kerja sama dengan Treant yang sudah berevolusi, harusnya bisa mengalahkan Abyss dengan stabil.",[104,10832,10833,10834,10838,10839,10844],{},"Anak laba-laba Baby Aranea juga, nggak tahu kapan efek buruk ",[116,10835,10836],{},[119,10837,456],{}," bakal muncul. Kalau kena status ",[116,10840,10841],{},[119,10842,10843],{},"Curse",", harus segera dikembalikan ke alam liar. Sebelum itu terjadi, harus dibesarkan sampai bisa berburu sendiri. Karena sudah dipungut, itu kewajibanku.",[104,10846,10847],{},"Mereka juga kelihatannya biasa aja makan Abyss, kalau bisa sih biar hafal rasa Abyss dan jadi pemburu Abyss di masa depan...",[104,10849,10850],{},"Kalau begitu, yang diburu ya Abyss. Yah, jalan dikit juga bakal muncul sih... terpaksa berburu Abyss ya. Padahal aku lebih bersyukur kalau monsternya yang lain secara visual...",[99,10852,2018],{"id":2017},[104,10854,10855],{},"Demi leveling Aro dan kawan-kawan, aku memimpin Aro, Treant, dan Baby Aranea menyusuri hutan. Karena tidak mungkin bertemu suku Lithoviar dengan kondisi begini, aku memutuskan menuju arah yang berlawanan dengan desa.",[104,10857,10858],{},"Baby Aranea merayap sesuka hati, tapi sepertinya masih mengikutiku. ...Takutnya mereka nyasar terus jadi makanan Abyss, jadi jangan sembarangan dong. Tapi karena nggak bisa disuruh, mau gimana lagi.",[104,10860,10861,10862,174],{},"Aku menyusuri hutan sambil hati-hati agar tidak bertemu suku Lithoviar menggunakan ",[116,10863,10864],{},[119,10865,1415],{},[104,10867,10868],{},"Merasakan hawa kecil, aku mendongak dan melihat lagi kurcaci-kurcaci yang memancarkan cahaya hijau samar duduk di dahan. Raran, si kurcaci hutan. Berjejer rapi di dahan dekat situ. Kali ini lebih banyak dari biasanya, delapan ekor. Kupikir mereka tidak punya berat badan, tapi dahan pohon sedikit berderit. Raran tidak melakukan apa-apa, cuma mengamatiku dari jauh.",[104,10870,10871],{},"Saat aku menatap bengong, mereka semua turun dari dahan dan lari ke arah yang berbeda-beda. Segera sosoknya menghilang, tak bersisa satu pun. ...Masih sama, makhluk yang nggak jelas.",[104,10873,10874],{},[111,10875,10876],{},"'Sini, sini!'",[104,10878,10879,10880,174],{},"Saat aku celingukan mencari Raran yang hilang, Sobatku menarik-narik leherku. Sepertinya menemukan sesuatu. Aku juga mencoba melacak ke arah yang ditunjuk Sobatku dengan ",[116,10881,10882],{},[119,10883,1415],{},[104,10885,10886],{},"Terasa ada hawa yang agak besar. Saat aku menempelkan kepala ke tanah, terdengar suara langkah kaki samar. Monster tipe raksasa ya. Tanpa melihat statusnya belum bisa dipastikan, tapi sepertinya tidak cepat. Aku bisa bantu dari samping, pas banget buat cari EXP.",[104,10888,10889],{},"Arah monster besar itu sepertinya menuju ke sini, jadi aku berdiri di tempat yang agak tinggi dan luas untuk menyambut musuh. Besar pun paling cuma sedikit lebih kecil dariku. Paling banter seukuran Little Rock Dragon.",[104,10891,10892],{},"Pohon di kejauhan tumbang dengan heboh. Yang muncul di akar pohon adalah sapi besar yang tertutup bulu cokelat dengan panjang hampir enam meter. Bulu di wajahnya anehnya panjang. Matanya merah padam, dan napasnya kasar menandakan dia sedang興奮 (excited/marah). Baik wujud maupun wajahnya, terlihat jelas dia buas. M, menyerahkan lawan ini ke Aro mungkin agak berat. Perbedaan fisiknya terlalu besar.",[104,10894,10895],{},[252,10896],{"alt":10897,"src":10898,"title":10897},"image_00033","/images/n04/05/00033.jpeg",[104,10900,10901,10902,8888,10907,174],{},"...Status Aro adalah ",[116,10903,10904],{},[119,10905,10906],{},"Magic: 42",[116,10908,10909],{},[119,10910,10911],{},"Speed: 22",[104,10913,10914,10915,10917],{},"Berdasarkan pengalaman selama ini, untuk memberi ",[111,10916,113],{}," saat bertabrakan langsung, setidaknya butuh kekuatan serangan setengah dari pertahanan lawan. Kalau aku bikin luka dan suruh serang di situ, harusnya dapat jatah EXP karena berkontribusi dalam pertarungan... tapi kalau kena satu serangan bisa mati instan, agak bahaya sih.",[104,10919,10920],{},"Tapi, ini target yang bagus, tak diragukan lagi. Dengan kecepatanku, saat Graphant itu menyerang Aro dan yang lain, aku bisa menangkisnya seketika. Lagipula, untungnya dia tidak punya skill aneh. Ada skill yang belum pernah kulihat, tapi dari namanya sepertinya cuma serangan ke depan. Kalau aku biarkan Aro menyerang dari belakang sementara aku di depan, serangan ke arah Aro dan yang lain bisa sangat dibatasi.",[104,10922,10923],{},"Levelnya lumayan tinggi jadi EXP-nya bisa diharapkan. Demi melindungi diri dari Abyss juga, aku tidak boleh melepaskan mangsa di sini. Harus ambil risiko.",[104,10925,1840,10926,10930],{},[116,10927,10928],{},[119,10929,121],{}," ringan ke arah kaki Graphant yang tebal. Pisau angin bermana itu mendekat seolah terhisap ke kaki Graphant, sedikit melukai kulitnya.",[104,10932,10933],{},"Tentu saja, kalau mau aku bisa memotong kakinya sekalian. Tapi, satu serangan ini hanya untuk provokasi.",[104,10935,10936],{},"\"Buumoooooooooo!\"",[104,10938,10939,10940,10944],{},"Graphant yang diserang menunjukkan kemarahannya, membuka mulut lebar dan meraung, lalu menyeruduk ke arahku. Menghadapi serudukan Graphant, aku menendang tanah, merentangkan sayap, dan melompat. Aku mengambil posisi tepat di atas Graphant, mengepakkan sayap, dan melepaskan empat ",[116,10941,10942],{},[119,10943,121],{}," lurus ke bawah.",[104,10946,10947],{},"Targetnya adalah kaki belakang dan pantat Graphant. Kalau kaki belakangnya tidak bisa gerak, risiko Aro dan yang lain yang menyerang dari titik buta kena tendang bisa ditekan. Kalau kulit pantatnya dikupas, serangan Aro dan yang lain yang levelnya di bawah pun harusnya lebih mudah masuk. Dua tembakan pertama menyayat daging dari kedua kaki belakang tebal yang menopang tubuh raksasa Graphant. Darah dan daging berhamburan, darah segar menyembur. Graphant menekuk kaki depannya mencoba menyeimbangkan tubuh yang goyah.",[104,10949,10950],{},"\"----!\"",[104,10952,10953,10954,10958],{},"Dan sebelum sempat menjerit, dua sisa ",[116,10955,10956],{},[119,10957,121],{}," mengupas kulit pantat Graphant. Ekspresi marahnya makin dalam, memelototi aku yang menari di langit.",[104,10960,10961],{},"\"BUUUMOOOOOOOOOO!!\"",[104,10963,10964],{},"Graphant mengamuk. Sambil mendengarkan raungannya, aku mendarat dengan kaki belakang di tempat yang agak berjarak.",[104,10966,10967],{},"Segini cukup. Sebenarnya aku ingin memotong keempat kakinya sekalian, tapi kalau begitu mungkin tidak akan dapat banyak EXP. Aku belajar dari saat membesarkan Ball Rabbit atau melemahkan Semut Merah dengan bola racun. Kalau tidak dianggap sebagai pertarungan, EXP yang didapat cuma segitu. Harus melemahkan sampai batas yang pas.",[104,10969,10970],{},"Mobilitas sudah dikurangi. Titik lemah di titik buta juga sudah dibuat. Perhatiannya sudah teralih, dan kalau bahaya aku bisa ikut campur. Ini adalah batas aman bagi Aro dan yang lain yang monster Peringkat D dan E untuk menghadapi Graphant yang monster Peringkat C.",[104,10972,10973],{},"\"Buumo! Buumoooooo!\"",[104,10975,10976],{},"Graphant menyeret kaki belakangnya mendekatiku. Ternyata walau kuat, kecepatannya turun drastis. Di belakang Graphant ada Aro, Lesser Treant, dan anak-anak laba-laba yang bersiap.",[104,10978,10979,10980,7245],{},"\"Ta, nah, si, hir... ",[116,10981,10982],{},[119,10983,4999],{},[104,10985,10986],{},"Saat Aro merapal, tanah menonjol membentuk ujung tajam. Jarum tanah itu menusuk daging Graphant yang terbuka. Graphant tampak kesal, memutar tubuh sambil menyeret tubuh bagian bawah. Dia menghadap Aro yang paling dekat, lalu menarik dagunya. Tanduk ganas Graphant membidik Aro.",[104,10988,10989],{},"Aku sempat berpikir mau menolong, tapi melihat tanah di kaki Aro berubah bentuk, aku berhenti menggerakkan sayap.",[104,10991,10992],{},"\"Buumoo!\"",[104,10994,10995,10996,11000],{},"Hampir bersamaan dengan raungan Graphant, Aro melompat ke belakang. Aro menggunakan ",[116,10997,10998],{},[119,10999,4999],{}," untuk melontarkan tanah di kakinya, dan menggunakan dampaknya untuk bergerak.",[104,11002,11003],{},"Mungkin saat Graphant mengarahkan tubuh ke Aro, dia sudah bersiap.",[104,11005,11006],{},"Aro jauh lebih unggul dalam sihir daripada kecepatan. Dibanding menghindar biasa, menggerakkan diri dengan sihir memang lebih cepat.",[104,11008,11009],{},"Aro mendarat di dahan Lesser Treant yang ada di belakang. Anak-anak laba-laba mungkin takut menghadapi Graphant, mereka bubar ke empat penjuru.",[104,11011,11012,11013,11017],{},"Tanduk Graphant yang gagal menangkap Aro menancap dalam ke tanah. Otot kaki depan Graphant menegang karena mengerahkan tenaga. Aro mengarahkan tangannya ke tanduk Graphant. Tanah yang dikendalikan skill ",[116,11014,11015],{},[119,11016,4999],{}," berubah bentuk, menutupi seluruh tanduk Graphant dan mengeras.",[104,11019,11020],{},"\"Buu!?\"",[104,11022,11023],{},"Tanah itu terus memanjang sampai ke mulut Graphant. Mau bikin mati lemas ya.",[104,11025,11026],{},"Graphant mengangkat kaki depannya tinggi-tinggi. Lesser Treant sepertinya merasakan bahaya, dia menjauh dari Graphant sambil tetap membawa Aro di dahannya. Aro menghentikan pengendalian tanah sebentar, lalu mengarahkan tangan ke wajah Graphant.",[104,11028,11029,11030,7245],{},"\"...Ze, sihir, ",[116,11031,11032],{},[119,11033,1101],{},[104,11035,11036],{},"Angin kencang menerpa organ sensorik di balik kelopak mata Graphant yang terbuka lebar, bola matanya.",[104,11038,11039,11042],{},[111,11040,11041],{},"Zashu!"," Mata yang tergores menjadi merah darah.",[104,11044,11045],{},"Namun bola mata itu tidak kehilangan fungsinya, tetap memelototi Aro.",[104,11047,11048,11049,11054],{},"Graphant menghentakkan kaki depan yang diangkatnya ke tanah. Sekitar bergetar, tubuh raksasa Graphant melompat tinggi. Mungkin itu skill ",[116,11050,11051],{},[119,11052,11053],{},"High Jump",". Kaki belakangnya sudah kuhancurkan, tapi hebat juga masih bisa lompat segitu.",[104,11056,11057],{},"Lesser Treant merayapkan akarnya menjauh dari Graphant. Di tengah jalan tubuhnya berderit, mengarahkan lubang seperti mata di batangnya ke Graphant di udara.",[104,11059,11060,11061,7245],{},"\"Ta... hir, ",[116,11062,11063],{},[119,11064,4999],{},[104,11066,11067,11068,11072],{},"Saat Aro merapal, tubuh Aro sedikit kehilangan vitalitas. Kulitnya jadi kering, berubah menjadi kualitas yang mendekati tanah. Sepertinya dia menuangkan sebagian besar sisa mananya ke ",[116,11069,11070],{},[119,11071,4999],{}," ini.",[104,11074,11075,11076,11080],{},"Mendorong rumput liar, jarum tanah raksasa muncul dari tanah. Tingginya hampir dua meter, diarahkan ke perut Graphant yang sedang jatuh. Dia berniat memanfaatkan percepatan gravitasi dari jatuhnya ",[116,11077,11078],{},[119,11079,11053],{}," Graphant untuk memberikan kerusakan.",[104,11082,11083],{},"Bisa kena... pikirku, tapi Graphant memiringkan tubuh ke depan, mengoreksi lintasannya ke arah gerak Aro.",[104,11085,11086],{},"Merasakan ekspresi Aro mendung, aku memutuskan untuk membantu.",[104,11088,11089,11090,11094,11095,11099],{},"Aku melepaskan dua ",[116,11091,11092],{},[119,11093,121],{},". Pisau vakum yang terbang lurus menyerang wajah dan perut Graphant. Tembakan pertama menghancurkan wajah Graphant, merusak postur condong ke depannya. ",[116,11096,11097],{},[119,11098,121],{}," kedua menyayat daging perut Graphant.",[104,11101,10936],{},[104,11103,11104],{},"Jarum tanah raksasa menusuk perut Graphant yang tersayat saat jatuh. Tapi jarum tanah itu tidak kuat menahan benturan di tengah jalan, patah dan hancur berkeping-keping. Dampak jatuhnya Graphant mengguncang sekitar.",[104,11106,11107],{},"\"Bu...\"",[104,11109,11110,11111,11115],{},"Graphant jatuh telungkup, tapi dia menegakkan badan dengan kaki depan. Di tengah perutnya yang terangkat, tertancap ujung dan pecahan jarum besar ",[116,11112,11113],{},[119,11114,4999],{},". Darah mengucur deras.",[104,11117,11118],{},"M, menerima kerusakan segitu banyak, masih bisa berdiri. Malah, gerakannya tidak terlihat melambat. Ini sih, masih lama baru bisa dihabisi. Monster spesialis stamina dan pertahanan memang begitu ya, mau bagaimana lagi.",[104,11120,11121,11122,11125],{},"Aro yang ada di dahan Lesser Treant jatuh lemas ke tanah (",[111,11123,11124],{},"furari","). Lesser Treant segera memungutnya dan lari menjauh dari Graphant.",[104,11127,11128,11129,11133],{},"Aro, MP-nya sudah limit ya. ",[116,11130,11131],{},[119,11132,4999],{}," terakhir tadi sepertinya pakai banyak mana. Sisanya, biar aku beresin cepet... hm?",[104,11135,11136,11137,174],{},"Terlihat anak-anak laba-laba mendekati luka di pantat Graphant yang kukoyak dengan ",[116,11138,11139],{},[119,11140,121],{},[104,11142,11143],{},"\"Bumo! Bumooo!\"",[104,11145,11146],{},"Anak-anak laba-laba menempel di luka dan memuntahkan jaring. Graphant melawan dengan mengibaskan tubuh, tapi mungkin karena kakinya hancur akibat dampak jatuh, tenaganya tidak keluar. Mau menyerang pun, karena di pantat jadi tidak sampai.",[104,11148,11149,11150,5122,11154,11157],{},"Aku menghancurkan kaki depan Graphant dengan ",[116,11151,11152],{},[119,11153,121],{},[111,11155,11156],{},"Dosari",", Graphant jatuh telungkup. Bersamaan dengan itu, anak-anak laba-laba mulai menggigit luka itu.",[104,11159,11160],{},"\"Bumooo! Buumoooooooooo!\"",[104,11162,11163],{},"Anak-anak laba-laba memakan Graphant dari lukanya. Sepertinya belum masuk terlalu dalam, tapi jumlah pendarahannya makin bertambah. Awalnya Graphant mengangkat kaki yang hancur dengan sisa tenaga dan mengibaskan tubuh untuk melawan, tapi lama-lama makin pelan. Akhirnya cuma kejang-kejang saja. Darah menetes dari semua luka di tubuhnya, HP Graphant berkurang.",[104,11165,11166],{},"Akhirnya jadi nol, bola mata Graphant berputar ke atas, kehilangan kehidupan. Terasa kekuatan hilang dari seluruh tubuhnya.",[104,11168,11169,11173,11179],{},[116,11170,11171],{},[119,11172,9599],{},[116,11174,11175],{},[119,11176,186,11177,9606],{},[119,11178,189],{},[116,11180,11181],{},[119,11182,996,11183,11185],{},[119,11184,999],{}," naik dari 71 menjadi 72.",[104,11187,11188],{},"Diberitahu perolehan EXP, aku tahu Graphant akhirnya mati.",[104,11190,11191],{},"Nah, dengan ini EXP Graphant juga masuk ke Aro dan yang lain... kan? Kalau level Aro dan yang lain naik, harusnya bisa berburu dengan stabil.",[104,11193,11194],{},"Berkat jumlah MP Ouroboros aku bisa memulihkan tanpa batas, jadi kalau bisa tahan satu serangan saja itu sudah beda jauh.",[104,11196,11197],{},"Nah, mari kita cek seberapa banyak levelnya naik. Aku mengalihkan pandangan ke Aro, Treant, dan satu dari delapan Baby Aranea.",[104,11199,11200],{},[252,11201],{"alt":11202,"src":11203,"title":11202},"image_00034","/images/n04/05/00034.jpeg",[104,11205,11206],{},"Aro ternyata naik dari Lv 6 ke Lv 14. Akhirnya sudah dekat titik balik. Kalau lewat sini, Aro resmi jadi monster Peringkat C.",[104,11208,11209],{},"Tapi Aro sepertinya menderita karena kehabisan mana, dia terlihat sangat lemah. Posturnya agak rendah, dan terlihat kesakitan entah di mana.",[104,11211,11212],{},"Tekstur kulitnya juga jadi sangat buruk, awalnya tubuh yang terkesan tanah mirip kulit, sekarang hampir jadi tanah biasa. Mungkin Aro mempertahankan tubuhnya dengan mana. Kekurangan MP bagi Aro mungkin lebih serius daripada bagiku.",[104,11214,11215],{},"Treant naik dari Lv 4 ke Lv 9. Mungkin karena aku punya skill pengganda EXP jadi rasanya lambat, tapi yah lancar lah. Pada dasarnya di pertarungan tadi dia cuma jadi kaki buat Aro, nggak langsung lawan Graphant sih...",[104,11217,11218],{},"Baby Aranea naik dari Lv 1 ke Lv 5. Cuma lihat satu, tapi yang lain pasti nggak beda jauh. Cuma gigit-gigit Graphant bisa naik segitu, lumayan lah. Evolusi berikutnya sudah kelihatan. Baby Aranea Peringkat E memang gampang dibawa sampai evolusi.",[104,11220,11221],{},"Inginnya sih terus leveling, tapi... Aro yang spesialis serangan sihir cuma bisa bertindak selama MP ada. Itu hambatan terbesar buat naikin EXP. Kalau MP bisa diatasi dia bisa nyerang tanpa henti, dan level juga bakal cepet naik. Yah, nggak ada cerita semanis itu ya.",[104,11223,11224],{},"Besok lagi aja ka... hm?",[104,11226,11227],{},[252,11228],{"alt":11229,"src":11230,"title":11229},"image_00035","/images/n04/05/00035.jpeg",[104,11232,11233],{},"Skill Normal Aro nambah tuh! Dapet dari naik level ya.",[104,11235,11236,11241,11242,11246,11247,1124,11252,11256,11257,11261],{},[116,11237,11238],{},[119,11239,11240],{},"Mana Drain",", skill ini samar-samar aku ingat. Karena ",[116,11243,11244],{},[119,11245,8713],{}," nggak tembus sempurna jadi nggak bisa lihat jelas, tapi kayaknya Slime punya ",[116,11248,11249],{},[119,11250,11251],{},"Life Drain",[116,11253,11254],{},[119,11255,11240],{},". Namanya mirip, mungkin sering dipelajari satu set. Aro punya ",[116,11258,11259],{},[119,11260,11251],{},", jadi nggak aneh kalau belajar ini.",[104,11263,11264,11265,11269,11270,11275,11276,11280],{},"Dari namanya ",[116,11266,11267],{},[119,11268,11240],{},", pasti skill menyerap MP jadi milik sendiri. Kalau begitu, suruh dia hisap MP-ku saja beres kan. Soalnya aku punya ",[116,11271,11272],{},[119,11273,11274],{},"MP: 1926/1926",". Hitungan kasar, aku bisa isi ulang Aro sampai penuh dua puluh dua kali. Ditambah lagi berkat efek ",[116,11277,11278],{},[119,11279,6083],{},", MP-ku bakal pulih sekejap.",[104,11282,11283,11284,11288,11289,11293,11294,11298,11299,11301],{},"Dengan terus melakukan ",[116,11285,11286],{},[119,11287,11240],{}," dariku, Aro harusnya bisa menembakkan sihir tanah ",[116,11290,11291],{},[119,11292,4999],{}," dan sihir angin ",[116,11295,11296],{},[119,11297,1101],{}," dengan kekuatan penuh terus-menerus. Di antara statusnya, kekuatan sihir Aro yang paling menonjol, dan sekarang sudah Lv 14, mungkin bisa memberi ",[111,11300,113],{}," ke monster Peringkat C.",[104,11303,11304],{},"Monster yang peringkatnya di atas Aro, pertahanannya tidak terlalu tinggi, dan banyak berkeliaran di sekitar sini, aku tahu satu. Benar, Abyss. Aro yang sekarang mungkin bisa memburu Abyss tanpa bantuanku. Kalau bisa memburu Abyss, dia harusnya bisa tumbuh sampai level maksimal dalam sekejap.",[104,11306,11307,11308,11312,11313,11315],{},"Aku segera mencoba efek ",[116,11309,11310],{},[119,11311,11240],{}," Aro. Aku menyodorkan ekor ke depan Aro yang terbaring lemas di dahan Lesser Treant. Aro melihat ekorku yang disodorkan padanya, lalu menatapku. Aku mengangguk (",[111,11314,6318],{},") sambil mengibaskan ekor.",[104,11317,11318],{},"\"Te... ri, ma, kasih... ma...\"",[104,11320,11321,11322,11324,11325,11328],{},"Aro bicara terputus-putus, lalu menyentuh ekorku. Dia memeluknya erat (",[111,11323,9465],{},"). ",[111,11326,11327],{},"Pasari",", permukaan tubuh Aro yang seperti pasir karena kehabisan mana rontok dan beterbangan. Bagian yang bersentuhan antara tubuh Aro dan ekorku bersinar samar. Aku merasakan sensasi mana berpindah.",[104,11330,11331],{},"\"A, aa...\"",[104,11333,11334],{},"Kulit Aro yang rusak beregenerasi dengan cepat dan kembali lembap. Rasanya kondisi kulitnya jadi sedikit lebih bagus dari biasanya. Terutama rambutnya yang tadi kering banget, perubahannya agak terlihat jelas... rasanya sih. Perubahan yang sangat halus.",[104,11336,11337],{},[252,11338],{"alt":11339,"src":11340,"title":11339},"image_00036","/images/n04/05/00036.jpeg",[104,11342,11343],{},"Kondisi tubuhnya sudah kembali. Tapi, mungkin karena menghisap manaku, ada cahaya hitam tipis merembes. Coba lihat, mananya sudah balik belum.",[104,11345,11346],{},[252,11347],{"alt":11348,"src":11349,"title":11348},"image_00037","/images/n04/05/00037.jpeg",[104,11351,11352],{},"Oh, sudah pulih. Sisanya tinggal apakah sihirnya mempan ke Abyss, tapi mungkin karena menghisap manaku, ada status abnormal aneh yang menempel.",[104,11354,11355,11360,11361,11365,11366,11370],{},[116,11356,11357],{},[119,11358,11359],{},"Magical Power Correction"," kah. Keberuntungan tak terduga. Dengan ",[116,11362,11363],{},[119,11364,11359],{}," yang meningkatkan kekuatan, ditambah ",[116,11367,11368],{},[119,11369,11240],{}," yang bikin nggak perlu mikirin sisa MP, bisa nembak sepuasnya. Kalau begini ada harapan menembus pertahanan Abyss walau beda peringkat.",[104,11372,812],{},[104,11374,11375],{},"Walau sudah selesai menghisap MP, Aro masih memeluk ekorku.",[104,11377,11378],{},"....... ...Ooi, sudah selesai lho.",[104,11380,11381],{},"\"...Ra, sanya, tenang.\"",[104,11383,11384],{},"O, oke. Setelah Aro tenang, untuk mencoba leveling Aro, kami memutuskan meninggalkan Graphant sebentar dan mencari Abyss.",[104,11386,8616],{},[104,11388,11389],{},"Sobatku menatap Graphant dengan tatapan sayang, tapi itu nanti diambil pas pulang. Nanti kubakar sampai matang kok, tunggu dulu.",[104,11391,11392,11393,11396],{},"Aku mengusir anak-anak laba-laba yang mengerumuni Graphant dengan ujung ekor (",[111,11394,11395],{},"peshi-peshi","). Setelah diulang tiga kali, akhirnya mereka menyerah dan mulai memutar ke belakangku.",[104,11398,11399],{},"Setelah persiapan selesai, kami berjalan di hutan mencari Abyss. Tidak sangka bakal mencari mereka dari pihak kita.",[104,11401,11402,11403,11405],{},"Kalau sihir Aro bisa memberi ",[111,11404,113],{},", Abyss yang monster Peringkat C akan jadi target leveling yang empuk. Kalau berhasil, harusnya bisa langsung dibawa ke evolusi berikutnya.",[104,11407,11408],{},"Tapi, ...pas dicari malah nggak ketemu... Padahal kalau lagi nggak mau ketemu munculnya banyak banget.",[104,11410,11411],{},"...Ah, mereka bisa ngilangin hawa keberadaan sih.",[104,11413,11414],{},"\"Gaa... Gaa...\"",[104,11416,11417],{},"Makin jauh berjalan, Sobatku mengeluarkan suara menyedihkan.",[104,11419,11420],{},[111,11421,11422],{},"'Oi, laper nggak sih? Ya? Ya?'",[104,11424,11425,11426,11430],{},"...Segitu kepikirannya ya sama itu. Bisa nggak biarkan aku verifikasi dulu apakah leveling Aro dengan hisap MP pakai ",[116,11427,11428],{},[119,11429,11240],{}," berhasil?",[104,11432,11433],{},[111,11434,11435],{},"'...Abis makan juga bisa kan? Ya?'",[104,11437,11438],{},"...Haa, Abyss juga nggak ketemu-ketemu, makan dulu deh. Aku juga bohong kalau bilang nggak semangat makan daging utuh setelah sekian lama.",[104,11440,11441],{},"Soalnya itu bongkahan daging sapi lho. Sayang nggak ada garam dan bumbu lain. Aku balik arah, kembali ke tempat Graphant. Di belakangku Lesser Treant, Aro yang duduk di dahannya, dan anak-anak laba-laba yang bergerak sesuka hati mengikutiku.",[104,11443,11444],{},"Begitu Graphant terlihat di antara pepohonan, Sobatku memanjangkan leher sambil meneteskan air liur.",[104,11446,11447],{},[111,11448,11449],{},"'Daging! Daging! Daging! Daging!'",[104,11451,11452],{},"...Padahal kalau jadi manusia, dia wanita yang wajahnya rapi lho. Sayang banget, atau lebih tepatnya banyak yang salah. Anu, tolong lebih dijaga sikapnya atau kata-katanya dikit gitu...",[104,11454,11455],{},[111,11456,11457],{},"'Daging! Daging! Da... ging...?'",[104,11459,11460],{},"Begitu mendekati Graphant, pikiran Sobatku terputus. Alasannya jelas terlihat.",[104,11462,11463],{},"\"Veeeeeeeeeeeeee!\" \"Vee, veeeaa!\" \"Veaaaaaa!\"",[104,11465,11466],{},"...Saat mendekat, terlihat Abyss mengerumuni bangkai Graphant. Abyss-abyss itu menggerogoti Graphant, mencoba merobek dagingnya. Oh ya mereka kan menjadikan monster besar sebagai sarang.",[104,11468,11469],{},"\"GUAAAAAAAAAAAAAA!\"",[104,11471,11472,11473,11476],{},"Sobatku meraung marah, mengibaskan lehernya ",[111,11474,11475],{},"bunbun",". Ada air mata menetes sedikit.",[104,11478,11479],{},[111,11480,11481],{},"'Makanya, makan duluan tadi...'",[104,11483,11484],{},"So, sori... aku agak meremehkan Abyss. Tapi kan berhasil memancing mereka, jadi nggak apa-apa kan? Tuh, kalau dibakar bisa dimakan kok!",[104,11486,11487,11488,330],{},"Aku mengalihkan pandangan dari Sobatku ke Aro. Aro sepertinya mengerti pikiranku, dia mengangguk (",[111,11489,5953],{},[104,11491,11492,11493,11497,11498,11502],{},"Mungkin berkat Skill Gelar ",[116,11494,11495],{},[119,11496,729],{},", enaknya Aro dan Lesser Treant bisa mengerti maksudku tanpa perlu bicara. Nggak mungkin setiap mau ngomong harus ",[116,11499,11500],{},[119,11501,1740],{}," kan.",[104,11504,11505],{},"Aku mendekatkan ekor ke Aro yang ada di dahan Lesser Treant. Aro melompat dari dahan ke ekorku. Aku memanjangkan ekor, membawa Aro ke depan wajahku.",[104,11507,11508],{},"Oke, nggak perlu mikirin MP habis. Tembak sekuat tenaga dengan kekuatan penuh.",[104,11510,11511],{},"Aro mengangkat tangan kanannya ke udara. Cahaya hitam yang menyelimuti tubuh Aro berkumpul ke tangan kanan yang diangkat.",[104,11513,11514,11515,1251],{},"\"Kua... ze, sihir, ",[116,11516,11517],{},[119,11518,1101],{},[104,11520,11521],{},"Cahaya mana berkumpul dan memadat, lalu dilepaskan sekaligus. Mana itu memanggil angin, menjadi tornado kecil, mencungkil tanah dan menerbangkan debu saat mendekati Abyss. Mungkin karena kenaikan level yang drastis, kekuatannya jauh beda dari sebelum mengalahkan Graphant.",[104,11523,9585],{},[104,11525,11526],{},"Tornado menghantam langsung salah satu Abyss yang sedang asyik makan Graphant. Tubuh Graphant tersayat, darah muncrat. Abyss yang terjepit antara tornado dan Graphant terlempar ke udara, lalu menghantam tanah dengan punggungnya.",[104,11528,10206],{},[104,11530,11531],{},"Abyss menggerakkan delapan kakinya, bangkit dengan pantulan itu.",[104,11533,1246,11534,1251],{},[116,11535,11536],{},[119,11537,1101],{},[104,11539,11540],{},"Tornado kedua menangkap Abyss yang baru saja bangkit. Tubuh Abyss terlempar beberapa meter lagi. Punggungnya menghantam batu, memuntahkan cairan tubuh berwarna krem dari mulutnya.",[104,11542,11543,11544,11546,11547,11549],{},"Bagus! Sepertinya bukan luka fatal, tapi ",[111,11545,113],{},"-nya masuk. Bisa memberi ",[111,11548,113],{}," yang layak dengan serangan dari depan adalah pencapaian besar. Kalau bisa memburu peringkat atas sendirian, levelnya pasti melonjak.",[104,11551,812],{},[104,11553,11554],{},"Aro merendahkan posisi, napasnya terengah-engah. Mungkin lelah karena menghabiskan mana sekaligus. Tekstur kulitnya tidak berubah, jadi sisa mana masih ada.",[104,11556,11557],{},"\"Veeeeeeeee!\"",[104,11559,11560,11561,11564],{},"Dipimpin oleh Abyss yang diserang Aro, dua Abyss lain juga menoleh ke sini dan menyerbu. Dua Abyss di belakang ",[111,11562,11563],{},"sha"," berpisah ke kiri dan kanan, menghilangkan hawa keberadaan. Aku mengikuti dengan mata, tapi begitu menyentuh pohon, mereka tiba-tiba menghilang.",[104,11566,11567],{},"...Dua yang itu biarkan saja sampai muncul. Kalau mau makan, mereka tinggal nempel di Graphant, harapannya sih kabur atau ngincar aku... tapi harus waspada juga ke arah Lesser Treant dan anak-anak laba-laba. Gerakan mereka nggak bisa ditebak.",[104,11569,11570],{},"\"Veaaaaaaaaa!\"",[104,11572,11573],{},"Abyss meliuk-liukkan delapan kakinya, makin mendekat ke sini.",[104,11575,11576,11577,1251],{},"\"Tana... si, hir... ",[116,11578,11579],{},[119,11580,4999],{},[104,11582,11583],{},"Aro mengarahkan tangan ke Abyss. Tanah menyembul mengincar Abyss. Tapi Abyss sambil tetap menghadap ke sini, mundur jauh ke belakang menghindari tanah dengan indah, lalu mendekat lagi. Lincah juga.",[104,11585,11586,11587,11591],{},"Rasanya ",[116,11588,11589],{},[119,11590,1101],{}," yang jangkauan serangannya lebih luas lebih gampang kena deh.",[104,11593,11594],{},"Aro menekan wajah dengan tangan. Tidak ada perubahan berarti di kulitnya, tapi cahaya hitam yang menyelimuti Aro agak melemah.",[104,11596,11597],{},"Habis mana? Sedot aja nggak usah sungkan?",[104,11599,11600,11601,11604],{},"Aku memberi isyarat mata pada Aro, menekuk ujung ekor ke atas. Aro mengangguk kecil, memeluk ekorku dengan lengan. Cahaya berpindah (",[111,11602,11603],{},"pooo","), cahaya hitam yang menyelimuti Aro menguat.",[104,11606,11607],{},"Selagi Aro mengisi mana, Abyss sudah hampir sampai di depan mata. Sedikit lagi Abyss masuk jangkauan ekorku.",[104,11609,11610],{},"...Mungkin sebaiknya aku bantu secara fisik. Aro segera mengembalikan pandangan ke Abyss, mengarahkan kedua tangannya.",[104,11612,1246,11613,1251],{},[116,11614,11615],{},[119,11616,1101],{},[104,11618,11619],{},"Cahaya yang dilepaskan dari kedua tangan kiri dan kanan memanggil angin, berubah menjadi tornado. Tornado yang terlihat terbang memutar menjauhi Abyss itu, menyerang Abyss dari samping seolah menjepitnya.",[104,11621,11622],{},"Karena Abyss mempercepat kakinya, kedua tornado tertinggal di belakang serong. Aro mengangkat kedua tangan lagi.",[104,11624,1246,11625,1251],{},[116,11626,11627],{},[119,11628,1101],{},[104,11630,11631],{},"Dua tornado baru yang muncul menyerang Abyss dari depan. Total empat tornado mengepung Abyss dari empat arah.",[104,11633,11634,11635,11637],{},"Ooh, ini kayaknya ",[111,11636,113],{},"-nya lumayan nih?",[104,11639,11640,11643],{},[111,11641,11642],{},"Furari",", Aro bersandar pada bagian ekorku yang menekuk. Mana yang menyelimuti Aro menipis lagi. Empat tembakan kekuatan penuh sudah mendekati batas ya.",[104,11645,11646],{},"Sambil menyentuh ekorku, Aro mengarahkan tangan satunya ke Abyss.",[104,11648,1246,11649,1251],{},[116,11650,11651],{},[119,11652,4999],{},[104,11654,11655,11656,11660],{},"Abyss baru saja menekuk kakinya hendak melompat ke celah antara tornado. Tiang tanah yang diciptakan ",[116,11657,11658],{},[119,11659,4999],{}," secara tepat merebut tempat tujuan lompatan Abyss. Abyss yang spontan berhenti bergerak dijepit oleh tornado dari empat arah.",[104,11662,11663,11666],{},[111,11664,11665],{},"Gouuu",", dengan suara gemuruh, tornado-tornado itu saling meniadakan. Dampaknya menjadi angin kencang yang sampai ke arahku. Aku memajukan sayap sebagai perisai, melindungi Aro dari dampaknya.",[104,11668,11669],{},"Saat itu, sesuatu seperti ranting pohon tertiup angin dan terbang ke arah mataku. Malas menghindar, kupikir bukan benda penting, jadi kuterima dengan kelopak mata.",[104,11671,11672,11673,11676],{},"Benda yang menempel di kelopak mata itu, anehnya, memanjang memendek dengan gerakan kecil ",[111,11674,11675],{},"hyoko-hyoko",". Detik berikutnya aku sadar. Benda hitam dan agak berlendir itu adalah kaki panjang Abyss.",[104,11678,11679],{},"\"Gua!?\"",[104,11681,11682,11683,174],{},"Spontan aku memalingkan wajah ke belakang sekuat tenaga. Segera tenang kembali, aku fokus agar Aro yang ada di ekor tidak jatuh. Kaki Abyss yang jatuh ke tanah bergerak-gerak sendiri ",[111,11684,9591],{},[104,11686,11687],{},"Mungkin karena sesaat aku lengah, Abyss yang tadi dilawan Aro pun menghilang. Saat aku melihat ke belakang untuk mewaspadai anak-anak laba-laba juga, aku melihat Abyss yang bersembunyi di titik buta melompat ke arah Aro.",[104,11689,11690],{},"Tujuh kaki yang tidak seimbang kiri kanan... tak salah lagi, ini Abyss yang tadi. Dia mengincar Aro, bukan aku. Balas dendam karena diserang, atau karena melihat aku tidak ikut campur jadi dia pikir Aro lebih berbahaya.",[104,11692,11693],{},"Aro masih belum sadar. Aku mengangkat ekor tinggi-tinggi. Aro kehilangan keseimbangan di atas ekor, jatuh dan berpegangan erat. Abyss menabrakkan kepalanya ke ekorku, lalu jatuh lurus ke bawah.",[104,11695,11696],{},"Demi EXP aku berusaha tidak ikut campur, tapi Aro juga sepertinya butuh istirahat, apa kuhabisi saja dia di sini...?",[104,11698,11699],{},"Berpikir begitu aku melihat Aro, dia masih berpegangan di ekorku, tapi tangannya masih diarahkan ke Abyss. Aku berpikir mau menurunkan ekor dan menginjak Abyss, tapi Aro masih mau lanjut ya. Anak ini cukup antusias leveling rupanya. Kalau dia mau berjuang, coba lihat sebentar lagi deh.",[104,11701,1246,11702,1251],{},[116,11703,11704],{},[119,11705,1101],{},[104,11707,11708],{},"Sihir angin yang dilepaskan Aro meledak pada Abyss yang tergeletak tanpa pertahanan dengan perut di atas. Mungkin karena menekan waktu aktivasi, kekuatannya tidak seperti tadi. Tapi cukup untuk mementalkan Abyss.",[104,11710,11711],{},"Abyss yang terpental angin sedikit mengangkat kepala, mungkin mencoba memahami situasi.",[104,11713,1246,11714,11718,11719,11718,11723,1251],{},[116,11715,11716],{},[119,11717,1101],{},"! ",[116,11720,11721],{},[119,11722,1101],{},[116,11724,11725],{},[119,11726,1101],{},[104,11728,11729],{},"Mengincar celah itu, dia melepaskan tiga sihir angin baru. Skala tornadonya lebih kecil dari tadi, dan hanya bertahan sekitar satu detik. Abyss meringkuk, menahan tekanan angin tornado.",[104,11731,11732],{},"\"Kyaa!\"",[104,11734,11735],{},"Di ujung tangan Aro yang terulur, angin berputar dan meledak kecil. Menjerit tinggi, Aro jongkok di atas ekor. Mungkin karena kena angin, lengannya jadi kering dan penuh retakan.",[104,11737,11738,11739,8592],{},"Mungkin karena mananya terlalu sedikit, dia tidak bisa mengendalikan ",[116,11740,11741],{},[119,11742,1101],{},[104,11744,11745,11746,11750,11751,11755],{},"Aro menyentuh ekorku lagi dengan satu tangan, menghisap mana dengan ",[116,11747,11748],{},[119,11749,11240],{},". Entah karena konsentrasi terambil ",[116,11752,11753],{},[119,11754,11240],{}," atau level skill-nya rendah, sepertinya dia tidak bisa menggunakannya bersamaan dengan skill lain. Paling banter sambil menghisap mana dengan satu tangan, tangan satunya membidik target agar siap pakai sihir. Tidak bisa menembak beruntun seperti senapan mesin rupanya.",[104,11757,9386],{},[104,11759,11760],{},"Abyss melompat lagi. Abyss lebih unggul dalam kecepatan.",[104,11762,11763],{},"\"Ga...\"",[104,11765,11766,11767,11771],{},"Mungkin karena pergantian skill memakan waktu lebih lama dari dugaan, reaksi Aro terlambat total. Aro menghentikan sihir ",[116,11768,11769],{},[119,11770,1101],{}," yang hendak dirapalnya di tengah jalan, mematung dengan lengan terhenti. Tanpa ampun, Abyss memanjangkan kaki depannya yang agak tebal dan tidak rata, hendak memukul Aro dari kedua sisi.",[104,11773,11774],{},"Kaki depan Abyss yang dipanjangkan ternyata lebih panjang dari dugaan. Benar saja kalau didekati, jeda pengisian mana tidak keburu ya. Aro sudah cukup berjuang, EXP-nya pasti lumayan masuk. Berpikir begitu, aku mengangkat kaki depan hendak meremas mati Abyss dengan kuku. Saat itu, lengan Aro yang terulur membesar, mencengkeram kepala Abyss.",[104,11776,11777],{},"\"Gua...?\"",[104,11779,11780,11781,11783],{},"Spontan aku mengeluarkan suara bodoh. Tubuh Abyss melayang di udara, kaki panjangnya bergerak-gerak ",[111,11782,11675],{}," membabi buta.",[104,11785,11786],{},"\"...Ve? Ve?\"",[104,11788,11789],{},"Abyss menggeliat dan meronta. Tapi karena kepalanya dicengkeram di udara dan pandangannya tertutup, dia hanya bisa menggerakkan kaki sembarangan.",[104,11791,812],{},[104,11793,11794],{},"Aro juga refleks mencengkeram, tapi sepertinya bingung harus apa selanjutnya. Dia diam tak bergerak sambil memegang Abyss. ...Lalu dia menoleh ke arahku, menatap dengan mata memohon bantuan.",[104,11796,11797],{},"...Dia kayak mau nangis nggak sih? Yah, megang Abyss gitu wajar sih mau nangis. Aku juga pas pertama kali megang beneran nggak mau banget rasanya.",[104,11799,11800],{},"\"Veeeeee! Veeeee!\"",[104,11802,11803],{},"Amukan Abyss makin parah, Aro juga panik.",[104,11805,11806],{},"...Lagian, lengan apa itu.",[104,11808,11809,11810,11814],{},"Lengan Aro membesar melebihi tubuhnya sendiri, terutama bentuk kukunya yang menyeramkan, ujungnya sangat tajam. Kalau tidak salah di Skill Karakteristik ada ",[116,11811,11812],{},[119,11813,5469],{},". Awalnya Levana itu menempelkan tanah yang menyerupai daging ke tubuh kan. Segini sih gampang baginya.",[104,11816,11817,11820],{},[111,11818,11819],{},"Gugu",", Aro memperkuat cengkeramannya. Kuku menancap di tubuh Abyss, mengubah bentuknya.",[104,11822,11823],{},"\"Veee! Veee!\"",[104,11825,11826,11827,11829],{},"Abyss makin mengamuk. Aro menelan ludah (",[111,11828,5317],{},"), memelototi Abyss seolah membulatkan tekad.",[104,11831,1246,11832,1251],{},[116,11833,11834],{},[119,11835,1101],{},[104,11837,11838],{},"Mana berkumpul di ujung tangan yang membesar, lalu bersamaan dengan teriakan Aro, meledak menciptakan badai angin. Jari, punggung tangan hancur runtuh, dan Abyss yang ada di tengahnya terlempar sambil kaki-kakinya berhamburan.",[104,11840,11841],{},"Keruntuhan lengan tidak berhenti di punggung tangan, sampai dekat bahu Aro berubah jadi pasir, tertiup angin dampak ledakan. Saat Aro mengangkat bahu, lengan yang membesar itu sepenuhnya jadi pasir dan jatuh ke tanah. Dan dari dalam lengan besar itu, Aro menyibak pasir, lengan rampingnya yang biasa muncul.",[104,11843,11844],{},"...Lengan kekar tadi, penampilannya agak mengejutkan, tapi kayaknya praktis juga.",[104,11846,11847],{},"\"Vee...\"",[104,11849,11850],{},"Abyss yang kehilangan separuh kakinya terbalik sambil menyebarkan cairan tubuh. Dia mencoba membalikkan badan dengan momentum memanjangkan dan memendekkan kaki yang tersisa, tapi sepertinya tidak bisa bergerak. Aro menyentuh ekorku menghisap mana, lalu mengarahkan kedua tangan ke Abyss.",[104,11852,1246,11853,1251],{},[116,11854,11855],{},[119,11856,1101],{},[104,11858,11859],{},"Abyss yang terkena tornado langsung terlempar tinggi ke atas, lalu menghantam tanah sambil menyebarkan cairan krem. Abyss sekuat apa pun pasti tamat dengan ini.",[104,11861,11862,11867],{},[116,11863,11864],{},[119,11865,11866],{},"Mendapatkan 44 poin pengalaman.",[116,11868,11869],{},[119,11870,186,11871,11873],{},[119,11872,189],{},", mendapatkan tambahan 44 poin pengalaman.",[104,11875,11876],{},"Lho, aku juga dapat? Aku nggak ngapa-ngapain lho?",[104,11878,11879],{},"...Yah, mungkin karena aku bantu hindarin Abyss, pinjemin mana, naikin kekuatan sihir, jadi dianggap berkontribusi dalam pertarungan. Terus EXP-nya dibagi... gitu. Tapi kalau segini sih bagiku kecil banget, nggak perlu masuk juga nggak apa-apa, mending kasih ke Aro semua, tapi nggak bisa gitu ya. Tapi, yah, tetap saja sebagian besar pasti mengalir ke Aro jadi nggak masalah sih...",[104,11881,11882],{},[252,11883],{"alt":11884,"src":11885,"title":11884},"image_00038","/images/n04/05/00038.jpeg",[104,11887,11888],{},"...Lv 14 ke Lv 17 ya. K, kupikir bakal naik lebih banyak. Memang sudah masuk pertengahan jadi susah naik level, dan Abyss yang dibunuh juga levelnya nggak terlalu tinggi, tapi cuma 3 ya... Kalau dilihat secara umum, ini cepet banget sih.",[104,11890,11891],{},"Merasakan kekecewaanku, Aro sedikit menunduk. Ti, tidak, kalau dipikir sebaliknya, naik 3 lho, bagus kan. Kalau berusaha dikit pasti cepet tercapai.",[104,11893,11894],{},"Memang kalau lewat Lv 20 bakal makin susah naik. Tapi, kekuatan sihir Aro juga naik seiring Lv. Selanjutnya bakal lebih gampang bunuh Abyss, dan selanjutnya lagi bakal lebih gampang lagi. MP juga tak terbatas selama hisap dariku.",[104,11896,11897],{},"Lagipula... di sekitar sini, yang tadi sembunyi, harusnya masih ada dua ekor lagi.",[104,11899,11900],{},"Tapi, jumlah Abyss yang harus diburu Aro sampai evolusi... estimasi terendah, sekitar lima belas ekor lah. Kalau dilebihkan mungkin dua kali lipatnya, tiga puluh ekor.",[104,11902,11903],{},"Waktu Ball Rabbit juga gampang banget naikin sampai Peringkat D... tapi D ke C itu tembok ya... Kalau gampang evolusi, di mana-mana bakal penuh bentuk evolusi dong.",[104,11905,11906],{},"Aku melirik Aro.",[104,11908,11909],{},"...Mau coba intip sarang Abyss? Kalau beneran ada, harusnya bisa capai target tiga puluh Abyss dengan cepat. Lagipula, aku ingin memenuhi harapan suku Lithoviar sebisa mungkin.",[104,11911,11912],{},"...Aku sih, bisa lah, mungkin. Sekali ayun lengan bisa gepengin Abyss. Lawan sepuluh ekor sekaligus pun, aku yakin bisa menang hampir tanpa luka.",[104,11914,11915,11916,11919],{},"Jujur saja, sejak jadi Ouroboros aku jarang lihat yang lebih kuat dariku. Si Pahlawan itu agak bahaya sih, tapi dengan status sekarang walau ada ",[111,11917,11918],{},"handicap"," pun bisa kucabik. Abyss doang...",[104,11921,2317],{},[104,11923,11924],{},"Sobatku bersuara cemas.",[104,11926,11927],{},[111,11928,11929],{},"'Lu, mikir yang aneh-aneh kan...?'",[104,11931,11932],{},"Ti, tidak tapi, selama Abyss berkeliaran di mana-mana, aku harus terus jagain Aro dan yang lain... kalau terus nggak bisa nongol di desa suku Lithoviar, mereka bakal curiga dan sering datang ke kuil... kalau begitu, kondisi Aro sekarang bisa ketahuan. Mending aku yang bergerak...",[104,11934,812],{},[104,11936,11937],{},"Sobatku memasang wajah muak. ...Aku juga setuju sih nggak mau ketemu Abyss.",[104,11939,11940],{},[111,11941,11942],{},"'...Ah! Oi belakang!'",[104,11944,11945,11946,11950,11951,11955,11956,11960],{},"Mendengar peringatan Sobatku, aku berbalik sambil melepaskan ",[116,11947,11948],{},[119,11949,121],{}," sebagai gertakan. ",[116,11952,11953],{},[119,11954,121],{}," menabrak tanah kosong, menerbangkan debu. Dua Abyss yang mendekati anak-anak laba-laba kaget dengan ",[116,11957,11958],{},[119,11959,121],{},"-ku, mundur jauh ke belakang.",[104,11962,11963],{},"...Aro, masih bisa? Dua lagi, kita habisi.",[104,11965,11966],{},"Mereka jago menghilangkan hawa keberadaan, jadi walau kelihatannya kabur, mereka bakal nyerang lagi berkali-kali. Selanjutnya pasti segera muncul lagi.",[104,11968,1246,11969,1251],{},[116,11970,11971],{},[119,11972,1101],{},[104,11974,11975],{},"Mana yang dilepaskan dari kedua tangan Aro memanggil angin, menjadi tornado. Abyss yang melompat ke semak-semak berniat sembunyi terpental tornado, menampakkan wujudnya.",[104,11977,11978],{},"Aro segera mengisi ulang mana, melepaskan serangan kedua.",[104,11980,1246,11981,1251],{},[116,11982,11983],{},[119,11984,1101],{},[104,11986,11987,11988,11990,11991,1124,11995,11999],{},"Sebelum Abyss memperbaiki posisi, tornado baru menyerang Abyss. Aro memeluk ekorku sambil mengecek kondisi Abyss, masuk ke mode pengisian mana. Aro juga mulai menangkap ",[111,11989,2419],{}," pengisian mana dan interval aktivasi sihir yang efisien. Berkat bisa menembak sihir terus-menerus tanpa mempedulikan MP, level skill ",[116,11992,11993],{},[119,11994,1101],{},[116,11996,11997],{},[119,11998,4999],{}," juga naik pesat. Dia menahan Abyss yang menyerang dari dua arah secara merata, dan jika ada celah, dia menyerang lalu pindah ke pengisian mana.",[104,12001,12002],{},"\"Veea!\"",[104,12004,12005,12006,12008],{},"Salah satu dari dua Abyss jatuh ke tanah sambil menyemburkan cairan tubuh. Gemetar ",[111,12007,9591],{},", tapi dalam beberapa detik jadi bangkai.",[104,12010,12011,12016],{},[116,12012,12013],{},[119,12014,12015],{},"Mendapatkan 36 poin pengalaman.",[116,12017,12018],{},[119,12019,186,12020,12022],{},[119,12021,189],{},", mendapatkan tambahan 36 poin pengalaman.",[104,12024,12025],{},"Pertama, satu ekor tewas...",[104,12027,12028],{},"Aro dengan cepat pindah ke pengisian mana. Begitu sosok Abyss terlihat, tanpa menunggu MP pulih penuh dia berhenti, mengarahkan lengan.",[104,12030,1246,12031,11718,12035,1251],{},[116,12032,12033],{},[119,12034,1101],{},[116,12036,12037],{},[119,12038,4999],{},[104,12040,12041,12042,12045],{},"Menjepit dengan tornado dan dinding tanah, merampas jalan lari Abyss. Abyss terpental tornado, menabrak dinding tanah dan memantul, lalu terpental tornado lagi. Aro mungkin tidak berniat lebih dari sekadar merampas jalan lari Abyss, tapi ",[111,12043,12044],{},"combo","-nya masuk dengan indah.",[104,12047,12048,12053],{},[116,12049,12050],{},[119,12051,12052],{},"Mendapatkan 43 poin pengalaman.",[116,12054,12055],{},[119,12056,186,12057,12059],{},[119,12058,189],{},", mendapatkan tambahan 43 poin pengalaman.",[104,12061,12062,12063,12065],{},"...Lumayan banyak EXP yang ngalir ke aku ya. Memang Aro sendirian nggak bisa nahan serangan gencar Abyss, dan susah kasih ",[111,12064,113],{}," yang layak, MP juga kurang banget... tapi ini agak terlalu ketat nggak sih.",[104,12067,12068,12069,174],{},"Saat mengecek level Aro, tertulis ",[116,12070,12071],{},[119,12072,12073],{},"Lv: 20/30",[104,12075,12076],{},"...Oke, Lv 17 ke Lv 20. Sudah dua per tiga... tapi, dari sini bakal makin susah naik. Tapi, berbanding terbalik dengan itu, kekuatan sihir Aro naik pesat.",[104,12078,12079,12080,12082],{},"Sebagai ganti level yang susah naik, ",[111,12081,113],{}," ke Abyss jadi makin gampang masuk.",[104,12084,12085],{},"Ayo, coba kita intip sarang Abyss sebentar. Kalau lihat contoh Pahlawan Gazaza, kalau menangkap satu Abyss hidup-hidup, menemukan sarang Abyss seharusnya tidak sulit.",[104,12087,2317],{},[104,12089,12090],{},"Sobatku menggonggong lemas. ...Ternyata, Sobatku mau nolak ya?",[104,12092,12093],{},[111,12094,12095],{},"'Mending, makan daging dulu yuk?'",[104,12097,12098],{},"Sobatku memanjangkan leher ke arah Graphant.",[104,12100,12101],{},"...Ah, iya ya. Kalau ditinggal lama baru balik, nanti malah ditelurin Abyss beneran. ...Sekarang belum kan?",[104,12103,12104],{},[111,12105,12106],{},"'Jangan ngomong yang nggak-nggak dong...'",[104,12108,12109],{},"So, sori. Kalau ditelusuri, salahku juga sih nunda-nunda.",[104,12111,12112],{},"Selagi aku ngobrol sama Sobatku, anak-anak laba-laba mengerumuni bangkai Abyss. Begitu selesai makan mereka bubar, menyisakan kulit dan kaki Abyss yang berlumuran benang, tipis gepeng. Kupikir kakinya nggak dimakan, tapi terlihat satu anak laba-laba menggigit kaki itu dan pergi. ...Rasanya kayak cemilan buat mereka.",[104,12114,12115],{},"Untuk jaga-jaga aku cek luka Graphant apakah ada telur yang ditanam. Setelah selesai, aku mulai memotong-motong Graphant.",[104,12117,12118],{},"Pertama seret Graphant ke atas batu besar, potong kepalanya dengan kuku. Buat sayatan tipis di seluruh tubuh, lalu mulai menguliti dari situ. Setelah itu belah perut vertikal, keluarkan isi perut dan kumpulkan di satu tempat. Terakhir belah dari punggung jadi dua.",[104,12120,12121],{},"Lalu angkat dengan ekor dan goyang-goyangkan, atau banting ke batu berulang kali, lakukan pembuangan darah sederhana. Kerja ginian sudah biasa kulakukan sejak zaman Naga Kecil Pembawa Wabah. Bau darah sekarang sudah sama sekali tidak mengganggu.",[104,12123,12124,12125,12129,12130,12133,12134,12136],{},"Potong daging lebih kecil lagi, semburkan ",[116,12126,12127],{},[119,12128,5381],{}," ke batu biar panas, jadikan ",[111,12131,12132],{},"hot stone steak"," Graphant. ",[111,12135,5418],{},", daging terpanggang, lemak menetes, bau enak tercium.",[104,12138,12139],{},"Sejak datang ke dunia ini, ini pertama kalinya makan daging sapi. Aku juga jadi kangen dan nafsu makan naik mencium bau ini. Sayang di sini nggak nemu rempah-rempah sama sekali.",[104,12141,12142,12143,12146],{},"Mumpung ukurannya ",[111,12144,12145],{},"big size",", aku juga mau makan tanpa sungkan. Belakangan ini aku sering ngalah soal makanan ke Sobatku, jadi rasanya enak banget. Rasanya tenaga meluap dari dalam perut. Sobatku juga makan lebih lahap dari biasanya.",[104,12148,12149],{},[111,12150,12151],{},"'Buruan lagi yuk yang ini, hei, hei!'",[104,12153,12154,12155,12158],{},"Kasih ke anak-anak laba-laba juga, mereka ngerubungin ",[111,12156,12157],{},"waa",", kalau abis langsung pindah ke daging lain. Lagian, mau daging mentah atau jeroan, mereka lahap aja tuh.",[104,12160,12161,12162,330],{},"Aku coba kasih potongan daging kecil ke Aro. Dia kelihatan agak bingung, tapi langsung memakannya (",[111,12163,3781],{},[104,12165,12166],{},"...Ternyata bisa makan ya. Kupikir pada dasarnya nggak makan. Tapi mungkin nggak ada rasa, dia pasang wajah agak sedih. ...Treant juga, kelihatannya bukan tipe yang makan lewat mulut sih.",{"title":1469,"searchDepth":1470,"depth":1470,"links":12168},[12169,12170],{"id":1884,"depth":1470,"text":1885},{"id":2017,"depth":1470,"text":2018},9,{},"/novels/tensei-dragon/vol-5/bab-5-2",{"title":10678,"description":1469},"novels/04.tensei-dragon/05.vol-5/09.bab-5-2","pvJ3dXiQ6SYr0xjXSlFtbtB5cekJBZlkFxALvPyqB8E",{"id":93,"title":94,"body":12178,"chapterNumber":1474,"description":1469,"excerpt":1475,"extension":1476,"hidden":31,"meta":13134,"mtl":11,"navigation":11,"path":1478,"publishedAt":1479,"seo":13135,"stem":1481,"volumeNumber":1482,"__hash__":1483},{"type":96,"value":12179,"toc":13130},[12180,12182,12184,12192,12198,12204,12206,12210,12212,12214,12216,12218,12220,12226,12238,12240,12242,12244,12246,12248,12252,12254,12256,12258,12270,12272,12274,12278,12282,12284,12288,12290,12294,12296,12298,12304,12310,12314,12318,12326,12328,12330,12332,12336,12338,12340,12342,12346,12348,12352,12354,12356,12358,12360,12362,12364,12366,12370,12372,12392,12396,12398,12400,12414,12416,12422,12424,12426,12428,12432,12442,12444,12446,12450,12452,12454,12458,12472,12478,12482,12484,12486,12488,12502,12504,12506,12508,12512,12514,12516,12518,12520,12522,12524,12526,12528,12530,12532,12546,12554,12560,12562,12564,12566,12576,12578,12582,12584,12588,12590,12594,12596,12600,12606,12608,12612,12614,12616,12618,12620,12622,12624,12628,12632,12634,12638,12640,12642,12644,12646,12650,12652,12654,12658,12660,12664,12666,12670,12674,12676,12678,12680,12682,12684,12688,12694,12696,12698,12700,12702,12704,12706,12708,12710,12714,12716,12718,12720,12722,12724,12726,12728,12730,12732,12734,12736,12738,12740,12742,12746,12748,12752,12754,12758,12766,12784,12788,12790,12792,12804,12806,12818,12820,12832,12834,12858,12864,12870,12884,12886,12888,12890,12892,12902,12932,12936,12940,12944,12946,12948,12966,12968,12970,12976,12980,12990,12992,12994,12996,13002,13004,13006,13008,13014,13026,13032,13034,13036,13040,13052,13054,13060,13062,13064,13066,13068,13072,13074,13076,13078,13082,13084,13086,13088,13090,13096,13098,13106,13108,13110,13112,13118,13120,13122,13124,13126,13128],[99,12181,102],{"id":101},[104,12183,106],{},[104,12185,109,12186,114,12188,122],{},[111,12187,113],{},[116,12189,12190],{},[119,12191,121],{},[104,12193,125,12194,129,12196,133],{},[111,12195,128],{},[111,12197,132],{},[104,12199,136,12200,141],{},[116,12201,12202],{},[119,12203,121],{},[104,12205,144],{},[104,12207,147,12208,151],{},[111,12209,150],{},[104,12211,154],{},[104,12213,157],{},[104,12215,160],{},[104,12217,163],{},[104,12219,166],{},[104,12221,169,12222,174],{},[116,12223,12224],{},[119,12225,121],{},[104,12227,12228,12232],{},[116,12229,12230],{},[119,12231,181],{},[116,12233,12234],{},[119,12235,186,12236,190],{},[119,12237,189],{},[104,12239,193],{},[104,12241,196],{},[104,12243,199],{},[104,12245,202],{},[104,12247,205],{},[104,12249,208,12250,212],{},[111,12251,211],{},[104,12253,215],{},[104,12255,218],{},[104,12257,221],{},[104,12259,12260,12264],{},[116,12261,12262],{},[119,12263,228],{},[116,12265,12266],{},[119,12267,186,12268,235],{},[119,12269,189],{},[104,12271,238],{},[104,12273,241],{},[104,12275,244,12276,248],{},[111,12277,247],{},[104,12279,12280],{},[252,12281],{"alt":254,"src":255,"title":254},[104,12283,258],{},[104,12285,261,12286,265],{},[111,12287,264],{},[104,12289,268],{},[104,12291,12292],{},[111,12293,273],{},[104,12295,276],{},[104,12297,279],{},[104,12299,282,12300,286,12302,290],{},[111,12301,285],{},[111,12303,289],{},[104,12305,293,12306,297,12308,301],{},[111,12307,296],{},[111,12309,300],{},[104,12311,304,12312,308],{},[111,12313,307],{},[104,12315,311,12316,315],{},[111,12317,314],{},[104,12319,318,12320,322,12322,326,12324,330],{},[111,12321,321],{},[111,12323,325],{},[111,12325,329],{},[104,12327,333],{},[104,12329,336],{},[104,12331,339],{},[104,12333,12334],{},[252,12335],{"alt":344,"src":345,"title":344},[104,12337,348],{},[104,12339,351],{},[104,12341,354],{},[104,12343,357,12344,361],{},[111,12345,360],{},[104,12347,364],{},[104,12349,367,12350,174],{},[111,12351,370],{},[104,12353,373],{},[104,12355,376],{},[104,12357,379],{},[104,12359,382],{},[104,12361,385],{},[104,12363,388],{},[104,12365,391],{},[104,12367,12368],{},[252,12369],{"alt":396,"src":397,"title":396},[104,12371,400],{},[104,12373,12374,12376,12380,12384,12388],{},[116,12375,405],{},[116,12377,12378],{},[119,12379,410],{},[116,12381,12382],{},[119,12383,415],{},[116,12385,12386],{},[119,12387,420],{},[116,12389,12390],{},[119,12391,425],{},[104,12393,12394],{},[252,12395],{"alt":430,"src":431,"title":430},[104,12397,434],{},[104,12399,437],{},[104,12401,440,12402,446,12406,451,12410,457],{},[116,12403,12404],{},[119,12405,445],{},[116,12407,12408],{},[119,12409,445],{},[116,12411,12412],{},[119,12413,456],{},[104,12415,460],{},[104,12417,463,12418,469],{},[116,12419,12420],{},[119,12421,468],{},[104,12423,472],{},[104,12425,475],{},[104,12427,478],{},[104,12429,12430],{},[111,12431,483],{},[104,12433,486,12434,492,12438,498],{},[116,12435,12436],{},[119,12437,491],{},[116,12439,12440],{},[119,12441,497],{},[104,12443,501],{},[104,12445,504],{},[104,12447,12448],{},[111,12449,509],{},[104,12451,512],{},[104,12453,515],{},[104,12455,518,12456,522],{},[111,12457,521],{},[104,12459,12460,12466],{},[116,12461,12462],{},[119,12463,529,12464,533],{},[119,12465,532],{},[116,12467,12468],{},[119,12469,529,12470,541],{},[119,12471,540],{},[104,12473,544,12474,550],{},[116,12475,12476],{},[119,12477,549],{},[104,12479,12480],{},[111,12481,555],{},[104,12483,558],{},[104,12485,561],{},[104,12487,564],{},[104,12489,12490,12492,12498],{},[116,12491,569],{},[116,12493,12494],{},[119,12495,574,12496,578],{},[119,12497,577],{},[116,12499,12500],{},[119,12501,583],{},[104,12503,586],{},[104,12505,589],{},[104,12507,592],{},[104,12509,595,12510,599],{},[111,12511,598],{},[104,12513,602],{},[104,12515,605],{},[104,12517,475],{},[104,12519,610],{},[104,12521,613],{},[104,12523,616],{},[104,12525,619],{},[104,12527,622],{},[104,12529,625],{},[104,12531,628],{},[104,12533,631,12534,637,12538,641,12540,646,12544,650],{},[116,12535,12536],{},[119,12537,636],{},[111,12539,640],{},[116,12541,12542],{},[119,12543,636],{},[111,12545,649],{},[104,12547,12548],{},[116,12549,12550],{},[119,12551,657,12552,660],{},[119,12553,636],{},[104,12555,12556,667],{},[116,12557,12558],{},[119,12559,636],{},[104,12561,670],{},[104,12563,673],{},[104,12565,676],{},[104,12567,679,12568,684,12572,689],{},[116,12569,12570],{},[119,12571,121],{},[116,12573,12574],{},[119,12575,636],{},[104,12577,692],{},[104,12579,12580],{},[111,12581,697],{},[104,12583,700],{},[104,12585,12586],{},[111,12587,705],{},[104,12589,708],{},[104,12591,12592],{},[111,12593,713],{},[104,12595,716],{},[104,12597,12598],{},[111,12599,721],{},[104,12601,724,12602,730],{},[116,12603,12604],{},[119,12605,729],{},[104,12607,733],{},[104,12609,12610],{},[111,12611,738],{},[104,12613,741],{},[104,12615,744],{},[99,12617,748],{"id":747},[104,12619,751],{},[104,12621,754],{},[104,12623,757],{},[104,12625,760,12626,764],{},[111,12627,763],{},[104,12629,767,12630,174],{},[111,12631,770],{},[104,12633,773],{},[104,12635,776,12636,780],{},[111,12637,779],{},[104,12639,783],{},[104,12641,786],{},[104,12643,789],{},[104,12645,792],{},[104,12647,12648],{},[111,12649,797],{},[104,12651,800],{},[104,12653,803],{},[104,12655,806,12656,809],{},[111,12657,779],{},[104,12659,812],{},[104,12661,815,12662,174],{},[111,12663,818],{},[104,12665,821],{},[104,12667,824,12668,828],{},[111,12669,827],{},[104,12671,831,12672,835],{},[111,12673,834],{},[104,12675,838],{},[104,12677,841],{},[104,12679,844],{},[104,12681,847],{},[104,12683,850],{},[104,12685,12686,856],{},[111,12687,855],{},[104,12689,859,12690,863,12692,867],{},[111,12691,862],{},[111,12693,866],{},[104,12695,870],{},[104,12697,873],{},[104,12699,876],{},[104,12701,879],{},[104,12703,882],{},[104,12705,885],{},[104,12707,888],{},[104,12709,891],{},[104,12711,894,12712,898],{},[111,12713,897],{},[104,12715,901],{},[104,12717,904],{},[104,12719,907],{},[104,12721,910],{},[104,12723,913],{},[104,12725,916],{},[104,12727,919],{},[104,12729,916],{},[104,12731,924],{},[104,12733,927],{},[104,12735,930],{},[104,12737,933],{},[104,12739,936],{},[104,12741,939],{},[104,12743,942,12744,946],{},[111,12745,945],{},[104,12747,949],{},[104,12749,952,12750,956],{},[111,12751,955],{},[104,12753,959],{},[104,12755,962,12756,966],{},[111,12757,965],{},[104,12759,969,12760,974,12764,977],{},[116,12761,12762],{},[119,12763,121],{},[111,12765,113],{},[104,12767,12768,12772,12778],{},[116,12769,12770],{},[119,12771,984],{},[116,12773,12774],{},[119,12775,186,12776,991],{},[119,12777,189],{},[116,12779,12780],{},[119,12781,996,12782,1000],{},[119,12783,999],{},[104,12785,1003,12786,1007],{},[111,12787,1006],{},[104,12789,1010],{},[104,12791,1013],{},[104,12793,12794,12798],{},[116,12795,12796],{},[119,12797,1020],{},[116,12799,12800],{},[119,12801,186,12802,1027],{},[119,12803,189],{},[104,12805,1030],{},[104,12807,12808,12812],{},[116,12809,12810],{},[119,12811,1037],{},[116,12813,12814],{},[119,12815,186,12816,1044],{},[119,12817,189],{},[104,12819,1047],{},[104,12821,12822,12826],{},[116,12823,12824],{},[119,12825,1054],{},[116,12827,12828],{},[119,12829,186,12830,1061],{},[119,12831,189],{},[104,12833,1064],{},[104,12835,12836,12840,12846,12852],{},[116,12837,12838],{},[119,12839,1071],{},[116,12841,12842],{},[119,12843,186,12844,1078],{},[119,12845,189],{},[116,12847,12848],{},[119,12849,996,12850,1085],{},[119,12851,999],{},[116,12853,12854],{},[119,12855,529,12856,1093],{},[119,12857,1092],{},[104,12859,1096,12860,1102],{},[116,12861,12862],{},[119,12863,1101],{},[104,12865,1105,12866,1110],{},[116,12867,12868],{},[119,12869,121],{},[104,12871,1113,12872,1118,12876,1124,12880,1129],{},[116,12873,12874],{},[119,12875,121],{},[116,12877,12878],{},[119,12879,1123],{},[116,12881,12882],{},[119,12883,445],{},[104,12885,1132],{},[104,12887,1135],{},[104,12889,1138],{},[104,12891,1141],{},[104,12893,1144,12894,1149,12898,1154],{},[116,12895,12896],{},[119,12897,121],{},[116,12899,12900],{},[119,12901,121],{},[104,12903,12904,12908,12914,12920,12926],{},[116,12905,12906],{},[119,12907,1161],{},[116,12909,12910],{},[119,12911,186,12912,1168],{},[119,12913,189],{},[116,12915,12916],{},[119,12917,996,12918,1175],{},[119,12919,999],{},[116,12921,12922],{},[119,12923,529,12924,533],{},[119,12925,1092],{},[116,12927,12928],{},[119,12929,657,12930,1093],{},[119,12931,121],{},[104,12933,1190,12934,1194],{},[111,12935,1193],{},[104,12937,1197,12938,1201],{},[111,12939,1200],{},[104,12941,1204,12942,1208],{},[111,12943,1207],{},[104,12945,1211],{},[104,12947,1214],{},[104,12949,12950,12952,12958,12962],{},[116,12951,1219],{},[116,12953,12954],{},[119,12955,1224,12956,1227],{},[119,12957,577],{},[116,12959,12960],{},[119,12961,1232],{},[116,12963,12964],{},[119,12965,1237],{},[104,12967,1240],{},[104,12969,1243],{},[104,12971,1246,12972,1251],{},[116,12973,12974],{},[119,12975,1101],{},[104,12977,1254,12978,1258],{},[111,12979,1257],{},[104,12981,1261,12982,1266,12986,1271],{},[116,12983,12984],{},[119,12985,121],{},[116,12987,12988],{},[119,12989,121],{},[104,12991,1274],{},[104,12993,1277],{},[104,12995,904],{},[104,12997,1282,12998,1287],{},[116,12999,13000],{},[119,13001,121],{},[104,13003,1290],{},[104,13005,1293],{},[104,13007,1296],{},[104,13009,1299,13010,1303,13012,174],{},[111,13011,1302],{},[111,13013,1306],{},[104,13015,13016,13020],{},[116,13017,13018],{},[119,13019,1020],{},[116,13021,13022],{},[119,13023,186,13024,1027],{},[119,13025,189],{},[104,13027,1321,13028,1326],{},[116,13029,13030],{},[119,13031,121],{},[104,13033,1329],{},[104,13035,1332],{},[104,13037,1335,13038,174],{},[111,13039,1306],{},[104,13041,13042,13046],{},[116,13043,13044],{},[119,13045,1344],{},[116,13047,13048],{},[119,13049,186,13050,1351],{},[119,13051,189],{},[104,13053,1354],{},[104,13055,1357,13056,1362],{},[116,13057,13058],{},[119,13059,121],{},[104,13061,821],{},[104,13063,1367],{},[104,13065,1370],{},[104,13067,1373],{},[104,13069,13070],{},[252,13071],{"alt":1378,"src":1379,"title":1378},[104,13073,1382],{},[104,13075,1385],{},[104,13077,1388],{},[104,13079,1391,13080,1395],{},[111,13081,1394],{},[104,13083,1398],{},[104,13085,1401],{},[104,13087,1404],{},[104,13089,1407],{},[104,13091,1410,13092,1416],{},[116,13093,13094],{},[119,13095,1415],{},[104,13097,1419],{},[104,13099,1422,13100,1426,13102,174],{},[111,13101,1425],{},[116,13103,13104],{},[119,13105,445],{},[104,13107,1433],{},[104,13109,1436],{},[104,13111,1439],{},[104,13113,1442,13114,1445,13116,1449],{},[111,13115,866],{},[111,13117,1448],{},[104,13119,1452],{},[104,13121,1455],{},[104,13123,1458],{},[104,13125,1461],{},[104,13127,1464],{},[104,13129,1467],{},{"title":1469,"searchDepth":1470,"depth":1470,"links":13131},[13132,13133],{"id":101,"depth":1470,"text":102},{"id":747,"depth":1470,"text":748},{},{"title":94,"description":1469},{"id":13137,"title":13138,"body":13139,"chapterNumber":14163,"description":1469,"excerpt":1475,"extension":1476,"hidden":31,"meta":14164,"mtl":11,"navigation":11,"path":14165,"publishedAt":1479,"seo":14166,"stem":14167,"volumeNumber":1482,"__hash__":14168},"chapters/novels/04.tensei-dragon/05.vol-5/11.bab-5-4.md","Bab 5: Serangan Abyss - Bagian 4",{"type":96,"value":13140,"toc":14160},[13141,13143,13155,13158,13161,13168,13171,13178,13181,13187,13190,13197,13200,13203,13210,13213,13216,13219,13222,13229,13232,13256,13259,13262,13265,13273,13276,13279,13282,13288,13294,13297,13309,13312,13320,13323,13326,13329,13332,13343,13349,13352,13355,13358,13361,13369,13372,13374,13377,13382,13385,13388,13390,13397,13408,13415,13418,13424,13427,13430,13453,13456,13459,13465,13468,13476,13511,13514,13520,13523,13526,13529,13532,13539,13542,13545,13561,13564,13570,13573,13576,13579,13582,13585,13588,13590,13593,13596,13599,13602,13605,13611,13614,13617,13620,13623,13626,13629,13632,13635,13638,13641,13647,13650,13653,13656,13662,13668,13671,13674,13677,13680,13683,13686,13689,13692,13695,13698,13705,13708,13711,13714,13722,13725,13728,13731,13734,13737,13740,13743,13750,13753,13756,13759,13762,13765,13768,13771,13774,13777,13780,13783,13786,13789,13792,13799,13802,13805,13808,13811,13814,13817,13820,13823,13826,13829,13832,13835,13838,13841,13844,13847,13850,13853,13858,13860,13863,13866,13869,13872,13875,13878,13884,13887,13890,13893,13896,13899,13901,13904,13911,13917,13920,13923,13926,13929,13932,13935,13938,13941,13944,13951,13954,13957,13960,13963,13966,13969,13972,13975,13982,13985,13988,13991,13994,13997,14003,14006,14009,14012,14015,14018,14021,14024,14027,14030,14032,14038,14041,14044,14047,14053,14056,14063,14066,14072,14075,14082,14085,14088,14091,14094,14097,14104,14107,14110,14113,14116,14119,14122,14125,14128,14131,14134,14137,14140,14146,14149,14151,14154,14157],[99,13142,2629],{"id":2628},[104,13144,13145,13146,13150,13151,13154],{},"Aku menendang pinggir tebing dengan Aro di punggung, melompat ke bawah. Segera merentangkan sayap, mengurangi kecepatan jatuh, hati-hati menuju dasar. Saat menyebarkan ",[116,13147,13148],{},[119,13149,1415],{},", mungkin karena makin dekat dasar, perlahan hawa Abyss mulai terasa di kulit. Merinding (",[111,13152,13153],{},"zowazowa","). Sisikku rasanya mau berdiri.",[104,13156,13157],{},"\"Ve...\" \"Ve, ve... ve...\" \"Veeee...\"",[104,13159,13160],{},"Dari dasar, suara kecil Abyss bergema memantul di dinding. Semakin turun, semakin lembap, sekitar menjadi gelap.",[104,13162,13163,13164,13167],{},"Akhirnya, sosok Abyss yang berdesakan di dasar tebing mulai terlihat. Kupikir sudah biasa, tapi melihat jumlah Abyss sebanyak ini berdesakan lumayan kena mental juga. Mungkin bermaksud mengancam, mereka mengarahkan mulut bergigi banyak itu padaku (",[111,13165,13166],{},"gajigaji",") sambil menyemburkan air liur. Dari lubang dinding tebing juga Abyss merayap keluar, terlihat mengarahkan permusuhan ke sini.",[104,13169,13170],{},"...Jarak segini, sudah bisa kan. Sikat mereka, Aro. Aro berjongkok menyentuh punggungku menghisap mana. Saat aku memberi isyarat mata, dia mengangguk kecil dan berdiri.",[104,13172,13173,13174,1246],{},"\"...",[116,13175,13176],{},[119,13177,4999],{},[104,13179,13180],{},"Aro mengarahkan tangan ke tempat di mana gerombolan Abyss sangat padat. Menyibak Abyss yang berdesakan, tanah menyembul membentuk tiang besar. Abyss terlempar ke udara sambil menyemburkan cairan tubuh. Tentu saja satu serangan ini tidak membunuh Abyss mana pun, tapi harusnya memberi luka yang lumayan.",[104,13182,13173,13183,1246],{},[116,13184,13185],{},[119,13186,1101],{},[104,13188,13189],{},"Tornado mencerai-beraikan Abyss yang sedang panik. Abyss yang perhatiannya teralih oleh perubahan medan tidak bisa bertahan, terlempar ke segala arah, menghantam dinding.",[104,13191,13192,13193,13196],{},"Kalau begini bakal lancar... pikirku, tapi dari tempat Abyss berkumpul tadi muncul sesuatu yang luar biasa. Tulang naga besar berwarna kekuningan. Benang kuning tebal yang lembek (",[111,13194,13195],{},"buyo-buyo",") melilit di rongga mata maupun tulang rusuk, dan Abyss kecil berwarna hijau cerah yang anehnya transparan menempel erat. Mungkin itu bayi Abyss.",[104,13198,13199],{},"Tubuh bayi Abyss hijau, tapi wajah dan ujung pantatnya oranye cerah. Kaki oranye panjang saling tumpang tindih, persis mie ramen. Kaki panjang itu dan benda kuning lembek misterius itu saling melilit... jijik banget aku nggak mau lihat jelas-jelas.",[104,13201,13202],{},"\"Oooooo...\"",[104,13204,13205,13206,13209],{},"Sobatku memutar leher sambil terisak (",[111,13207,13208],{},"oetsu","). Mungkin itu nasib akhir naga yang dikerubungi Abyss dan dijadikan tempat bertelur. Aku juga kalau mati di sini bakal jadi begitu.",[104,13211,13212],{},"Pokoknya, itu nggak apa-apa. Sampai situ nggak apa-apa. Tidak, tidak ada yang nggak apa-apa sih, tapi sementara kesampingkan dulu. Masalahnya adalah, naga itu, kepalanya ada dua.",[104,13214,13215],{},"\"...De, wa, Naga?\"",[104,13217,13218],{},"Aro bergumam pelan.",[104,13220,13221],{},"D, dimakan rupanya. Katanya tiba-tiba pergi entah ke mana, ternyata dimakan Abyss! Ngapain aja woy, eh, seriusan?",[104,13223,13224,13225,13228],{},"Aku menaikkan ketinggian lagi, mengambil jarak dari bangkai yang sepertinya Dewa Naga itu. Abyss melompat ",[111,13226,13227],{},"dive"," terbang ke arahku, jadi kutangkis dan jatuhkan dengan sayap.",[104,13230,13231],{},"Aro juga mungkin syok, dia bengong. Lagian ini, gimana jelasin ke Aro. Maksudku itu, beneran Dewa Naga?",[104,13233,13234,13237,13242,13247],{},[116,13235,13236],{},"[[Amphis]: Monster Peringkat C+]",[116,13238,13239],{},[119,13240,13241],{},"Naga berkepala dua yang sifatnya tenang.",[116,13243,13244],{},[119,13245,13246],{},"Karena suka memakan Abyss yang membahayakan manusia, cenderung disucikan oleh manusia yang tinggal di hutan.",[116,13248,13249],{},[119,13250,13251,13252,13255],{},"Saat itu terjadi, ",[119,13253,13254],{},"Amphis"," karena tidak terlalu pintar, senang dengan polos tanpa mengerti artinya.",[104,13257,13258],{},"Dewa Nagaaaaaaaaa!?",[104,13260,13261],{},"Gimana nih Dewa Naga... ternyata nggak sekuat dugaan. Kupikir minimal B, ternyata malah jadi makanan Abyss. Punya sayap jadi kalau terbang dan menyerang dadakan, tergantung skill mungkin bisa menang... tidak, karena tidak bisa makanya jadi begini ya.",[104,13263,13264],{},"Pantesan nggak mau lawan Manticore. Jelas nggak mungkin lah. Dewa Naga, dari awal cuma makan Abyss doang, nggak ada niat nolongin manusia sama sekali tuh.",[104,13266,13267,13268,13272],{},"Akhirnya aku paham kenapa aku ngomong sebanyak itu sama Hibi lewat ",[116,13269,13270],{},[119,13271,3562],{}," tapi nggak dicurigai sama sekali. Dari awal emang nggak ngomong hal penting ya. Malah, karena nanya macem-macem mungkin dicurigai.",[104,13274,13275],{},"Pergantian generasi juga pasti sering terjadi secara alami. Bukan individu (naga) tertentu, tapi kayaknya sifat semua Amphis begitu. Pantesan ada jeda waktu. Kalau nunggu Amphis lain datang terus-terusan. Malah kalau dua ekor datang barengan juga nggak aneh.",[104,13277,13278],{},"Eh, tapi kalau gitu, tumbal Manticore itu... yah, nanti dipikirin lagi deh. Sekarang yang penting, Abyss di depan mata.",[104,13280,13281],{},"Aku melihat Aro yang ada di punggungku. Aro melihat aku dan Dewa Naga bergantian dengan bingung dan panik, tapi saat bertatapan denganku dia menggeleng kecil, lalu berdiri.",[104,13283,1246,13284,1251],{},[116,13285,13286],{},[119,13287,1101],{},[104,13289,13290,13291,13293],{},"Aro mengangkat kedua tangan. Dua tornado besar yang diciptakan sihir muncul, menginjak-injak Abyss yang hanya bisa merayap di tanah. Abyss yang ",[111,13292,13227],{}," dari atas, terus kujatuhkan dengan sayap dan tangan.",[104,13295,13296],{},"Bisa, gampang ini mah. Kebanyakan mikir aku. Abyss yang merayap di tanah nggak punya serangan yang bisa nyampe ke aku. Sepihak jadi ladang perburuan Aro.",[104,13298,13299,13303],{},[116,13300,13301],{},[119,13302,11866],{},[116,13304,13305],{},[119,13306,186,13307,11873],{},[119,13308,189],{},[104,13310,13311],{},"Akhirnya satu Abyss kehabisan tenaga, God Voice memberitahuku kalau EXP-nya dibagikan. Dari situ serentak, Abyss-abyss yang kerusakannya sudah menumpuk, berhenti bergerak diiringi erangan tak terhitung jumlahnya. Di dalam otakku, jendela pesan pemberitahuan perolehan EXP muncul dan menghilang dengan sibuk.",[104,13313,13314,13315,13319],{},"Bayi Abyss yang menempel di bangkai Dewa Naga juga terlempar tinggi ke udara oleh ",[116,13316,13317],{},[119,13318,1101],{}," Aro sambil menyemburkan cairan tubuh, berubah jadi EXP.",[104,13321,13322],{},"Abyss sepertinya sadar tidak bisa menang, mereka mundur masuk ke dalam lubang di dinding. ...Aku tidak bisa lewat situ. Secara jumlah, di dalam sarang pasti lebih banyak lagi, Abyss dalam jumlah besar berdesakan di tempat sempit... nggak mau bayangin ah.",[104,13324,13325],{},"Selama perkembangbiakan abnormal Abyss tidak dikurangi, tidak ada kedamaian bagi suku Lithoviar dan aku. Abyss yang mundur ke sarang juga harus dihajar.",[104,13327,13328],{},"Dindingnya, dihancurin kali ya? Atau, masukin benda panjang, atau bawa daging monster enak terus bakar, pancing pakai baunya...",[104,13330,13331],{},"Pokoknya, kalau pertarungan sudah agak tenang, aku ingin menguburkan Dewa Naga pendahulu dengan layak. Di tulang Dewa Naga, benang kuning lembek misterius melilit di mana-mana, dan yang terparah bangkai bayi Abyss menempel rapat. Kalau dibiarkan begitu, kasihan banget. Aku ingin membersihkannya sedikit.",[104,13333,13334,13335,13338,13339,13342],{},"Saat itu, Aro menusuk-nusuk punggungku (",[111,13336,13337],{},"tsun-tsun","). Saat menoleh, Aro merentangkan tangan ke kiri kanan dan mengibas-ngibaskannya (",[111,13340,13341],{},"pata-pata","). A, ada apa? ...Ja, jangan-jangan.",[104,13344,13345],{},[252,13346],{"alt":13347,"src":13348,"title":13347},"image_00044","/images/n04/05/00044.jpeg",[104,13350,13351],{},"O, oo... Uwoooo! Akhirnya, akhirnya, Lv-nya maksimal.",[104,13353,13354],{},"Sambil senang dengan kenaikan level Aro, untuk sementara aku mendarat di depan bangkai Dewa Naga. Menginjak beberapa mayat Abyss, tapi sementara diabaikan dulu. Dulu kalau mereka mendekat aja udah histeris, ternyata terbiasa itu menakutkan ya.",[104,13356,13357],{},"Aro melompat turun dari punggungku sambil memperhatikan pijakan.",[104,13359,13360],{},"Aku melirik lubang-lubang yang ada di tebing. Lubangnya besar kecil, tapi kebanyakan cuma cukup buat Abyss lewat pas-pasan. Manusia pun harus agak menunduk buat masuk.",[104,13362,13363,13364,13368],{},"Mungkin buat Heavy Abyss, ada lubang yang agak besar. Kalau yang itu, pakai ",[116,13365,13366],{},[119,13367,1740],{}," mungkin bisa masuk. Sempit banget jadi nggak bisa tarung bener, lagipula gelap gulita sih kekurangannya.",[104,13370,13371],{},"Untuk sementara, sepertinya Abyss tidak akan keluar.",[104,13373,812],{},[104,13375,13376],{},"Aro gelisah tidak tenang. Apa Aro berniat kembali ke desa setelah ini? Aku memikirkan hal itu dengan perasaan agak gundah.",[104,13378,13379],{},[111,13380,13381],{},"'Evolusi, nggak nih?'",[104,13383,13384],{},"...Ah, Sobat, tolong seperti biasa.",[104,13386,13387],{},"Saat aku menjawab dalam hati, Sobatku mengangguk lalu menghadap Aro.",[104,13389,916],{},[104,13391,13392,13393,174],{},"Saat Sobatku bersuara, cahaya hitam membungkus Aro. Skill ",[116,13394,13395],{},[119,13396,549],{},[104,13398,13399,13400,13403,13404,13407],{},"Dari cahaya hitam itu, terdengar suara aneh ",[111,13401,13402],{},"jijiji, jijijijijiji"," seperti sesuatu hangus. Suara yang memancing rasa jijik. Aku jadi cemas, tanpa sadar maju selangkah. Cahaya hitam melebar ",[111,13405,13406],{},"bowa",", spontan aku memejamkan mata. Saat membuka mata, cahaya hitam bercampur dengan udara, mulai menipis.",[104,13409,13410,13411,13414],{},"Dari dalam cahaya tangan putih terulur (",[111,13412,13413],{},"suuu","). Bukan tanah. Setidaknya, dilihat dari luar sama sekali tidak terasa seperti itu. Tidak terasa ada aliran darah, tapi itu lengan gadis yang mulus.",[104,13416,13417],{},"Akhirnya, cahaya hitam sepenuhnya hilang. Mata merah yang terbuka lebar, terasa penuh mana, menatapku. Kualitas rambut, kualitas kulit, warna mata, kesan yang diterima sama sekali berbeda, tapi kontur wajah, tinggi badan, panjang rambut, semuanya persis sama dengan Aro. Memang menyisakan bayangan bentuk sebelumnya. Tidak salah lagi, itu Aro.",[104,13419,13420,13421,13423],{},"Aro melihatku yang terkejut lalu berkedip, kemudian dengan takut-takut melihat lengannya sendiri. Saat menyentuh kulitnya sendiri dengan tangan, tubuhnya gemetar ",[111,13422,7582],{},", lalu dia jatuh terduduk di tempat. Sambil memeluk tubuhnya sendiri, entah karena terlalu senang, dia memasang wajah seperti mau menangis.",[104,13425,13426],{},"Akhirnya, akhirnya sampai di sini. Kulit putih pucat tanpa hawa kehidupan dan mata merah dengan pupil yang agak lebih besar dari biasanya memang terlihat agak menyimpang dari manusia biasa, tapi sama sekali berbeda dari wujud yang sangat undead sebelumnya.",[104,13428,13429],{},"Pertama-tama, cek info spesies.",[104,13431,13432,13435,13440,13445],{},[116,13433,13434],{},"[[Levana Low Lich]: Monster Peringkat C+]",[116,13436,13437],{},[119,13438,13439],{},"Memanipulasi tanah dengan bebas, menciptakan tubuh sementara.",[116,13441,13442],{},[119,13443,13444],{},"Memiliki keterikatan kuat pada yang hidup, sering menggoda dan memancing manusia bodoh.",[116,13446,13447],{},[119,13448,13449,13450,174],{},"Saat sadar, mereka sudah berada di dalam pesta gila ",[119,13451,13452],{},"Levana Low Lich",[104,13454,13455],{},"C+, ya. Naik peringkat lumayan juga. Kalau begini terus, selanjutnya Levana Lich ya.",[104,13457,13458],{},"...Kok agak serem ya, nggak apa-apa kan? Aro tetap Aro kan?",[104,13460,13461],{},[252,13462],{"alt":13463,"src":13464,"title":13463},"image_00045","/images/n04/05/00045.jpeg",[104,13466,13467],{},"L, Lv 1 segini...",[104,13469,13470,13471,13475],{},"Eh, kuat nggak sih? C+ segini ya? Ini, naikin level dikit lagi, tanpa aku pun bisa bantai Abyss nih. Kuncinya apakah bisa pakai ",[116,13472,13473],{},[119,13474,11240],{}," dengan baik atau tidak.",[104,13477,13478,13479,13484,13485,8888,13490,8888,13495,8888,13500,8888,13505,13510],{},"...Lagian, kok skill serem muncul terus sih. ",[116,13480,13481],{},[119,13482,13483],{},"Earth Ruler"," sih oke... ",[116,13486,13487],{},[119,13488,13489],{},"Privilege of The Dead",[116,13491,13492],{},[119,13493,13494],{},"Evil Mystic Eye",[116,13496,13497],{},[119,13498,13499],{},"Rope of Lingering Regret",[116,13501,13502],{},[119,13503,13504],{},"Mist of the Dead",[116,13506,13507],{},[119,13508,13509],{},"Undecaying Body","...",[104,13512,13513],{},"Eh, ini, aman... kan? Nggak ngerti sama sekali mana buat apa...",[104,13515,13516,13517,330],{},"Selagi aku pusing lihat status, Aro sudah berdiri. Menatap mataku lekat-lekat (",[111,13518,13519],{},"jiii",[104,13521,13522],{},"Kupikir apa, ternyata dia mengecek wajahnya sendiri lewat mataku.",[104,13524,13525],{},"Melihat pantulan dirinya di bola mataku, wajahnya bersinar, lalu dia memeluk bagian daguku. G, geli. Saat aku refleks mengangkat leher, Aro mengulurkan tangan padaku, sedikit menggembungkan pipi.",[104,13527,13528],{},"Aku menyentuh dagu dengan kaki depan, mengingat sensasi Aro. Benar-benar, sensasi lembut kulit manusia. Hampir tidak terasa panas, tapi kualitas kulitnya tak diragukan lagi manusia itu sendiri. Sama sekali tidak terasa terbuat dari tanah.",[104,13530,13531],{},"Aro tiba-tiba melihat ke bangkai Dewa Naga melewatilewatiku. Bangkai Dewa Naga berlumuran benang kuning lembek, bangkai bayi Abyss, dan cairan tubuh.",[104,13533,13534,13535,13538],{},"...Kalau dilihat tenang, benda lembek ini mirip sarang busa. Sarang busa itu yang buat ngelindungin telur ikan atau katak, yang ",[111,13536,13537],{},"unyu-unyu"," setengah transparan itu. Karena ada bayi di dekatnya, mungkin benda kuning lembek ini tadinya berisi telur.",[104,13540,13541],{},"Saat aku menghadap ke arah bangkai Dewa Naga, Aro pindah ke depan bangkai itu. Aro mengamati bangkai Dewa Naga lekat-lekat, lalu menatapku lagi. Kupikir dia curiga padaku, tapi sepertinya bukan begitu.",[104,13543,13544],{},"\"...Kasihan.\"",[104,13546,13547,13548,13551,13552,13556,13557,13560],{},"Aro bergumam pelan (",[111,13549,13550],{},"potsuri","). Aku melihat bangkai Dewa Naga yang diinjak-injak Abyss, lalu mengangguk setuju. Aku menarik napas dalam-dalam mengumpulkan mana di tenggorokan, lalu menyemburkan ",[116,13553,13554],{},[119,13555,5381],{}," ke tulang Dewa Naga. Api dahsyat membakar habis benang lembek dan bangkai bayi Abyss yang melilit Dewa Naga. ",[111,13558,13559],{},"Gougou"," bersuara, tak lama kotoran entah daging busuk atau tanah yang tersisa di tulang terbakar habis. Hanya tersisa kerangka bersih dengan sedikit bekas terbakar.",[104,13562,13563],{},"Aro mendekati kerangka Dewa Naga yang sudah bersih, lalu mengelus kepalanya dengan lembut.",[104,13565,13566],{},[252,13567],{"alt":13568,"src":13569,"title":13568},"image_00046","/images/n04/05/00046.jpeg",[104,13571,13572],{},"\"...Terima kasih, Dewa Naga. Istirahatlah dengan tenang.\"",[104,13574,13575],{},"Suaranya juga tidak serak lagi, terucap dengan lancar.",[104,13577,13578],{},"Aro juga melihat kerangka itu, sadar kalau itu naga berkepala dua yang dulu dipuja sebagai Dewa Naga. Aku hanya diam mengamati. ...B, bukan cemburu lho ya.",[104,13580,13581],{},"\"...Anu, Dewa Naga?\"",[104,13583,13584],{},"Dengan nada agak bertanya, Aro menatapku. Entah kenapa aku jadi canggung. Di mata Aro tidak ada kecurigaan atau permusuhan. Mungkin sebagian besar suku Lithoviar sudah samar-samar sadar kalau Dewa Naga berganti tiap generasi. Kalau dipikir sekarang, Hibi si Miko Dewa Naga juga rasanya tidak pernah menanyakan hal yang terlalu mendalam padaku.",[104,13586,13587],{},"Tapi keraguan tetap ada, dan bagaimana Hibi melihatku juga agak mencurigakan. Saat aku membuang muka dengan canggung, saat itulah. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh yang tidak enak.",[104,13589,2024],{},[104,13591,13592],{},"Saat aku bersuara, Abyss tumpah ruah dari lubang sarang. Saat aku memutar leher mengecek sekeliling, dari salah satu lubang sarang, sejumlah besar Abyss terdorong keluar bercampur aduk. Ada Abyss yang terbalik, menggeliat dengan perut di atas.",[104,13594,13595],{},"A, apa... apa yang terjadi?",[104,13597,13598],{},"Dari dalam tempat Abyss didorong keluar itu, tentakel biru hitam besar misterius memanjang, dan memukul tubuh Aro. Kejadiannya sekejap. Kecepatan yang luar biasa. Walau perhatianku teralih, reaksiku benar-benar terlambat. Aku buru-buru menendang tanah terbang mengejar, menangkap Aro dengan melilitkan ekor sebelum dia menghantam dinding. Kalau dihentikan begitu saja Aro bisa hancur karena dampak, jadi aku memutar ekor membuat lingkaran untuk mematikan momentumnya.",[104,13600,13601],{},"\"Au...\"",[104,13603,13604],{},"Aro mengerang. Baju di bagian samping perut yang terkena pukulan robek, dagingnya tercungkil besar. Walau tidak berdarah, potongan daging putih yang tercungkil itu cukup mengerikan. Tidak kena telak, dan dampaknya sudah kuredam, tapi kekuatannya segini. Aku juga mungkin, tidak bisa santai-santai nih.",[104,13606,13607,13608,13610],{},"Tentakel misterius besar yang memanjang dari lubang sarang (",[111,13609,834],{},"). Jauh lebih besar dari Abyss. Sebenarnya apa yang bersembunyi di lubang sarang ini...",[104,13612,13613],{},"「Uveeeeeeeeeeeeeee!」",[104,13615,13616],{},"Suara ledakan yang melengking bergema di udara. Bersamaan dengan itu, area dinding tempat tentakel tadi muncul mulai runtuh dengan suara gemuruh.",[104,13618,13619],{},"Dinding tebing itu ambruk, menerbangkan debu tanah ke udara. Di balik kabut debu itu, ada sesuatu yang memancarkan hawa keberadaan yang luar biasa menekan. Meskipun sosoknya tertutup debu, bayangan yang terpancar di sana jelas satu ukuran lebih besar dariku. Dari balik debu, tentakel-tentakel biru kehitaman yang sangat panjang menyembul keluar. Sepertinya tidak salah lagi, ini adalah bos para Abyss. Kalau aku bisa mengalahkannya, perkembangbiakan abnormal Abyss ini harusnya berhenti.",[104,13621,13622],{},"Di sekitar sini, Abyss merayap dalam jumlah yang mengerikan. Berada di tanah terlalu berbahaya. Menilai demikian, aku mengulurkan ekorku pada Aro. Aro melompat ke ekorku dan berpindah ke punggungku.",[104,13624,13625],{},"「Veeeeeeeeeeeee!」",[104,13627,13628],{},"Jeritan tinggi kembali bergema di sekitarnya. Suara itu seketika menyapu bersih debu tanah yang menghalangi pandangan. Makhluk yang muncul dari dalamnya adalah Abyss raksasa berwarna biru kehitaman dengan bentuk tubuh yang lebih memanjang vertikal daripada biasanya.",[104,13630,13631],{},"Empat matanya bersinar tajam. Dari sekitar kepalanya, tumbuh tentakel-tentakel panjang dan pendek yang aneh, melambai-lambai di udara.",[104,13633,13634],{},"Dan yang paling mengerikan adalah punggungnya. Di sana, bayi-bayi Abyss dalam jumlah besar saling berdesak-desakan. Benda lembek berwarna kuning yang kulihat sebelumnya tampak melilit tubuh bayi-bayi itu.",[104,13636,13637],{},"Bayi-bayi itu menggeliat satu per satu, seolah-olah mereka sedang memakan punggung Abyss raksasa itu untuk membuat tempat bagi diri mereka sendiri. Awalnya kupikir punggungnya hanya cekung, tapi ternyata bayi-bayi itu menggerogoti dan menjadi parasit di sana.",[104,13639,13640],{},"Jujur saja, baru melihatnya saja niat bertarungku sudah luntur. Sobatku juga sepertinya kehilangan kata-kata dan hanya bisa ternganga.",[104,13642,13643],{},[252,13644],{"alt":13645,"src":13646,"title":13645},"image_00047","/images/n04/05/00047.jpeg",[104,13648,13649],{},"Ugh... a-aku sedikit meremehkannya. Meskipun tidak setinggi aku, statusnya gila-gilaan. Jadi monster seperti ini yang bersembunyi di dasar tanah? Aku langsung paham kenapa Abyss berkembang biak secara massal. Makhluk inilah yang terus-menerus memproduksi Abyss di dasar jurang ini.",[104,13651,13652],{},"【〖Mother〗: Monster Peringkat B+】\n【Ratu Abyss yang telah hidup selama ratusan tahun.】\n【Ia menelan kembali sebagian telur yang dilahirkannya ke dalam tubuh, menetaskannya, lalu membiarkan mereka menjadi parasit di punggungnya dan memakan dagingnya.】\n【Abyss yang tumbuh dengan cara ini akan menjadi Abyss elit yang melindungi 〖Mother〗.】\n【Pejantan akan mati setiap kali kawin dan menjadi nutrisi bagi 〖Mother〗.】",[104,13654,13655],{},"O-oh... Begitu aku melihat ke arah Mother, memang ada Heavy Abyss dengan kulit biru kehitaman yang ditempatkan di sekelilingnya.",[104,13657,13658],{},[252,13659],{"alt":13660,"src":13661,"title":13660},"image_00048","/images/n04/05/00048.jpeg",[104,13663,13664],{},[252,13665],{"alt":13666,"src":13667,"title":13666},"image_00049","/images/n04/05/00049.jpeg",[104,13669,13670],{},"Itu bukan Heavy biasa, itu pengawal khusus (Bodyguard). Levelnya tinggi banget pula, apaan sih mereka ini? HP di kisaran 400 dan berkumpul sebanyak itu. Ditambah lagi ada koreksi pertahanan... ah, itu pasti efek skill 〖Physical Barrier〗 milik Mother. Kalau begini ceritanya, tidak akan ada habisnya.",[104,13672,13673],{},"Mother bergerak mendekati bangkai Dewa Naga, lalu menekuk kakinya dan menduduki tempat itu. Segerombolan Mother Guard naik ke atas bangkai Dewa Naga satu per satu. Bangkai Dewa Naga itu sedikit tenggelam ke tanah karena beban mereka.",[104,13675,13676],{},"Aku mengibaskan kaki depan dan ekorku, menepis Abyss yang mendekat, lalu terbang ke udara. Sambil melayang, aku melancarkan 〖Kamaitachi〗 ke arah Mother.",[104,13678,13679],{},"Mother memang jauh lebih tangguh dibanding musuh-musuh sebelumnya, tapi kalau dia menerima beberapa serangan telak dariku dan pemulihannya tidak bisa mengejar, dia pasti akan tumbang. Bagaimanapun juga, 【Attack: 837】 adalah milikku. Meski Mother berlevel tinggi, peringkat kami berbeda.",[104,13681,13682],{},"Aku melepaskan dua bilah angin. Pada saat itu, seekor Mother Guard yang berada di atas bangkai Dewa Naga melompat ke depan dan menahan bilah angin itu. Tubuh Mother Guard itu terbelah lebar, menghamburkan cairan tubuh. Namun, ia tidak kehilangan keseimbangan, kakinya mendarat kokoh di tanah, bertahan agar tidak tumbang.",[104,13684,13685],{},"Mother Guard yang terluka itu mundur ke belakang, dan dengan segera bertukar posisi dengan Mother Guard lainnya.",[104,13687,13688],{},"「Sihir Angin, 〖Gale〗!」",[104,13690,13691],{},"Aro melepaskan tornado. Tornado itu melesat sambil menggerus tanah menuju Mother, tapi Mother Guard menahannya di tengah jalan dan membuyarkannya. Mother Guard itu pun tampaknya tidak menderita kerusakan berarti.",[104,13693,13694],{},"Aro baru saja berevolusi. Meskipun dia menggunakan mana-ku, levelnya masih terlalu rendah untuk menghadapi Mother Guard yang berlevel sekitar 40. Sepertinya lebih baik membiarkan dia memburu Abyss biasa dulu.",[104,13696,13697],{},"Saat aku sedang melayang, tentakel di kepala Mother meliuk dan melesat dengan kecepatan tinggi ke arahku. Tentakel itu rupanya bisa memanjang dan memendek; meskipun seharusnya aku berada di luar jangkauan, cambuk itu mencapai tempatku dengan mudah. Kalau begini, terbang pun tidak memberiku banyak keuntungan.",[104,13699,13700,13701,13704],{},"Aku menghindari tentakel itu dengan gerakan memutar (cartwheel), lalu menancapkan taringku ke tentakel tersebut. ",[111,13702,13703],{},"Buchut",", cairan tubuh Mother merembes ke dalam mulutku. Hangat, dengan rasa pahit dan bau yang khas, serta rasa sepat yang luar biasa... aarggh, kalau dipikirin aku bakal kalah. Kosongkan pikiranmu sekarang, Aku. Setelah ini selesai, kau boleh muntah sepuasnya, jadi tahanlah sekarang, Aku.",[104,13706,13707],{},"Aku mengubah lintasan terbangku ke atas, mencoba menarik Mother dan melepaskannya dari para penjaganya.",[104,13709,13710],{},"Tubuh Mother sedikit terangkat, tapi tentakel itu segera terlepas dan tubuh besarnya jatuh kembali ke tanah dengan suara berdebum.",[104,13712,13713],{},"Karena kesal, aku melakukan putaran lagi untuk menambah akselerasi pada tentakel yang masih tergigit, lalu memutar leherku untuk menghempaskannya kembali ke arah Mother. Karena momentum itu, tentakelnya terlepas dari mulutku, tapi karena gerakannya yang tak terduga, para penjaga tidak sempat bereaksi dan tentakel itu menghantam telak dahi Mother. Cangkang Mother retak, cairannya bocor keluar, dan jeritan mengerikan bergema di dasar jurang.",[104,13715,13716,13717,13719,13720,174],{},"Oke, aku bisa memasukkan ",[111,13718,113],{},". Keunggulan jumlah ada di pihak mereka, tapi kalau duel langsung, aku tidak akan kalah. Aku harus memikirkan cara untuk mengacaukan formasi penjaga itu sambil terus mencicil ",[111,13721,113],{},[104,13723,13724],{},"Memaksakan pertarungan jarak dekat dengan mengandalkan kekuatan pukulan mungkin bisa saja, tapi status Mother Guard itu lumayan bagus... Aku ingin mengurangi jumlah mereka dari jarak di mana Mother Guard tidak bisa menyerang. Kalau aku memukul tapi ditahan oleh penjaga, lalu dikepung dan digigiti sampai mati, itu konyol sekali.",[104,13726,13727],{},"Merasakan sensasi aneh, aku melirik ke arah Aro di punggungku.",[104,13729,13730],{},"Dua lengan baru yang tumbuh dari punggung Aro menjulur keluar dari celah pakaiannya dan mencengkeram tubuhku erat-erat. Lengan-lengan itu lebih kecil dari lengan ketiga yang dia buat sebelumnya dan lebih mirip lengan manusia, jadi rasanya agak bikin merinding. Saat mata kami bertemu, Aro panik dan mencoba melepaskan lengan tambahannya. Ti-tidak, kalau kau lepas pegangan, kau bakal jatuh.",[104,13732,13733],{},"Setelah mengambil jarak dari Mother, aku menurunkan ketinggian.",[104,13735,13736],{},"Untuk saat ini, aku perlu Aro menaikkan levelnya. Aku sempat berpikir untuk naik ke atas dan mengamankan Aro, tapi dalam pertarungan yang melibatkan musuh tingkat B-Rank atas, hanya Aro satu-satunya yang bisa diandalkan. Dengan jumlah seranganku saja, sangat sulit untuk memisahkan para penjaga dari Mother sekaligus memberikan serangan fatal.",[104,13738,13739],{},"Aku ingin menghabisi Mother di sini. Mother menempatkan Mother Guard dalam formasi pertahanan yang ketat. Tapi, bukan berarti tidak ada celah sama sekali.",[104,13741,13742],{},"Begitu aku turun hingga hampir menyentuh tanah, Aro menembakkan 〖Gale〗 bertubi-tubi untuk menerbangkan Abyss biasa. Karena sepertinya sulit untuk membunuh mereka dalam sekali serang, aku membantu dengan 〖Kamaitachi〗, dan Sobatku dengan 〖Death〗.",[104,13744,13745,13746,13749],{},"Dalam sekejap, hampir sepuluh Abyss berubah menjadi bangkai. Jendela pesan perolehan ",[111,13747,13748],{},"experience point"," muncul beruntun di dalam kepalamu.",[104,13751,13752],{},"【Mendapatkan 138 Exp.】\n【Berkat Skill Gelar 〖Walking Egg: Lv--〗, mendapatkan tambahan 138 Exp.】\n【Level 〖Ouroboros〗 naik dari 79 menjadi 80.】",[104,13754,13755],{},"Sip, sip, lancar jaya. Mother sepertinya tidak ingin merusak formasinya dengan menyerang duluan, jadi meskipun dalam status 〖Wrath〗, dia tidak bergerak secara aktif. Dia memang menjulurkan tentakelnya, tapi aku bisa menahannya dengan 〖Kamaitachi〗 meskipun tidak sampai memotongnya.",[104,13757,13758],{},"「〖Gale〗!」",[104,13760,13761],{},"Tornado menerbangkan segerombolan Abyss. Saat aku menarik napas untuk menghabisi Abyss yang melayang itu, aku menyadari ada yang aneh dengan Mother. Keempat mata Mother menyala dengan cahaya merah.",[104,13763,13764],{},"「Veeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee!」",[104,13766,13767],{},"Jeritan Mother menggelegar. Bersamaan dengan itu, cahaya hitam menyebar membentuk setengah bola dengan Mother sebagai pusatnya. Tanah yang tertelan cahaya hitam itu ambles dalam-dalam seolah ditimpa beban berat, lalu retak-retak.",[104,13769,13770],{},"Karena aku pernah melihatnya sekali, aku langsung tahu skill apa itu. Skalanya jauh berbeda, tapi itu adalah skill 〖Gravity〗. Dulu aku pernah terkena serangan ini dari Twin Head.",[104,13772,13773],{},"Abyss di sekitarnya juga terbenam ke dalam tanah dan berhenti bergerak. Aku pun segera terperangkap dalam jangkauan 〖Gravity〗. Terbungkus cahaya hitam, tubuhku mendadak terasa sangat berat. Aku mencoba melawan, tapi sayapku tidak bisa terangkat. Ketinggianku menurun, dan tak lama kemudian kakiku menyentuh tanah.",[104,13775,13776],{},"Hanya bayi Abyss yang menunggangi Mother yang tampaknya tidak terkena efek 〖Gravity〗, tapi selain itu, meskipun kaki mereka bergerak, mereka tidak bisa berpindah tempat. Kalau musuh juga tidak bisa bergerak, tidak ada yang perlu ditakuti. Aku masih bisa bergerak meski harus merayap di tanah.",[104,13778,13779],{},"「...〖Clay〗.」",[104,13781,13782],{},"Aro menggunakan sihir sambil tiarap di punggungku. Topografi berubah, dan jarum-jarum tanah muncul dari permukaan. Jarum-jarum itu menembus perut Abyss yang tidak bisa bergerak di sekitar kami, menyemburkan cairan tubuh mereka.",[104,13784,13785],{},"【Mendapatkan 120 Exp.】\n【Berkat Skill Gelar 〖Walking Egg: Lv--〗, mendapatkan tambahan 120 Exp.】",[104,13787,13788],{},"Bagus, bagus, ritmenya enak. Nah, yang harus kuwaspadai adalah...",[104,13790,13791],{},"「Veaaaaaaaaaaaaa!」",[104,13793,13794,13795,13798],{},"Tentakel yang ditembakkan dari Mother melesat ke arahku. Aku melawan gravitasi, mengangkat kedua sayapku dan memutarnya ke depan. ",[111,13796,13797],{},"Bitaan",", cambuk tentakel itu menghantam sayapku. Rasa sakit yang tajam menjalar.",[104,13800,13801],{},"Saat terhempas, cahaya hitam itu tiba-tiba lenyap dan tubuhku menjadi ringan seketika. Karena efek reaksi balik dari melawan gravitasi, aku sedikit terdorong mundur akibat dampak cambukan tadi.",[104,13803,13804],{},"Sakit... tapi luka segini, kalau segera dipulihkan...",[104,13806,13807],{},"「Veee!」「Veee!」「Veeeeeee!」",[104,13809,13810],{},"Bersamaan dengan itu, para Abyss yang terbebas dari ikatan gravitasi serentak terbang ke arahku. Beberapa dari mereka menggigit kakiku dan mulai memanjat tubuhku. Aku menendang tanah dan melebarkan sayap, tapi ada beberapa Abyss yang juga menggigit sayapku.",[104,13812,13813],{},"Rasa kebas mulai menjalar di tubuhku. Mereka pasti menyuntikkan cairan tubuh padaku. ...W-waduh, ini lumayan gawat kan? Di satu kaki ada sekitar tiga atau empat ekor, yang sudah memanjat sampai ke badan ada tiga, yang menempel di satu sayap ada dua, jadi total empat di kedua sayap. Tubuhku berat, aku tidak bisa terbang dengan benar.",[104,13815,13816],{},"「Guaaaaa!」",[104,13818,13819],{},"Sobatku menjatuhkan satu Abyss di sayap dengan 〖Death〗.",[104,13821,13822],{},"【Mendapatkan 186 Exp.】\n【Berkat Skill Gelar 〖Walking Egg: Lv--〗, mendapatkan tambahan 186 Exp.】",[104,13824,13825],{},"Namun, selama waktu itu, jumlah Abyss yang melompat ke tubuhku makin bertambah. Kalau begini terus tidak akan ada habisnya. Selama ini aku bisa bertarung dengan baik karena terbang di luar jangkauan mereka, tapi kalau diseret turun ke tanah, jumlah sebanyak ini benar-benar merepotkan.",[104,13827,13828],{},"「Guooooooooonnnnn!」",[104,13830,13831],{},"Sambil mengaum, aku mengayunkan ekorku secara vertikal dan menggunakan momentum itu untuk melakukan satu putaran penuh yang kuat.",[104,13833,13834],{},"「Kyaaa!」",[104,13836,13837],{},"Aro terlempar ke udara. Aku menangkapnya dengan mulutku, lalu mempercepat putaranku dan jatuh ke tanah. Setelah mendarat, aku langsung melesat lurus dengan 〖Roll〗, menabrak dinding dan tertanam di sana. Sekitar dua puluh Abyss yang menempel di tubuhku, serta Abyss lain yang terseret dalam lintasan, semuanya gepeng. Jeritan kematian Abyss bergema berlapis-lapis di dasar jurang.",[104,13839,13840],{},"【Mendapatkan 2760 Exp.】\n【Berkat Skill Gelar 〖Walking Egg: Lv--〗, mendapatkan tambahan 2760 Exp.】\n【Level 〖Ouroboros〗 naik dari 80 menjadi 83.】",[104,13842,13843],{},"Haaah, haaah. Akhirnya bisa lolos, rasain tuh. Seluruh tubuhku sudah berlumuran cairan tubuh Abyss, dan rasanya ada bangkai yang menempel di punggungku, tapi aku tidak peduli sekarang. Lupakan saja. Ternyata 〖Roll〗 memang yang paling kuat dan hebat.",[104,13845,13846],{},"Aku menarik kepalaku yang tertanam di tebing dengan gerakan mundur. Para Abyss yang mengamatiku dengan takut-takut dari sekeliling serentak melarikan diri dariku.",[104,13848,13849],{},"「Veee!」「Veeeeeeee!」",[104,13851,13852],{},"Rupanya mereka sangat ketakutan dengan kekuatan 〖Roll〗-ku barusan. Ja-jangan-jangan, kalau aku pakai 〖Roll〗 dan main sruduk, aku bisa menghajar Mother beserta pengawalnya sekalian...?",[104,13854,13855,13856,174],{},"Aku berputar balik, mengubah arah, dan melaju kencang menuju Mother dengan 〖Roll〗. Di tengah jalan, aku melindas Abyss yang menghalangi jalan dan mengubah mereka menjadi ",[111,13857,13748],{},[104,13859,13791],{},[104,13861,13862],{},"Begitu suara Mother terdengar, cahaya hitam menyelimuti sekitarnya. Tubuhku kembali menjadi berat dan melambat. Sepertinya dia menggunakan skill 〖Gravity〗 lagi. Meski begitu, aku tidak berhenti dan terus melaju lurus. Sesuatu yang mirip tentakel Mother menepis tubuhku, tapi aku tidak akan pernah mengubah arah.",[104,13864,13865],{},"「Veaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!」",[104,13867,13868],{},"Mother pun tampaknya gemetar melihat kekuatan 〖Roll〗 itu, ia menjerit lebih keras dari sebelumnya.",[104,13870,13871],{},"Kalau mau menghindar, menghindarlah. Jika Mother terpaksa bergerak, pertahanan Mother Guard akan runtuh meski hanya sesaat. Kalau tidak mau menghindar, ya sudah. Terimalah 〖Roll〗-ku yang telah memburu banyak monster ini dengan tubuhmu itu!",[104,13873,13874],{},"「Veee!」「Veeeeeee!」\n「Vee!」「Vea!」「Veaa!」",[104,13876,13877],{},"Di depan Mother, sejumlah besar Abyss, Heavy Abyss, dan Mother Guard berkumpul. Mereka terus menumpuk, dan akhirnya menjadi dinding Abyss. Rupanya mereka berniat melindungi Mother apa pun yang terjadi. Pemandangan kerumunan besar Abyss yang saling berdesakan membentuk dinding itu sudah level trauma tanpa perlu dijelaskan lagi, tapi aku mematikan perasaanku dan terus menerjang.",[104,13879,13880,13881,174],{},"Akhirnya aku menabrak dinding Abyss. Saat aku menginjak dan menerobos maju, mereka hancur dengan suara ",[111,13882,13883],{},"buchibuchi",[104,13885,13886],{},"【Mendapatkan 144 Exp.】\n【Berkat Skill Gelar 〖Walking Egg: Lv--〗, mendapatkan tambahan 144 Exp.】\n【Mendapatkan 156 Exp.】\n【Berkat Skill Gelar 〖Walking Egg: Lv--〗, mendapatkan tambahan 156 Exp.】",[104,13888,13889],{},"Suara yang menjijikkan, sensasi yang menjijikkan. Dengan ritme ini, jendela pesan muncul dan menghilang sekitar sepuluh kali berturut-turut.",[104,13891,13892],{},"【Mendapatkan 138 Exp.】\n【Berkat Skill Gelar 〖Walking Egg: Lv--〗, mendapatkan tambahan 138 Exp.】\n【Level 〖Ouroboros〗 naik dari 83 menjadi 84.】",[104,13894,13895],{},"Aneh... levelku naik drastis dan lancar banget, tapi kok aku nggak merasa senang sama sekali ya.",[104,13897,13898],{},"Namun, dinding Abyss ternyata lebih padat dari dugaanku. Putaranku akhirnya melambat tepat setelah melewati dinding itu, dan akhirnya berhenti total. Sialan. Aku berhenti di tempat yang paling buruk. Dari empat penjuru, Abyss langsung mengerumuni tubuhku.",[104,13900,13791],{},[104,13902,13903],{},"Mother meraung. Cambuk tentakel yang ditembakkan dari jarak dekat menembus sisa-sisa dinding Abyss dan menghantam dadaku. Telak sekali. Sisikku terkelupas, darah berhamburan. Kalah oleh dampaknya, tubuhku melayang ke udara.",[104,13905,13906,13907,13910],{},"Aku membentangkan sayap untuk menahan angin, memanfaatkan gaya itu untuk menahan tubuh di udara, dan pada saat yang sama, sambil menepis Abyss yang menempel, aku menggigit tentakel Mother. Dengan tentakel sebagai benang layang-layang, aku melayang tegang di udara, nyaris saja terhempas jauh. ",[111,13908,13909],{},"Gakun",", tubuh raksasa Mother berguncang.",[104,13912,13913,13914,13916],{},"Mumpung sudah bisa sedekat ini, aku akan hajar dia dengan ",[111,13915,113],{}," besar sekalian.",[104,13918,13919],{},"『Ini, mending kita terlempar dulu buat ambil jarak...』",[104,13921,13922],{},"Tidak, kita lanjut terus. Mother telah mengerahkan sejumlah besar Mother Guard untuk menjadi dinding daging. Mother Guard itu sekarang tertimbun dinding yang runtuh dan tidak bisa bergerak. Sebelum mereka bangkit kembali, kita hajar Mother.",[104,13924,13925],{},"『Hajar katamu...』",[104,13927,13928],{},"Gunakan 〖Soul Append: Fake Life〗 untuk bikin mereka kaget setengah mati. Aku nggak terlalu suka skill ini, tapi dalam situasi begini kita nggak bisa pilih-pilih.",[104,13930,13931],{},"『Maksudmu bangkitin Abyss? Kayaknya nggak bakal ngefek banyak deh...』",[104,13933,13934],{},"Bukan, yang digerakkan itu adalah bangkai Dewa Naga yang ada di dekat Mother.",[104,13936,13937],{},"「Gaaa!?」",[104,13939,13940],{},"Ada banyak Mother Guard yang nangkring di atas benda itu 'kan. Pokoknya, lakukan sekarang juga. Kita tidak boleh melewatkan kesempatan ini.",[104,13942,13943],{},"「............」",[104,13945,13946,13947,13950],{},"Sobatku mengangguk, lalu menggunakan 〖Soul Append: Fake Life〗 pada bangkai Dewa Naga yang berada tepat di samping Mother. Bangkai Dewa Naga terbungkus cahaya hitam, lalu ",[111,13948,13949],{},"mukuri",", ia bangkit.",[104,13952,13953],{},"「............t?」",[104,13955,13956],{},"Bangkai Dewa Naga itu mengarahkan rongga matanya yang kosong ke arah Mother. Abyss dan Mother Guard yang menungganginya merosot jatuh dan panik. Sebagian Abyss berlarian ke segala arah karena kacau balau.",[104,13958,13959],{},"Pasukan elit Mother Guard segera melompat menyerbu untuk menghancurkan bangkai yang mulai bergerak itu. Tentu saja, Dewa Naga yang bangkit itu cuma Level 1, jadi bukan tandingan Mother Guard. Dalam sekejap ia hancur, roboh kembali, dan tertidur lagi.",[104,13961,13962],{},"Maaf ya sudah sengaja membangunkanmu. Tapi berkat itu, meski hanya tipuan sesaat, pertahanan Mother jadi menipis.",[104,13964,13965],{},"Aku memanjangkan leher dan membuka mulut lebar-lebar. Aro yang ada di dalam mulutku merayap maju di atas lidahku mencari cahaya. Dan meskipun sempat tersentak melihat pemandangan mengerikan di hadapannya, dia melepaskan sihirnya sekuat tenaga.",[104,13967,13968],{},"「U, ugu... S... Sihir Tanah 〖Clay〗!」",[104,13970,13971],{},"Jarum-jarum tak terhitung jumlahnya mencuat dari tanah, meskipun tidak menembus Mother, tapi berhasil membuat pijakannya menjadi tidak stabil. Mother Guard yang masih merayap di dekat Mother pun kehilangan keseimbangan dan terguling di tempat.",[104,13973,13974],{},"Serangan dadakan dengan 〖Roll〗, kepanikan akibat bangkitnya Dewa Naga, dan 〖Clay〗 milik Aro. Dengan tiga serangan beruntun ini, akhirnya kami berhasil memancing celah besar pada Mother. Kesempatan ini tak boleh lolos.",[104,13976,13977,13978,13981],{},"Aku menarik tentakel Mother, memanfaatkan reaksi baliknya untuk melompat menerjang ke arahnya. ",[111,13979,13980],{},"Buchii",", tentakel itu putus, dan tubuh Mother tersentak. Pertama-tama, aku membebankan seluruh berat badanku pada kaki depan, menancapkan cakar, dan menginjak dahi Mother sampai amblas.",[104,13983,13984],{},"「Veaaaaaaaaaaaaaaa!」",[104,13986,13987],{},"Kepalanya retak dan penyok parah, cairan tubuh muncrat ke mana-mana. Bayi-bayi Abyss yang menjadi parasit di punggung Mother sepertinya merasakan bahaya, mereka merayap melalui tubuh Mother dan berbondong-bondong mendekatiku.",[104,13989,13990],{},"Me-menjijikkan! Mereka juga bisa bertarung?!",[104,13992,13993],{},"Sementara aku memikirkan ini dan itu, Mother Guard di sekitar mulai memulihkan posisi mereka. Aro melompat turun dari mulutku dan mendarat di atas tubuh Mother.",[104,13995,13996],{},"「Sihir Angin 〖Gale〗!」",[104,13998,13999,14000,14002],{},"Gerombolan bayi Abyss itu terhempas jatuh oleh sihir angin Aro. ",[111,14001,5204],{}," Aro, dengan begini aku bisa fokus menghabisi Mother. Punggung Mother setelah ditinggal bayi-bayi Abyss itu penuh lubang yang mengerikan, tapi aku pura-pura tidak melihatnya dan mengembalikan fokusku pada Mother.",[104,14004,14005],{},"Aku menekan Mother dengan kedua kaki depanku.",[104,14007,14008],{},"Sobat, dalam hitungan ketiga kita gigit dia, sedalam mungkin!",[104,14010,14011],{},"『Eh... se-serius lu?』",[104,14013,14014],{},"Kalau kita lepaskan sekarang, kita bakal dikeroyok Abyss lagi lho!",[104,14016,14017],{},"『............』",[104,14019,14020],{},"Sobatku memejamkan mata, lalu membuka mata kanannya sedikit untuk melihat Mother lagi.",[104,14022,14023],{},"『...Hei, gimana kalau cara la—』",[104,14025,14026],{},"Oke, satu dua tiga!",[104,14028,14029],{},"Sobatku membuka mulut dengan panik. Aku juga membuka mulut, dan hampir bersamaan kami menancapkan taring ke tubuh Mother. Mulutku seketika penuh dengan cairan kental yang pahit. Rasanya ada sesuatu yang menggeliat di dalam mulutku. Kuharap itu cuma ilusi.",[104,14031,13984],{},[104,14033,14034,14037],{},[111,14035,14036],{},"Dan, dan, don, dandon!"," Cambuk tentakel Mother memukuli punggungku dengan membabi buta. Sambil memulihkan diri dengan 〖Self-Regeneration〗, aku menendang tanah dan melompat terbang sambil tetap menggigit Mother. Meskipun tidak stabil, tubuh raksasa Mother terangkat ke udara.",[104,14039,14040],{},"Aro sepertinya sadar dia akan terseret kalau tetap di situ, jadi dia menendang Mother dan melompat turun ke tanah.",[104,14042,14043],{},"Menghadapi perlawanan mati-matian Mother di udara, aku membalas dengan menghantam kepalanya berkali-kali menggunakan kaki depan. Sambil menangkis serangan tentakel dengan ekor, aku mengerahkan seluruh tenaga untuk terus terbang.",[104,14045,14046],{},"Setelah terbang sekitar tiga puluh meter, aku menggunakan 〖Roll〗 di udara untuk berputar dengan kecepatan tinggi. Karena titik beratnya sangat tidak seimbang, putarannya jadi tidak stabil, tapi aku berhasil memaksakan kecepatan naik. Menyesuaikan waktu dengan Sobatku, kami membuka mulut dan melepaskan Mother. Punggung Mother yang terlempar ke bawah dengan kuat itu kuhantam lagi dengan ekor yang juga penuh gaya sentrifugal.",[104,14048,14049,14052],{},[111,14050,14051],{},"Begii!"," Suara mengerikan terdengar, dan tubuh raksasa Mother jatuh melesat ke bawah.",[104,14054,14055],{},"【Level Skill Normal 〖Heaven's Fall〗 naik dari 3 menjadi 4.】",[104,14057,14058,14059,14062],{},"Aku langsung merentangkan sayap dan menukik mengejar Mother. Saat jatuh, aku menendang dinding tebing untuk menambah kecepatan, dan tepat saat Mother menghantam tanah, aku menancapkan cakar kedua kaki depanku dan menginjaknya sekuat tenaga. ",[111,14060,14061],{},"Doshin!"," Dasar jurang berguncang hebat, dan retakan besar muncul di tanah. Mother tidak mampu menahan dampaknya dan memuntahkan cairan tubuh dalam jumlah besar dari mulutnya.",[104,14064,14065],{},"【Level Skill Normal 〖Earth Reversal〗 naik dari 1 menjadi 2.】",[104,14067,14068,14071],{},[111,14069,14070],{},"Pikupiku",", tubuh raksasa Mother kejang-kejang. Harusnya ini sudah berakhir. Ternyata kombo 〖Heaven's Fall〗 dan 〖Earth Reversal〗 memang kuat. Tapi aku sama sekali tidak berniat berterima kasih pada Pahlawan itu.",[104,14073,14074],{},"「Veeeeee...」",[104,14076,14077,14078,14081],{},"Mother merintih lemah, kakinya merayap tanpa tenaga. Abyss-Abyss lain segera berdatangan dengan suara ",[111,14079,14080],{},"kasakasa",". Semangat bertarung mereka sudah hilang, tampak terpana melihat kekalahan bos mereka.",[104,14083,14084],{},"「Veeeeeeeeeeeeee!」",[104,14086,14087],{},"Tiba-tiba, Mother memamerkan taringnya pada seekor Abyss yang mendekat ke wajahnya. Abyss itu mencoba menghindar dengan panik, tapi kecepatan mereka jauh berbeda. Dalam sekejap ia dicabik oleh taring itu, dan tiga ekor Abyss dimakan oleh Mother. Yang tersisa hanyalah kaki-kaki Abyss dan cairan tubuh yang berserakan.",[104,14089,14090],{},"Ke-kejam banget... Oh iya, makhluk ini punya skill 〖Eat and Regenerate〗 ya. Ball Rabbit juga punya. Kalau tidak salah, skill itu bisa memulihkan diri dengan cara makan.",[104,14092,14093],{},"Mother menyeret tubuhnya yang hancur, mencoba menyerang Abyss lain. Aku menekan kaki depanku agar dia tidak bisa bergerak. Taring Mother hanya menyerempet Abyss itu, kurang beberapa sentimeter untuk bisa memangsanya. Para Abyss pun langsung bubar melarikan diri.",[104,14095,14096],{},"「Veee... Veeeeeeee...」",[104,14098,14099,14100,14103],{},"Mother masih belum menyerah, mencoba menjulurkan tentakelnya yang sudah babak belur ke arah Abyss terdekat. Aku menginjak pangkal tempat tentakel itu tumbuh, tepat di kepala Mother. Tentakel dan kakinya bergetar ",[111,14101,14102],{},"purupuru",", dan akhirnya Mother berhenti bergerak.",[104,14105,14106],{},"【Mendapatkan 3240 Exp.】\n【Berkat Skill Gelar 〖Walking Egg: Lv--〗, mendapatkan tambahan 3240 Exp.】\n【Level 〖Ouroboros〗 naik dari 84 menjadi 87.】",[104,14108,14109],{},"Ooh... gede banget...",[104,14111,14112],{},"【Level Skill Gelar 〖Hero〗 naik dari 5 menjadi 6.】",[104,14114,14115],{},"Gelar Hero naik? Apa sebentar lagi bakal dapat skill baru...?",[104,14117,14118],{},"【Mendapatkan Skill Normal 〖Holy: Lv1〗.】",[104,14120,14121],{},"D-Datang! Ini skill yang bisa menghapus kutukan itu 'kan? Kalau ada ini, aku tidak perlu khawatir lagi soal 〖Dragon Scale Powder〗! Coba ah! 〖Holy〗! 〖Holy〗!",[104,14123,14124],{},"...Lho, kok nggak berhasil ya?",[104,14126,14127],{},"「Gaa」",[104,14129,14130],{},"Saat Sobatku bersuara, bola cahaya yang agung muncul di ujung hidungnya. Bola itu segera pecah dan kehilangan bentuknya, lalu menyebar dengan lembut. Butiran-butiran cahaya kecil menyebar sambil memudar. Pemandangan yang cukup indah.",[104,14132,14133],{},"Wah! Hebat juga. Jadi ini yang namanya 〖Holy〗 ya.",[104,14135,14136],{},"...Yaa, begitulah. Katanya diambil lagi sama Si Sobat. Yah, aku sih samar-samar udah punya firasat bakal begini.",[104,14138,14139],{},"Aro berjalan mendekat ke sisiku. Sebaiknya aku cek juga berapa kenaikan level Aro. Dia 'kan tadi membantai Abyss dengan cukup ganas. Meski mungkin setelah ini dia tidak perlu ikut bertarung lagi...",[104,14141,14142],{},[252,14143],{"alt":14144,"src":14145,"title":14144},"image_00050","/images/n04/05/00050.jpeg",[104,14147,14148],{},"Wa-wah, langsung naik 23 level... Memang tadi dia mengalahkan banyak Abyss sekaligus sih. Aku memastikan sekali lagi bangkai Mother, lalu mengalihkan pandangan ke bangkai Dewa Naga. Aro mengarahkan tangannya ke bangkai Dewa Naga.",[104,14150,13779],{},[104,14152,14153],{},"Tanah menyembul naik, menutupi dan mengubur bangkai Dewa Naga. Aro menundukkan kepalanya, memejamkan mata, dan mengambil sikap seperti berdoa pada bangkai Dewa Naga yang telah dikuburkan. Aku pun menirunya, menundukkan kepala dan memejamkan mata ke arah makam Dewa Naga.",[104,14155,14156],{},"Dengan ini, biang keladi perkembangbiakan massal Abyss sudah tiada. ...Yang jelas, aku ingin cuci badan sekarang.",[104,14158,14159],{},"Saat aku mengangkat kepala, aku melihat sesuatu yang kecil berwarna hijau sedang menatapku dari atas tebing. Saat aku menyipitkan mata, terlihat bahwa itu adalah sepuluh orang Kurcaci Hutan (Forest Dwarf/Raran). Para Kurcaci Hutan itu menunjuk ke arah pemukiman suku Lithoviar, lalu menghilang seolah menyatu dengan udara.",{"title":1469,"searchDepth":1470,"depth":1470,"links":14161},[14162],{"id":2628,"depth":1470,"text":2629},11,{},"/novels/tensei-dragon/vol-5/bab-5-4",{"title":13138,"description":1469},"novels/04.tensei-dragon/05.vol-5/11.bab-5-4","cg1XF044mdjAesVJk3G8od1jizgAe5vYj3ytvWUkY4c",{"id":14170,"title":14171,"body":14172,"chapterNumber":14448,"description":1469,"excerpt":1475,"extension":1476,"hidden":31,"meta":14449,"mtl":11,"navigation":11,"path":14450,"publishedAt":1479,"seo":14451,"stem":14452,"volumeNumber":1482,"__hash__":14453},"chapters/novels/04.tensei-dragon/05.vol-5/12.selingan-2.md","Selingan: Tirani Seorang Bangsawan 2(Sudut Pandang Tolman)",{"type":96,"value":14173,"toc":14446},[14174,14178,14181,14184,14187,14190,14193,14196,14199,14202,14205,14208,14211,14214,14217,14220,14223,14226,14229,14232,14235,14238,14241,14244,14247,14250,14253,14256,14259,14262,14265,14268,14271,14274,14277,14280,14283,14286,14289,14292,14295,14298,14301,14304,14307,14310,14313,14316,14319,14322,14325,14328,14331,14333,14336,14339,14342,14345,14348,14351,14354,14357,14360,14363,14366,14369,14372,14375,14378,14381,14383,14386,14392,14395,14398,14401,14404,14407,14410,14413,14416,14419,14422,14425,14428,14431,14434,14437,14440,14443],[104,14175,14176],{},[252,14177],{"alt":9066,"src":9067,"title":9066},[104,14179,14180],{},"Di tengah perkemahan, aku duduk di atas sebuah tunggul pohon. Meski tunggul itu sudah dilapisi kain tebal, kenyamanannya masih jauh di bawah kursi di mansion. Dibandingkan dengan di mansion, makanan di sini pun tidak ada yang enak. Astaga, sampai kapan aku harus menjalani hidup seperti ini? Aku menutup mulut dengan tangan, menyembunyikan uap yang tak sengaja keluar.",[104,14182,14183],{},"Ooh, aku ingin segera merasakan gairah medan perang. Aku ingin lebih menunjukkan kepada dunia bahwa aku adalah manusia yang unggul dalam keperwiraan. Jika aku membunuh para barbar rendahan itu dan kembali membawa Carbuncle sang hewan legendaris, semua orang pasti akan memujaku. Pada saat itulah, aku akan menjadi Raja negeri Ardesia, baik dalam nama maupun kenyataan.",[104,14185,14186],{},"Karena tak sabar, tanpa sadar aku menggoyangkan kaki dan tanganku. Tidak boleh, tidak boleh. Sebagai bangsawan besar dan calon raja masa depan, tingkah seperti ini membuatku terlihat seperti anak kecil.",[104,14188,14189],{},"Tiba-tiba, aku menyadari ada yang aneh dengan tingkah laku pasukan pribadiku. Mereka berkumpul, berbicara dengan suara pelan seolah sedang menggosipkan sesuatu. Nada bicara mereka terdengar bercampur dengan ejekan. Saat aku bertanya-tanya ada apa, Azalea, kapten pasukan pertama dari pasukan pribadiku 'Para Pemburu Lapar', berjalan menghampiriku.",[104,14191,14192],{},"Azalea memang sangat peka. Begitu menyadari perubahan situasi, dia langsung mencoba memberitahuku. Orang lain harus lebih banyak belajar dari Azalea.",[104,14194,14195],{},"\"Tuan Tolman, sepertinya Derek dari pasukan ke-68 telah kembali.\"",[104,14197,14198],{},"Saat aku mengerutkan kening, Azalea segera menambahkan penjelasannya.",[104,14200,14201],{},"\"Dia adalah anggota dari unit yang terluka parah oleh monster saat melakukan pengintaian ke pemukiman suku Lithoviar. Dia sempat dinyatakan hilang.\"",[104,14203,14204],{},"\"Hoo, begitu ya. Syukurlah.\"",[104,14206,14207],{},"Apa-apaan, cuma masalah itu. Kalau tidak salah, ada cerita tentang orang bodoh yang pergi mengintai lalu diserang monster dan mati. Ternyata masih hidup, ya? Yah, hidup atau mati, itu tidak penting bagiku.",[104,14209,14210],{},"\"Hanya saja, dia sepertinya mengatakan hal-hal aneh. Dia bilang dia dimaki oleh anggota satu regunya dan dijadikan umpan... Sepertinya dia mungkin akan menuntut hukuman dalam bentuk tertentu.\"",[104,14212,14213],{},"\"Hah? Apa maksudnya perkataan manja itu? Menjadikan kroco rendahan sebagai umpan adalah hal yang wajar, bukan?\"",[104,14215,14216],{},"\"Ya, Anda benar. Karena saya tidak ingin suasana hati Tuan Tolman terganggu, biar saya saja yang menasihatinya baik-baik.\"",[104,14218,14219],{},"Mendengar nama Derek pun aku tidak ingat siapa dia, mungkin dia orang baru yang belum lama bergabung. Moto 'Para Pemburu Lapar' adalah 'Yang kuat boleh menindas yang lemah'. Dijadikan umpan atau apa pun, yang salah adalah pihak yang dijadikan umpan.",[104,14221,14222],{},"Ini juga motoku. Sudah sewajarnya yang kuat menguasai yang lemah. Karena itu, aku, yang terkuat di dunia ini, harus menjadi raja untuk menguasai semua orang.",[104,14224,14225],{},"\"Lakukanlah. Kalau ada anjing yang menggonggong di depanku, bisa-bisa tanganku yang memegang pedang ini tergelincir tanpa sengaja.\"",[104,14227,14228],{},"Azalea tersenyum tipis mendengar kata-kataku, namun ekspresinya berubah saat suara teriakan terdengar.",[104,14230,14231],{},"\"Aku ingin bicara dengan Tuan Tolman! Di mana Tuan Tolman!\"",[104,14233,14234],{},"Pria yang berteriak itu, wajahnya memang tidak asing. Dia memegang tombak yang tidak biasa kulihat, tapi dia mengenakan seragam 'Para Pemburu Lapar'. Mungkin dialah si Derek itu.",[104,14236,14237],{},"\"Mohon maaf. Karena kelambatan saya bertindak, pandangan Anda jadi terganggu. Saya akan segera memberikan hukuman pada anjing itu.\"",[104,14239,14240],{},"Azalea dengan cepat mendekati Derek dan menghalangi jalannya.",[104,14242,14243],{},"\"Oi Derek, kalau kau punya keluhan pada rekan satu regumu, bicaralah langsung pada mereka. Jangan sampai merepotkan Tuan Tolman...\"",[104,14245,14246],{},"Namun Derek mengabaikan Azalea. Dia melihatku, memanjangkan lehernya, dan kembali berteriak.",[104,14248,14249],{},"\"Tuan Tolman, tolong segera batalkan rencana kali ini! Suku Lithoviar bukanlah gerombolan biadab seperti yang dikatakan orang-orang! Saat aku diserang monster dan terluka, suku Lithoviar-lah yang menyelamatkanku! Mereka sama sekali bukan orang barbar yang tidak punya akal budi!\"",[104,14251,14252],{},"\"Hah...?\"",[104,14254,14255],{},"Tanpa sadar suaraku meninggi. Azalea mencengkeram bahu Derek.",[104,14257,14258],{},"\"Jika kau terus bersikap tidak sopan di depan Tuan Tolman, aku akan meledakkan kepala bodohmu itu sekarang juga. Bagaimana?\"",[104,14260,14261],{},"\"Maa, tunggu dulu Azalea. Derek, ya? Orang yang menarik juga, bawa dia ke hadapanku.\"",[104,14263,14264],{},"Azalea menarik bahu Derek dengan kasar dan menyeretnya ke hadapanku. Sesampainya di depanku, Derek mencoba menepis tangan Azalea dengan tangannya yang bebas. Namun, tangan Azalea tidak bergeming sedikit pun. Setelah jeda beberapa detik sejak Derek mencoba menepisnya, barulah Azalea melepaskan tangannya perlahan. Derek memelototi Azalea sejenak sebelum mengembalikan pandangannya padaku.",[104,14266,14267],{},"\"Tuan Tolman, seperti yang saya katakan tadi, tolong batalkan rencana pemusnahan suku Lithoviar kali ini.\"",[104,14269,14270],{},"\"Fun-fun, kenapa?\"",[104,14272,14273],{},"Derek tampak agak bingung dengan jawabanku dan mengerutkan kening.",[104,14275,14276],{},"\"Itu, anu... karena saya telah diselamatkan oleh suku Lithoviar...\"",[104,14278,14279],{},"\"Fun-fun, lalu?\"",[104,14281,14282],{},"\"...Oleh karena itu, anggapan bahwa mereka orang barbar yang berbahaya mungkin hanyalah prasangka penduduk sekitar hutan...\"",[104,14284,14285],{},"\"Fun-fun.\"",[104,14287,14288],{},"Aku mengangguk seolah sedang berpikir mendalam. Derek menghela napas lega.",[104,14290,14291],{},"\"Lalu?\"",[104,14293,14294],{},"\"Eh?\"",[104,14296,14297],{},"\"Jangan 'Eh'. Masih ada lanjutannya, kan? Cepat katakan.\"",[104,14299,14300],{},"\"Ti-tidak... anu...\"",[104,14302,14303],{},"Derek terlihat terdesak. Aku mendengus tertawa.",[104,14305,14306],{},"\"Fumu... begini saja. Anggaplah, hanya berandai-andai, suku Lithoviar adalah suku yang cinta damai, berakal sehat, mencintai alam, dan hidup dengan tenang.\"",[104,14308,14309],{},"\"........\"",[104,14311,14312],{},"\"Lalu, apa hubungannya denganku?\"",[104,14314,14315],{},"Wajah Derek menjadi pucat, mulutnya membuka dan menutup tanpa suara.",[104,14317,14318],{},"\"A-apa Anda serius mengatakannya?\"",[104,14320,14321],{},"\"Justru kau, apa kau yang serius? Ekspedisi kali ini mempertaruhkan uang dalam jumlah besar dan jalanku menuju takhta raja, tahu? Kau tidak tahu betapa susahnya mendapatkan izin untuk mengerahkan pasukan... Orang bodoh sepertimu pasti tidak paham, kan? Jika aku menghentikan penaklukan suku Lithoviar, aku tidak hanya akan membuang kesempatan mendapatkan ketenaran dan menyia-nyiakan biaya perang, tapi aku juga akan ditertawakan orang-orang karena Tolman takut pada orang barbar dan membatalkan serangannya.\"",[104,14323,14324],{},"Astaga, inilah sebabnya aku benci orang bodoh yang tidak bisa berpikir. Aku benci orang yang lambat paham dan tidak berguna. Di antara mereka, orang yang sengaja merepotkanku seperti ini adalah yang paling kubenci.",[104,14326,14327],{},"\"Lagipula, sejak awal tujuan kita adalah mengubek-ubek hutan untuk mencari Carbuncle, jadi pertempuran dengan suku Lithoviar tidak bisa dihindari. Tak peduli bagaimana sifat asli mereka, itu tidaaak ada hubungannya denganku.\"",[104,14329,14330],{},"Aku mengayunkan pedang yang masih dalam sarungnya dan menghantamkannya ke tanah tepat di samping Derek.",[104,14332,14309],{},[104,14334,14335],{},"\"Benar-benar merusak suasana hati. Inilah susahnya menghadapi orang bodoh yang lahir dari kalangan rendah. Azalea, singkirkan orang bodoh ini dari hadapanku.\"",[104,14337,14338],{},"\"Siap!\"",[104,14340,14341],{},"Saat Azalea hendak mencengkeram bahunya, Derek mundur dan mengambil jarak.",[104,14343,14344],{},"\"Aku sudah dengar kalau kau itu tiran dan berwatak buruk, tapi aku tidak menyangka akan separah ini! Barbar, barbar... yang biadab itu kau, Tolman! Siapa yang sudi mengikutimu! Mulai hari ini, aku keluar dari pasukan pribadimu yang busuk ini!\"",[104,14346,14347],{},"Derek melepas jaket seragamnya, membantingnya ke tanah, lalu memelototiku. Kemudian dia mencengkeram tombaknya erat-erat dan mencoba pergi dari hadapanku.",[104,14349,14350],{},"Aku, bangsawan agung ini, disebut tiran, berwatak buruk, dan biadab? Aku hampir kehilangan kendali karena amarah, tapi toh itu hanya gonggongan anjing kampung yang berasal dari rakyat jelata dan tak berpendidikan. Aku segera kembali tenang.",[104,14352,14353],{},"Arah yang dituju Derek adalah kedalaman hutan. Jangan-jangan, dia berniat pergi ke pemukiman suku Lithoviar untuk memperingatkan mereka? Sebodoh apa orang ini sebenarnya?",[104,14355,14356],{},"\"Derek, kau, apa kau sadar apa yang sedang kau lakukan?\"",[104,14358,14359],{},"\"Apanya! Kau sendiri, cobalah pikirkan ulang apa yang hendak kau lakukan!\"",[104,14361,14362],{},"\"Sepertinya kau tidak paham. Hanya dengan satu perintahku, aku bisa memenggal kepala seluruh keluargamu yang ada di wilayah kekuasaanku, tahu?\"",[104,14364,14365],{},"\"Ap...\"",[104,14367,14368],{},"Derek kehilangan kata-kata.",[104,14370,14371],{},"\"Tapi, aku ini penuh belas kasih. Bahkan kepada orang tak tahu malu dan tak tahu balas budi sepertimu yang berpihak pada orang barbar dan berniat mengkhianatiku, akan kuberi pilihan. Jika kau pulang lurus ke rumah, aku tidak akan menyentuhmu. Jika kau membawa keluargamu keluar dari wilayahku sebelum aku kembali, aku tidak akan mengejar. Tapi jika kau tidak bisa melakukannya...\"",[104,14373,14374],{},"Derek berdiri terpaku sejenak, menatap kembali ke arah kedalaman hutan. Setelah itu, dia memejamkan mata dan melepaskan tombaknya dengan penuh penyesalan. Lalu, dia berlari ke arah yang menjauhi hutan.",[104,14376,14377],{},"Aku menatap punggung Derek sejenak, lalu memalingkan wajah dan menguap. Aku tidak berniat repot-repot menangkap Derek. Aku sudah berjanji tidak akan melakukan apa-apa jika dia langsung kembali ke wilayah dan pergi bersama keluarganya.",[104,14379,14380],{},"\"Ooi, Azalea.\"",[104,14382,14338],{},[104,14384,14385],{},"Azalea menjawab singkat, lalu mengarahkan tangannya ke punggung Derek.",[104,14387,14388,14389,7245],{},"\"Sihir Api ",[119,14390,14391],{},"Flare",[104,14393,14394],{},"Cahaya merah menyelimuti sekeliling dengan menyilaukan. Di tengah kilauan yang menyakitkan mata itu, seberkas garis merah melesat. Garis itu ditembakkan dari tangan Azalea dan menghantam punggung Derek.",[104,14396,14397],{},"Bahkan tanpa sempat menjerit, Derek roboh di tempat. Dia jatuh ke tanah dari lututnya yang sudah hangus menghitam, debu arang beterbangan. Di punggungnya, terdapat lubang besar yang menganga.",[104,14399,14400],{},"\"Azalea, kau ini kejam sekali, ya.\"",[104,14402,14403],{},"Saat aku menjawab sambil menyeringai, Azalea berlutut di tempat.",[104,14405,14406],{},"\"Mohon maafkan saya. Saya tidak tahan dengan rentetan ketidaksopanan terhadap Tuan Tolman, sehingga tangan saya bergerak sendiri. Saya, Azalea, siap menerima hukuman apa pun.\"",[104,14408,14409],{},"Tentu saja, Azalea melepaskan sihir itu karena aku memanggil namanya, dia memahami maksudku.",[104,14411,14412],{},"\"Aku sudah bilang aku tidak akan melakukan apa-apa. Tapi, kalau bawahan yang mengamuk dan melakukan sesuatu di luar kendali... punya bawahan yang terlalu setia memang merepotkan! Hahaha! Tidakkah kau setuju?!\"",[104,14414,14415],{},"\"Tuan Tolman mengatakan akan menghukum mati seluruh kerabatnya jika Derek tidak membawa mereka pergi sebelum Anda kembali ke wilayah, jadi bagaimana keputusan Anda?\"",[104,14417,14418],{},"\"Mumu? Sudah pasti, kan? Aku ini pria yang teguh memegang janji. Berbeda dengan sampah hangus yang berani melawan tuannya itu.\"",[104,14420,14421],{},"Saat aku bertingkah jenaka, tawa terdengar dari orang-orang di sekitarku.",[104,14423,14424],{},"Tiba-tiba, delapan orang pria muncul. Yang berdiri paling depan adalah Grodel, kapten pasukan ke-21 dari 'Para Pemburu Lapar'. Dia memiliki rambut merah dan luka besar yang membentang dari dahi hingga ke bawah matanya.",[104,14426,14427],{},"\"Tuan Tolman, lingkaran sihir itu sudah selesai dipasang! Seharusnya efeknya sudah mulai muncul sekarang.\"",[104,14429,14430],{},"\"Ooh Grodel, kerja bagus!\"",[104,14432,14433],{},"Dengan ini, semua persiapan awal rencana sudah selesai. Kami bisa menyerang kapan saja.",[104,14435,14436],{},"\"Hanya saja wajah kami sempat terlihat, jadi kami membunuh sekitar tiga orang untuk membungkam mereka, tapi mungkin mayatnya sudah ditemukan sekarang. Bisa jadi mereka sudah waspada.\"",[104,14438,14439],{},"\"Yah, mau bagaimana lagi. Aku juga tidak suka kalau mereka sempat mempersiapkan pertempuran. Sebenarnya aku ingin menunggu sampai efeknya bekerja maksimal... tapi baiklah, besok pagi, sebelum matahari terbit sepenuhnya, kita akan memulai serangan besar-besaran. Pedang kesayanganku ini juga sudah gatal ingin menebas mati para barbar itu.\"",[104,14441,14442],{},"\"Iyooh! Sasuga Tuan Tolman! Ayo kita habisi mereka secepatnya!\"",[104,14444,14445],{},"Fuffu, akhirnya aku bisa menebas manusia lagi setelah sekian lama. Sebaiknya aku kumpulkan orang-orang yang menunggu di kejauhan dan menyesuaikan ulang rencananya.",{"title":1469,"searchDepth":1470,"depth":1470,"links":14447},[],12,{},"/novels/tensei-dragon/vol-5/selingan-2",{"title":14171,"description":1469},"novels/04.tensei-dragon/05.vol-5/12.selingan-2","7Q9yRdiTZLGnqBlDlnIs72a547U8BtXMnNKwyBhUeYs",{"id":14455,"title":14456,"body":14457,"chapterNumber":14852,"description":1469,"excerpt":1475,"extension":1476,"hidden":31,"meta":14853,"mtl":11,"navigation":11,"path":14854,"publishedAt":1479,"seo":14855,"stem":14856,"volumeNumber":1482,"__hash__":14857},"chapters/novels/04.tensei-dragon/05.vol-5/13.bonus-1.md","Bonus Spesial: Reinkarnasi Menjadi Telur Abyss ~Tak Ada Tujuan Lain Selain Kresek-Kresek",{"type":96,"value":14458,"toc":14846},[14459,14461,14464,14467,14470,14473,14476,14479,14482,14485,14488,14491,14494,14497,14500,14506,14509,14512,14515,14518,14521,14524,14527,14530,14533,14536,14539,14545,14548,14551,14554,14557,14560,14567,14570,14573,14576,14579,14582,14585,14588,14591,14594,14596,14603,14606,14609,14612,14619,14622,14625,14628,14631,14634,14637,14640,14643,14646,14649,14652,14655,14658,14661,14664,14667,14670,14673,14676,14679,14682,14685,14688,14691,14694,14697,14700,14703,14706,14709,14712,14715,14718,14720,14727,14730,14733,14736,14739,14742,14745,14748,14751,14754,14757,14760,14763,14766,14769,14772,14775,14777,14780,14783,14786,14789,14792,14795,14798,14801,14804,14807,14810,14813,14816,14819,14822,14825,14828,14831,14834,14837,14840,14843],[99,14460,1501],{"id":1500},[104,14462,14463],{},"Saat aku terbangun, pandanganku dipenuhi oleh selaput kekuningan yang lembek dan bergelambir. Di balik selaput itu, aku bisa melihat langit. Meski sekarang terlihat agak kuning karena terhalang selaput, pasti jika dilihat langsung warnanya biru cerah.",[104,14465,14466],{},"Apa ini? Apa yang terjadi...? Di mana ini? Aku ingin melihat sekeliling, tapi leherku sulit digerakkan. Tangan dan kakiku juga tidak bergerak sesuai keinginan. Apakah memendek...? Eh, kok kakiku ada banyak...?",[104,14468,14469],{},"Dengan susah payah aku meronta dan berhasil keluar dari selaput kuning itu. Anehnya, aku merasa sangat lapar. Saat melihat ke bawah kaki, aku melihat bulu-bulu halus berwarna cokelat. Sepertinya aku berdiri di atas bangkai suatu makhluk.",[104,14471,14472],{},"Di atas bulu bangkai makhluk itu, banyak serangga merah mirip lalat yang berkerumun. Sepertinya bangkai ini sudah mati cukup lama. Lalat merah ini adalah jenis serangga yang belum pernah kulihat sebelumnya.",[104,14474,14475],{},"Secara naluriah, aku menundukkan tubuh dan menancapkan taringku ke daging berbulu itu. Tercium bau darah binatang. Ada bau busuk yang sangat menyengat bercampur di dalamnya, yang seharusnya menjijikkan, tapi anehnya nafsu makanku tidak berhenti. Malah, bau busuk ini justru membangkitkan selera makanku. Sungguh tak bisa dipercaya.",[104,14477,14478],{},"Aku menekuk kaki-kakiku untuk menempel pada gundukan daging itu, mendekatkan mulut, dan melahap dagingnya dengan rakus. Darah hitam kental merembes keluar dari daging busuk itu, tapi aku sama sekali tidak peduli. Makan, makan. Aku hanya terus makan. Semakin aku makan, semakin aku dipenuhi rasa bahagia dan puas, hingga aku tidak bisa memikirkan apa pun selain memakan daging di hadapanku. Tak peduli seberapa kotor tubuhku oleh darah busuk, entah kenapa aku sama sekali tidak keberatan.",[104,14480,14481],{},"Setelah melahap selama sekitar sepuluh menit, perutku kenyang, dan akhirnya aku bisa berpikir jernih kembali.",[104,14483,14484],{},"Eh, aku punya taring...? Tunggu, tubuhku ini pasti bukan manusia, kan? Posisi tubuh seperti ini mustahil bagi manusia... Begitu keraguan itu muncul, pikiranku langsung bekerja cepat. Jangan-jangan... tubuhku sekarang telah menjadi hewan lain? Tidak mungkin, mana bisa begitu... tapi tidak ada penjelasan lain. Apakah aku bereinkarnasi menjadi hewan lain?",[104,14486,14487],{},"Aku buru-buru menoleh ke belakang. Pada selaput kuning bergelambir yang baru saja kutinggalkan, terpantul bayangan serangga besar yang menjijikkan. Kepalanya berwarna oranye pucat dengan dua titik hitam kecil yang polos. Dari tubuhnya yang berwarna kuning kehijauan pucat, tumbuh delapan kaki yang sangat panjang dan kurus. Aku mencoba mengangkat tangan dengan cepat. Serangga aneh di pantulan itu juga mengangkat kaki depannya yang panjang dengan gerakan yang sama.",[104,14489,14490],{},"\"Vweeeeeeek!?\"",[104,14492,14493],{},"Seharusnya aku berteriak, tapi yang terdengar adalah suara pekikan aneh. Suara itu sama sekali tidak cocok dengan hewan apa pun yang kutahu.",[104,14495,14496],{},"Bo, bohong, kan...? Ini, aku...? Aku, jadi ini...? Aku tidak ingat banyak tentang kehidupan sebelumnya selain fakta bahwa aku dulu manusia... tapi bukankah karmaku terlalu berat? Apa sih dosa yang kuperbuat di kehidupan sebelumnya?",[104,14498,14499],{},"Saat aku sedang terpaku menatap wajahku sendiri di pantulan selaput itu karena saking syoknya, tiba-tiba di dalam otakku muncul sesuatu seperti jendela pesan kotak ala game.",[104,14501,14502],{},[252,14503],{"alt":14504,"src":14505,"title":14504},"image_00051","/images/n04/05/00051.jpeg",[104,14507,14508],{},"Be, Baby Abyss...? Eh, apa ini?\nJangan-jangan, itu aku?",[104,14510,14511],{},"【〖Baby Abyss〗: Monster Peringkat D-】\n【Bentuk larva dari 〖Abyss〗. Memiliki penampilan yang mengerikan, tetapi masih lebih baik dibandingkan setelah berevolusi, jadi jika menemukan individu pada tahap ini, disarankan untuk segera memusnahkannya.】\n【Lebih sering melakukan kanibalisme dibandingkan bentuk dewasa, dan saat lapar bahkan bisa memakan bagian tubuhnya sendiri.】",[104,14513,14514],{},"E-Evolusi!? Bisa berevolusi? Tunggu dulu, kalau begitu bakal jadi lebih menjijikkan lagi, dong!? Lebih dari sekarang!? Gak ada mimpi dan harapan sama sekali, woy!?",[104,14516,14517],{},"Tenang, tenanglah diriku. Mari berpikir dingin sejenak. Tidak, ini pasti aneh. Ini pasti mimpi. Kalau aku mencubit pipi, pasti aku akan segera sadar kalau ini mimpi... Aah, kaki depanku tidak sampai ke wajah, sial, bikin emosi saja... Lagian, pipiku di sebelah mana?",[104,14519,14520],{},"Saat aku sedang panik dan menggerak-gerakkan kaki depan dengan heboh, dari selaput telur merayap keluar serangga-serangga menjijikkan yang berwujud sama denganku. Tiba-tiba, kata 'kanibalisme' yang baru saja kubaca terlintas di benakku. A-Aku bakal dimakan!? Baru reinkarnasi lima menit langsung tewas! Tanpa pikir panjang, aku memunggungi saudara-saudaraku itu dan berlari sekuat tenaga dengan kedelapan kakiku. Karena panjang kaki yang tidak rata, bergerak jadi sangat sulit. Struktur tubuh cacat macam apa ini?",[104,14522,14523],{},"Begitu turun dari gunung makhluk cokelat itu, terhampar tanah biasa. Di sekeliling banyak pepohonan, sepertinya ini di dalam hutan. Aku menoleh sekilas ke belakang dan bertatapan dengan wajah hewan cokelat itu. Hewan cokelat itu jelas-jelas sudah jadi bangkai, tapi mata tanpa cahayanya seolah sedang memelototiku. Ada tanduk besar yang tumbuh di dahinya. Rupanya selaput telur itu menutupi bangkai sapi raksasa. Melihat secara keseluruhan, aku baru sadar betapa mengerikannya pemandangan itu.",[104,14525,14526],{},"Pokoknya... pokoknya, aku harus kabur dari sini! Mati dikerubungi makhluk menjijikkan seperti itu, aku sama sekali tidak mau!",[104,14528,14529],{},"Aku terus berlari sekuat tenaga. Setelah merasa agak tenang, aku menghentikan langkah.",[104,14531,14532],{},"Hah... hah, kalau sudah sampai sini, mereka pasti tidak akan mengejar. Kakiku juga sudah gemetar. Aku tidak bisa melangkah lagi.",[104,14534,14535],{},"Aku menekuk kaki dan ambruk di tempat. Gara-gara berlari, aku jadi lapar lagi... saat sedang berpikir begitu, aku melihat bayangan sesuatu mendekat dari balik pepohonan.",[104,14537,14538],{},"Makhluk itu jauh lebih besar dari Baby Abyss, tubuhnya berwarna merah menyala, dan lidah panjang menjulur dari mulutnya. Wujudnya adalah... ya, laba-laba raksasa.",[104,14540,14541],{},[252,14542],{"alt":14543,"src":14544,"title":14543},"image_00052","/images/n04/05/00052.jpeg",[104,14546,14547],{},"A-Ada makhluk yang jelas-jelas lebih kuat dariku datang!? Aku mencoba kabur seketika, tapi benang yang dimuntahkannya dengan cepat melilit tubuhku. Meski aku meronta sekuat tenaga, benang itu tidak bergeming. Tamat sudah, benar-benar tamat. Wajah laba-laba raksasa itu mendekat ke arahku sambil menjulurkan lidah ungu kemerahannya. Setidaknya... setidaknya, tolong bunuh aku dalam satu gigitan. Hanya doa itu yang bisa kupanjatkan sambil gemetar ketakutan.",[104,14549,14550],{},"\"Vweaaaaa!\" \"Vweaaaaa!\"",[104,14552,14553],{},"Tiba-tiba, terdengar dua teriakan. Saat kulihat, ada dua serangga aneh berkepala oranye yang sepertinya mengejarku tadi. Itu Baby Abyss. Penampilan menjijikkan itu tidak mungkin salah lihat. Dua ekor Baby Abyss itu berbaris dan memekik ke arah laba-laba raksasa itu, seolah memprovokasinya.",[104,14555,14556],{},"Me-Mereka, kenapa...? Bukannya mereka mau memakan sesamanya, alias aku? Aku... padahal aku kabur karena takut dan jijik pada kalian, tahu? Tapi kenapa kalian malah mempertaruhkan nyawa untuk menolongku? Aku merasakan mataku memanas. Bersamaan dengan itu, rasa bersalah menyerangku.",[104,14558,14559],{},"Namun, aku segera sadar. Laba-laba merah ini jauh lebih kuat dari kami. Situasi ini hanya berarti makanannya bertambah jadi tiga. Tidak ada yang berubah.",[104,14561,14562,14563,14566],{},"Da-Dasar bodoh! Biarkan saja aku! Cepat lari sana! Harapanku sia-sia, si laba-laba merah menoleh ke arah dua Baby Abyss yang memekik putus asa itu, lalu ",[111,14564,14565],{},"syut",", menyemburkan benang panjang dari mulutnya dan membuat kedua Baby Abyss itu tak bisa bergerak. Kemudian dengan langkah santai dan penuh percaya diri, ia berjalan menuju kedua Baby Abyss itu.",[104,14568,14569],{},"\"Vweeeeeeek! Eeeeeekk!\"",[104,14571,14572],{},"Aku berteriak sekuat tenaga. Oi! Laba-laba lidah panjang! Kalau mau makan, makan aku duluan sini! Kau takut padaku ya, hah!",[104,14574,14575],{},"Mungkin makian dalam hatiku sedikit tersampaikan, laba-laba merah itu menghentikan gerakannya sejenak dan menoleh kembali ke arahku. Para Baby Abyss di seberang sana kembali memekik putus asa untuk menarik perhatiannya, tapi kali ini target si laba-laba merah tidak goyah. Dia berjalan perlahan ke arahku.",[104,14577,14578],{},"Maju... majulah sini. Biarpun peluang menangnya tipis, aku akan menggigitmu sekuat tenaga dan membunuhmu. Gigiku beradu karena gemetar. Nyawaku sekarang sudah tidak penting lagi. Tapi! Mereka! Aku tidak akan membiarkan dia menyakiti para Baby Abyss yang mencoba melindungiku itu. Biarpun harus mati bersama, akan kugigit kau sampai mati! Saat aku sudah membulatkan tekad, terdengar pekikan keras yang menggelegar.",[104,14580,14581],{},"\"Vweeeeeeeeeeeeeeeekk!\"",[104,14583,14584],{},"Terlihat seekor serangga raksasa datang mendekat. Ukurannya bahkan lebih besar satu tingkat dari laba-laba merah itu. Kecepatannya luar biasa. Dia menggerakkan kaki-kakinya yang panjangnya tidak rata itu dengan terampil, meliuk-liuk dengan kecepatan tinggi. Menjijikkan setengah mati. Wujudnya mirip dengan kami, tapi tubuhnya didominasi warna hitam. Dan, dia jauh lebih menjijikkan daripada kami. Apakah itu... bentuk dewasa dari Abyss!? Aku kalau sudah tua bakal jadi seperti itu!? Eh, sebentar, itu sih keterlaluan, kan!? Maaf, tolong jangan sampai aku jadi begitu!",[104,14586,14587],{},"Daripada merasa lega karena bantuan datang, kepalaku lebih sibuk meratapi betapa beratnya dosa masa laluku. Laba-laba merah yang melihat Abyss dewasa itu langsung mencoba kabur, tapi dengan mudah punggungnya ditindih, dan kepalanya digigit putus hingga mati. Kejadian itu berlangsung dalam sekejap. A-Abyss dewasa, kuat banget... tapi menjijikkan...",[104,14589,14590],{},"\"Vweeee!\" \"Vweeee!\"\n\"Vweeee!\"",[104,14592,14593],{},"Berkat bantuan si dewasa yang melepaskan benang kami, kami saling membelitkan kaki dan menggeliat-geliat merayakan keselamatan kami. Anehnya, aku sudah tidak lagi merasa mereka semenjijikkan di awal tadi.",[99,14595,1605],{"id":1604},[104,14597,14598,14599,14602],{},"Aku menggoreskan tanda silang di tanah dengan kaki depanku. ",[111,14600,14601],{},"Krek krek",". Hari ini tepat hari ketiga puluh sejak aku bereinkarnasi menjadi Baby Abyss. Kehidupan sebagai monster serangga ini, kalau sudah terbiasa, ternyata cukup nyaman juga. Rutinitasku adalah menunggu orang tua (Abyss yang menolong kami waktu itu sepertinya adalah orang tua kami) membawakan makanan, sambil bermain dengan saudaraku Abi-o dan Abi-ko (dua Baby Abyss yang menolongku waktu itu).",[104,14604,14605],{},"\"Vwe?\" 『Kenapa, Kak?』",[104,14607,14608],{},"Abi-ko mendekat dan menatap tanda silang yang kuukir di tanah dengan heran. Aku memalingkan pandangan ke kejauhan untuk mengalihkan perhatian, dan Abi-ko ikut melihat ke arah yang sama. Saat aku mulai berlari, dia langsung mengikuti di belakangku. Ternyata dia cukup imut.",[104,14610,14611],{},"Dalam satu bulan ini, aku mengetahui bahwa selain ingatan masa lalu, aku juga memiliki keistimewaan yang cukup unik di dunia ini. Jendela pesan kotak misterius yang bisa kulihat saat bertemu monster... sepertinya hanya aku yang bisa melihatnya. Benda yang biasa disebut 'Status' ini tidak hanya menunjukkan indikator pertumbuhan seperti Lv dan HP (kesehatan), tapi juga kekuatan serangan dan skill yang dimiliki. Dengan ini, aku bisa segera menghindari musuh berbahaya, dan karena aku tahu apa yang akan dilakukan monster yang kutemui, aku bisa mengambil tindakan yang tepat. Saat aku menggunakan ini untuk menyelamatkan saudara-saudaraku dari monster, induk Abyss sangat terharu.",[104,14613,14614,14615,14618],{},"Selain itu... sepertinya ada banyak skill yang bisa dipelajari jika berniat melatihnya. Mungkin ada batasan bahwa skill tersebut harus cocok dengan rasku, Baby Abyss. Aku mencuri-curi waktu dari pengawasan saudara lain dan orang tua untuk berlatih skill, dan setelah ",[111,14616,14617],{},"trial and error",", aku berhasil membuat kami bertiga—aku, Abi-o, dan Abi-ko—menguasai 〖Telepathy〗 (Nenwa) untuk komunikasi pikiran, 〖Rest〗 yang merupakan sihir pemulihan, dan 〖Presence Sense〗 (Deteksi Kehadiran) untuk mengetahui posisi monster di sekitar. Tiga skill ini tidak dimiliki oleh Abyss lain mana pun. Ini adalah buah dari usaha keras kami.",[104,14620,14621],{},"〖Rest〗 dan 〖Presence Sense〗 sangat berguna dalam penjelajahan. Dengan menggunakan skill ini, di antara hampir dua puluh saudara kami, hanya kami bertiga yang levelnya naik dengan stabil. Aku 【Lv: 12/25】, Abi-o 【Lv: 9/25】, dan Abi-ko 【Lv: 8/25】. Baby Abyss lainnya paling tinggi hanya level 3.",[104,14623,14624],{},"Skill 〖Telepathy〗 jika dikembangkan bisa digunakan untuk mencuri dengar pikiran monster lain. Dari informasi yang kumpulkan dengan cara itu, aku tahu bahwa Ayah Abyss kami ternyata gugur bersamaan saat melawan Graphant demi membuat tempat penetasan (media tanam) untuk kami, dan sekarang Ibu Abyss membesarkan kami seorang diri. Kisah yang cukup mengharukan. Aku menangkupkan kaki depanku, berdoa diam-diam untuk ayah di kehidupan ini yang belum pernah kutemui. Ayah, aku berjanji akan menjadi Abyss yang hebat...!",[104,14626,14627],{},"Kami bertiga, aku, Abi-o, dan Abi-ko menyelinap keluar dari sarang untuk melakukan penjelajahan rahasia. Akhirnya, kami berhasil mengepung dan menghabisi musuh bebuyutan masa lalu kami, laba-laba merah Taran Rouge. Sebenarnya peluang menang kami sudah cukup besar karena level individu itu cukup rendah, tapi kami cukup kewalahan... Kami berhasil membunuhnya karena dia bersikeras tidak mau kabur. Kecepatannya di atas kami. Kalau dia mau kabur, pasti bisa, tapi sepertinya harga dirinya tidak mengizinkan dia lari dari sekadar Baby Abyss.",[104,14629,14630],{},"Saat kami sedang bersorak gembira... seekor Abyss dewasa muncul dari kedalaman hutan. Itu bukan Ibu, juga bukan Paman yang sering datang bermain. Dan lagi... saat kulacak dengan 〖Telepathy〗, aku merasakan permusuhan yang nyata.",[104,14632,14633],{},"『Hihi... hihi... Kelihatan enak... Serahkan... Enak... Hihi...』",[104,14635,14636],{},"Abyss itu meneteskan air liur dari mulutnya. Ini... adalah laba-laba merah yang kami kalahkan mati-matian. Tapi... tapi, kami belum sanggup melawan Abyss dewasa... Apalagi Abyss ini levelnya sedikit lebih tinggi dari Ibu kami. Sial, tapi kita harus mundur, Abi-o...",[104,14638,14639],{},"『Gak, gak mau... Ini, bukti usaha dan persahabatan kita! Jangan sampai diambil orang seperti dia...!』",[104,14641,14642],{},"Abi-o... aku mengerti perasaanmu, tapi tidak bisa. Kita masih larva. Mustahil menang. Meski kita yang paling hebat di antara para bayi, jangan salah paham. Anak kecil tidak bisa melawan orang dewasa. Perbedaan statusnya terlalu jauh. Tidak ada peluang menang satu banding sejuta pun. Kecepatan dan kekuatan serangan, selama itu tidak sebanding, kita tidak punya harapan menang.",[104,14644,14645],{},"『Hah! Kalau begitu, kau mundur saja!』",[104,14647,14648],{},"Tiba-tiba Abi-o melompat maju. O-Oi! Sudah kubilang jangan! Aku berpikir untuk mengejarnya, tapi aku ragu sejenak. Dengan statusku, seharusnya aku bisa menyusul Abi-o. Tapi jika aku melakukannya... aku pasti akan dibunuh. Karena aku bisa melihat dengan jelas kekuatan Abyss dewasa itu, aku tahu bahwa jika aku maju, peluang selamatnya nol, dan itu membuatku ragu. Padahal saat baru lahir... Abi-o tanpa pikir panjang langsung menerjang untuk menolongku.",[104,14650,14651],{},"Aku segera sadar kembali, tapi saat aku mulai berlari, semuanya sudah terlambat. Abyss itu bergerak cepat dan menggigit hancur separuh tubuh Abi-o. Tubuh Abi-o terguling, kakinya bergerak lemah.",[104,14653,14654],{},"Abi... o? Be-Bertahanlah, Abi-o! Benar, aku akan merapal 〖Rest〗 padamu sekarang! Ya?",[104,14656,14657],{},"Saat aku mendekat dengan sempoyongan ke arah Abi-o, terdengar suara 〖Telepathy〗 darinya.",[104,14659,14660],{},"『Maaf, ya... Aku, bikin kesalahan. Seharusnya aku, dengar kata-katamu, seperti biasa... Kau itu hebat, bisa melihat segalanya... Tapi, entah kenapa, aku merasa kesal akan hal itu... Aku, jadi iri padamu... Makanya, saat kau bilang menyerah begitu saja, aku malah memberontak...』",[104,14662,14663],{},"Abi-o... jangan bicara seperti mau mati begitu... Ti-Tidak apa-apa. Di dunia ini, ada skill untuk memulihkan anggota tubuh yang hilang! Kalau kita berusaha mempelajarinya, pasti...! Aku akan berusaha! Jadi...!",[104,14665,14666],{},"『...Bawalah Abi-ko, lari... Aku, sudah tidak tertolong. Kau pintar, pasti paham kan?』",[104,14668,14669],{},"Mendengar itu, aku tersadar. Abi-o... sudah tidak bisa diselamatkan. Yang bisa kulakukan sekarang hanyalah membawa Abi-ko lari. Aku kembali ke tempat Abi-ko, menggendong Abi-ko yang mematung tak bisa bergerak, lalu berlari.",[104,14671,14672],{},"Abyss itu... aneh. Sejak awal, dia penuh dengan niat membunuh terhadap kami. Kalau terus berada di dekat sini, Abi-ko juga dalam bahaya! Sekarang, sekarang... hanya bisa lari...",[104,14674,14675],{},"\"Vwe...?\" 『A, apa kita akan meninggalkan Kak Abi-o...?』",[104,14677,14678],{},"Abi-ko memekik dengan suara gemetar. Aku mengabaikannya dan berlari tanpa memikirkan apa pun. Kalau kembali ke sarang, ada Ibu Abyss. Ada Paman Abyss juga. Kalau bekerja sama, satu ekor Abyss seperti itu pasti bisa diatasi. Aku pasti akan membalaskan dendam Abi-o...!",[104,14680,14681],{},"『Hihi, hi, hihi』",[104,14683,14684],{},"Dari belakang, terdengar suara basah dan renyah, suara sahabat sekaligus saudaraku, Abi-o, sedang dimakan.",[104,14686,14687],{},"Sesampainya di sarang tempatku melarikan diri... aku terpaku. Tempat itu telah menjadi neraka. Di gundukan daging busuk sapi raksasa Graphant yang menjadi tempat penetasan Baby Abyss, kini dipenuhi oleh Abyss dewasa asing yang tak dikenal. Di sekitarnya, berserakan bangkai-bangkai Baby Abyss yang tubuhnya terkoyak-koyak. Itu saudara-saudaraku. Di dekatnya, ada sisa-sisa tubuh yang sepertinya Ibu dan Paman...",[104,14689,14690],{},"Aku dan Abi-ko menyembunyikan hawa keberadaan dengan skill 〖Stealth Step〗, memandang semua itu dengan tatapan kosong dari balik pepohonan. Berkat 〖Presence Sense〗, kami menyadari pembantaian ini sebelum ketahuan. Aku dan Abi-ko tidak bisa berbuat apa-apa... hanya bisa menatapnya. Tidak ada 〖Telepathy〗 apa pun dari Abi-ko. Aku pun tidak berminat mengirimkan pesan apa pun.",[104,14692,14693],{},"Rasa marah sudah terlampaui, kini hanya tersisa kehampaan. Rasanya aku ingin melompat keluar dan mengakhiri semuanya. Sarang Abyss yang kucintai sudah tidak ada lagi di mana pun. Kaki depan dari sisa tubuh yang sepertinya milik Ibu bergerak lemah. Dia masih hidup. Tapi kemudian Abyss lain melompat ke arahnya dan memakan tubuhnya tanpa ampun.",[104,14695,14696],{},"Sebelum aku sempat melangkah maju dengan goyah, Abi-ko sudah maju duluan. Melihat itu, aku jadi tersadar kembali. Aku menahan punggung Abi-ko, dan dengan paksa membawanya pergi dari sana.",[104,14698,14699],{},"『Sudah, sudah tidak kuat... Ini batasnya... Aku sudah tidak mau lagi...』",[104,14701,14702],{},"Beberapa saat kemudian, pesan 〖Telepathy〗 datang dari Abi-ko.",[104,14704,14705],{},"Abi-ko... ayo kita balas dendam pada mereka. Kita akan memusnahkan sarang mereka sampai tak bersisa.",[104,14707,14708],{},"『Hal seperti itu, mana mungkin bisa...』",[104,14710,14711],{},"Tidak, kita bisa. Karena aku punya... mata yang bisa melihat status. Aku pasti akan mendapatkan kekuatan untuk mengalahkan mereka, dan pasti akan membalaskan dendam.",[104,14713,14714],{},"Beberapa waktu kemudian, Abyss yang menyerang sarang kami waktu itu mulai berkeliaran di sekitar sini. Setelah bersembunyi dan mencuri pikiran mereka lewat 〖Telepathy〗, ternyata mereka adalah Abyss yang datang dari sarang besar yang jauh. Rupanya baru-baru ini lahir bos baru, dan atas perintah bos itu, mereka keluar melakukan penjelajahan untuk memperluas wilayah berburu. Dan di tengah perjalanan itu, mereka menemukan pemukiman kecil Abyss dan memusnahkannya sesuai perintah.",[104,14716,14717],{},"Amarahku membara. Aku akan menghancurkan sarang mereka, sama seperti mereka menghancurkan sarang kami. Bos mereka itu juga akan kugigit sampai mati.",[99,14719,1885],{"id":1884},[104,14721,14722,14723,14726],{},"──Sejak saat itu, tujuh tahun telah berlalu. Terasa sangat lama sampai di titik ini. Setelah berhasil kabur bersama Abi-ko, aku membangun sarang Abyss kecil yang bahagia di tanah yang jauh. Setelah hidup stabil, aku menghabiskan hari-hari dengan ",[111,14724,14725],{},"leveling"," yang efisien menggunakan skill unikku 〖Status Inspection〗, serta mempelajari skill baru. Aku yang dulu hanya seekor Baby Abyss, telah melalui evolusi dari 〖Baby Abyss: D-〗, 〖Abyss: C〗, 〖Abyss Knight: B-〗, dan akhirnya menjadi 〖Abyss Brave: A-〗. Ukuran Abyss Brave kira-kira sebesar Graphant, tapi statusnya jauh melampaui Graphant. Terlebih lagi, sejak menjadi spesies ini, aku mendapatkan beberapa skill yang sangat kuat. Tubuhku diselimuti cahaya keemasan. Penjelasannya sederhana: 【Abyss yang berharap menjadi pahlawan sejati.】",[104,14728,14729],{},"Saat menjadi Abyss Knight, skill gelar 〖Final Evolver〗 muncul di statusku, jadi aku sempat putus asa mengira ini batas akhirku. Namun, saat aku sedang berjalan di hutan dan dikejar-kejar oleh seorang pendekar pedang berambut emas yang gigih, aku memancingnya ke sarang cintaku bersama Abi-ko dan menggunakan gerombolan anak-anak kami untuk menghabisinya. Saat itulah aku mendapatkan skill suci 〖Path of Humanity〗, dan tiba-tiba gelar 〖Final Evolver〗 menghilang, lalu di pilihan evolusi muncul 〖Abyss Brave〗. Itu benar-benar benang penyelamat dari langit.",[104,14731,14732],{},"\"...Sudah waktunya pergi?\"",[104,14734,14735],{},"Wanita cantik berambut hitam yang duduk di atas batang kayu itu bergumam pelan dengan nada kesepian. Dia adalah Abi-ko. Dia mempelajari 〖Human Form〗 di evolusi selanjutnya. Menggunakan skill ini, kami berhasil menjalin aliansi dengan manusia yang tinggal di sini, suku Lithoviar, yang dulu sempat berperang dengan kami.",[104,14737,14738],{},"Omong-omong, Abi-ko melalui jalur evolusi 〖Baby Abyss: D-〗, 〖Abyss: C〗, lalu 〖Abyss Priest: B-〗.",[104,14740,14741],{},"Ya, ayo pergi, Abi-ko. Demi hari inilah aku terus berlatih sampai sekarang.",[104,14743,14744],{},"Kami tidak akan melibatkan anak-anak kami. Jumlah dan kualitas musuh, terus terang, jauh di atas anak-anak aku dan Abi-ko. Mereka tidak akan banyak membantu.",[104,14746,14747],{},"Ras bos musuh yang kami benci itu adalah... 〖Mother: B+〗. Dia memiliki kekuatan yang menguntungkan untuk membesarkan keturunan, dan daya reproduksinya jauh di atas kami. Ditambah lagi, karena beraliansi dengan suku Lithoviar, kami membatasi perluasan sarang agar tidak melebihi ketentuan.",[104,14749,14750],{},"Kekuatan bos itulah yang membuatku sempat yakin bahwa evolusi terakhirku mentok di B-. Aku juga berusaha mati-matian mengumpulkan skill gelar dan informasi agar bisa berevolusi menjadi lebih kuat, tapi berdasarkan hasil verifikasi, sepertinya untuk mencapai 〖Mother〗 ada syarat harus berjenis kelamin betina dan harus dibesarkan langsung oleh 〖Mother〗. Itu adalah lawan yang seharusnya mustahil kami kalahkan.",[104,14752,14753],{},"Jujur saja, aku bisa menjadi 〖Abyss Brave: A-〗 adalah berkat kebetulan si rambut emas itu datang. Kalau tidak secara ajaib mendapatkan skill misterius dan evolusi baru itu, peluangku menang melawannya tidak ada satu banding sejuta pun. Terima kasih, orang berambut emas yang kalau tidak salah namanya Irushia. Kematianmu tidak akan kusia-siakan.",[104,14755,14756],{},"Aku bersama Abi-ko (dalam mode Abyss), hanya berdua menyerbu lubang besar yang menjadi sarang Mother. Cuci lehermu dan tunggulah. Kami akan membasmi mereka tanpa sisa.",[104,14758,14759],{},"Aku dan Abi-ko menghabisi kerumunan Abyss, Heavy Abyss, dan Mother Guard yang menyerang, mengurangi jumlah mereka dengan pasti. Akhirnya Mother yang sudah tidak sabar meruntuhkan dinding dan menampakkan wujudnya. Tentakel yang menggeliat dalam jumlah banyak, dan empat mata yang mengerikan. Di hadapan tubuh raksasa Mother yang abnormal itu, aku dan Abi-ko tidak bisa berhenti gemetar. Tentu saja, ini gemetar karena semangat bertarung. Hari ini, adalah hari yang telah kami tunggu selama tujuh tahun...",[104,14761,14762],{},"Ibu, Paman... dan Abi-o, saudara-saudaraku... maaf membuat kalian menunggu selama ini. Aku membayangkan sosok kerabatku yang terbunuh satu per satu. Yah, sebenarnya mereka semua punya tubuh dan wajah yang sama jadi aku tidak bisa membedakannya, tapi yang penting adalah perasaannya.",[104,14764,14765],{},"\"Vweeeeeeeeeeeeeeeeeeeeek!\"",[104,14767,14768],{},"Mother meraung.",[104,14770,14771],{},"\"Vweeeeeeeeeek!\" \"Vweeeeeeeeeeeeeeeeeek!\"",[104,14773,14774],{},"Aku dan Abi-ko membalas raungan itu tanpa mau kalah, menendang para kroco, dan menerjang ke arah Mother.",[99,14776,2018],{"id":2017},[104,14778,14779],{},"Pertarungan berlangsung selama sehari penuh. Namun, akhirnya saat-saat terakhir tiba. Skill Mother, 〖Eat and Regenerate〗 yang memakan temannya sendiri untuk memulihkan diri, sempat membuat kami kewalahan. Tapi aku yang kehabisan MP akhirnya memutuskan untuk bertaruh dalam satu serangan habis-habisan, dan aku memenangkan taruhan itu. Pertarungan yang sangat tipis. Ternyata, Mother memang kuat. Mungkin seharusnya aku menaikkan level sedikit lagi... tapi yah, hasilnya oke.",[104,14781,14782],{},"Pada akhirnya kami... tidak memusnahkan sarang Mother. Setelah mengalahkan Mother, aku mendekati bangkai monster di dekat sana yang ditempeli selaput telur Baby, tapi di sana ada seekor Abyss yang dengan gigih menyerang kami. Padahal dia tidak mungkin menang melawanku yang sudah mengalahkan Mother. Tapi, ibuku juga pasti melakukan hal yang sama. Memikirkan itu, dadaku tiba-tiba terasa sesak. Abi-ko dengan lembut menyentuh kaki depanku yang gemetar terarah ke Abyss itu, lalu menurunkannya.",[104,14784,14785],{},"『Ayo pulang?』",[104,14787,14788],{},"Aku menundukkan kepala dalam diam. Kemudian kami berdua meninggalkan sarang Mother dan kembali ke sarang kami. Di sarang, anak-anak berkerumun menyambut kami. Mereka marah karena kami pergi menyerbu sarang musuh tanpa mengajak mereka. Maaf ya, tapi ini hasil pertimbangan yang matang. Maafkan keegoisan Ayah.",[104,14790,14791],{},"\"Guaaaaaa!\"",[104,14793,14794],{},"Aku mengelus kepala anak-anak dengan kaki depanku. Eh, digigit. Hahaha, marahnya lumayan serius nih...",[104,14796,14797],{},"\"Guaaaaaa! Guaaaaaa!\"",[104,14799,14800],{},"Cih, berisik amat. Apa ini, suara apa? Naga?",[104,14802,14803],{},"Naga setengah matang macam itu, biar Sang Abyss Brave Pahlawan dari Abyss ini yang menjadikannya abu. Aku mengarahkan kaki depanku ke arah suara itu dan melepaskan 〖Brave Wave〗. Itu jurus andalan Abyss Brave. Terasa kena, aku menang. Detik berikutnya, rasa sakit yang luar biasa menjalar di kepalaku dan aku terbangun.",[104,14805,14806],{},"Tanpa sadar aku sudah berada di kuil Dewa Naga. Partnerku (kepala naga satunya) memelototiku dengan wajah murka. Di wajahnya ada garis merah miring, seolah baru saja terkena 〖Wind Scythe〗 (Kamaitachi) secara telak.",[104,14808,14809],{},"\"Gaaaaaa!\" 『Kau, jangan ngelindur woy!』",[104,14811,14812],{},"I, ini pertama kalinya aku melihat Partner semarah ini... Eh, apa ini? Apa yang terjadi? Tunggu, mana istriku tercinta Abi-ko dan anak-anakku? Saat memikirkan itu, taring ditancapkan ke kepalaku. Sakit banget.",[104,14814,14815],{},"Aku mencari istriku Abi-ko dan anak-anak, menepuk-nepuk sekitar dengan kaki depanku. Tanganku menyentuh sesuatu. Itu Abyss. Syukurla...",[104,14817,14818],{},"『Gak syukur woy!? Kau ini ngomong apa! Buang! Buang! Menjijikkan!』",[104,14820,14821],{},"Saat aku masih linglung, Aro menatapku dengan cemas dari dalam kuil.",[104,14823,14824],{},"\"Tu, Tuan Naga...?\"",[104,14826,14827],{},"Melihat sosok Aro, akhirnya otakku mulai sadar. ...Eh, mimpi? Itu tadi, semuanya mimpi!? Abi-ko-ku cuma mimpi!?",[104,14829,14830],{},"Aku buru-buru melempar Abyss yang kupegang. Rupanya karena tadi bertarung melawan kawanan Abyss saat penaklukan Mother, aku jadi bermimpi gila seperti itu. Abyss ini pasti sisa-sisa keturunan Mother.",[104,14832,14833],{},"『Oi, cepat bunuh itu pakai angin! Kalau kabur nanti beranak pinak lho!』",[104,14835,14836],{},"Aku mengarahkan fokus sayapku ke Abyss yang melarikan diri itu, hendak menembakkan 〖Wind Scythe〗. Tapi... aku tidak bisa. Di benakku, terbayang sosok Abi-ko yang dengan lembut menghentikan kakiku. Aku... tidak bisa... Akhirnya aku menurunkan sayapku. Partner menatapku dengan wajah garang.",[104,14838,14839],{},"Partner... Abyss juga punya... kehidupan serangga Abyss-nya sendiri... mereka hidup dengan gigih...",[104,14841,14842],{},"『Masih ngelindur ya kau, oi!』",[104,14844,14845],{},"Aku digigit lagi.",{"title":1469,"searchDepth":1470,"depth":1470,"links":14847},[14848,14849,14850,14851],{"id":1500,"depth":1470,"text":1501},{"id":1604,"depth":1470,"text":1605},{"id":1884,"depth":1470,"text":1885},{"id":2017,"depth":1470,"text":2018},13,{},"/novels/tensei-dragon/vol-5/bonus-1",{"title":14456,"description":1469},"novels/04.tensei-dragon/05.vol-5/13.bonus-1","-54znyignLf7aa_s20rOOZRDQVgcUvS1Fg1UyINXxSI",{"id":14859,"title":14860,"body":14861,"chapterNumber":15103,"description":14865,"excerpt":1475,"extension":1476,"hidden":31,"meta":15104,"mtl":11,"navigation":11,"path":15105,"publishedAt":1479,"seo":15106,"stem":15107,"volumeNumber":1482,"__hash__":15108},"chapters/novels/04.tensei-dragon/05.vol-5/14.bonus-2.md","Bonus Spesial: Sisi Lain Naga Berkepala Dua ~Edisi Tidur Bersama~",{"type":96,"value":14862,"toc":15101},[14863,14866,14869,14872,14874,14877,14879,14882,14885,14891,14894,14897,14900,14903,14906,14909,14912,14915,14918,14921,14924,14927,14934,14941,14944,14947,14950,14953,14956,14959,14962,14965,14968,14971,14974,14977,14980,14983,14986,14989,14992,14995,14998,15000,15003,15006,15009,15012,15015,15018,15021,15024,15027,15030,15033,15036,15039,15041,15044,15047,15050,15053,15056,15059,15062,15065,15070,15077,15080,15083],[104,14864,14865],{},"Larut malam, aku terbangun karena merasakan sakit yang luar biasa di kepalaku. Aduh... ada apa ini... pikirku, dan benar saja, pelakunya adalah Partner. Partner membuka matanya sedikit dan menatap ke arahku.",[104,14867,14868],{},"\"Guu...\" 『Sori, aku ngelindur.』",[104,14870,14871],{},"Pesan telepati dikirimkan dari Partner. Aduh, aduh... orang ini, kepalanya keras banget... yah, karena kami ini bisa dibilang satu individu, mungkin sama saja. Kau juga pasti sakit, kan? Apes banget.",[104,14873,2062],{},[104,14875,14876],{},"Saat Partner bersuara, cahaya hangat keluar dari ujung hidungnya dan masuk ke dahiku. Rasa sakitnya perlahan mereda. Itu skill 〖High Rest〗. Oh, trims ya. Padahal luka segini dibiarkan saja juga bakal sembuh sendiri pakai pemulihan otomatis.",[104,14878,2062],{},[104,14880,14881],{},"Partner bersuara lagi. Kali ini sepertinya dia sedang menyembuhkan dahinya sendiri. Rupanya dia mendahulukanku karena merasa tidak enak. Aku terkejut. Partner... kau bisa peka juga ternyata.",[104,14883,14884],{},"『Apa maksudmu?』",[104,14886,14887,14890],{},[111,14888,14889],{},"Tuk",", Partner membenturkan kepalanya lagi dengan pelan. Ti-tidak, habisnya waktu itu kau lebih memprioritaskan nafsu makanmu dan malah membuat Aro yang harus peka padamu...",[104,14892,14893],{},"『...Kau itu kalau menyangkut pihak ketiga, pendendam juga ya.』",[104,14895,14896],{},"Ma-Maaf. Niatnya cuma bercanda, tapi entah kenapa suasananya jadi serius begitu. Aku tidak bermaksud begitu, kok. Kita sudahi saja pembicaraan ini.",[104,14898,14899],{},"Saat aku membalas lewat pikiran, Partner menundukkan lehernya dan menutup kelopak mata. Perasaanku saja atau dia terlihat lebih menyusut dari biasanya. Sepertinya dia berusaha berhati-hati agar tidak membenturku lagi. Aku merasa tingkahnya itu agak lucu, jadi aku tersenyum pahit. Tidak perlu sehati-hati itu, lah. Kita kan berbagi tubuh yang sama.",[104,14901,14902],{},"Partner membuka satu kelopak matanya dan melirik ke arahku.",[104,14904,14905],{},"『...Maaf ya, sudah membangunkanmu.』",[104,14907,14908],{},"Apa sih, hari ini kau anehnya jujur sekali, atau lebih tepatnya rendah hati. Jadi bikin bingung. Apa kau salah makan? Aku juga minta maaf karena tumbuh di tubuh yang merepotkan ini. Nanti kalau evolusi lagi, jangan sampai kepala kita jadi tiga ya. Cukup dua kepala saja. Kalau lebih ramai dari ini, bakal susah diatur.",[104,14910,14911],{},"『Kalau pilihan evolusinya cuma ada yang satu kepala, bagaimana?』",[104,14913,14914],{},"Kalau begitu kita tidak usah evolusi, tenang saja. Kalau sekarang kau tiba-tiba menghilang, sisi leherku bakal terlalu sepi dan rasanya pasti aneh banget.",[104,14916,14917],{},"Tiba-tiba rasa kantuk menyerang, dan aku ingin menguap. Aku memalingkan wajah dari Partner dan menguap lebar. Kalau menguap sambil bertatapan, nanti air liurku bisa muncrat kena dia, dan aku tidak tahu bakal diomeli apa. Partner waktu itu kelihatan kesal banget saat kena air liurku, jadi aku harus hati-hati.",[104,14919,14920],{},"Partner sempat diam sebentar, tapi dia kembali mengirimkan pesan pikiran padaku.",[104,14922,14923],{},"『Kalau begitu, seandainya ada musuh yang super kuat muncul, dan kita tidak bisa apa-apa kalau tetap seperti ini, bagaimana?』",[104,14925,14926],{},"Oou? Benar-benar ada apa denganmu hari ini? Tumben sekali kau ngotot bertanya. Kenapa, tidak bisa tidur?",[104,14928,14929,14930,14933],{},"Aku pikir dia cuma main-main atau mau mengejekku, jadi aku menoleh ke arahnya. Partner mendekatkan wajahnya ke wajahku, menatapku lekat-lekat dari jarak dekat sambil mendongak. Karena kaget, aku menarik leherku sedikit ke belakang untuk memberi jarak. Dibilang ",[111,14931,14932],{},"puppy eyes"," atau tatapan memelas pun tidak imut sama sekali. Kalau aku manusia, ditatap naga dari bawah begini pasti sudah berbusa mulutku karena ketakutan.",[104,14935,14936,14937,14940],{},"...Tapi, sepertinya dia tidak bertanya dengan nada bercanda atau iseng. Kelihatannya dia serius. Aku membunyikan leherku, ",[111,14938,14939],{},"krek",", mengubah suasana hatiku, dan menghadap kembali ke Partner.",[104,14942,14943],{},"Kalau situasinya sampai aku harus membuangmu agar bisa selamat, aku akan menganggap cara itu tidak pernah ada sejak awal dan mencari jalan lain sekuat tenaga. Kalau masih tidak ketemu juga, aku akan bertahan sampai titik darah penghabisan, dan kalau masih gagal juga, ya sudah, biarkan saja. Aku tidak tahu situasi macam apa yang kau bayangkan, tapi mungkin aku dan kau akan mati. Kalau dilihat dari hasilnya saja mungkin itu keputusan bodoh, tapi sudah sewajarnya begitu, kan. Kenapa kau mengkhawatirkan hal yang tidak cocok denganmu begitu, sih?",[104,14945,14946],{},"Saling bertatapan lama-lama membuatku malu, jadi aku memalingkan mata. Su-Sudah cukup kan, ayo, cepat tidur? Ya?",[104,14948,14949],{},"『Partner... Dulu kau pernah galau apakah harus membuangku atau tidak kalau situasinya mendesak, kan?』",[104,14951,14952],{},"\"Gafoh!\"",[104,14954,14955],{},"Ditembak tepat sasaran oleh Partner, aku tersedak tanpa sadar.",[104,14957,14958],{},"Pa-Partner-san... waktu itu kan, anu, aku sama sekali belum mengenalmu... dan aku sedang panik soal Nina... itu lho, cuma terlintas sekilas di kepala... Sekarang aku tidak akan memikirkan hal seperti itu! Benar-benar tidak akan! Ma-Maaf. Ternyata waktu itu pikiranku bocor semua ya. Pantas saja waktu itu kau mengamuk tidak jelas. Ditambah lagi kau mengingatnya dengan jelas... Bukan cuma maaf, tapi, anu, aku benar-benar minta maaf. ...Be-Besok, kau mau makan apa? Partner-san...? K-Kau marah?",[104,14960,14961],{},"Partner yang tadinya memasang wajah serius, tiba-tiba tertawa terbahak-bahak.",[104,14963,14964],{},"『Aku tahu kok. Cuma menggoda sedikit.』",[104,14966,14967],{},"Syu-Syukurlah...",[104,14969,14970],{},"『Tapi, besok aku mau makan Graphant kayaknya.』",[104,14972,14973],{},"Ba-Baik... dimengerti. Serahkan padaku, Partner-san.",[104,14975,14976],{},"Setelah puas tertawa, Partner memejamkan mata dan mulai tidur.",[104,14978,14979],{},"...Begitu ya, aku heran kenapa dia tiba-tiba bertanya hal aneh, ternyata apa yang kupikirkan waktu itu masih tersisa di sudut kepalanya. Tenanglah, Partner. Apa pun yang terjadi, aku tidak akan pernah melakukan hal seperti mengorbankanmu.",[104,14981,14982],{},"Aku menatap wajah tidur Partner sejenak. Cahaya bulan yang masuk samar-samar dari mulut gua menyinari pipi Partner dengan lembut. Sisiknya memantulkan cahaya pucat bulan, pemandangan yang fantastis dan indah. Aku sempat terpesona sejenak, tapi segera sadar kembali. Tidak, tidak, ini adalah Tuan Partner Naga Rakus itu.",[104,14984,14985],{},"Rasa kantuk mulai menyerang, jadi aku meletakkan daguku di tanah dan memutuskan untuk tidur. Kalau begitu, sampai jumpa besok, Partner. Mimpi indah ya.",[14987,14988],"hr",{},[104,14990,14991],{},"...Beberapa saat kemudian, aku terbangun karena merasakan sesuatu menabrak wajahku. Sepertinya Partner mengigau, dia menyusupkan wajahnya ke bawah leherku dan bergerak-gerak gelisah.",[104,14993,14994],{},"\"Gaaaa... Guuuu...\"",[104,14996,14997],{},"Untungnya tidak sakit... kalau dipaksa lepas dan dia bangun lagi kan repot juga...",[104,14999,8616],{},[104,15001,15002],{},"Sambil mendengkur pelan, dia menggesek-gesekkan pipinya dengan kuat. Wo-Woy, hentikan! Bikin malu tahu!",[104,15004,15005],{},"Saat aku mencari celah untuk menjauhkan leher, leher Partner malah memanjang mengejarku.",[104,15007,15008],{},"Gu, gugugu... posisinya, posisinya susah! Bangunkan saja ya? Sudah begini, boleh dibangunkan kan!?",[104,15010,15011],{},"\"Guu, Gaa, Guu...\" 『...Muze, Partner... Guu...』",[104,15013,15014],{},"...Tapi melihat wajah bahagia Partner, entah kenapa aku tidak tega. Apa dia sedang bermimpi menggigit Graphant? Dari igauannya—atau lebih tepatnya pikiran tidurnya—sepertinya aku muncul di mimpinya... Yah, bermimpi tanpa ada aku di dalamnya mungkin lebih sulit bagi Partner. Habisnya aku menempel di samping wajahnya 24 jam sehari. Sejak lahir pula.",[104,15016,15017],{},"Aku menyerah, membiarkan posisi wajahnya terkunci menempel di pipiku, dan memutuskan untuk tidur lagi. Kalau sudah terbiasa, sisik Partner yang dingin ternyata cukup nyaman. Ujung hidungnya sesekali menyentuhku dan terasa geli, tapi itu bukan masalah besar.",[104,15019,15020],{},"Tiba-tiba, aku menyadari Aro tidak ada di dalam kuil. Belakangan ini, Treant dan para laba-laba tidur di luar, tapi seharusnya Aro beristirahat di bagian paling dalam kuil...",[104,15022,15023],{},"Saat aku mencari sosok Aro hanya dengan menggerakkan bola mata, aku melihatnya berjejer dengan Petit Nightmare di dekat pintu masuk, menatap tajam ke arahku.",[104,15025,15026],{},"Tidak... Petit Nightmare menatapku tajam, tapi Aro menatap tajam ke arah Partner?",[104,15028,15029],{},"Ada apa Petit Nightmare-san, apa kau pikir Partner akan direbut olehku? Biasanya kau memang selalu menempel pada Partner, sih. Tapi sebelum itu, asal kau tahu saja, aku dan Partner ini hampir satu individu. Cemburu aneh begitu benar-benar salah alamat, tahu. Ini bukan masalah direbut atau tidak.",[104,15031,15032],{},"Dan ada apa denganmu, Aro-san. Yah, sejak Aro hidup kembali, karena hutan berbahaya dan Partner juga agak berbahaya, secara alami dia selalu menempel padaku, jadi mungkin dia menganggapku semacam orang tua keduanya. Mungkin dia cemburu sama seperti Petit Nightmare, tapi arah cemburunya juga agak salah kaprah.",[104,15034,15035],{},"Aro-san, kenapa kau bersekongkol dengan Petit Nightmare, menatap ke sini dalam diam begitu. Hentikan, itu menakutkan. Lagi pula, kalau dilihat dengan tatapan seperti itu, aku malah jadi sadar diri dan merasa aneh. Tidak ada hal yang mencurigakan terjadi di sini, kok. Contohlah Treant-san, dia tidur dengan gaya seolah berkata \"Aku sama sekali tidak tertarik\".",[104,15037,15038],{},"Sambil memikirkan itu dengan mata setengah terpejam, kesadaranku perlahan menjauh, dan kelopak mataku memberat. Akhirnya, aku pun tertidur.",[14987,15040],{},[104,15042,15043],{},"\"Gaaaaaaaaa!\"",[104,15045,15046],{},"Pagi hari, aku terbangun oleh teriakan marah Partner. Aku merasakan sensasi jatuh bebas ke tanah, dan detik berikutnya sisi kepalaku menghantam lantai. Sepertinya kepalaku dijatuhkan dari tempat tinggi. Aku segera mengangkat leher dan mengguncang tubuh untuk membuang kotoran pasir.",[104,15048,15049],{},"A-Ada apa Partner, ada Abyss muncul lagi!?",[104,15051,15052],{},"Saat kulihat, wajah Partner berlumuran lendir dan tanah. Tunggu, lendir... itu air liur, ya?\nTapi, kenapa bisa menempel sebanyak itu di wajahnya...",[104,15054,15055],{},"『Brengsek! Kau mengigau, menjadikan aku bantal, terus ngiler seenaknya sebanyak ini, hah!』",[104,15057,15058],{},"Se-Serius!? Bohong!? Kejadiannya begitu!?\nJa-Jadi... setelah itu, kepalaku naik ke atas...",[104,15060,15061],{},"『Setelah \"itu\" yang mana, bangsat! A-Apa yang kau lakukan saat aku tidur!』",[104,15063,15064],{},"Bu-Bukan begitu! Itu bukan salahku!",[104,15066,15067,15068,174],{},"Aku buru-buru menjauhkan wajah dari Partner, tapi taring Partner dengan cepat menancap di leherku. Sisik Ouroboros yang kuat, ditembus dengan mudah oleh taring Ouroboros yang juga kuat. Darah biru memuncrat, menodai dinding Kuil Dewa Naga. Saat aku mengerang kesakitan karena leherku digigit, Partner melancarkan serangan susulan, menggigitku dua kali lagi dengan ganas. ",[111,15069,14601],{},[104,15071,15072,15073,15076],{},"Hentikan! Serius hentikan! Aku bisa mati! Biarpun aku Ouroboros, kalau digigit sungguhan berkali-kali dari jarak dekat dengan ",[111,15074,15075],{},"Attack Power"," milikmu, aku bakal mati!",[104,15078,15079],{},"Aku melihat sekeliling kuil mencari pertolongan.",[104,15081,15082],{},"Aro dan Petit Nightmare melihat pertengkaran aku dan Partner dari sudut kuil dengan tatapan seolah melihat sesuatu yang mengharukan. Tidak ada lagi atmosfer tajam seperti kemarin dari satu orang dan satu monster itu, malah mereka terlihat lega. Mereka saling bertatapan dan mengangguk-angguk. Aku tidak tahu apa yang kalian pikirkan, tapi aku ini benar-benar dalam bahaya, tahu!? Tunggu, sebentar, jumlah pendarahan ini agak tidak lucu!",[104,15084,15085,15086,15088,15089,15091,15092,15094,15095,11718,15098,15100],{},"Partner! ",[119,15087,445],{},"! Berikan aku ",[119,15090,445],{},"! Mohon maaf, tolong berikan aku ",[119,15093,445],{},"! Aku minta maaf! Sial, percuma, darah sudah naik ke kepalanya! Treant-saaan, ",[119,15096,15097],{},"Rest",[119,15099,15097],{}," saja juga tidak apa-apa, berikan padaku! Aku kompromi deh! Sialan, dia cuma melihat dari pintu masuk tapi sama sekali tidak mendekat! Kalau terseret pertengkaran internal monster Peringkat A, yang ada dia bakal mati duluan sih!",{"title":1469,"searchDepth":1470,"depth":1470,"links":15102},[],14,{},"/novels/tensei-dragon/vol-5/bonus-2",{"title":14860,"description":14865},"novels/04.tensei-dragon/05.vol-5/14.bonus-2","88PPz2yCK9ZuCcvAdFP6UrcH--FLYlqExw4ZDz-Wv6g",{"id":15110,"title":15111,"body":15112,"chapterNumber":15103,"description":15116,"excerpt":1475,"extension":1476,"hidden":31,"meta":15184,"mtl":11,"navigation":11,"path":15185,"publishedAt":1479,"seo":15186,"stem":15187,"volumeNumber":1482,"__hash__":15188},"chapters/novels/04.tensei-dragon/05.vol-5/14.penutup.md","Kata Penutup",{"type":96,"value":15113,"toc":15182},[15114,15117,15120,15123,15126,15129,15132,15135,15138,15149,15156,15159,15165,15168,15170,15176],[104,15115,15116],{},"Halo, saya penulisnya, Nekoko.\nTerima kasih telah membeli Dragon Egg Volume 5!",[104,15118,15119],{},"Volume ini adalah bagian pertama dari Arc Pemukiman Suku Lithoviar. Karena sedikit lebih panjang dari bab-bab lain, sempat ada pembicaraan untuk membaginya menjadi tiga volume: Arc Penaklukan Manticore, Arc Penaklukan Bos Abyss (Mother), dan Arc Tolman yang mengikutinya. Namun, karena biasanya ceritanya dipotong rapi menjadi satu bab per dua volume, dan jika dijadikan tiga volume maka volume tengahnya hanya akan berisi cerita bertarung melawan serangga aneh Abyss terus-menerus—yang menurut saya tidak baik untuk kesehatan mental penulis—jadi kami memutuskan untuk tetap menggunakan format dua volume seperti biasa.",[104,15121,15122],{},"Padahal saya ingin juga melihat volume yang isinya cuma bertarung melawan Abyss. Tidak ingin melihatkah? Volume Abyss di mana sampul, halaman depan berwarna, dan sebagian besar ilustrasinya adalah Abyss. Saya pikir itu akan menjadi prestasi yang terukir dalam sejarah Light Novel, tapi saya kurang keberanian untuk melaksanakannya. Mungkin lebih baik memang tidak jadi.",[104,15124,15125],{},"Demi mengurangi jumlah kata, saya memangkas habis ekspresi yang bertele-tele dan bagian yang tidak perlu, sambil berusaha mati-matiam mempertahankan deskripsi yang menunjukkan perkembangan dan kepribadian karakter, sehingga berhasil melakukan diet naskah besar-besaran. Karena itu, saya rasa volume ini menjadi lebih padat isinya dibandingkan sebelumnya. Karena cakupannya luas, karakter yang muncul pun banyak, sampai-sampai sketsa karakter yang dikirim oleh ilustrator hampir dua kali lipat dari biasanya. Sebagai orang yang paling menikmati momen mengecek sampul, sketsa, dan ilustrasi saat pengerjaan buku, saya membacanya dengan hati gembira.",[104,15127,15128],{},"Nah, omong-omong, sebenarnya ada berita buruk dan berita baik untuk para pembaca. Pilihan dua opsi yang sering ada di film-film, ya. \"Tom, sebenarnya ada berita buruk dan berita baik, kau mau dengar yang mana dulu?\" Sayangnya saya tidak bisa mendengar pendapat pembaca sekarang juga untuk memilih, dan rasanya aneh kalau membuat semangat naik lalu dijatuhkan, jadi supaya bisa dijatuhkan dulu baru dinaikkan, saya akan mulai dari berita buruknya.",[104,15130,15131],{},"Baiklah, dari berita yang menyedihkan. Mungkin ada yang peka dan sudah menyadarinya... Benar. Sebenarnya, alpukat yang saya besarkan dengan penuh kasih sayang dan selalu saya tuliskan di kata penutup setiap kali, akhirnya telah meninggal dunia.",[104,15133,15134],{},"Melewati musim dingin tahun pertama katanya sulit, seperti yang saya tulis sebelumnya, tapi sebenarnya itu bisa dilewati dengan mudah. Saat musim semi tiba, saya pikir \"Inilah saatnya\", saya memindahkannya ke pot baru dan menantikan pertumbuhan alpukat itu. Namun di sini, lingkungan hidup saya sedikit berubah, saya keluar dari rumah orang tua dan tinggal di tempat yang agak jauh. Gawat, alpukatnya tidak bisa dibawa, jadi dengan berurai air mata saya berpisah dengan si alpukat, memohon pada ayah di rumah untuk merawatnya, lalu pindah ke tempat tinggal baru. Saat saya pulang kampung setelah sekian lama, alpukat itu sudah layu tanpa ampun. Saya mendesak ayah, \"Apa-apaan ini,\" tapi katanya dia menyiramnya setiap hari, namun alpukat itu makin lemah dan layu begitu saja. Saya tidak tahu kebenarannya, tapi tanaman kecil memang kadang tiba-tiba layu, jadi mau bagaimana lagi... Mungkin cara memindahkannya yang salah. Pelajaran yang saya dapat dari membesarkan alpukat adalah: sulit membesarkannya dari biji, jadi sebaiknya beli bibit yang sudah jadi. Harganya juga tidak mahal-mahal amat.",[104,15136,15137],{},"Nah, sekarang berita baiknya! Jujur saja cerita alpukat itu tidak penting! Itu cuma pengantar untuk yang ini! Ada pengumuman penting!",[104,15139,15140,15141,15144,15145,15148],{},"Mungkin sudah ada yang tahu, tapi mulai akhir September 2017 ini, komikalisasi ",[111,15142,15143],{},"Dragon Egg"," akan mulai diserialisasikan di situs Comic Earth Star! Hore! Hebat! Tepuk tangan! ",[111,15146,15147],{},"Prok prok prok","!",[104,15150,15151,15152,15155],{},"Artinya, saat Anda memegang buku ini, kemungkinannya komiknya sudah dipublikasikan! Ayo, silakan cari lewat komputer atau ",[111,15153,15154],{},"smartphone"," Anda! Kalau tidak ada internet, duduklah dengan tenang menunggu buku fisiknya!",[104,15157,15158],{},"Saya sendiri saat mengecek versi manganya, merasa sangat gembira melihat keimutan komikal si Baby Dragon, dan membacanya sambil meresapi panel demi panel! Silakan! Saya sangat ingin Anda semua merasakan kegembiraan dan kesenangan ini! Dari sekarang saya sudah menantikan penampilan Plague Dragon Irushia-san dan Ouroboros Irushia-san!",[104,15160,15161,15162,15164],{},"Jadi begitulah, mohon dukungannya untuk ",[111,15163,15143],{}," versi novel dan juga versi manganya!",[104,15166,15167],{},"Dari tempat tinggal baru, sambil menahan air mata mengenang alpukat yang layu,",[104,15169,75],{},[104,15171,15172],{},[252,15173],{"alt":15174,"src":15175,"title":15174},"image_00053","/images/n04/05/00053.jpeg",[104,15177,15178],{},[252,15179],{"alt":15180,"src":15181,"title":15180},"image_00054","/images/n04/05/00054.jpeg",{"title":1469,"searchDepth":1470,"depth":1470,"links":15183},[],{},"/novels/tensei-dragon/vol-5/penutup",{"title":15111,"description":15116},"novels/04.tensei-dragon/05.vol-5/14.penutup","3ZBvJnsyt9nucqP1pFNvz2GsWNA_pV6gO13nWMfsUQI",1775142609197]