Bab 1: Keluarga Duke Krainelt - Bagian 2
Volume 1 - Chapter 3
January 1, 2019
"Sebaiknya kita selesaikan ini secara rahasia. Anggap saja kejadian ini tidak pernah terjadi.""
"Bagaimana dengan Silver!?"
"Dia itu orang yang memegang teguh kata-katanya. Dia tidak akan meninggalkan permintaan yang sudah diterima, dan mungkin masih ada di sekitar sini. Mari kita suruh orang untuk mencarinya. Jika kita meminta maaf dengan tulus, saya yakin Silver akan mengerti."
"Kalaupun Silver membereskan masalah di wilayah ini, fakta bahwa kita telah dipermalukan oleh Keluarga Duke Krainelt tidak akan hilang, 'kan?"
Jalan keluar yang bagus mulai terlihat. Selanjutnya, jika Sebas menunjukkan bahwa aku telah bertindak sewenang-wenang, aku pun bisa mundur. Yah, di mata Keluarga Duke, aku mungkin akan terlihat seperti orang picik yang meminjam wibawa adiknya, tapi itulah yang kuinginkan. Yang akan ikut dalam perebutan takhta adalah Leo. Bukan aku.
"Mengenai hal itu, sebaiknya dibicarakan lagi nanti bersama dengan Pangeran Leonard."
"Berdiskusi dengannya itu sia-sia! Dia itu orang yang akan memaafkan apa saja, tahu!?"
"Karena beliau adalah orang yang seperti itu, orang-orang pun berkumpul di sekelilingnya. Lagi pula, Pangeran Arnold. Memang benar Anda adalah kakak dari Pangeran Leonard, tetapi orang-orang berkumpul di bawah Pangeran Leonard. Sekalipun Anda kakaknya, jika Anda memperburuk hubungan dengan Keluarga Duke tanpa sepengetahuan Pangeran Leonard, posisi Anda sendiri akan menjadi sulit."
"Cih... baiklah. Akan kulakukan seperti katamu. Duke, suruh orang untuk mencari Silver. Jika kau menemukannya, aku yang akan bicara dengannya. Sebas, kau juga bantu dia."
Sambil berakting seolah enggan, aku menyimpulkan pembicaraan.
Setelah ini, jika aku menyelesaikan masalah di wilayah ini sebagai Silver, Duke Krainelt akan menjadi sekutu Leo. Bisa dibilang ini adalah langkah awal yang cukup baik dalam perebutan takhta. Sambil memikirkan hal itu, aku mulai pusing memikirkan bagaimana caranya memerankan dua karakter sekaligus setelah ini.
■■■
"Ternyata kau masih berada di Ibukota Wilayah. Aku cukup terkejut."
"Aku sudah menduga seseorang akan dikirim kemari. Dalam artian itu, aku juga terkejut Pangeran Ampas yang datang."
Di sebuah penginapan biasa di Ibukota Wilayah. Silver ada di sana. Tepatnya, aku membuatnya terlihat seperti itu.
Dengan Ancient Magic, aku memanipulasi ingatan pemilik penginapan, membuatnya berpikir bahwa seorang tamu dengan penampilan aneh telah menginap sejak lima hari yang lalu. Aku membuatnya seolah-olah Sebas yang menemukannya, dan aku pun bertemu dengannya sebagai Silver.
"Jadi? Siapa nona yang di sebelah sana?"
"Suatu kehormatan bisa bertemu dengan Anda untuk pertama kalinya, Silver-sama. Nama saya Fina von Krainelt."
"Ini bukan pertama kalinya aku melihatmu. Lima hari yang lalu, mata kita bertemu."
Fina sedikit tersentak mendengar kata-kata itu.
Bagi seorang gadis yang baru berusia enam belas tahun, berbicara dengan petualang peringkat SS adalah tugas yang berat. Terlebih lagi, mencoba meminta maaf dalam situasi di mana pihak mereka yang bersalah adalah tantangan yang sulit.
Duke Krainelt rupanya tidak bisa meninggalkan tugasnya karena harus menangani monster. Karena itu, aku berkata bahwa aku saja sudah cukup untuk membujuk Silver, tetapi Fina bersikeras untuk ikut sebagai perwakilan Keluarga Duke.
Berkat itu, sekarang aku harus menciptakan Silver dengan Illusion Magic dan memerankan dua karakter di depan Fina. Alasannya adalah, seandainya pun ketahuan, jika itu Silver, aku bisa beralasan bahwa dia sedang waspada. Sebaliknya, jika aku yang menyamar, orang akan curiga bagaimana aku bisa menggunakan sihir ilusi tingkat super tinggi yang bisa meniru wujud dan suara.
Omong-omong, suaraku tidak akan ketahuan. Topeng Perak Silver adalah sebuah gelang sihir yang sangat kuat. Tentu saja suaranya berubah, bahkan bisa memengaruhi bau badan dan kesan yang diberikan pada lawan bicara, jadi meskipun kami bersama, tidak akan ada yang mengira kami adalah orang yang sama.
"...Atas ketidaksopanan keluarga Duke kami... saya benar-benar minta maaf..."
"Aku tidak butuh permintaan maaf. Penilaianku terhadap kalian sudah jatuh ke titik terendah. Kudengar kalian adalah keluarga Duke bijaksana yang memikirkan rakyatnya, tapi sepertinya itu hanya reputasi belaka."
"Itu..."
"Bukan hal yang aneh jika petualang datang ke wilayah yang sedang kesulitan karena monster. Jika kau benar-benar memikirkan rakyatmu, seharusnya kau sudah bersiap untuk menerima petualang mana pun. Kakakmu mengusirku karena Duke lalai dalam melakukan persiapan seperti itu."
Ini adalah poin penting.
Bukan sebagai kesalahan putranya saja, tetapi sebagai tanggung jawab seluruh Keluarga Duke. Dengan begitu, masalah tidak akan selesai hanya dengan menghukum putranya. Yah, Duke yang itu kurasa tidak akan melakukan hal seperti itu.
"Anda benar sekali... kami, Keluarga Duke Krainelt, telah lalai..."
Melihat Fina yang menunduk, aku berpikir sudah saatnya dan memberikan usul pada Silver.
Aku datang ke sini untuk membujuk Silver. Jika aku bisa membuatnya terlihat seolah-olah aku berhasil membujuk Silver, maka tujuanku tercapai.
Alasan aku tidak membawa Sebas ke ruangan ini adalah karena aku tidak mau tahu apa yang akan dikatakannya jika dia melihat sandiwara murahan yang akan kulakukan untuk mencapai tujuan itu. Bagaimanapun juga, aku akan membujuk diriku sendiri.
"Silver. Apa kau masih berniat melanjutkan permintaan ini?"
"Jika tidak, aku tidak akan ada di sini. Tapi, sebelum itu, ada hal yang harus kukonfirmasi."
"Apa itu?"
"Apa kau berhasil menjadikan Keluarga Duke sebagai sekutu? Pangeran Ampas."
"...Aku belum mendapatkan janji pastinya."
"Dasar Pangeran Ampas. Kau memang jauh di bawah adikmu."
Silver menghela napas dengan sengaja.
Mencela diri sendiri rasanya aneh, tetapi jika Silver berkata seperti ini, kerja sama dari Keluarga Duke hampir bisa dipastikan.
"Aku pasti akan membuat mereka bekerja sama. Tenang saja."
"Kau harus membuat mereka menjanjikan kerja sama penuh. Jika itu terpenuhi, aku akan menyelesaikan permintaan ini. Aku punya alasanku sendiri mengapa adikmu harus menjadi kaisar. Aku sengaja meninggalkan Ibukota dan datang jauh-jauh kemari karena ingin menciptakan sebuah Keluarga Duke yang akan menjadi sekutu Pangeran Leonard. Aku mengira keluarga Duke yang sesuai reputasinya akan membalas budi dan bekerja sama dengan Pangeran Leonard, tetapi keluarga Duke ini reputasinya hanya isapan jempol. Jika kau tidak membuat mereka menulis surat sumpah, mereka bisa saja berkhianat, lho?"
"Ayah saya tidak akan melakukan hal seperti itu!"
"Bantahanmu sia-sia, Nona Fina. Kalian sudah kehilangan kepercayaanku."
Ucap Silver dengan datar.
Ada alasan mengapa aku berkata seperti ini.
Itu karena aku ingin membuatnya seolah-olah Silver tadinya enggan, tetapi pihak kami berhasil membujuknya. Hal itu pasti akan sampai ke telinga Duke melalui Fina. Tentu saja, termasuk niat Silver.
Jika sudah sampai sejauh ini, Duke pasti akan berpihak pada Leo. Mungkin ini cara yang berbelit-belit, tetapi Duke Krainelt adalah tokoh yang sangat penting dalam perebutan takhta.
"Silver. Apa kau tidak mau membantu jika aku tidak bisa membuat mereka berjanji?"
"Tentu saja."
"...Tolong kesampingkan hal itu dan terimalah permintaan penaklukan monster ini. Aku berjanji akan membuat Duke menjadi sekutu kita."
"...Kau menyuruhku untuk berharap pada Pangeran Ampas? Apa kau sadar permintaanmu itu tidak masuk akal?"
"Tentu saja. Tetap saja, aku mohon. Seperti ini."
Sambil berkata begitu, aku menundukkan kepala.
Aku yang pada dasarnya tidak punya harga diri bisa menundukkan kepala pada siapa pun. Apalagi menundukkan kepala pada ilusi yang kubuat sendiri, sama sekali tidak ada ruginya.
"Melihatmu langsung menundukkan kepala, sepertinya kau benar-benar tidak punya kebanggaan sebagai anggota keluarga kekaisaran, ya."
"Jika Leo ada di sini, dia pasti akan melakukan hal yang sama... Aku tahu kau tidak bisa mempercayaiku. Tapi, bagaimanapun juga aku ini kakaknya Leo. Aku akan menunjukkan hasil kerja yang minimal. Jadi, tolong taklukkan monster itu. Aku tidak ingin masalah ini berlarut-larut lebih lama lagi."
"...Yah, sudahlah. Sebagai petualang, aku juga tidak bisa membiarkan monster berkeliaran lebih lama lagi. Akan kuterima permintaan ini. Tapi, Nona Fina, aku berharap banyak pada Keluarga Duke. Jangan lupakan bahwa kerja sama ini didasari oleh hal itu."
"T-terima kasih banyak! Kami pasti akan memenuhi harapan Anda!"
Demikianlah, kami selesai membujuk Silver dan keluar dari penginapan.
Saat kami menaiki kereta kuda yang telah disiapkan Sebas di luar, aku menghela napas panjang.
Melihat itu, Fina menundukkan kepalanya dengan raut bersalah.
"Terima kasih banyak..."
"...? Kenapa kau yang berterima kasih?"
"Yang Mulia telah menundukkan kepala demi kami... Meskipun kami yang telah membuat Anda kesulitan, Anda bahkan sampai membujuk Tuan Silver demi rakyat kami. Sudah sewajarnya saya berterima kasih."
Sepertinya ada kesalahpahaman besar di sini.
Apa anak ini juga tipe orang yang selalu memandang segala sesuatu dari sisi baiknya, sama seperti Leo?
Aku harus mengoreksi ini. Jika disalahpahami sebagai orang baik, akan sulit bagiku untuk bergerak nanti.
"Aku menundukkan kepala demi diriku sendiri. Bukan karena alasan yang kau pikirkan. Itu salah paham."
"Begitukah... Kalau begitu, saya akan membiarkan diri saya salah paham. Saya... sepertinya sedikit salah paham tentang Yang Mulia. Sebenarnya saya sempat mengira Anda adalah orang yang menakutkan, tetapi ternyata tidak, ya."
"Bukan, maksudku..."
"Iya. Itu kesalahpahaman saya. Yang Mulia menundukkan kepala demi diri Anda sendiri, bukan? Bukan demi rakyat, apalagi demi kami. Tapi... Anda akan memaafkan kesalahpahaman saya, bukan?"
Sambil berkata begitu, Fina tersenyum lembut.
Senyum itu jauh lebih alami dan jauh lebih indah daripada senyum yang memesona penduduk Ibukota saat ia dihadiahi hiasan rambut Camar Biru.
Haruskah kukatakan aku terharu? Dulu, saat ibuku mengajakku melihat hujan meteor yang terjadi puluhan tahun sekali, aku juga merasakan haru seperti ini. Hujan bintang yang memenuhi langit malam yang luas tanpa awan. Pemandangan itu begitu indah dan menakjubkan. Rasa senang, gembira saat melihatnya. Perasaan serupa muncul saat aku melihat senyum Fina.
Tanpa sadar aku terpesona oleh senyum itu, dan agar wajahku yang memerah tidak terlihat, aku mengalihkan pandanganku ke luar.
Karena itulah aku kehilangan kesempatan untuk mengoreksi kesalahpahaman itu.
Aku jadi berpikir, tidak buruk juga jika Fina salah paham ke arah yang baik, dan pada akhirnya, aku tidak pernah bisa mengoreksi kesalahpahaman Fina setelah itu.
3
"Situasi yang parah, sungguh."
Sambil mengenakan pakaian Silver, aku bersama Sebas mengamati sarang monster yang menjadi masalah dari kejauhan.
Peringkat monster yang muncul di wilayah Duke Krainelt adalah AA.
Di antara peringkat dari F hingga SS, itu adalah peringkat keempat dari atas. Monster level ini biasanya ditangani oleh party yang terdiri dari empat hingga lima petualang peringkat A ke atas, dan merupakan level monster yang agak sulit ditangani oleh serikat petualang di Kekaisaran.
Faktanya, Duke Krainelt telah mengajukan permintaan ke serikat petualang, dan sebuah party yang terdiri dari enam orang, empat petualang peringkat B dan dua petualang peringkat A, telah dikirim, tetapi belum berhasil menyelesaikannya.
"Kalau lawannya Mother Slime, mau bagaimana lagi."
Sebuah gunung yang terletak agak jauh dari Ibukota Wilayah.
Di sana, slime yang tak terhitung jumlahnya bermunculan. Satu per satu memang lemah, tetapi jumlahnya terlalu banyak. Karena mereka menyebar ke mana-mana dan merusak hasil panen, Duke harus mengerahkan para kesatria untuk menanganinya.
Alasan mengapa slime bisa muncul dalam jumlah besar seperti ini adalah ulah monster langka yang disebut Mother Slime yang bersembunyi di gunung.
Mother Slime, seperti namanya, adalah monster yang berperan sebagai induk slime dan bisa melahirkan anak-anak slime. Ia menyerap apa saja dan mengubahnya menjadi nutrisi untuk terus melahirkan anak-anak slime. Monster ini sangat merepotkan, bahkan ada negara yang hancur karenanya.
Cara menanganinya adalah dengan menaklukkan Mother Slime sebelum ia menetap di sarangnya dan memperbanyak anak-anak slime, tetapi pada saat Duke mengajukan permintaan ke serikat petualang, semuanya sudah terlambat.
Melihat catatannya, anak-anak slime yang dilahirkan Mother Slime jumlahnya sudah setingkat pasukan.
"Pokoknya, kalau tidak segera menaklukkan Mother Slime, tidak akan ada habisnya."
"Benar sekali, tetapi bagaimana Anda akan menjelaskannya pada para petualang yang sudah menerima permintaan ini?"
"Itulah masalahnya."
Petualang pada dasarnya adalah orang-orang yang hidup di luar hukum.
Tidak seperti masyarakat bangsawan, mereka tidak akan menunduk hanya karena peringkat seseorang lebih tinggi. Mereka akan mengerjakan permintaan yang mereka terima dengan sekuat tenaga. Itu demi diri mereka sendiri, dan untuk menjaga reputasi mereka.
Petualang seperti itu, bahkan terhadap petualang peringkat SS sekalipun, tidak akan membiarkan adanya penyusupan. Mungkin akan berbeda jika ada surat resmi dari serikat, tetapi saat ini aku menerima permintaan dari jalur yang sama sekali berbeda.
"Aku suka semangat petualang yang seperti itu, tapi sekarang ini jadi masalah."
"Tergantung bagaimana reaksi mereka, ini bisa memakan waktu."
"Jujur saja, aku tidak punya waktu sebanyak itu. Kuharap petualang di lokasi mengerti hal itu. Kau pulanglah duluan. Aku akan membereskannya."
"Semoga berhasil."
Setelah berkata begitu, aku berpisah dengan Sebas dan menuju ke perkemahan para petualang di dekat gunung.
Tentu saja, jika aku membawa Sebas, aku akan dicurigai, dan identitasku bisa terungkap.
"Wah, wah. Lihat semua, Tuan petualang peringkat SS repot-repot datang ke sini."
Saat pemuda berambut merah yang berjaga di luar berkata begitu, para petualang yang ada di dalam tenda keluar satu per satu.
Lima pria dan satu wanita.
Semua tatapan mereka tajam.
"Aku Abel, pemimpin party ini. Peringkat A. Mungkin di matamu aku hanya orang kecil."
"Aku Silver, petualang peringkat SS."
Aku menjabat tangan yang diulurkan Abel.
Berbeda denganku yang hanya menjabatnya dengan ringan, Abel meremas tanganku seolah ingin menghancurkannya.
Sepertinya dia memang tidak suka.
"Aku sudah dengar dari Duke bahwa kau akan datang sebagai bantuan. Tapi, kalau kami langsung menyerahkan permintaan ini begitu saja, kami tidak akan bisa hidup sebagai petualang. Kau mengerti, 'kan?"
"Ya, aku mengerti."
"Menyela permintaan adalah pelanggaran etika sebagai petualang. Apa kau juga mengerti itu?"
"Ya, tentu saja."
Setelah melepaskan tangan, aku mengalihkan pandanganku ke lima orang lainnya.
Dari gerak-geriknya, sepertinya petualang peringkat A yang satu lagi adalah wanita itu.
Rambut cokelatnya diikat kuncir kuda pendek, dan wajahnya tidak begitu terlihat karena memakai topi, tapi aku yakin dia seorang wanita.
Penampilannya benar-benar seperti laki-laki, dan pasti tidak sedikit yang salah mengiranya sebagai laki-laki.
Petualang wanita itu sepertinya adalah bantuan untuk party Abel. Dia berdiri sedikit di belakang, dan sepertinya tidak berniat mengatakan apa-apa pada Abel.
Kalau begitu, sepertinya akan beres jika aku bisa meyakinkan Abel.
"Tentu saja katamu? Kalau kau mengerti, kenapa kau datang menyela!? Bahkan sampai menggunakan koneksi dengan bangsawan! Petualang sepertimu pasti tidak akan kekurangan permintaan, 'kan!"
"Apa yang kau katakan memang benar. Aku juga mengerti ketidakpuasanmu. Jadi, terserah kalian mau memakiku atau memukulku. Aku tidak akan mengeluh."
"Apa katamu?"
"Hanya saja... sebagai sesama petualang, aku ingin bertanya pada kalian. Apa kalian bisa mengatasi situasi ini?"
"..."
Abel tidak menjawab. Yang lain pun sama. Mudah saja untuk mengatakan 'bisa' di sini, tetapi bagi petualang, reputasi adalah segalanya. Mereka tidak boleh mengatakan bisa menyelesaikan permintaan yang sebenarnya tidak bisa mereka selesaikan.
Keenam orang di sini adalah petualang level tertinggi di sekitar sini. Mungkin mereka tidak memilih permintaan ini sendiri, tetapi cabang serikat yang menawarkannya pada mereka.
Namun, saat mereka datang, situasinya jauh lebih buruk dari yang mereka dengar. Kekuatan Mother Slime bisa berubah-ubah. Jika terus mendapatkan nutrisi di sarangnya, ia akan semakin kuat. Dan ia akan terus melahirkan anak-anak slime. Setiap kali melahirkan, ia akan melemah, tetapi anak-anak slime itu akan terus membawakan nutrisi, sehingga pada akhirnya ia akan menjadi tidak terkendali.
Setelah situasinya memburuk sampai sejauh ini, jika Mother Slime tidak segera dibereskan, keamanan seluruh area ini akan terancam.
"——Mother Slime ini jauh lebih besar dari yang kami dengar. Kami sudah mencoba menyerangnya beberapa kali, tetapi tidak berhasil memberikan luka fatal dan terpaksa mundur. Kami benar-benar kekurangan daya serang."
Petualang wanita yang tadinya diam akhirnya angkat bicara.
Mendengar itu, Abel mendecakkan lidahnya. Sepertinya Abel juga menyadari hal itu.
"Jika kalian benar-benar tidak ingin aku terlibat dalam permintaan ini, aku tidak akan terlibat. Tapi, demi keamanan wilayah ini, aku akan melaporkan situasi saat ini langsung ke markas besar serikat dan meminta mereka mengeluarkan quest darurat. Setelah itu, aku akan kembali ke sini. Namun, itu pun akan memakan waktu beberapa hari. Jika kalian bisa menaklukkannya dalam waktu itu, aku tidak akan menghentikan kalian. Tapi... dalam beberapa hari itu, wilayah ini akan sangat terancam."
"...Aku tahu. Petualang sepertimu tidak mungkin datang ke tempat seperti ini hanya karena uang..."
"Kalian boleh mengambil semua imbalannya. Tolong, biarkan aku yang menaklukkan Mother Slime ini. Sebagai petualang, aku tidak bisa membiarkan kerusakan ini meluas lebih jauh."
"...Baiklah. Kami akui kami tidak cukup kuat... lakukan sesukamu."
Abel menunduk dan terduduk di tempat. Petualang meniti karier dengan kemampuannya sendiri. Gagal menyelesaikan permintaan yang diterima adalah sebuah penghinaan yang tiada tara.
Bahkan ada petualang yang mati karena terus melanjutkan permintaan nekat hanya karena gengsi. Dalam artian itu, Abel adalah petualang yang cerdas dan bisa melihat situasi di sekitarnya.
"Maafkan aku, semuanya..."
Ucap Abel sambil meminta maaf pada anggota partynya. Jika hanya sendirian, mungkin Abel akan memaksakan diri, tetapi dia pasti juga memikirkan anggota partynya. Dia pemimpin yang baik.
"Karena kalian menyerang Mother Slime, kerusakannya masih bisa ditekan sampai sejauh ini. Jika kalian tidak ada, area ini pasti sudah penuh dengan slime. Seharusnya ini adalah permintaan yang ditangani oleh party yang seluruh anggotanya petualang peringkat A ke atas. Kalian sudah bekerja dengan baik. Serikat pasti akan berterima kasih pada kalian."
"Hah... tidak kusangka akan datang hari di mana aku dipuji oleh petualang peringkat SS."
"Jangan anggap ini sindiran. Aku juga tulus berterima kasih, dan aku merasa berutang budi pada kalian. Jika ada apa-apa, datanglah ke cabang Ibukota. Aku akan membantu."
Setelah berkata begitu, aku langsung mengulurkan tanganku ke arah gunung.
Mengabaikan keenam orang yang menatapku dengan heran, aku memulai rapalan mantranya.
《Aku adalah dia yang bertindak atas kehendak langit. Aku adalah dia yang mengetahui hukum langit dan bumi. Waktu penghakiman telah tiba. Gemetarlah wahai pendosa, bersukacitalah wahai yang tak berdosa. Ucapanku adalah ucapan dewa. Seranganku adalah serangan dewa. Terkumpul di tangan ini api neraka yang membakar langit. Wahai Api Surgawi, ubahlah pendosa menjadi abu——Execution Prominence》